Ad Placeholder Image

Makan Banyak BAB Sedikit? Ini Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   22 Juni 2026

Makan Banyak Tapi BAB Sedikit? Solusi Pencernaan!

Makan Banyak BAB Sedikit? Ini Penyebab dan SolusinyaMakan Banyak BAB Sedikit? Ini Penyebab dan Solusinya

DAFTAR ISI


Buang air besar (BAB) adalah proses alami tubuh untuk membuang sisa makanan yang tidak lagi dibutuhkan setelah proses pencernaan dan penyerapan nutrisi selesai. Dalam kondisi normal, feses memiliki bentuk seperti sosis yang lembut, mudah dikeluarkan, dan memberikan rasa tuntas setelahnya. Namun, banyak orang sering mengeluhkan kondisi di mana mereka merasa sudah makan banyak, tetapi kenapa BAB sedikit, berbentuk kecil-kecil seperti kotoran kambing, atau merasa tidak tuntas setelah buang air besar.

Kondisi feses yang sedikit, keras, dan sulit dikeluarkan secara medis sering dikaitkan dengan konstipasi (sembelit) atau perlambatan transit usus. Ketika pergerakan usus besar (kolon) terlalu lambat, feses akan berada di dalam usus lebih lama dari yang seharusnya. Mengingat fungsi utama usus besar adalah menyerap air, feses yang menetap terlalu lama akan kehilangan banyak kandungan airnya. Hasilnya, massa feses menyusut, menjadi kering, keras, dan volumenya sangat sedikit saat dikeluarkan.

Membiarkan kondisi ini berlarut-larut tanpa penanganan dapat memicu berbagai komplikasi pencernaan yang lebih serius. Mengejan terlalu keras akibat feses yang sedikit dan padat dapat menyebabkan wasir (hemoroid) atau robekan pada jaringan anus (fisura ani). Jika kamu mulai merasa tidak nyaman, perut kembung, atau nyeri saat buang air besar, penting untuk segera mencari solusi. Sebagai langkah awal, kamu bisa konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan saran medis dan diagnosis yang akurat mengenai masalah pencernaanmu.

Terkadang, perubahan pola makan saja belum cukup untuk memberikan kelegaan instan. Di sinilah bantuan obat laksatif atau suplemen serat yang aman sangat dibutuhkan. Nah, mau tahu apa saja pilihan obat dan suplemen untuk mengatasi masalah BAB sedikit? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Obat Pelancar BAB yang Ampuh

Bagi kamu yang mengalami masalah feses keras, sedikit, dan tidak tuntas, ada beberapa pilihan obat bebas, obat bebas terbatas, dan suplemen yang bisa membantu melancarkan pencernaan. Berikut adalah rekomendasi produk yang aman dan efektif:

1. Microlax 5 ml 3 Tube

Microlax adalah obat pencahar yang bekerja secara lokal di area rektum (bagian akhir usus besar). Obat ini mengandung kombinasi bahan aktif Natrium Lauril Sulfoasetat, PEG 400, dan Asam Sorbat. Cara kerja obat ini adalah dengan menurunkan tegangan permukaan feses dan menyerap air ke dalam usus, sehingga melunakkan feses yang keras dan memicu dorongan untuk buang air besar tanpa menyebabkan iritasi pada lambung.

Manfaat spesifik dari Microlax adalah memberikan kelegaan yang relatif cepat, biasanya dalam waktu 5 hingga 15 menit setelah penggunaan, sangat cocok untuk mengatasi kondisi feses yang menggumpal keras di rektum.

Dosis dan aturan pakai:

  • Aturan dosis dewasa dan anak di atas 3 tahun: 1 tube dimasukkan ke dalam anus.
  • Obat ini digunakan melalui rektal (dimasukkan ke anus), bukan untuk diminum.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Microlax 5 ml 3 Tube di Toko Kesehatan Halodoc

2. Dulcolax 5 mg 4 Tablet

Dulcolax merupakan obat laksatif stimulan yang mengandung bahan aktif Bisacodyl 5 mg. Obat ini bekerja dengan cara merangsang saraf pada dinding usus besar (kolon) untuk mempercepat gerakan peristaltik usus. Selain itu, Bisacodyl juga membantu mengakumulasi air dan elektrolit di dalam usus, sehingga feses menjadi lebih lunak dan mudah dikeluarkan.

