Ad Placeholder Image

Les Sugar: Apa Artinya? Cek Gula Tersembunyi!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Les Sugar: Lebih Sedikit Gula, Lebih Sehat? Cek Faktanya!

Les Sugar: Apa Artinya? Cek Gula Tersembunyi!Les Sugar: Apa Artinya? Cek Gula Tersembunyi!

DAFTAR ISI


Belakangan ini, kesadaran masyarakat Indonesia akan gaya hidup sehat semakin meningkat. Salah satu tren yang paling banyak diperbincangkan adalah pengurangan konsumsi gula. Saat kamu berbelanja di supermarket, kamu mungkin sering melihat label bertuliskan “no added sugar” pada kemasan susu, jus buah, atau camilan sehat. Namun, apakah kamu benar-benar memahami apa itu no added sugar artinya bagi kesehatanmu?

Memahami label pangan sangatlah penting untuk menjaga keseimbangan nutrisi, terutama bagi kamu yang ingin mengontrol berat badan atau memiliki risiko penyakit metabolik seperti diabetes. Gula seringkali bersembunyi di balik nama-nama teknis yang sulit dikenali, sehingga istilah “no added sugar” sering kali disalahartikan sebagai produk yang sepenuhnya bebas gula atau nol kalori.

Dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas mengenai arti dari klaim tersebut, perbedaannya dengan istilah label lainnya, serta bagaimana dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang. Dengan pemahaman yang tepat, kamu bisa lebih bijak dalam memilih produk pangan yang mendukung kesehatan optimal tanpa terjebak strategi pemasaran semata.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai makna di balik label tersebut dan bagaimana cara mengatur asupan gula yang aman? Berikut ulasannya!

Apa Itu No Added Sugar?

Secara harfiah, no added sugar artinya tidak ada gula tambahan yang dimasukkan ke dalam produk selama proses pengolahan atau pengemasan. Hal ini mencakup segala jenis gula pasir (sukrosa), pemanis cair seperti sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS), madu, atau konsentrat sari buah yang sengaja ditambahkan untuk meningkatkan rasa manis.

Namun, hal yang perlu kamu garis bawahi adalah produk dengan label ini bukan berarti “bebas gula” (sugar-free). Produk tersebut mungkin masih mengandung gula alami yang berasal dari bahan baku utamanya. Sebagai contoh, jus jeruk yang berlabel “no added sugar” tidak mengandung gula pasir tambahan, tetapi secara alami sudah mengandung fruktosa (gula buah) dalam jumlah yang cukup signifikan.

Bagi banyak orang, memilih produk ini adalah langkah awal yang baik untuk mengurangi asupan kalori kosong. Kalori kosong adalah kalori yang tidak disertai dengan nutrisi penting seperti serat, vitamin, atau mineral. Dengan menghindari gula tambahan, kamu membantu tubuh untuk tetap berada pada jalur metabolisme yang sehat.

Perbedaan Gula Alami dan Gula Tambahan

Untuk memahami topik ini secara utuh, kamu harus bisa membedakan antara gula yang memang sudah ada di dalam makanan (alami) dan gula yang sengaja ditambahkan.

1. Gula Alami (Natural Sugar)

Gula alami ditemukan secara intrinsik dalam makanan utuh seperti buah-buahan (fruktosa) dan produk susu (laktosa). Keunggulan dari gula alami adalah mereka biasanya hadir bersamaan dengan serat, air, protein, dan mikronutrien lainnya. Serat dalam buah, misalnya, berfungsi memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga tidak menyebabkan lonjakan insulin yang drastis.

2. Gula Tambahan (Added Sugar)

Gula tambahan adalah jenis gula yang diekstraksi dan kemudian dimasukkan ke dalam makanan atau minuman untuk tujuan tertentu, seperti memperbaiki rasa, tekstur, atau sebagai pengawet. Masalah utama dari gula tambahan adalah sifatnya yang cepat diserap oleh tubuh, yang jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu peradangan sistemik dan resistensi insulin.

Nama Lain Gula Tambahan yang Sering Bersembunyi
  1. Maltodextrin dan Dextrose
  2. High Fructose Corn Syrup (HFCS)
  3. Barley Malt atau Molasses
  4. Agave Nectar atau Rice Syrup

Manfaat Mengurangi Gula Tambahan bagi Tubuh

Membatasi asupan gula tambahan bukan hanya soal mencegah gigi berlubang. Dampaknya jauh lebih luas bagi sistem organ di dalam tubuhmu. Jika kamu mulai beralih ke produk no added sugar, berikut adalah beberapa manfaat yang akan kamu rasakan:

1. Menstabilkan Energi Sepanjang Hari

Pernahkah kamu merasa sangat bersemangat setelah minum minuman manis, namun tiba-tiba merasa lemas dan mengantuk satu jam kemudian? Fenomena ini disebut “sugar crash”. Dengan mengurangi gula tambahan, kadar glukosa darahmu akan lebih stabil, sehingga kamu tidak akan sering merasakan kelelahan yang tiba-tiba.

