Macam Macam Sendi dan Arah Geraknya, Yuk Pahami!

DAFTAR ISI
- Apa itu Sendi Pelana?
- Letak Sendi Pelana di Tubuh Manusia
- Fungsi dan Mekanisme Gerak Sendi Pelana
- Masalah Kesehatan pada Sendi Pelana
- Cara Menjaga Kesehatan Sendi dan Tulang
- Studi Terkait
- FAQ
Pernahkah kamu memperhatikan bagaimana ibu jari tanganmu bisa bergerak begitu fleksibel dibandingkan jari lainnya? Kemampuan unik ini tidak lepas dari peran struktur anatomi yang disebut sendi pelana. Dalam dunia medis, memahami struktur melalui gambar sendi pelana sangatlah krusial untuk mengetahui bagaimana koordinasi gerak tubuh manusia bekerja dengan sangat presisi.
Sendi pelana, atau yang dikenal juga dengan istilah saddle joint (articulatio sellaris), adalah salah satu jenis sendi diartrosis atau sendi gerak yang memungkinkan mobilitas tinggi. Tanpa sendi ini, manusia akan kesulitan untuk melakukan aktivitas sederhana namun vital, seperti menggenggam benda, menulis, hingga menggunakan ponsel pintar yang saat ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Memahami kesehatan sendi pelana bukan hanya tugas para dokter atau mahasiswa kedokteran. Sebagai pengguna tubuh sendiri, kamu perlu tahu bagaimana cara kerja sendi ini agar bisa melakukan langkah pencegahan terhadap risiko gangguan muskuloskeletal di masa depan. Jika kamu mulai merasakan nyeri yang mengganggu saat menggerakkan jempol atau persendian lainnya, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Selain konsultasi, perawatan mandiri seperti penggunaan suplemen sendi atau vitamin tertentu juga bisa menjadi solusi. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk menjaga kondisi persendianmu tetap prima. Nah, mau tahu lebih dalam mengenai struktur dan fungsi sendi pelana? Berikut ulasannya!
Apa itu Sendi Pelana?
Secara anatomis, sendi pelana adalah jenis sendi sinovial di mana permukaan satu tulang berbentuk cekung (konkaf) sementara tulang lainnya berbentuk cembung (konveks), persis seperti orang yang duduk di atas pelana kuda. Struktur unik ini memungkinkan pergerakan di dua bidang utama (biaksial), yaitu gerakan maju-mundur (fleksi-ekstensi) dan gerakan ke samping (abduksi-adduksi).
Berbeda dengan sendi engsel yang hanya bergerak satu arah seperti pintu, atau sendi peluru yang bergerak ke segala arah, sendi pelana memberikan stabilitas sekaligus fleksibilitas yang seimbang. Desain “interlocking” atau saling mengunci dari kedua permukaan tulang ini membatasi gerakan rotasi yang berlebihan, sehingga sendi tetap stabil saat digunakan untuk memberikan tekanan yang kuat.
Letak Sendi Pelana di Tubuh Manusia
Meskipun tidak sebanyak sendi engsel, sendi pelana berada di area-area strategis yang menentukan kemampuan motorik halus dan stabilitas rangka. Berikut adalah beberapa lokasi utama sendi pelana:
1. Sendi Carpometacarpal (CMC) Pertama pada Ibu Jari
Inilah contoh sendi pelana yang paling terkenal. Terletak di antara tulang trapezius (tulang karpal di pergelangan tangan) dan tulang metakarpal pertama (pangkal ibu jari). Sendi ini memberikan kemampuan “oposisi” pada ibu jari, yang memungkinkan kamu menyentuhkan ujung ibu jari ke ujung jari-jari lainnya. Kemampuan inilah yang membedakan manusia secara evolusioner untuk memegang peralatan dengan presisi.
2. Sendi Sternoclavicular
Terletak di antara tulang selangka (klavikula) dan tulang dada (sternum). Sendi ini berfungsi sebagai titik penghubung utama antara anggota gerak atas dengan kerangka aksial tubuh. Meskipun gerakannya tidak seluas ibu jari, sendi pelana di sini memungkinkan bahu bergerak naik-turun dan maju-mundur saat kamu bernapas atau menggerakkan lengan.
3. Sendi antara Tulang Inkus dan Malleus
Tahukah kamu bahwa di dalam telinga tengah juga terdapat sendi pelana? Sendi ini menghubungkan dua tulang pendengaran terkecil, yaitu malleus (martil) dan incus (landasan). Pergerakan di sendi ini membantu dalam transmisi getaran suara dari gendang telinga ke telinga dalam dengan sangat akurat.
Fungsi Penting Sendi Pelana
- Memungkinkan gerakan oposisi ibu jari untuk menggenggam benda.
- Menyediakan stabilitas pada hubungan antara bahu dan kerangka pusat tubuh.
- Membantu proses mekanis pendengaran di telinga tengah melalui transmisi getaran.
Fungsi dan Mekanisme Gerak Sendi Pelana
Mekanisme kerja sendi pelana sangat menarik untuk dipelajari. Karena permukaannya yang saling melengkapi, sendi ini dapat melakukan dua gerakan dasar secara bersamaan:
- Fleksi dan Ekstensi: Gerakan menekuk atau meluruskan tulang. Pada ibu jari, ini berarti menggerakkan jempol melintasi telapak tangan.
- Abduksi dan Adduksi: Gerakan menjauhkan atau mendekatkan tulang ke garis tengah tubuh. Pada ibu jari, ini adalah gerakan menjauhkan jempol dari jari telunjuk ke arah samping.
