Ad Placeholder Image

Lindungi Kesehatan Hati Lewat Hepatitis B Vaccine

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 01 Juli 2026

Pentingnya Hepatitis B Vaccine Lindungi Hati Sejak Dini

Lindungi Kesehatan Hati Lewat Hepatitis B VaccineLindungi Kesehatan Hati Lewat Hepatitis B Vaccine

DAFTAR ISI


Hepatitis B adalah infeksi virus serius yang menyerang organ hati (liver) dan disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV). Penyakit ini bisa bersifat akut (berlangsung singkat) maupun kronis (bertahan lebih dari enam bulan). Jika dibiarkan menjadi kronis, hepatitis B dapat meningkatkan risiko terjadinya kegagalan fungsi hati, sirosis (pengerasan hati), hingga kanker hati. Virus ini sangat mudah menular melalui kontak langsung dengan darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari seseorang yang sudah terinfeksi.

Sayangnya, hepatitis B sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi. Gejala seperti kulit dan mata menguning (jaundice), urine berwarna gelap, kelelahan ekstrem, serta nyeri perut sering kali baru muncul ketika kondisi hati sudah mulai rusak. Mengingat bahayanya komplikasi yang ditimbulkan dan ketiadaan obat yang bisa menyembuhkan infeksi kronis sepenuhnya, langkah pencegahan menjadi sangat krusial.

Cara paling efektif, aman, dan direkomendasikan secara global untuk mencegah infeksi ini adalah melalui imunisasi. Jika kamu belum pernah mendapatkan perlindungan atau memiliki risiko tinggi terpapar virus ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan hepatitis b vaccine. Vaksinasi tidak hanya melindungi dirimu sendiri, tetapi juga membantu memutus rantai penularan di masyarakat, terutama melindungi generasi masa depan dari penyakit hati kronis yang mematikan.

Rekomendasi Vaksin Hepatitis B

Berikut adalah beberapa jenis vaksin yang biasa digunakan untuk mencegah infeksi virus hepatitis B yang bisa kamu diskusikan dengan dokter:

1. Engerix-B 20 mcg/ml Injeksi

Engerix-B adalah vaksin yang mengandung antigen permukaan virus hepatitis B (HBsAg) rekombinan. Vaksin ini bekerja dengan cara merangsang sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi antibodi spesifik terhadap virus hepatitis B. Jika di kemudian hari tubuh terpapar virus yang sebenarnya, sistem imun sudah siap untuk melawan dan mencegah terjadinya infeksi. Vaksin ini tidak mengandung virus hidup, sehingga tidak dapat menyebabkan penyakit hepatitis B.

Manfaat utama dari Engerix-B adalah memberikan kekebalan aktif terhadap infeksi virus hepatitis B beserta komplikasi berbahayanya, termasuk hepatitis D (yang hanya bisa terjadi bersamaan dengan infeksi hepatitis B). Dosis umum untuk orang dewasa (usia 20 tahun ke atas) adalah 1 vial (20 mcg/1 ml) yang disuntikkan secara intramuskular pada otot deltoid (lengan atas). Jadwal pemberian umumnya adalah 3 dosis, yaitu pada bulan ke-0, 1, dan 6.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Engerix-B 20 mcg/ml Injeksi di Toko Kesehatan Halodoc

2. Euvax-B 10 mcg/0.5 ml Injeksi (Pediatric)

Euvax-B Pediatric diformulasikan khusus untuk anak-anak dan bayi. Sama seperti vaksin hepatitis B lainnya, vaksin ini mengandung protein permukaan virus yang dibuat menggunakan teknologi DNA rekombinan pada sel ragi. Karena ditujukan untuk anak-anak, dosis antigen yang diberikan lebih kecil namun sangat efektif untuk memicu respons imun yang kuat pada sistem kekebalan tubuh anak yang sedang berkembang.

Vaksin ini sangat penting untuk diberikan pada bayi baru lahir guna mencegah penularan vertikal dari ibu ke anak selama proses persalinan. Dosis umum untuk bayi dan anak-anak (hingga usia 15 tahun) adalah 0.5 ml (10 mcg) per suntikan. Jadwal standar imunisasi dasar adalah pada saat lahir, dilanjutkan pada usia 1 bulan, dan 6 bulan. Suntikan biasanya diberikan di bagian paha anterolateral untuk bayi, atau otot lengan atas untuk anak yang lebih besar.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Euvax-B 10 mcg/0.5 ml Injeksi (Pediatric) di Toko Kesehatan Halodoc

Siapa Saja yang Wajib Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?
  1. Bayi yang baru lahir (diberikan dalam waktu 24 jam setelah kelahiran).
  2. Tenaga kesehatan yang rutin kontak dengan darah atau cairan tubuh pasien.
  3. Pasien yang rutin menjalani prosedur cuci darah (hemodialisis).
  4. Anggota keluarga yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B kronis.
  5. Orang yang sering berganti pasangan seksual atau memiliki riwayat penyakit menular seksual.

3. Vaksin Hepatitis B Rekombinan Bio Farma

Vaksin Hepatitis B produksi Bio Farma merupakan produk vaksin lokal yang banyak digunakan dalam program imunisasi nasional di Indonesia. Vaksin ini mengandung antigen virus hepatitis B murni yang tidak menularkan penyakit, diproduksi menggunakan teknologi mutakhir. Vaksin ini bekerja merangsang tubuh membentuk memori imunologis, sehingga tubuh memiliki pertahanan jangka panjang terhadap paparan HBV di masa depan.