2. Membantu Manajemen Berat Badan

Gula tambahan mengandung kalori yang tinggi tanpa memberikan rasa kenyang. Hal ini sering membuat seseorang makan berlebihan. Dengan memilih produk yang lebih alami, kamu bisa menekan total asupan kalori harian tanpa merasa kekurangan nutrisi.

3. Menjaga Kesehatan Jantung dan Hati

Konsumsi gula yang tinggi, terutama fruktosa tambahan, dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah dan memicu penumpukan lemak di hati (fatty liver). Menjaga asupan gula tetap rendah adalah salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan kardiovaskular kamu sejak dini.

Jika kamu merasa sering mengalami gejala lemas atau ingin mengetahui kondisi kesehatan metabolisme tubuhmu lebih lanjut, sebaiknya kamu segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.

Cara Cermat Membaca Label Kemasan

Sebagai konsumen yang cerdas, kamu tidak boleh hanya terpaku pada tulisan besar di depan kemasan. Kamu harus memvalidasinya melalui tabel “Informasi Nilai Gizi” yang biasanya ada di bagian belakang produk.

Perhatikan bagian “Total Gula”. Di bawahnya, seringkali terdapat keterangan “Termasuk Gula Tambahan” atau “Includes Added Sugars”. Jika angka pada bagian gula tambahan adalah 0 gram, maka klaim “no added sugar” tersebut valid. Namun, jika total gulanya tetap tinggi, itu berarti bahan baku utamanya memang sudah sangat tinggi gula alami.

Selain itu, periksa daftar komposisi. Bahan-bahan diurutkan berdasarkan berat terbanyak. Jika nama-nama seperti gula, sirup, atau pemanis lainnya berada di urutan tiga teratas, maka produk tersebut mengandung kadar gula yang tinggi bagi ukuran konsumsi harianmu.

Untuk mendukung gaya hidup sehatmu, kamu bisa melengkapi kebutuhan nutrisi dengan vitamin atau suplemen. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, di mana produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan cepat.

Studi Mengenai Konsumsi Gula dan Kesehatan

Journal of the American Medical Association (JAMA) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi gula tambahan yang tinggi berhubungan erat dengan peningkatan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Studi ini menekankan bahwa meskipun total kalori dikontrol, sumber kalori dari gula tambahan tetap memberikan dampak negatif pada tekanan darah dan profil lipid.

Selain itu, penelitian lain dalam jurnal Nutrients menunjukkan bahwa pola makan rendah gula tambahan dapat secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi penanda inflamasi dalam waktu yang relatif singkat. Hal ini membuktikan bahwa perubahan kecil dalam memilih label makanan dapat berdampak besar pada pencegahan penyakit kronis.

Bagi kamu yang sedang berjuang dengan kondisi medis tertentu, pemahaman mengenai “no added sugar” ini bisa menjadi kunci dalam rencana diet harian yang direkomendasikan oleh ahli gizi.

Kesimpulannya, memahami no added sugar artinya kamu belajar untuk lebih selektif dalam memilih apa yang masuk ke dalam tubuhmu. Meskipun tidak berarti nol gula, pilihan ini jauh lebih baik dibandingkan produk konvensional yang sarat dengan pemanis buatan dan sirup tambahan.

Jangan ragu untuk mengubah pola makan secara bertahap. Jika kamu memiliki riwayat keluarga dengan diabetes atau obesitas, mulailah dengan lebih teliti membaca label sebelum membeli. Konsultasikan juga kondisi kesehatanmu dengan tenaga medis profesional untuk mendapatkan panduan nutrisi yang dipersonalisasi.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Added sugar: Don’t get sabotaged by sweeteners.
American Heart Association. Diakses pada 2024. Added Sugars.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2024. The sweet danger of sugar.
Kemenkes RI. Diakses pada 2024. Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Guideline: Sugars intake for adults and children.

FAQ

1. Apakah no added sugar artinya bebas kalori?

Tidak, produk tersebut tetap mengandung kalori dari bahan dasar alaminya, seperti karbohidrat, lemak, dan protein. Selalu cek tabel nilai gizi untuk mengetahui total kalori per sajian.

2. Apakah penderita diabetes boleh mengonsumsi produk no added sugar?

Boleh, namun tetap dalam batas wajar dan harus memperhatikan total karbohidrat, karena gula alami dalam produk tersebut tetap dapat memengaruhi kadar gula darah.

3. Apakah madu termasuk dalam kategori added sugar?

Ya, jika madu ditambahkan ke dalam produk olahan, ia dikategorikan sebagai gula tambahan oleh badan kesehatan dunia (WHO) karena memiliki efek metabolik yang serupa dengan gula pasir.

4. Apa bedanya no added sugar dengan unsweetened?

No added sugar berarti tidak ada gula tambahan, sementara unsweetened berarti tidak ada penambahan gula maupun pemanis buatan (seperti stevia atau aspartam).

Punya Keluhan Kesehatan akibat Konsumsi Gula Berlebih? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti badan sering lemas atau ingin mengatur pola makan, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.