Ad Placeholder Image

Les Sugar: Apa Artinya? Cek Gula Tersembunyi!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   10 Juni 2026

Les Sugar: Lebih Sedikit Gula, Lebih Sehat? Cek Faktanya!

Les Sugar: Apa Artinya? Cek Gula Tersembunyi!Les Sugar: Apa Artinya? Cek Gula Tersembunyi!

DAFTAR ISI


Belakangan ini, kesadaran masyarakat Indonesia akan kesehatan semakin meningkat, terutama dalam memilih makanan dan minuman kemasan. Kamu mungkin sering melihat label bertuliskan “less sugar” pada berbagai produk di supermarket atau kedai kopi kekinian. Namun, apakah kamu benar-benar memahami apa arti less sugar dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan tubuhmu secara keseluruhan?

Mengonsumsi gula secara berlebihan telah lama dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan kronis, mulai dari obesitas hingga diabetes tipe 2. Oleh karena itu, istilah-istilah seperti less sugar muncul sebagai alternatif bagi konsumen yang ingin tetap menikmati rasa manis namun dengan risiko yang lebih rendah. Memahami label nutrisi bukan sekadar tren, melainkan langkah krusial untuk menjaga metabolisme tubuh tetap optimal dalam jangka panjang.

Penting bagi kamu untuk mengetahui bahwa tidak semua produk dengan label tertentu benar-benar “aman” dikonsumsi dalam jumlah besar. Setiap istilah memiliki regulasi dan takaran medis yang berbeda. Tanpa edukasi yang tepat, kamu mungkin terjebak dalam persepsi yang salah mengenai kandungan kalori dan dampak glikemik dari apa yang kamu konsumsi sehari-hari.

Untuk mendukung perjalanan kesehatanmu, selain memperhatikan asupan makanan, kamu juga perlu memastikan kebutuhan nutrisi pendukung terpenuhi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan suplemen vitamin yang dapat membantu menjaga stamina tubuh saat kamu sedang menjalani transisi ke pola makan yang lebih sehat.

Nah, mau tahu apa saja penjelasan mendalam mengenai arti less sugar dan bagaimana cara mengelola asupan gula dengan bijak? Berikut ulasannya!

Apa Itu Arti Less Sugar?

Secara harfiah, arti less sugar adalah rendah gula atau gula yang dikurangi. Dalam industri pangan, istilah ini biasanya digunakan untuk menunjukkan bahwa suatu produk mengandung gula setidaknya 25 persen lebih sedikit dibandingkan dengan produk versi reguler atau standar dari merek yang sama. Jadi, label ini bersifat komparatif atau perbandingan.

Penting untuk diingat bahwa less sugar bukan berarti produk tersebut benar-benar rendah kalori atau bebas gula. Jika produk aslinya memiliki kadar gula yang sangat tinggi, maka pengurangan 25 persen mungkin masih menyisakan jumlah gula yang cukup signifikan bagi tubuh. Secara farmakologis, gula (sukrosa) yang masuk ke tubuh akan segera dipecah menjadi glukosa dan fruktosa, yang kemudian memicu pelepasan hormon insulin oleh pankreas.

Perbedaan Less Sugar, Low Sugar, dan Sugar Free

Banyak orang sering tertukar antara ketiga istilah ini. Berikut adalah rinciannya berdasarkan standar umum kesehatan dan regulasi pangan:

  • Less Sugar: Gula dikurangi minimal 25% dari produk asli. Masih mengandung gula alami maupun tambahan.
  • Low Sugar: Produk ini biasanya memiliki standar yang lebih ketat. Secara internasional, label low sugar seringkali berarti produk mengandung tidak lebih dari 5 gram gula per 100 gram makanan padat, atau 2,5 gram gula per 100 ml minuman.
  • Sugar Free (Bebas Gula): Berarti produk mengandung kurang dari 0,5 gram gula per porsi. Namun, produk ini sering kali menggunakan pemanis buatan atau gula alkohol (sorbitol, xylitol) untuk mempertahankan rasa manis.

Mengapa Kurangi Gula Itu Penting?

Konsumsi gula berlebih memicu lonjakan glukosa darah yang drastis. Jika hal ini terjadi terus-menerus, sel-sel tubuh bisa menjadi kurang responsif terhadap insulin, suatu kondisi yang dikenal sebagai resistensi insulin. Ini adalah cikal bakal dari diabetes melitus tipe 2 dan sindrom metabolik.

Selain itu, gula berlebih, terutama fruktosa, diproses di hati. Jika asupannya terlalu tinggi, hati akan mengubah gula menjadi lemak, yang dapat menyebabkan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau perlemakan hati non-alkohol. Dengan beralih ke pilihan less sugar, kamu membantu meringankan beban kerja pankreas dan hati kamu.