Manfaat Dulcolax sangat efektif bagi mereka yang mengalami konstipasi akibat usus yang “malas” bergerak, sehingga feses yang tadinya sedikit dan tertahan dapat dikeluarkan dengan lebih tuntas. Obat ini umumnya diminum pada malam hari agar buang air besar lancar pada keesokan paginya.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa dan anak di atas 12 tahun: 1-2 tablet salut enterik diminum malam hari sebelum tidur.
  • Anak usia 6-12 tahun: 1 tablet diminum malam hari.
  • Tablet harus ditelan utuh dengan air, tidak boleh dikunyah atau dihancurkan. Hindari konsumsi bersamaan dengan susu atau antasida.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Dulcolax 5 mg 4 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

Mengenal Skala Feses Bristol (Bristol Stool Scale)
  1. Tipe 1: Feses berupa bongkahan kecil keras terpisah seperti kacang (Tanda konstipasi berat / BAB sedikit).
  2. Tipe 2: Berbentuk seperti sosis namun berbenjol-benjol (Konstipasi ringan).
  3. Tipe 3 & 4: Bentuk ideal seperti sosis, halus, lunak, dan mudah dikeluarkan.
  4. Tipe 5-7: Feses hancur hingga cair berair (Tanda diare).

Jika feses kamu sering berada di Tipe 1 atau 2, perbanyak konsumsi serat dan air putih secara konsisten.

3. Laxing 4 Kapsul

Laxing adalah obat tradisional (jamu) yang diformulasikan dari ekstrak bahan-bahan alami seperti Daun Senna (Cassia angustifolia), Aloe vera (Lidah buaya), dan Biji Adas. Daun Senna dikenal luas dalam dunia farmakognosi sebagai laksatif alami yang mengandung senyawa sennosida. Senyawa ini bekerja dengan cara merangsang kontraksi otot usus besar untuk mendorong feses keluar.

Manfaat utama Laxing adalah membantu melancarkan buang air besar secara alami sekaligus mengurangi rasa begah dan perut kembung karena kandungan biji adasnya (fennel) yang bersifat karminatif (mengurangi gas).

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1-2 kapsul, diminum sebelum tidur malam.
  • Pastikan untuk mengonsumsi air putih yang cukup saat menggunakan produk ini untuk mencegah dehidrasi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Laxing 4 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

4. Vegeta Scrubber Jeruk 6 Sachet

Jika penyebab BAB kamu sedikit adalah karena kurangnya asupan makanan berserat, suplemen serat adalah solusi terbaik. Vegeta Scrubber mengandung Plantago ovata (psyllium husk), yaitu serat larut air yang bertindak sebagai pencahar pembentuk massa (bulk-forming laxative). Ketika dikonsumsi dengan air, psyllium akan membentuk gel di dalam usus.

Manfaatnya sangat signifikan: gel serat ini akan mengikat air, menambah ukuran dan volume feses (sehingga tidak lagi sedikit atau kecil-kecil), dan merangsang usus secara mekanis untuk melakukan gerakan peristaltik yang normal. Ini sangat aman untuk penggunaan jangka panjang sebagai pemenuhan serat harian.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 sachet per hari, dilarutkan ke dalam segelas air dingin (kurang lebih 200 ml), aduk rata dan segera diminum sebelum mengental.
  • Diikuti dengan minum segelas air putih lagi untuk hasil yang maksimal.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Vegeta Scrubber Jeruk 6 Sachet di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab Utama Kenapa BAB Sedikit dan Keras

Memahami akar masalah sangat penting sebelum memutuskan cara penanganannya. Ada banyak faktor medis maupun gaya hidup yang menyebabkan feses keluar dalam jumlah sedikit:

1. Kekurangan Serat Diet (Dietary Fiber)

Serat berfungsi sebagai “sapu” di saluran pencernaan sekaligus pembentuk massa feses. Jika makanan yang kamu konsumsi didominasi oleh karbohidrat olahan (tepung, nasi putih), daging, dan makanan cepat saji tanpa sayur serta buah, feses tidak akan memiliki “rangka” untuk membentuk volume. Akibatnya, feses yang dihasilkan hanya sedikit dan padat.

2. Dehidrasi (Kurang Cairan)

Usus besar secara alami bertugas menyerap air dari sisa pencernaan. Jika tubuhmu kekurangan cairan (dehidrasi), usus besar akan menyerap air sebanyak-banyaknya dari feses untuk memenuhi kebutuhan sistemik tubuh. Hasilnya, feses menjadi kering, keras, menyusut ukurannya (sedikit), dan sulit berjalan melewati rektum.

3. Gaya Hidup Sedentari (Kurang Gerak)

Aktivitas fisik sangat memengaruhi motilitas lambung dan usus. Duduk sepanjang hari di depan komputer tanpa olahraga menyebabkan otot-otot di sistem pencernaan ikut “malas” berkontraksi. Tanpa kontraksi yang kuat, sisa makanan bergerak sangat lambat, menyebabkan konstipasi.

4. Sindrom Iritasi Usus Besar (IBS) dan Faktor Stres

Saluran pencernaan sangat sensitif terhadap emosi dan stres karena terhubung langsung dengan otak (gut-brain axis). Stres kronis dapat memicu kejang pada otot usus, yang menyebabkan feses terjebak atau terpotong-potong menjadi ukuran kecil. Kondisi seperti Irritable Bowel Syndrome dengan dominan konstipasi (IBS-C) juga ditandai dengan BAB sedikit, kembung, dan rasa tidak tuntas.

