Ad Placeholder Image

Lubang Telinga Gatal Bikin Risih? Ini Solusi Terbaiknya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Lubang Telinga Gatal? Jangan Panik, Atasi Begini!

Lubang Telinga Gatal Bikin Risih? Ini Solusi TerbaiknyaLubang Telinga Gatal Bikin Risih? Ini Solusi Terbaiknya

DAFTAR ISI


Lubang telinga gatal adalah kondisi yang sangat umum terjadi dan sering kali membuat siapa pun merasa risih. Sensasi gatal ini bisa muncul secara tiba-tiba, baik di area liang telinga luar maupun bagian yang lebih dalam. Meski terlihat sepele, rasa gatal yang terus-menerus sering kali memicu keinginan kuat untuk mengorek telinga dengan benda apa pun yang ada di dekat kita, seperti jari, cotton bud, atau bahkan jepit rambut.

Kondisi ini sebenarnya adalah sinyal dari tubuh bahwa ada sesuatu yang terjadi di dalam saluran telinga. Penyebabnya pun sangat beragam, mulai dari penumpukan kotoran telinga, kulit yang terlalu kering, hingga infeksi jamur yang memerlukan penanganan khusus. Memahami penyebab pastinya sangat penting agar kamu tidak melakukan tindakan salah yang justru berisiko merusak gendang telinga atau memicu peradangan yang lebih parah.

Penting bagi kamu untuk tahu bahwa saluran telinga adalah area yang sangat sensitif dan memiliki mekanisme pembersihan mandiri. Gangguan pada mekanisme ini atau adanya faktor eksternal seperti air yang terjebak di dalam telinga bisa menjadi pemicu utama rasa gatal tersebut. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini bisa berkembang menjadi otitis eksterna atau infeksi telinga luar yang menyakitkan.

Nah, mau tahu apa saja penyebab dan bagaimana cara menangani lubang telinga gatal dengan benar? Berikut ulasannya!

Berbagai Penyebab Lubang Telinga Gatal yang Sering Terjadi

Rasa gatal di lubang telinga bukan tanpa alasan. Berikut adalah beberapa faktor medis dan kebiasaan yang biasanya menjadi dalang di balik rasa tidak nyaman tersebut:

1. Penumpukan atau Kurangnya Serumen (Kotoran Telinga)

Serumen atau kotoran telinga sebenarnya berfungsi sebagai pelindung, pelumas, dan pembersih saluran telinga. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak (impaksi serumen), kotoran ini bisa mengeras dan menyumbat saluran, menyebabkan rasa gatal dan penurunan pendengaran. Sebaliknya, telinga yang terlalu bersih karena sering dikorek juga bisa gatal karena kulit liang telinga menjadi sangat kering dan kehilangan pelindung alaminya.

2. Otomikosis (Infeksi Jamur Telinga)

Infeksi jamur pada telinga sering terjadi di daerah tropis yang lembap seperti Indonesia. Jamur seperti Aspergillus atau Candida dapat tumbuh subur di dalam liang telinga yang basah, misalnya setelah berenang atau mandi. Gejala khasnya adalah gatal yang sangat hebat, terkadang disertai keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau kehitaman.

3. Dermatitis Saluran Telinga

Sama seperti kulit di bagian tubuh lainnya, kulit di dalam telinga juga bisa mengalami peradangan atau eksim. Dermatitis kontak bisa terjadi jika telinga bereaksi terhadap bahan kimia dari sampo, sabun, atau bahan logam pada anting. Selain itu, ada juga dermatitis seboroik yang ditandai dengan kulit bersisik dan berminyak di sekitar lubang telinga.

4. Otitis Eksterna (Swimmer’s Ear)

Ini adalah infeksi bakteri pada saluran telinga luar yang sering kali dipicu oleh air yang tertinggal di dalam telinga setelah berenang. Kelembapan yang berlebihan memudahkan bakteri berkembang biak. Selain gatal, penderita biasanya merasakan nyeri saat daun telinga ditarik atau saat mengunyah.

5. Penggunaan Alat Bantu Dengar atau Earphone

Penggunaan perangkat yang menyumbat lubang telinga dalam waktu lama dapat menyebabkan kelembapan terjebak di dalam. Selain itu, tekanan dari perangkat tersebut atau reaksi alergi terhadap bahan plastik/karetnya bisa memicu iritasi dan rasa gatal yang mengganggu.

Faktor Risiko yang Memperparah Gatal Telinga
  1. Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud yang justru mendorong kotoran masuk lebih dalam.
  2. Memiliki riwayat alergi atau penyakit kulit seperti psoriasis.
  3. Sering berenang di air yang tidak terjaga kebersihannya.

Bahaya Mengorek Telinga Terlalu Sering

Banyak orang refleks menggunakan cotton bud atau benda tajam lainnya saat lubang telinga gatal. Padahal, tindakan ini sangat tidak disarankan oleh para ahli medis. Mengorek telinga dapat menyebabkan trauma pada kulit liang telinga yang tipis, sehingga menimbulkan luka mikro yang menjadi pintu masuk bagi bakteri dan jamur.

