
Lepas KB Implan, Ini yang Akan Terjadi pada Tubuh
Setelah melepaskan KB implan ada berbagai hal yang bisa terjadi dalam tubuh.

DAFTAR ISI
- Mengenal KB Implan dan Masa Pakainya
- Efek Implan Tertinggal di Dalam Tubuh
- Risiko Komplikasi Medis dan Migrasi Implan
- Penanganan dan Prosedur Pelepasan Implan yang Sulit
- Studi Terkait Implan Tertinggal
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Keluarga Berencana (KB) implan atau yang sering masyarakat Indonesia sebut sebagai susuk KB, merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang sangat efektif. Bentuknya berupa tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran batang korek api yang disisipkan tepat di bawah kulit lengan atas. Metode ini bekerja dengan melepaskan hormon progestin secara perlahan ke dalam aliran darah untuk mencegah kehamilan. Karena kepraktisannya, banyak wanita memilih metode ini karena tidak perlu repot mengingat jadwal minum pil setiap hari.
Namun, setiap jenis KB implan memiliki masa pakai yang terbatas, umumnya berkisar antara 3 hingga 5 tahun tergantung merek dan jenis spesifiknya. Setelah masa pakai tersebut habis, implan harus segera dikeluarkan atau diganti dengan yang baru oleh tenaga medis profesional. Sayangnya, karena berbagai alasan seperti kelupaan, ketakutan akan prosedur pelepasan, atau kurangnya akses ke fasilitas kesehatan, beberapa wanita membiarkan susuk tersebut tetap berada di lengan mereka melewati batas waktu yang dianjurkan.
Membiarkan implan melewati masa pakainya bukanlah hal yang bisa dianggap sepele. Kondisi ini dapat memicu berbagai efek implan tertinggal yang berdampak langsung pada kesehatan reproduksi dan kondisi fisik secara umum. Semakin lama implan tertinggal di dalam jaringan subkutan, semakin besar pula kemungkinan tubuh meresponsnya sebagai benda asing, yang pada akhirnya dapat mempersulit proses pengeluarannya di kemudian hari.
Oleh karena itu, sangat penting bagi kamu yang menggunakan kontrasepsi jenis ini untuk memahami sepenuhnya apa saja risiko dan efek samping yang mengintai jika implan tidak dilepas tepat waktu. Yuk, simak ulasan lengkap mengenai efek implan tertinggal, risiko komplikasi yang mungkin terjadi, hingga langkah medis yang harus diambil untuk mengatasinya di bawah ini!
Mengenal KB Implan dan Masa Pakainya
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai efek implan tertinggal, ada baiknya kita memahami bagaimana cara kerja kontrasepsi ini. Implan kontrasepsi umumnya mengandung hormon turunan progesteron, seperti etonogestrel atau levonorgestrel. Hormon ini bekerja dengan tiga cara utama: mencegah ovarium melepaskan sel telur (ovulasi), menebalkan lendir serviks sehingga sperma sulit masuk ke rahim, dan menipiskan lapisan rahim agar sel telur yang telah dibuahi sulit menempel.
Pemasangan implan dilakukan melalui prosedur bedah minor dengan bius lokal. Dokter akan memasukkan batang implan ke lapisan subkutan (tepat di bawah kulit) pada sisi dalam lengan atas. Meskipun terasa seperti ada benda asing di bawah kulit, implan dirancang sedemikian rupa agar lentur dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
Efektivitas implan dalam mencegah kehamilan mencapai lebih dari 99%, menjadikannya salah satu metode kontrasepsi paling andal. Namun, seiring berjalannya waktu, jumlah hormon di dalam batang implan akan terus menurun. Ketika implan dibiarkan di lengan melebih batas waktu 3 atau 5 tahun, perlindungan terhadap kehamilan akan menurun drastis, dan di sinilah awal mula munculnya berbagai keluhan kesehatan.
Efek Implan Tertinggal di Dalam Tubuh
Saat masa pakai implan telah kedaluwarsa dan tidak segera dikeluarkan, batang plastik tersebut akan tetap berada di lengamu. Kondisi inilah yang disebut dengan implan tertinggal (retained implant). Berikut adalah beberapa efek implan tertinggal yang paling umum terjadi pada tubuh:
1. Hilangnya Perlindungan Terhadap Kehamilan
Efek paling utama dan paling pasti dari implan yang tertinggal melebih batas waktunya adalah penurunan efektivitas kontrasepsi. Batang implan tidak lagi melepaskan hormon dalam dosis yang cukup untuk menekan ovulasi atau menebalkan lendir serviks. Akibatnya, kesuburan akan berangsur-angsur kembali normal. Jika kamu tetap aktif secara seksual tanpa menggunakan metode kontrasepsi cadangan seperti kondom, risiko terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan menjadi sangat tinggi.