Kombinasi dari gerakan-gerakan ini menciptakan apa yang disebut dengan sirkumduksi ringan, namun tanpa kemampuan rotasi penuh seperti pada sendi bahu. Struktur ini sangat efisien dalam menahan beban, itulah sebabnya pangkal ibu jari mampu menahan tekanan besar saat kita mencubit atau memegang objek berat.
Masalah Kesehatan pada Sendi Pelana
Karena frekuensi penggunaannya yang sangat tinggi, sendi pelana—terutama pada ibu jari—rentan terhadap berbagai masalah kesehatan. Gambar sendi pelana yang sehat menunjukkan permukaan tulang yang halus dan dilindungi oleh tulang rawan hialin yang tebal. Namun, seiring bertambahnya usia atau karena cedera, kondisi ini bisa berubah.
1. Osteoartritis CMC
Ini adalah pengikisan tulang rawan pada sendi pelana di pangkal ibu jari. Gejalanya meliputi nyeri saat mencubit, bengkak, dan berkurangnya kekuatan genggaman. Kondisi ini sering menyerang orang tua atau mereka yang pekerjaannya melibatkan gerakan tangan repetitif.
2. Dislokasi Sternoklavikular
Meskipun jarang, cedera traumatis seperti kecelakaan mobil atau benturan keras saat olahraga dapat menyebabkan sendi pelana di tulang dada bergeser. Ini adalah kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera karena letaknya dekat dengan pembuluh darah besar di leher.
3. Tenosinovitis De Quervain
Meski secara teknis merupakan radang tendon, kondisi ini sering dirasakan di area sendi pelana ibu jari. Peradangan ini menimbulkan nyeri hebat saat kamu memutar pergelangan tangan atau mengepalkan tangan.
Cara Menjaga Kesehatan Sendi dan Tulang
Menjaga kesehatan sendi pelana sangat penting agar mobilitas tangan tetap terjaga hingga usia tua. Berikut adalah beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan:
1. Lakukan Peregangan Jari
Jika kamu sering mengetik atau menggunakan ponsel, sempatkan waktu untuk meregangkan ibu jari. Tekuk ibu jari ke arah telapak tangan secara perlahan dan tahan selama 10 detik.
2. Gunakan Alat Bantu Ergonomis
Gunakan mouse atau keyboard yang didesain secara ergonomis untuk mengurangi tekanan berlebih pada sendi pelana pergelangan tangan dan ibu jari.
3. Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Konsumsi makanan yang kaya akan kalsium, vitamin D, dan asam lemak omega-3. Zat-zat ini membantu menjaga kepadatan tulang dan mengurangi risiko peradangan pada sendi.
Studi Mengenai Sendi Pelana
Journal of Anatomy menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa evolusi sendi pelana pada manusia merupakan faktor kunci yang memungkinkan perkembangan teknologi kuno, karena memungkinkan manusia purba untuk memegang alat batu dengan stabil dan kuat. Temuan ini menegaskan bahwa tanpa struktur sendi pelana yang sempurna, perkembangan peradaban manusia mungkin tidak akan sepesat sekarang.
Penelitian lain menunjukkan bahwa prevalensi osteoartritis pada sendi pelana ibu jari lebih tinggi pada wanita dibandingkan pria, yang diduga terkait dengan perbedaan hormon dan kepadatan tulang seiring bertambahnya usia.
Jika kamu mengalami gejala yang menetap atau rasa tidak nyaman pada area persendian, jangan menunda untuk mencari bantuan profesional. Kamu bisa mendapatkan berbagai produk pendukung kesehatan tulang melalui Toko Kesehatan Halodoc dengan layanan pengantaran yang cepat.
Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang lebih tepat.
Punya Keluhan Gerak pada Sendi? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa ada yang aneh dengan gerakan ibu jari atau merasa kaku di persendian? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
Gray’s Anatomy. Diakses pada 2026. The Saddle Joint: Structure and Mechanics.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Thumb Arthritis: Symptoms and Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Sternoclavicular Joint Disorders.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2026. Biomechanics of the First Carpometacarpal Joint.
Healthline. Diakses pada 2026. Understanding the Different Types of Joints in the Body.
FAQ
1. Di mana letak sendi pelana di tubuh manusia?
Letak sendi pelana yang paling utama adalah pada pangkal ibu jari (sendi carpometacarpal pertama). Selain itu, terdapat di sendi sternoklavikularis (antara tulang dada dan tulang selangka) serta di telinga tengah.
2. Apa perbedaan sendi pelana dengan sendi engsel?
Sendi engsel hanya memungkinkan gerakan satu arah (seperti pintu), sedangkan sendi pelana memungkinkan gerakan di dua bidang utama (fleksi-ekstensi dan abduksi-adduksi), sehingga lebih fleksibel.
3. Mengapa sendi pelana ibu jari sering terasa sakit?
Hal ini biasanya disebabkan oleh osteoartritis atau penggunaan berulang (repetitive strain injury). Karena sering digunakan untuk menggenggam dan mengetik, sendi ini lebih cepat mengalami keausan pada tulang rawannya.
4. Apakah sendi pelana bisa mengalami dislokasi?
Ya, meskipun cukup stabil karena bentuknya yang saling mengunci, benturan keras atau cedera olahraga dapat menyebabkan dislokasi pada sendi pelana, baik di ibu jari maupun di tulang selangka.