Cara Alami Mengatasi Feses Keras dan Sedikit

1. Terapkan Aturan Serat 25-30 Gram Sehari

Mulailah secara bertahap meningkatkan porsi serat harianmu. Campurkan sayuran berdaun hijau gelap, buah-buahan berserat tinggi (seperti pepaya, apel dengan kulit, pir), dan biji-bijian utuh (seperti chia seed, gandum utuh) ke dalam menu makan. Jangan langsung meningkatkan serat dalam jumlah besar secara drastis karena bisa menyebabkan gas dan kembung.

2. Cukupi Kebutuhan Hidrasi Harian

Minumlah minimal 8 gelas (sekitar 2 liter) air putih setiap hari. Meningkatkan asupan serat tanpa dibarengi peningkatan asupan air justru akan membuat konstipasi semakin parah, karena serat membutuhkan air untuk dapat mengembang dan melunakkan feses.

3. Perbaiki Posisi Duduk di Kloset

Banyak yang tidak menyadari bahwa kloset duduk modern kurang ideal secara anatomis untuk membuang air besar. Coba gunakan bangku kecil (squatty potty) sebagai pijakan kaki saat menggunakan kloset duduk. Posisi lutut yang lebih tinggi dari pinggul (menyerupai posisi jongkok) akan meluruskan sudut rektum, membuat feses keluar lebih mudah tanpa perlu mengejan keras.

Studi Mengenai Konstipasi dan Asupan Serat

World Journal of Gastroenterology menerbitkan studi komprehensif mengenai efek diet serat terhadap konstipasi kronis. Studi tersebut menjelaskan bahwa peningkatan asupan serat secara signifikan dapat meningkatkan frekuensi buang air besar harian pada pasien yang mengalami konstipasi.

Lebih lanjut, studi tersebut membuktikan bahwa serat larut (seperti psyllium) sangat efektif dalam meningkatkan kelembapan feses dan memperbesar volumenya. Feses yang bervolume lebih besar akan merangsang saraf pada dinding kolon dengan lebih baik, memberikan sinyal ke otak bahwa sudah saatnya untuk melakukan evakuasi feses secara tuntas.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Jika keluhan masalah buang air besar yang kamu alami tidak membaik setelah mengubah pola makan dan menggunakan obat bebas di atas, atau jika disertai gejala mengkhawatirkan seperti feses berdarah, nyeri perut hebat, atau penurunan berat badan tanpa sebab, segera lakukan konsultasi dengan tenaga medis.

Kamu bisa mendapatkan produk-produk kesehatan dan obat-obatan di atas dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Cukup pesan lewat aplikasi, pesananmu akan diantar dengan aman sampai ke depan pintu rumah.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Constipation – Symptoms and causes.
National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). Diakses pada 2024. Symptoms & Causes of Constipation.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Bristol Stool Chart: What Is It and What Does It Mean?
World Journal of Gastroenterology. Diakses pada 2024. Effect of dietary fiber on constipation: A meta analysis.

FAQ

1. Sebenarnya kenapa BAB sedikit dan berbentuk seperti kotoran kambing?

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan serat dan air, sehingga feses bergerak sangat lambat di dalam usus besar. Usus menyerap sebagian besar air, membuat feses menjadi kering, keras, mengecil ukurannya, dan terpecah menjadi bongkahan-bongkahan kecil seperti kotoran kambing.

2. Apakah BAB sedikit tapi tiap hari termasuk normal?

Jika kamu BAB setiap hari tetapi volumenya sangat sedikit, teksturnya keras, dan kamu merasa masih ada yang tertinggal (rasa tidak tuntas), itu bukanlah kondisi normal. Hal tersebut merupakan tanda konstipasi ringan atau perlambatan transit usus yang perlu dievaluasi pola makannya.

3. Kapan saya harus khawatir jika feses selalu sedikit dan keras?

Kamu harus segera berkonsultasi ke dokter jika konstipasi berlangsung lebih dari dua minggu, atau jika disertai gejala “bendera merah” seperti munculnya darah pada feses, nyeri perut kram yang hebat, mual muntah, atau penurunan berat badan yang drastis secara tiba-tiba.

4. Apakah stres bisa memengaruhi frekuensi dan volume BAB?

Sangat bisa. Saluran pencernaan memiliki jaringan saraf yang sangat kompleks dan sering disebut sebagai “otak kedua”. Stres, kecemasan, atau depresi dapat mengubah motilitas usus, memicu kejang otot di dinding usus, dan menyebabkan feses tertahan, yang pada akhirnya memicu kondisi BAB sedikit dan sulit keluar.