• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi Stunting pada Anak yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Komplikasi Stunting pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Komplikasi Stunting pada Anak yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 05 Oktober 2022

“Komplikasi stunting bisa terjadi hingga jangka panjang. Sebab, gangguan ini memengaruhi fungsi kognitif dan mental.”

Komplikasi Stunting pada Anak yang Perlu DiwaspadaiKomplikasi Stunting pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Stunting adalah gangguan tumbuh kembang pada anak yang menyebabkan anak mempunyai tinggi badan di bawah rata-rata. Selain menyebabkan terhambatnya pertumbuhan, komplikasi stunting lainnya juga perlu diwaspadai.

Sebab, gangguan ini juga dapat memengaruhi fungsi kognitif, mental, dan sosial. Apa saja komplikasi yang bisa terjadi? Simak pembahasannya berikut ini!

Waspadai Komplikasi Stunting

Masalah yang terjadi akibat stunting bukan hanya sekedar tubuh yang lebih pendek dari normalnya. Dari segi kesehatan, stunting juga bisa menimbulkan komplikasi jangka pendek dan jangka panjang.

Berikut ini beberapa komplikasi stunting lainnya yang perlu diwaspadai:

  • Risiko tinggi penyakit dan kematian dini.
  • Perkembangan mental dan kognitif yang tertunda, menyebabkan prestasi sekolah yang buruk dan mengurangi produktivitas dalam pekerjaan.
  • Kapasitas kognitif yang terganggu.
  • Pertumbuhan yang terhambat dapat diturunkan ke generasi berikutnya dan ini disebut siklus malnutrisi antargenerasi.

Dari segi sosio-ekonomi, stunting memberikan dampak berkurangnya kualitas dan produktivitas pengidapnya. Ini meningkatkan risiko mengalami kemiskinan.

Menurut studi pada 2021 di jurnal Acta Biomedica, ada cukup banyak bukti epidemiologis yang menunjukkan bahwa kurang gizi menyebabkan peningkatan risiko obesitas. Obesitas meningkat secara dramatis tidak hanya di negara maju tetapi juga di negara berkembang, seperti Brazil, terutama di kalangan masyarakat miskin. 

Selain itu, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa kekurangan gizi menyebabkan serangkaian perubahan jangka panjang yang penting. Seperti pengeluaran energi yang lebih rendah, kerentanan yang lebih tinggi terhadap efek diet tinggi lemak, oksidasi lemak lebih rendah, dan gangguan regulasi asupan makanan. 

Penyebab dan Pencegahannya

Setelah mengetahui komplikasi stunting, kamu juga perlu memahami penyebabnya. Penyebab stunting hampir sama dengan penyebab gizi buruk pada anak. 

Dalam kebanyakan kasus, pengerdilan terjadi selama periode 1000 hari dari saat pembuahan hingga anak berusia dua tahun. Tiga penyebab utama stunting adalah kebiasaan makan yang buruk, gizi ibu yang buruk, dan sanitasi yang tidak memadai. 

Beberapa penyebab lainnya antara lain:

  • Riwayat keluarga dengan pertumbuhan yang terhambat atau tertunda.
  • Kekurangan hormon pertumbuhan dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat.
  • Hipotiroidisme. Kelenjar tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan pertumbuhan terhambat.
  • Stres, penggunaan obat-obatan tertentu selama kehamilan, anemia, penyakit ginjal atau paru-paru.

Untuk menghindari risiko komplikasi stunting yang serius, penting untuk mengetahui cara pencegahannya. Salah satu hal penting yang perlu dilakukan untuk mencegah stunting adalah fokus pada pemberian nutrisi yang optimal selama 1000 hari pertama kehidupan seorang anak. Mulai dari konsepsi hingga anak berusia dua tahun. 

Tahap dalam kehidupan seorang anak ini sangat penting. Bagai sebuah “jendela kesempatan” ketika otak berkembang pesat dan meletakkan dasar yang kuat untuk kemampuan kognitif dan keterampilan sosial di masa depan. 

Selain itu, ini juga merupakan saat di mana anak-anak berisiko lebih tinggi terkena infeksi yang menyebabkan diare dan gangguan lainnya, yang dapat menghambat perkembangan dan pertumbuhan anak.

Jadi, memastikan nutrisi yang optimal untuk ibu hamil dan menyusui sangat penting. Ini menurunkan risiko bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, yang merupakan faktor risiko utama untuk pertumbuhan terhambat. 

Setelah melahirkan, ibu harus didorong untuk menyusui bayi secara eksklusif selama 6 bulan, langkah-langkah ini dianggap sebagai pilar pencegahan stunting. Selain itu, pengenalan praktik penyapihan yang tepat setelah usia 6 bulan bersama dengan menyusui sampai usia dua tahun juga sangat penting.

Itulah pembahasan mengenai komplikasi stunting, penyebab, dan cara pencegahannya. Jika anak mengalami masalah kesehatan, segera bawa untuk diperiksa oleh dokter dan diberi resep obat. Lalu, ibu bisa download Halodoc untuk cek kebutuhan medis anak dengan mudah.

Referensi:
Acta Biomedica. Diakses pada 2022. Early and Long-term Consequences of Nutritional Stunting: From Childhood to Adulthood.
NetMeds. Diakses pada 2022. Stunted Growth: Causes, Symptoms And Prevention.
WebMD. Diakses pada 2022. What to Know About Growth Disorders.