2. Risiko Kehamilan Ektopik
Kehamilan ektopik atau kehamilan di luar kandungan adalah salah satu risiko medis serius yang dapat terjadi. Meskipun hormon dari implan yang sudah habis masa pakainya mungkin tidak cukup untuk mencegah ovulasi sepenuhnya, sisa hormon yang tersendiri terkadang masih mempengaruhi pergerakan silia (rambut halus) di saluran tuba falopi. Hal ini menyebabkan sel telur yang berhasil dibuahi melambat atau tersangkut saat menuju rahim, sehingga menempel dan berkembang di tuba falopi, bukan di dalam rahim.
3. Perubahan Pola Menstruasi yang Tidak Menentu
Sisa-sisa hormon dalam dosis yang sangat rendah dan fluktuatif dapat menyebabkan gangguan pada siklus menstruasi. Kamu mungkin akan mengalami pendarahan ringan di luar siklus (spotting), menstruasi yang berkepanjangan, atau justru tidak menstruasi sama sekali (amenorea). Ketidakseimbangan hormon transisional ini seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dan kecemasan bagi banyak wanita.
4. Pembentukan Jaringan Parut (Fibrosis)
Tubuh manusia memiliki mekanisme pertahanan alami terhadap benda asing. Meskipun material implan bersifat biokompatibel, tubuh secara bertahap akan membentuk kapsul jaringan ikat atau jaringan parut (fibrosis) di sekeliling batang implan. Semakin lama efek implan tertinggal dibiarkan, lapisan jaringan parut ini akan semakin tebal dan keras. Kondisi ini akan membuat batang implan terasa seolah-olah “menyatu” dengan daging, yang nantinya akan sangat menyulitkan dokter saat harus melakukan prosedur pencabutan.
Tanda-Tanda Implan Harus Segera Diperiksakan
- Kamu tidak lagi bisa meraba atau merasakan batang implan di bawah kulit lengan.
- Lengan terasa nyeri, bengkak, atau kemerahan di area pemasangan meskipun sudah bertahun-tahun.
- Terjadi perubahan bentuk pada lengan atau rasa kebas/kesemutan yang menjalar ke tangan.
- Kamu mencurigai adanya kehamilan (telat haid disertai mual) padahal implan masih terpasang.
Risiko Komplikasi Medis dan Migrasi Implan
Selain efek hormonal, efek implan tertinggal juga mencakup risiko fisik yang lebih kompleks. Salah satu komplikasi yang paling ditakuti meskipun jarang terjadi adalah migrasi implan. Migrasi berarti batang implan berpindah dari lokasi awal pemasangannya.
1. Implan Berpindah ke Jaringan Dalam
Karena berbagai faktor seperti fluktuasi berat badan, trauma benturan pada lengan, atau penempatan awal yang terlalu dalam, implan yang tertinggal lama bisa “tenggelam” lebih dalam ke lapisan otot (intramuskular). Ketika ini terjadi, dokter tidak akan bisa menemukan implan hanya dengan meraba kulit lenganmu dari luar.
2. Migrasi ke Pembuluh Darah
Dalam kasus yang sangat langka namun didokumentasikan dalam jurnal medis, efek implan tertinggal yang ditanam terlalu dekat dengan pembuluh darah vena dapat masuk ke dalam aliran darah. Implan tersebut bisa terbawa hingga ke pembuluh darah paru-paru (arteri pulmonalis). Ini adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan pembedahan khusus atau prosedur endovaskular untuk mengeluarkannya. Jika kamu tiba-tiba mengalami sesak napas akut atau nyeri dada dan implanmu tidak teraba, segeralah konsultasi ke dokter sesegera mungkin.
Penanganan dan Prosedur Pelepasan Implan yang Sulit
Jika kamu menyadari bahwa kamu telah melewati batas waktu pelepasan KB implan, jangan mencoba untuk mengeluarkannya sendiri karena dapat menyebabkan infeksi dan pendarahan hebat. Langkah medis yang tepat sangat diperlukan untuk menangani implan yang tertinggal lama.
1. Pemeriksaan Fisik dan Palpasi
Langkah pertama yang akan dilakukan dokter adalah meraba lenganmu untuk menemukan lokasi pasti implan. Jika batang implan masih terasa di bawah kulit dan belum terbungkus jaringan parut yang terlalu tebal, dokter dapat melakukan sayatan kecil dan mengeluarkannya dengan bantuan pinset medis di klinik.
