• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi Infeksi Jamur Vagina yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi Infeksi Jamur Vagina yang Perlu Diwaspadai

Komplikasi Infeksi Jamur Vagina yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Desember 2022

“Infeksi jamur vagina terjadi karena jamur jenis Candida albicans. Kondisi ini dapat berujung pada peradangan yang memicu rasa gatal dan kemerahan apabila tidak segera mendapatkan penanganan.”

Komplikasi Infeksi Jamur Vagina yang Perlu DiwaspadaiKomplikasi Infeksi Jamur Vagina yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Vagina yang sehat mengandung sel ragi dan bakteri. Perubahan keseimbangan pada sel ragi dan bakteri bisa menyebabkan perkembangbiakan sel ragi, sehingga memicu munculnya gejala berupa gatal, iritasi, dan bengkak. Gejala tersebut menunjukkan terjadinya infeksi jamur vagina.

Memiliki nama lain kandidiasis, infeksi jamur vagina dapat muncul karena banyak faktor. Ini termasuk wanita yang sedang hamil, mengalami gangguan sistem imunitas tubuh, atau mengonsumsi obat antibiotik yang membuat flora alami vagina menjadi tidak seimbang.

Selain itu, masalah kesehatan ini juga dapat terjadi karena menjalani terapi hormon atau mengonsumsi obat kontrasepsi. Sementara itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko wanita mengalami gangguan kesehatan ini adalah diabetes yang tidak terkendali, meningkatnya kadar hormon estrogen, dan pemakaian antibiotik. 

Waspadai Komplikasi dari Infeksi Jamur Vagina

Saat mengalami infeksi jamur vagina, wanita akan menunjukkan beberapa gejala, yaitu: 

  • Vagina dan vulva membengkak dan memerah.
  • Nyeri ketika melakukan hubungan seks.
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil.
  • Rasa gatal dan terbakar pada area vagina dan vulva.
  • Muncul retakan atau luka kecil pada kulit vulva karena kulit pada area tersebut yang rapuh.
  • Keputihan dengan tekstur kental dengan warna dan konsistensi yang mirip seperti keju cottage

Tentunya, kondisi ini sangat mengganggu dan membuat tidak nyaman. Oleh karena itu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan. Buat janji temu dokter di rumah sakit melalui Halodoc, supaya kamu tidak perlu repot lagi mengantre dan bisa langsung mendapat perawatan. Pastikan kamu sudah download Halodoc, bisa melalui Play Store atau App Store.

Sebab, tanpa adanya penanganan atau perawatan yang tidak tepat akan membuat infeksi jamur vagina memburuk dan berujung pada munculnya komplikasi yang lebih serius. Kamu dapat menunjukkan gejala berupa kemerahan, rasa gatal, dan peradangan pada vagina.

Apabila area yang mengalami peradangan pecah-pecah, kondisi ini bisa membuat infeksi kulit. Terutama apabila kamu menggaruk terus-menerus dan membuat area yang terinfeksi mengalami luka, seperti luka lecet. 

Pengobatan dan Pencegahannya

Guna mendapatkan diagnosis yang lebih akurat, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Ini termasuk mengajukan beberapa pertanyaan seputar riwayat kesehatan, pemeriksaan pada area panggul, dan melakukan uji sekret vagina apabila memang perlu. 

Uji sekret vagina sendiri adalah pengujian dengan mengambil sampel cairan vagina, guna membantu dokter menentukan jenis jamur yang menjadi penyebab infeksi jamur vagina. 

Obat golongan antijamur bisa membantu mengobati mayoritas kondisi infeksi jamur vagina. Pemberian obat spesifik biasanya berdasarkan seberapa parah infeksi terjadi. Obat antijamur akan bekerja aktif melawan pertumbuhan ragi pada tubuh yang berlebih. 

Dokter dapat meresepkan obat topikal atau oral. Pemakaian obat topikal berupa oles atau meletakkan pada vagina dengan bantuan aplikator atau secara supositoria. Pastikan kamu selalu mengikuti petunjuk dokter ketika menjalani perawatan infeksi jamur vagina, guna memastikan infeksi sembuh sepenuhnya dan tidak kambuh. 

Sementara itu, pencegahan infeksi jamur vagina sebagian besar mengarah pada perubahan gaya hidup. Ini termasuk:

  • Menghindari douching pada area vagina.
  • Menghindari memakai pembalut dengan parfum atau tampon.
  • Sesegera mungkin mengganti pakaian yang basah, terutama pakaian dalam.
  • Pilih pakaian dalam dari bahan katun dan tidak ketat. 
  • Pilih pelumas dengan bahan dasar air untuk berhubungan intim.
  • Selalu melakukan pemeriksaan gula darah guna menghindari risiko diabetes.

Yuk, pastikan kamu selalu menjaga area kewanitaan supaya tidak rentan mengalami infeksi jamur vagina dan berbagai gangguan kesehatan lainnya, ya!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2022. Everything You Want to Know About Vaginal Yeast Infections.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Vaginal Yeast Infection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Yeast Infection (Vaginal).