Selain risiko infeksi, penggunaan benda asing berisiko mendorong kotoran telinga semakin jauh ke dalam hingga mendekati gendang telinga. Jika tekanan terlalu kuat, hal terburuk yang bisa terjadi adalah perforasi atau pecahnya gendang telinga. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan nyeri hebat, tetapi juga bisa mengakibatkan gangguan pendengaran permanen atau infeksi telinga tengah yang kronis.

Cara Mengatasi Telinga Gatal Secara Aman

Jika kamu merasakan gatal yang ringan, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan di rumah tanpa harus membahayakan kesehatan telinga:

1. Gunakan Cairan Pembersih Telinga yang Aman

Gunakan tetes telinga yang dirancang untuk melunakkan kotoran telinga. Produk ini biasanya mengandung bahan seperti gliserin atau hidrogen peroksida dosis rendah. Setelah kotoran melunak, biasanya ia akan keluar dengan sendirinya saat kamu mandi atau bergerak. Kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk pembersih telinga yang terdaftar di BPOM dan aman digunakan secara mandiri.

2. Menjaga Telinga Tetap Kering

Jika gatal disebabkan oleh kelembapan, pastikan telinga kering setelah mandi atau berenang. Miringkan kepala untuk mengeluarkan air dan gunakan handuk halus untuk mengeringkan area luar saja. Hindari memasukkan ujung handuk ke dalam liang telinga.

3. Hindari Pemicu Alergi

Jika kamu curiga gatal disebabkan oleh produk perawatan rambut atau perhiasan tertentu, hentikan penggunaannya untuk sementara waktu. Gunakan produk yang berlabel hypoallergenic untuk meminimalisir risiko iritasi pada kulit sensitif di sekitar telinga.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus gatal pada telinga bisa hilang dengan sendirinya, ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis profesional. Jangan menunda untuk mencari bantuan jika gatal disertai dengan gejala berikut:

  • Nyeri telinga yang hebat (otalgia).
  • Keluar cairan nanah atau darah dari lubang telinga.
  • Penurunan fungsi pendengaran secara tiba-tiba.
  • Telinga terasa penuh atau tersumbat yang tidak hilang dalam beberapa hari.
  • Munculnya pembengkakan di area daun telinga atau saluran telinga.

Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, kamu disarankan untuk segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam kapan saja dan di mana saja. Dokter mungkin akan melakukan tindakan pembersihan telinga (ear toilet) atau memberikan resep obat tetes telinga antibiotik atau antijamur yang sesuai dengan penyebab keluhanmu.

Studi Mengenai Kesehatan Saluran Telinga

The Journal of Laryngology & Otology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan benda asing untuk membersihkan telinga adalah penyebab utama otitis eksterna traumatis. Studi tersebut menekankan bahwa saluran telinga memiliki epitel yang bermigrasi secara lateral, yang berarti kotoran telinga secara alami akan berpindah dari dalam ke luar tanpa perlu dibantu dengan alat bantu.

Selain itu, penelitian lain dalam bidang dermatologi menunjukkan bahwa kondisi lingkungan yang lembap meningkatkan risiko otomikosis hingga 40% pada penduduk di wilayah tropis. Oleh karena itu, menjaga kebersihan telinga tanpa merusak lapisan pelindung alami kulit menjadi kunci utama dalam mencegah infeksi dan rasa gatal yang berulang.

Sebagai penutup, jangan pernah mengabaikan rasa gatal yang berlebihan di telinga kamu. Selalu utamakan keamanan dengan tidak memasukkan benda tajam ke dalam liang telinga. Untuk solusi yang praktis, kamu bisa mendapatkan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc agar mendapatkan penanganan yang akurat dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Punya Keluhan Telinga Gatal yang Tak Kunjung Sembuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan lubang telinga gatal yang sangat mengganggu, tapi bingung harus pakai obat apa atau kapan harus ke dokter? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Earwax blockage.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Otitis Externa (Swimmer’s Ear).
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2026. Why your ears itch and what to do about it.
Healthline. Diakses pada 2026. What Causes Itchy Ears?

FAQ

1. Apakah aman menggunakan baby oil untuk telinga gatal?

Baby oil dapat digunakan dalam jumlah sangat sedikit untuk melumasi saluran telinga yang kering. Namun, jika gatal disebabkan oleh infeksi jamur, penggunaan minyak justru bisa memperparah kondisi karena menciptakan lingkungan yang lebih lembap bagi jamur.

2. Kenapa telinga gatal saat malam hari?

Pada malam hari, gangguan eksternal berkurang sehingga kita lebih fokus pada sensasi tubuh, termasuk gatal. Selain itu, penumpukan kotoran yang bergeser saat kita berbaring juga bisa memicu saraf di liang telinga.

3. Apakah stres bisa menyebabkan telinga gatal?

Ya, stres dapat memicu reaksi psikosomatik atau memperburuk kondisi kulit seperti eksim dan psoriasis yang mungkin bermanifestasi di dalam saluran telinga.

4. Bisakah gatal telinga sembuh tanpa obat?

Jika gatal disebabkan oleh iritasi ringan atau air, kondisi ini biasanya membaik sendiri setelah telinga kering atau iritan dihilangkan. Namun, jika gatal disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, diperlukan obat tetes medis untuk penyembuhan total.