2. Pencitraan Medis (USG atau X-Ray)
Apabila implan tidak dapat diraba (non-palpable implant), dokter akan merujukmu untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) jaringan lunak. USG menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk melacak posisi persis dari batang plastik tersebut. Jika USG tidak berhasil menemukannya, pemeriksaan lanjutan seperti X-ray (rontgen) atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) mungkin diperlukan, terutama karena beberapa jenis implan modern mengandung sedikit bahan radioopak seperti barium sulfat agar terlihat di hasil rontgen.
3. Pembedahan dengan Panduan USG
Bila lokasi implan sudah dipastikan cukup dalam atau terikat kuat dengan jaringan fibrosa, dokter bedah atau dokter kandungan akan melakukan prosedur pengeluaran dengan bantuan panduan USG secara real-time. Dokter mungkin perlu membuat sayatan yang sedikit lebih besar dibandingkan saat pemasangan untuk melepaskan kapsul jaringan parut yang menjerat implan.
Setelah prosedur bedah pengangkatan implan selesai dilakukan, kamu mungkin akan merasakan nyeri dan pembengkakan pada lengan selama beberapa hari. Untuk meredakan keluhan tersebut, dokter biasanya akan meresepkan analgesik, atau kamu bisa dengan mudah beli obat pereda nyeri ringan seperti paracetamol atau ibuprofen secara online di apotek tepercaya.
Studi Terkait Implan Tertinggal
Journal of Contraception menerbitkan sebuah studi observasional yang meneliti komplikasi dari implan subkutan yang tidak dapat dipalpasi. Studi tersebut menjelaskan bahwa pembentukan kapsul fibrosa (jaringan parut) meningkat secara signifikan pada pasien yang membiarkan implannya melebihi batas waktu 5 tahun.
Studi ini juga menekankan bahwa penggunaan ultrasonografi beresolusi tinggi sangat krusial sebelum melakukan sayatan bedah pada kasus implan tertinggal, guna menghindari kerusakan saraf dan pembuluh darah di lengan atas pasien. Temuan ini menegaskan pentingnya kedisiplinan pasien dalam mematuhi jadwal pelepasan kontrasepsi sesuai rekomendasi klinis.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Contraceptive implants.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2024. Progestin-Only Hormonal Birth Control: Pill and Injection.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Contraceptive implant – Risks and complications.
Journal of Contraception. Diakses pada 2024. Management of nonpalpable contraceptive implants.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Panduan Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan.
FAQ
1. Apa saja efek implan tertinggal jika dibiarkan lebih dari 5 tahun di lengan?
Efek utama jika dibiarkan lebih dari 5 tahun adalah hilangnya fungsi pencegahan kehamilan karena hormon sudah habis. Selain itu, implan akan semakin terbungkus oleh jaringan parut yang mengeras, sehingga prosedurnya pencabutannya akan lebih sulit, memakan waktu, dan mungkin memerlukan sayatan bedah yang lebih besar dari biasanya.
2. Apakah efek implan tertinggal bisa menyebabkan kemandulan?
Tidak, implan yang tertinggal tidak menyebabkan kemandulan permanen. Ketika hormon dari implan habis, kesuburan wanita akan berangsur kembali normal. Namun, jika terjadi kehamilan pada fase ini, terdapat risiko kecil terjadinya kehamilan ektopik (di luar kandungan) yang memerlukan penanganan gawat darurat.
3. Bagaimana cara dokter mengatasi efek implan tertinggal yang sudah tidak teraba?
Jika implan bermigrasi atau tertanam terlalu dalam sehingga tidak bisa diraba dari permukaan kulit, dokter akan melakukan pencitraan medis menggunakan USG lengan atau X-ray (rontgen). Setelah posisinya diketahui dengan pasti, dokter bedah akan melakukan insisi dengan panduan USG untuk mengangkat benda asing tersebut dengan aman.
4. Apakah berbahaya jika efek implan tertinggal membuat batang implan bergeser (migrasi)?
Walaupun sangat jarang, migrasi implan bisa berbahaya jika batang tersebut bergeser mendekati pembuluh darah besar atau saraf utama di lengan. Dalam kasus ekstrem, implan bisa masuk ke aliran vena dan berpindah ke area dada (arteri paru). Jika kamu merasakan kebas pada lengan, nyeri tak tertahankan, atau implan hilang, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.


