Ad Placeholder Image

Kucing Pup Sembarangan? Ini Cara Mengatasi Ampuhnya!

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Kucing pup sembarangan dapat menjadi salah satu gejala anabul mengalami masalah kesehatan.

Kucing Pup Sembarangan? Ini Cara Mengatasi Ampuhnya!Kucing Pup Sembarangan? Ini Cara Mengatasi Ampuhnya!

DAFTAR ISI


Kucing adalah hewan peliharaan yang dikenal sangat menjaga kebersihan dirinya. Namun, ada kalanya kamu sebagai pemilik menemukan masalah terkait kebiasaan buang air besar atau kondisi feses kucing yang tidak normal. Masalah “kucing berak” ini bisa mencakup dua hal utama: perubahan konsistensi feses (seperti diare atau mencret) dan perubahan perilaku (berak sembarangan di luar kotak pasir).

Perubahan pada kebiasaan buang air besar kucing sering kali menjadi indikator pertama adanya masalah kesehatan yang mendasari. Sebagai pemilik yang bertanggung jawab, kamu perlu memahami apa yang dianggap normal dan apa yang menandakan adanya gangguan medis. Kucing yang sehat biasanya memiliki feses yang padat, berwarna cokelat tua, dan tidak mengeluarkan bau yang menyengat secara berlebihan.

Jika kucing kamu mengalami diare atau tiba-tiba berak di tempat yang tidak seharusnya, jangan langsung memarahinya. Hal ini bisa disebabkan oleh stres, infeksi parasit, atau penyakit sistemik lainnya yang memerlukan penanganan tepat. Pemahaman yang baik tentang sistem pencernaan kucing akan membantu kamu memberikan pertolongan pertama yang efektif.

Nah, mau tahu apa saja informasi lengkap mengenai penyebab dan cara mengatasi masalah pencernaan serta perilaku buang air pada kucing? Berikut ulasannya!

Penyebab Kucing Berak Tidak Normal

Kondisi feses yang tidak normal, terutama diare, merupakan masalah yang sangat umum pada kucing. Diare bukan sebuah penyakit, melainkan gejala dari adanya gangguan di dalam tubuh. Berikut adalah beberapa faktor pemicu yang paling sering ditemukan:

1. Perubahan Diet yang Mendadak

Sistem pencernaan kucing sangat sensitif terhadap perubahan makanan. Jika kamu mengganti merek atau jenis makanan kucing secara tiba-tiba tanpa masa transisi, bakteri di usus kucing mungkin tidak sempat beradaptasi. Hal ini menyebabkan malabsorpsi dan berakhir pada kondisi kucing berak mencret.

2. Infeksi Parasit (Cacingan)

Parasit usus seperti cacing gelang (roundworms), cacing pita, atau protozoa seperti Giardia dan Coccidia adalah penyebab utama masalah pencernaan, terutama pada anak kucing (kitten). Parasit ini mengiritasi dinding usus dan mengganggu penyerapan nutrisi.

3. Intoleransi Makanan atau Alergi

Beberapa kucing memiliki alergi terhadap protein tertentu dalam makanan mereka. Selain itu, banyak kucing dewasa yang sebenarnya intoleran terhadap laktosa. Memberikan susu sapi pada kucing sering kali menjadi penyebab utama mereka mengalami diare hebat.

4. Stres dan Kecemasan

Kucing adalah makhluk yang sangat terikat pada rutinitas. Pindahan rumah, adanya anggota keluarga baru, atau kehadiran hewan peliharaan lain dapat memicu stres. Stres emosional ini berdampak langsung pada motilitas usus, yang menyebabkan feses menjadi cair.

Tips Menjaga Pencernaan Kucing
  1. Lakukan transisi makanan secara bertahap selama 7-10 hari.
  2. Pastikan kucing selalu memiliki akses ke air bersih untuk mencegah dehidrasi saat diare.
  3. Rutin memberikan obat cacing sesuai jadwal yang disarankan dokter hewan.

Cara Mengatasi Kucing Berak Sembarangan

Masalah perilaku di mana kucing berak sembarangan di luar litter box (kotak pasir) disebut dengan inappropriate elimination. Ini adalah salah satu keluhan paling umum dari pemilik kucing. Berikut langkah-langkah untuk mengatasinya:

1. Evaluasi Kebersihan Kotak Pasir

Kucing adalah hewan yang sangat pemilih. Jika kotak pasirnya kotor, berbau, atau lokasinya terlalu bising, mereka akan mencari tempat lain yang dianggap lebih nyaman, seperti karpet atau sudut ruangan. Pastikan kamu membersihkan kotoran setiap hari dan mencuci kotak pasir secara menyeluruh setidaknya seminggu sekali.

2. Perhatikan Jumlah Kotak Pasir

Jika kamu memiliki lebih dari satu kucing, aturan emasnya adalah jumlah kotak pasir harus “jumlah kucing + 1”. Jadi, jika kamu punya 2 kucing, sediakan 3 kotak pasir di lokasi yang berbeda-beda untuk menghindari persaingan antar kucing.