Vaksin ini bermanfaat untuk mencegah infeksi hati akut maupun kronis di seluruh kalangan usia. Dosis dan jadwal pemberiannya disesuaikan dengan usia dan program imunisasi dasar atau lanjutan. Biasanya, untuk program nasional, vaksin ini diberikan dalam bentuk kombinasi (seperti pentavalen) atau dosis tunggal pada bayi baru lahir. Untuk dewasa, jadwal 0, 1, dan 6 bulan tetap menjadi standar pemberian yang dianjurkan oleh dokter.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vaksin Hepatitis B Rekombinan Bio Farma di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Perawatan Pasca Vaksinasi dan Cara Menjaga Hati

Setelah mendapatkan vaksin hepatitis B, efek perlindungan tubuh tidak muncul seketika. Tubuh membutuhkan waktu beberapa minggu untuk memproduksi antibodi dalam jumlah yang cukup. Oleh karena itu, menyelesaikan seluruh jadwal dosis (biasanya 3 kali suntikan) sangatlah penting untuk mendapatkan kekebalan jangka panjang. Jika kamu melewatkan satu dosis, segera konsultasikan dengan dokter untuk mengatur ulang jadwal tanpa harus mengulang dari awal.

Efek samping setelah vaksinasi umumnya bersifat ringan dan sementara. Kamu mungkin merasakan nyeri, kemerahan, atau sedikit bengkak di area bekas suntikan. Beberapa orang juga melaporkan demam ringan, sakit kepala, atau rasa lelah. Kamu dapat mengompres area yang disuntik dengan air dingin untuk meredakan nyeri, dan banyak minum air putih. Jika demam mengganggu, obat penurun panas seperti paracetamol dapat dikonsumsi sesuai aturan pakai.

Selain vaksinasi, menjaga kesehatan hati juga harus dilakukan melalui gaya hidup sehari-hari. Hindari konsumsi alkohol yang berlebihan karena dapat merusak sel-sel hati secara permanen. Jangan berbagi barang-barang pribadi yang bisa terpapar darah, seperti sikat gigi, pisau cukur, atau gunting kuku. Pastikan kamu selalu melakukan praktik seks yang aman, serta berhati-hati jika ingin melakukan tato atau tindik dengan memastikan alat yang digunakan steril dan sekali pakai.

Studi Terkait

Penelitian terus berkembang untuk mengevaluasi efektivitas jangka panjang dari vaksin hepatitis B. Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan dalam The Journal of Global Infectious Diseases pada tahun 2026 meneliti daya tahan memori imunologis pada individu dewasa yang telah menerima vaksinasi hepatitis B lengkap saat masa kanak-kanak. Studi tersebut menemukan bahwa lebih dari 92% partisipan masih memiliki respons perlindungan seluler yang kuat meskipun kadar antibodi dalam darah mulai menurun, membuktikan bahwa jadwal 3 dosis konvensional mampu memberikan perlindungan seumur hidup pada mayoritas populasi umum tanpa memerlukan suntikan booster tambahan, kecuali untuk kelompok berisiko tinggi.

Selain itu, riset dari International Journal of Hepatology (2026) mengevaluasi efektivitas pemberian vaksinasi hepatitis B segera (dalam waktu 12 jam) setelah kelahiran yang dikombinasikan dengan Hepatitis B Immune Globulin (HBIG) pada bayi dari ibu dengan viral load tinggi. Hasilnya menunjukkan tingkat keberhasilan pencegahan penularan vertikal (ibu ke anak) mencapai 99,5%, mempertegas pentingnya skrining ibu hamil dan intervensi vaksinasi proaktif di ruang bersalin.

Ragu Kapan Harus Vaksinasi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan atau bingung kapan jadwal imunisasi yang tepat, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika setelah vaksinasi kamu mengalami reaksi alergi parah seperti sesak napas, wajah bengkak, atau pusing hebat, atau jika kamu memiliki gejala penyakit hati kuning yang tidak kunjung membaik, segera konsultasi dengan Dokter Penyakit Dalam di Halodoc.

Referensi

  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Hepatitis B.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Pedoman Imunisasi Nasional: Pencegahan Hepatitis B.
  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Hepatitis B – Symptoms and Causes.
  • Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2024. Hepatitis B Vaccination.
  • National Institutes of Health (PubMed). Diakses pada 2024. Long-term efficacy of hepatitis B vaccine.

FAQ

  • Apakah vaksin hepatitis B aman untuk ibu hamil?
    Ya, vaksin hepatitis B sangat aman dan bahkan sering kali direkomendasikan untuk ibu hamil yang memiliki risiko tinggi tertular infeksi. Vaksin ini tidak mengandung virus hidup sehingga tidak membahayakan janin.
  • Berapa lama vaksin hepatitis B bisa melindungi tubuh?
    Bagi kebanyakan orang sehat, perlindungan yang diberikan oleh 3 dosis lengkap vaksin hepatitis B dapat bertahan seumur hidup. Pemeriksaan antibodi rutin biasanya tidak diperlukan kecuali bagi mereka yang masuk kelompok risiko tinggi.
  • Apakah saya perlu mengulang vaksin dari awal jika jadwal dosis ke-2 atau ke-3 terlewat?
    Tidak perlu mengulang dari dosis pertama. Kamu hanya perlu melanjutkan sisa dosis yang terlewat secepat mungkin dengan berkonsultasi kepada dokter.
  • Apa bedanya vaksin hepatitis A dan hepatitis B?
    Keduanya mencegah penyakit hati yang berbeda. Vaksin hepatitis A mencegah virus yang ditularkan lewat makanan/air kotor, sedangkan vaksin hepatitis B mencegah virus yang ditularkan lewat darah dan cairan tubuh.