Advertisement

Lacto B untuk Anak, Ini Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Erlin SpA   08 Januari 2026

Anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan seperti diare kerap diberikan Lacto B untuk pencegahan dan penanganan gejalanya.

Lacto B untuk Anak, Ini Manfaat, Dosis, dan Efek SampingnyaLacto B untuk Anak, Ini Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

DAFTAR ISI


Lacto B adalah jenis bakteri baik yang hidup di tubuh dan tidak menyebabkan penyakit. Kamu bisa mendapatkannya dari makanan dan suplemen.

Lacto B memiliki manfaat untuk kesehatan mulai dari memecah makanan, membantu penyerapan nutrisi, dan melawan infeksi saluran pencernaan.

Anak-anak yang mengalami gangguan pencernaan seperti diare kerap diberikan Lacto B untuk pencegahan dan penanganan sakitnya.  Namun, tidak semua anak bisa mengonsumsi Lacto B.

Anak yang mengalami gangguan imun, mengonsumsi obat steroid tidak disarankan untuk minum supelemen ini.

Informasi selengkapnya mengenai manfaat, dosis, dan efek samping Lacto B bisa dibaca di sini!

Manfaat dan Dosis Konsumsi Lacto B

Sebelumnya sudah disinggung bahwa Lacto B atau Lactobacillus adalah suplemen probiotik yang digunakan untuk mengobati diare. Lacto B juga dapat digunakan untuk mengobati intoleransi laktosa dan sembelit. 

Ini adalah suplemen yang sangat umum diberikan kepada anak-anak, karena mengandung probiotik untuk membantu menjaga sistem pencernaan yang sehat. Lacto B mengandung bakteri seperti Lactobacillus acidophilus, Bifidobacterium longum, dan Streptococcus thermophilus, yang merupakan jenis bakteri menguntungkan pada sistem pencernaan.

Cari tahu juga, 5 Gangguan Sistem Pencernaan Anak yang Sering Terjadi

Lactobacillus acidophilus adalah jenis bakteri baik yang biasanya hidup di saluran pencernaan, saluran kemih, dan alat kelamin tanpa menimbulkan penyakit. Lactobacillus mengembalikan flora usus, diare pasca-antibiotik, dan mencegah kandidiasis.

Bakteri ini juga digunakan dalam pengobatan alternatif untuk mengobati diare pada anak-anak dengan rotavirus.

Cara Memberikan Lacto-B pada Anak

Lacto-B berbentuk bubuk yang mudah dicampurkan ke dalam makanan atau minuman. Berikut adalah cara pemberian Lacto-B yang disarankan:

  • Campurkan bubuk Lacto-B ke dalam makanan, susu, atau yoghurt.
  • Pastikan untuk segera mengonsumsi campuran tersebut setelah dibuat.
  • Hindari mencampurkan Lacto-B dengan minuman bersoda atau makanan panas, karena dapat merusak bakteri probiotik.

Perhatikan Ini Sebelum Memberikan Lacto B pada Anak

Jika hendak memberikan Lacto B pada anak, ada baiknya untuk memerhatikan beberapa hal berikut ini, yaitu:

  • Konsultasikan dengan dokter mengenai manfaat, risiko efek samping, dan dosis yang tepay.
  • Jangan mengubah dosis tanpa persetujuan dokter, jika anak melewatkan dosis Lacto B, segeralah minum. 
  • Jika sudah mendekati waktu dosis berikutnya, yang terbaik adalah melewatkan dosis Lacto-B yang terlewat. Ambil dosis berikutnya pada waktu yang biasa. Jangan menggandakan dosis untuk mengganti dosis sebelumnya.
  • Dosis Lacto B untuk anak usia 1 sampai 12 tahun adalah 3 sachet per hari.
  • Selalu gunakan suplemen ini sesuai dengan petunjuk pada label produk atau seperti yang diarahkan oleh dokter. 
  • Lactobacillus acidophilus tersedia sebagai kapsul, bubuk, tablet, atau supositoria vagina. Beberapa produk susu, terutama yogurt, juga mengandung Lactobacillus acidophilus.
  • Tablet kunyah harus dikunyah sebelum menelannya.
  • Jangan menggunakan berbagai bentuk Lactobacillus acidophilus secara bersamaan tanpa saran medis. Menggunakan formulasi yang berbeda secara bersamaan dapat meningkatkan risiko overdosis.

Efek Samping Konsumsi Lacto B

Anak-anak yang mengalami masalah imun dan sedang menjalani transplantasi organ tidak disarankan untuk mengonsumsi Lacto B. Pada beberapa kondisi tertentu. Lacto B juga dapat menyebabkan efek samping mulai dari:

  • Batuk.
  • Pusing.
  • Sesak di dada.
  • Kesulitan menelan.
  • Sulit bernapas.
  • Detak jantung cepat.
  • Gatal atau ruam merah.
  • Kelelahan atau kelemahan yang tidak biasa.
  • Pembengkakan kelopak mata atau di sekitar mata, wajah, bibir, atau lidah.

Apakah Lacto-B Bisa untuk Anak Susah BAB (Sembelit)?

Lacto B apa bisa untuk anak susah BAB? Ya, Lacto-B bisa menjadi salah satu pilihan untuk membantu anak yang mengalami susah buang air besar (BAB) atau sembelit.

Kandungan probiotik dalam Lacto-B membantu menyeimbangkan mikroflora usus, yang pada gilirannya dapat melancarkan proses pencernaan.

Namun, penting untuk diingat bahwa Lacto-B bukanlah solusi tunggal untuk semua kasus sembelit.

Ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan:

  • Bukan obat tunggal: Probiotik dalam Lacto-B mungkin tidak cukup untuk mengatasi sembelit berat atau kronis.
  • Obat lain: Terdapat obat-obatan lain yang lebih spesifik untuk mengatasi konstipasi pada anak, seperti laksatif ringan yang dirancang khusus untuk anak-anak. Konsultasikan dengan dokter untuk pilihan terbaik.
  • Gaya hidup: Faktor-faktor gaya hidup seperti asupan air yang cukup, konsumsi serat dari buah dan sayur, aktivitas fisik, dan kebiasaan BAB yang sehat juga sangat penting dalam mengatasi sembelit.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan dengan dokter anak jika:

  • Sembelit atau diare pada anak berlangsung lama atau sangat menyiksa.
  • Anak memiliki kondisi medis tertentu.
  • Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan tentang penggunaan Lacto-B.

Diskusikan dengan dokter spesialis anak di Halodoc jika mengalami kondisi demikian.

Informasi selengkapnya mengenai penanganan gangguan kesehatan pada anak bisa orang tua lakukan melalui aplikasi Halodoc dengan klik gambar berikut:

chat dokter anak

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi:
Smarterhealth.sg. Diakses pada 2026. Lacto B.
WebMD. Diakses pada 2026. Lactobacillus.