3. Gunakan Pembersih Enzimatis

Jika kucing sudah terlanjur berak di tempat yang salah, bersihkan area tersebut dengan pembersih khusus yang mengandung enzim. Pembersih biasa mungkin menghilangkan bau bagi manusia, tetapi kucing masih bisa mencium aroma sisa urin atau fesesnya, yang akan memancing mereka untuk kembali ke tempat yang sama.

Jika masalah perilaku ini terus berlanjut meskipun kotak pasir sudah bersih, ada kemungkinan kucing merasa kesakitan saat buang air. Dalam kondisi ini, sangat disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam guna mendiskusikan gejala tersebut dengan dokter hewan spesialis yang ada di platform.

Kapan Harus ke Dokter Hewan?

Tidak semua kasus kucing berak tidak normal bisa ditangani sendiri di rumah. Kamu harus waspada dan segera mencari bantuan medis jika menemukan tanda-tanda berikut:

  • Diare berlangsung lebih dari 24 jam.
  • Feses disertai dengan darah (berwarna merah segar atau hitam seperti aspal).
  • Kucing menunjukkan tanda-tanda kelesuan (lethargy) dan tidak mau makan.
  • Adanya muntah yang menyertai diare.
  • Tanda-tanda dehidrasi, seperti kulit yang tidak kembali cepat saat dicubit atau gusi yang kering.

Pemberian suplemen pendukung untuk kesehatan saluran cerna atau multivitamin bisa membantu mempercepat pemulihan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan hewan yang terpercaya tanpa harus keluar rumah.

Studi Mengenai Kesehatan Pencernaan Hewan

Journal of Feline Medicine and Surgery menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa microbiota usus memainkan peran krusial dalam kesehatan sistem imun kucing secara keseluruhan. Gangguan pada keseimbangan bakteri usus (dysbiosis) terbukti menjadi faktor pemicu utama diare kronis pada kucing domestik.

Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya penggunaan probiotik spesifik spesies untuk memulihkan kesehatan pencernaan kucing setelah infeksi parasit atau terapi antibiotik. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan kucing berak bukan hanya soal menghentikan gejalanya, tapi juga memulihkan ekosistem di dalam perutnya.

Tips Pencegahan Masalah Pencernaan

1. Pemberian Makanan Berkualitas

Pilihlah makanan yang memiliki kandungan protein tinggi dan rendah karbohidrat sesuai dengan sifat alami kucing sebagai karnivora obligat. Hindari makanan yang mengandung banyak pewarna atau pengawet buatan.

2. Vaksinasi Teratur

Beberapa penyakit virus yang sangat berbahaya, seperti Panleukopenia, memiliki gejala utama diare berdarah yang mematikan. Vaksinasi adalah langkah pencegahan terbaik untuk melindungi kucing kamu dari virus tersebut.

Jangan pernah memberikan obat manusia (seperti obat diare untuk manusia) kepada kucing tanpa instruksi dokter hewan, karena beberapa bahan aktif obat manusia bisa sangat beracun bagi kucing. Konsultasikan selalu setiap tindakan medis yang akan kamu ambil.

Kamu bisa mendapatkan produk-produk kesehatan atau suplemen pendukung untuk anabul kesayangan dengan praktis di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Cornell University College of Veterinary Medicine. Diakses pada 2026. Feline Diarrhea.
VCA Animal Hospitals. Diakses pada 2026. Diarrhea in Cats.
Journal of Feline Medicine and Surgery. Diakses pada 2026. Feline Microbiota and Gastrointestinal Health.
MSD Veterinary Manual. Diakses pada 2026. Management of Diarrhea in Cats.

FAQ

1. Apa penyebab kucing berak mencret secara tiba-tiba?

Penyebab paling umum adalah perubahan makanan yang mendadak, infeksi parasit usus, stres, atau memakan sesuatu yang tidak seharusnya (seperti sisa makanan manusia atau tanaman beracun).

2. Bolehkah kucing diberi susu saat sedang diare?

Sangat tidak disarankan. Sebagian besar kucing dewasa mengalami intoleransi laktosa, sehingga memberikan susu justru akan memperparah kondisi diare dan menyebabkan kram perut.

3. Bagaimana cara membersihkan bau bekas kucing berak sembarangan?

Gunakan pembersih berbasis enzim yang dapat memecah protein penyebab bau dalam feses atau urin. Hindari pembersih berbahan amonia karena aromanya mirip dengan urin kucing dan justru memicu mereka kembali ke sana.

4. Apakah kucing berak sembarangan tanda mereka marah?

Kucing tidak buang air sembarangan karena dendam. Biasanya itu adalah tanda adanya masalah fisik (sakit saat buang air), masalah kebersihan kotak pasir, atau bentuk komunikasi karena mereka merasa stres/terancam.

## Punya Masalah dengan Kucing Kesayangan tapi Bingung Solusinya? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan terkait kondisi kesehatan kucingmu atau masalah kesehatannya yang tak kunjung membaik, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.