Ad Placeholder Image

Larangan Tidur Sore: Fakta Kesehatan dan Islam

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Larangan Tidur Sore: Mitos Islami atau Fakta Medis?

Larangan Tidur Sore: Fakta Kesehatan dan IslamLarangan Tidur Sore: Fakta Kesehatan dan Islam

DAFTAR ISI


Masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing dengan istilah “pamali tidur sore”. Sejak kecil, banyak dari kita yang sering diingatkan oleh orang tua atau kakek-nenek agar tidak tidur saat matahari mulai terbenam atau di waktu antara Ashar hingga Maghrib. Konon, tidur di waktu tersebut dipercaya bisa mengundang penyakit, membawa kesialan, atau bahkan menyebabkan gangguan mental dan linglung.

Secara tradisional, larangan ini sering kali dikaitkan dengan hal-hal mistis atau kepercayaan leluhur. Namun, di balik balutan mitos tersebut, ternyata ada penjelasan medis dan ilmiah yang cukup masuk akal mengapa tidur sore sangat tidak disarankan bagi kebugaran tubuh dan kesehatan mental seseorang. Tidur sore yang terlalu lama atau dilakukan pada waktu yang tidak tepat justru bisa merusak pola istirahat yang seharusnya kita dapatkan di malam hari.

Memahami dampak dari kebiasaan ini sangat penting agar kamu bisa mengatur waktu istirahat dengan lebih bijak. Kelelahan setelah beraktivitas seharian memang sering kali membuat godaan untuk tidur di sore hari menjadi sangat besar, tetapi dampaknya terhadap metabolisme dan sistem saraf tidak bisa disepelekan. Jika kamu sering merasa lemas dan butuh suplemen tambahan, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk membantu menjaga stamina tubuh tetap optimal.

Nah, mau tahu apa saja fakta di balik larangan tidur sore dari sisi kesehatan dan sudut pandang agama? Berikut ulasannya!

Mitos dan Tradisi Pamali Tidur Sore di Indonesia

Dalam budaya masyarakat Jawa dan beberapa daerah lain di Indonesia, tidur sore sering dianggap sebagai pantangan besar. Orang tua zaman dahulu sering mengatakan bahwa tidur sore bisa membuat seseorang “singsal” atau kehilangan kesadaran secara mendadak. Ada juga yang percaya bahwa waktu sore adalah waktu transisi di mana makhluk halus mulai berkeliaran, sehingga tidur pada waktu tersebut dianggap membuat jiwa rentan terhadap gangguan.

Meski terdengar menakutkan, mitos ini sebenarnya adalah cara orang tua zaman dahulu untuk mendisiplinkan anak-anaknya. Sore hari adalah waktu di mana keluarga biasanya berkumpul, melakukan aktivitas pembersihan diri (mandi sore), atau bersiap untuk ibadah di malam hari. Dengan melarang tidur sore, anak-anak diharapkan tetap aktif dan produktif sebelum waktu istirahat utama di malam hari tiba.

Dampak Medis Tidur Sore Bagi Kesehatan Tubuh

Dilihat dari sisi medis, tidur di sore hari, terutama yang durasinya melebihi 30 menit, memiliki berbagai dampak negatif bagi tubuh. Berikut adalah beberapa risiko kesehatan yang bisa muncul:

1. Meningkatkan Risiko Diabetes dan Masalah Metabolisme

Tidur sore sering kali dikaitkan dengan gaya hidup sedenter atau kurang gerak. Ketika seseorang tidur setelah makan siang yang berat hingga sore hari, proses metabolisme tubuh melambat secara signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa pola tidur yang tidak teratur, termasuk sering tidur sore dalam waktu lama, dapat mengganggu sensitivitas insulin dan meningkatkan kadar gula darah dalam jangka panjang.

2. Penurunan Daya Tahan Tubuh

Tidur yang berkualitas seharusnya terjadi di malam hari ketika hormon melatonin diproduksi secara maksimal. Jika kamu sering mengganti porsi tidur malam dengan tidur sore, siklus pemulihan sel-sel tubuh menjadi tidak sinkron. Akibatnya, sistem imun bisa melemah dan kamu menjadi lebih mudah terserang penyakit ringan seperti flu atau sakit kepala.

Gangguan Ritme Sirkadian dan Kualitas Tidur Malam

Tubuh manusia diatur oleh jam biologis yang disebut ritme sirkadian. Ritme ini menentukan kapan tubuh harus terjaga dan kapan harus beristirahat berdasarkan intensitas cahaya matahari. Ketika kamu tidur di sore hari, tubuh mengalami kebingungan sinyal hormonal.

Tidur sore akan menurunkan “tekanan tidur” (sleep pressure) yang seharusnya menumpuk sepanjang hari agar kamu bisa tidur nyenyak di malam hari. Akibatnya, kamu mungkin akan mengalami insomnia atau kesulitan tidur tepat waktu saat malam tiba. Pola ini jika terus berlanjut akan menciptakan siklus setan: sulit tidur malam, bangun pagi dalam kondisi lelah, dan akhirnya mengantuk lagi di sore hari berikutnya.

Tips Mengatasi Kantuk Sore Hari Tanpa Tidur
  1. Lakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama 10-15 menit.
  2. Minum air putih dingin untuk menyegarkan saraf dan meningkatkan hidrasi otak.
  3. Paparkan diri pada sinar matahari sore atau cahaya lampu yang terang agar otak tetap dalam mode terjaga.

Fenomena Sleep Inertia: Mengapa Bangun Sore Terasa Linglung?