Dampak Negatif Gula Berlebih pada Tubuh
  1. Peningkatan Risiko Obesitas: Gula tambahan mengandung kalori kosong yang memicu penumpukan lemak visceral.
  2. Kerusakan Kulit: Melalui proses glikasi, gula dapat merusak kolagen dan elastin, mempercepat penuaan dini atau kerutan.
  3. Gangguan Suasana Hati: Lonjakan dan penurunan gula darah yang cepat (sugar crash) dapat memicu iritabilitas dan kelelahan.

Waspada Gula Tersembunyi

Meskipun sebuah produk berlabel less sugar, produsen terkadang menambahkan zat lain untuk menjaga tekstur dan rasa. Kamu harus jeli membaca label komposisi. Gula tidak selalu ditulis sebagai “gula”. Nama-nama lain yang perlu kamu waspadai antara lain:

  • Maltodextrin
  • High Fructose Corn Syrup (HFCS)
  • Dextrose atau Glukosa
  • Barley Malt
  • Agave Nectar

Jika kamu merasa sering mengalami gejala lemas, pusing, atau haus yang berlebihan setelah mengonsumsi makanan tertentu, ada baiknya kamu segera melakukan pemeriksaan. Kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan analisis medis terkait kondisi gula darahmu.

Tips Memulai Hidup Rendah Gula

Mengubah kebiasaan memang tidak mudah, namun bisa dilakukan secara bertahap dengan langkah-langkah berikut:

1. Kurangi Secara Bertahap

Jangan langsung berhenti total jika kamu terbiasa minum manis. Mulailah dengan meminta kadar gula 50% atau 25% saat memesan minuman, lalu perlahan beralih ke tawar atau less sugar yang sebenarnya.

2. Perbanyak Konsumsi Serat

Serat yang ditemukan dalam sayuran dan buah utuh dapat memperlambat penyerapan gula ke dalam aliran darah, sehingga mencegah lonjakan insulin yang tiba-tiba.

3. Pahami Label Informasi Nilai Gizi

Selalu cek kolom “Total Sugar” atau “Gula Total” pada kemasan. Pastikan jumlahnya sesuai dengan kebutuhan harianmu (anjuran Kemenkes RI adalah maksimal 50 gram atau 4 sendok makan gula per hari).

Studi Mengenai Konsumsi Gula dan Kesehatan

Journal of the American Medical Association (JAMA) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa asupan gula tambahan yang tinggi secara signifikan meningkatkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Penelitian ini menunjukkan bahwa orang yang mendapatkan 17% hingga 21% kalori dari gula tambahan memiliki risiko 38% lebih tinggi meninggal karena penyakit jantung dibandingkan mereka yang membatasi gula hanya 8% dari total kalori.

Elaborasi temuan ini menekankan bahwa bukan hanya jumlah kalori yang penting, tetapi sumber kalori tersebut. Gula tambahan memicu peradangan sistemik yang merusak dinding pembuluh darah. Dengan memahami arti less sugar dan menerapkannya dalam pola makan, seseorang dapat secara proaktif menurunkan profil risiko inflamasi dalam tubuh mereka.

Mengurangi asupan gula adalah investasi jangka panjang untuk kesehatanmu. Dengan memahami label pangan dan lebih bijak dalam memilih produk, kamu sudah mengambil langkah besar untuk mencegah penyakit degeneratif di masa depan.

Jika kamu memiliki riwayat keluarga diabetes atau merasa kesulitan mengatur pola makan yang sehat, jangan ragu untuk berdiskusi dengan ahli. Kamu bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
World Health Organization. Diakses pada 2026. Guideline: Sugars intake for adults and children.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Berapa anjuran konsumsi gula, garam, dan lemak per hari?.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. The sweet danger of sugar.
American Heart Association. Diakses pada 2026. Added Sugars.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Artificial sweeteners and other sugar substitutes.

FAQ

1. Apakah produk less sugar pasti aman untuk penderita diabetes?

Belum tentu. Penderita diabetes tetap harus memantau total karbohidrat dan indeks glikemik. Produk less sugar masih mengandung gula yang dapat menaikkan kadar glukosa darah, jadi konsultasi dokter tetap diperlukan.

2. Apa bedanya less sugar dengan pemanis buatan?

Less sugar merujuk pada pengurangan jumlah gula tebu/asli dalam produk. Sementara itu, pemanis buatan adalah zat kimia atau alami (seperti stevia) yang digunakan untuk menggantikan rasa manis tanpa kalori gula.

3. Mengapa rasa produk less sugar terkadang masih sangat manis?

Produsen sering kali menambahkan pemanis alternatif atau meningkatkan kadar lemak/perasa lain untuk menutupi pengurangan gula agar rasa produk tetap disukai konsumen.

4. Berapa batas aman konsumsi gula per hari?

Sesuai rekomendasi Kemenkes RI, batas maksimal konsumsi gula adalah 50 gram per hari, atau setara dengan 4 sendok makan untuk orang dewasa sehat.

Punya Keluhan Kesehatan atau Ingin Atur Diet Gula? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu ingin mulai hidup lebih sehat dengan mengurangi gula tapi bingung harus mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.