Pernahkah kamu terbangun dari tidur sore di saat langit mulai gelap dan merasa sangat bingung, pusing, bahkan sedih tanpa alasan? Kondisi ini secara medis disebut sebagai sleep inertia. Sleep inertia adalah fase transisi antara tidur dan terjaga yang ditandai dengan penurunan kemampuan kognitif dan perasaan grogi.

Saat tidur sore, tubuh sering kali masuk ke fase tidur dalam (deep sleep). Jika kamu terbangun secara paksa atau terbangun karena waktu Maghrib tiba, otak belum sepenuhnya siap untuk bangun dari fase tidur dalam tersebut. Hal ini menyebabkan aliran darah ke otak belum kembali normal sepenuhnya, sehingga memicu rasa pusing yang hebat dan perasaan linglung yang bertahan selama beberapa jam.

Pandangan Islam Terhadap Tidur Setelah Ashar

Dalam perspektif Islam, terdapat beberapa pendapat mengenai waktu tidur sore. Sebagian ulama memakruhkan (tidak menyukai) tidur setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam. Hal ini didasarkan pada kekhawatiran akan dampak buruk bagi kesehatan akal dan jiwa.

Salah satu kutipan yang sering dirujuk (meski status haditsnya diperselisihkan keshahihannya oleh para pakar hadits) adalah peringatan bahwa siapa yang tidur setelah Ashar lalu hilang akalnya, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. Terlepas dari status riwayatnya, secara tradisi di pesantren dan lingkungan religius, waktu antara Ashar dan Maghrib adalah waktu yang sangat berharga untuk berdzikir, belajar, atau beraktivitas sosial, bukan untuk tidur.

Tips Power Nap yang Benar Tanpa Mengganggu Kesehatan

Jika kamu memang merasa sangat lelah, istirahat sejenak sebenarnya diperbolehkan asalkan dilakukan dengan teknik yang benar. Tidur siang (nap) yang sehat tidak dilakukan di waktu sore (setelah pukul 15.00), melainkan di antara waktu Dzuhur atau sekitar jam 1 hingga jam 2 siang.

Durasi yang disarankan adalah 15 hingga 20 menit saja. Durasi singkat ini cukup untuk menyegarkan otak tanpa membuat kamu masuk ke fase deep sleep. Dengan begitu, kamu tidak akan mengalami sleep inertia dan tetap bisa tidur dengan nyenyak saat malam hari.

Studi Mengenai Tidur Sore dan Fungsi Kognitif

Journal of the American Geriatrics Society menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa durasi tidur siang yang terlalu lama (lebih dari 90 menit) pada orang dewasa berhubungan dengan penurunan fungsi kognitif dan risiko peradangan dalam tubuh yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya tidur siang singkat sekitar 30 menit.

Penelitian ini memperkuat teori bahwa tidur di waktu yang tidak tepat dan dengan durasi yang berlebihan dapat mengganggu proses pembersihan racun di otak (sistem glimfatik) yang biasanya terjadi secara optimal saat tidur malam yang dalam dan tidak terinterupsi.

Kapan Harus ke Dokter Terkait Gangguan Tidur?

1. Hipersomnia atau Kantuk Berlebihan

Jika kamu merasa selalu ingin tidur di sore hari meskipun sudah tidur cukup di malam hari, ini bisa menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu seperti anemia, hipotiroidisme, atau depresi. Jika keluhan ini terus berlanjut, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

2. Gangguan Tidur Malam yang Kronis

Apabila kebiasaan tidur sore sudah merusak pola tidur malammu hingga menyebabkan insomnia parah yang mengganggu produktivitas kerja, bantuan medis mungkin diperlukan untuk mengatur ulang ritme sirkadian tubuhmu.

Menjaga pola hidup sehat tidak hanya soal makan dan olahraga, tapi juga soal disiplin waktu istirahat. Hindari menjadikan tidur sore sebagai kebiasaan rutin agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga dengan baik. Kamu juga bisa mendapatkan berbagai kebutuhan kesehatan pendukung secara praktis di Toko Kesehatan Halodoc.

Referensi:
Sleep Foundation. Diakses pada 2026. Sleep Inertia: Symptoms, Causes, and Treatment.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Napping: Do’s and Don’ts for Healthy Adults.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. The science of napping.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Mengatur Jam Tidur untuk Kesehatan Metabolisme.

FAQ

1. Apakah tidur sore benar-benar bisa menyebabkan gila?

Secara medis, tidak ada bukti langsung bahwa tidur sore menyebabkan gangguan jiwa atau “gila”. Namun, tidur sore bisa menyebabkan linglung, pusing hebat, dan perasaan cemas akibat sleep inertia yang sering disalahartikan sebagai gangguan mental oleh masyarakat awam.

2. Jam berapa batas waktu tidur siang yang aman?

Waktu tidur siang yang paling aman dan disarankan adalah sebelum jam 3 sore. Durasi terbaiknya adalah sekitar 10-20 menit (power nap) agar tubuh segar kembali tanpa merusak siklus tidur malam.

3. Mengapa orang tua sering melarang anak kecil tidur sore?

Selain karena alasan mitos, secara praktis anak yang tidur sore biasanya akan terjaga hingga larut malam. Hal ini tentu menyulitkan orang tua dan mengganggu jadwal istirahat anak yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhannya.

4. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur tidur sore dan bangun dalam kondisi pusing?

Segeralah mencuci muka dengan air dingin, minum air putih dalam jumlah cukup, dan cobalah berjalan di luar ruangan untuk mendapatkan udara segar. Melakukan peregangan ringan juga dapat membantu mempercepat pemulihan dari kondisi sleep inertia.


Punya Keluhan Tidur yang Mengganggu Aktivitas? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti sulit tidur malam atau merasa lemas sepanjang hari, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.