Makanan yang Dapat Mencegah Gigitan Serangga
Mengonsumsi makanan tertentu dapat membantu mengurangi risiko gigitan serangga sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara alami.

DAFTAR ISI
Serangga memang berperan penting dalam ekosistem, tetapi gigitannya bisa sangat mengganggu, bahkan menularkan penyakit berbahaya.
Selain mengandalkan lotion atau obat pengusir serangga, ternyata ada beberapa jenis makanan yang dipercaya dapat membantu melindungi tubuh dari gigitan serangga.
Penasaran apa saja makanan yang bisa menjadi “pelindung alami” ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah!
Makanan yang Dapat Mencegah Gigitan Serangga
Serangga merupakan bagian dari ekosistem, tetapi gigitannya bisa sangat mengganggu. Beberapa serangga seperti nyamuk, lalat, dan kutu dapat menularkan penyakit.
Mencegah gigitan serangga adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan. Selain menggunakan lotion anti serangga, tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis makanan yang dipercaya dapat membantu melindungi diri dari gigitan serangga?
1. Makanan yang Mengandung Vitamin B
Vitamin B, terutama B1 (thiamin), sering disebut-sebut dapat membantu mencegah gigitan serangga, terutama nyamuk.
Vitamin ini diyakini menghasilkan bau yang tidak disukai nyamuk ketika dikeluarkan melalui keringat. Sumber makanan yang kaya vitamin B meliputi:
- Daging merah tanpa lemak
- Telur
- Biji-bijian utuh (seperti beras merah dan oatmeal)
- Kacang-kacangan
- Sayuran hijau
Meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitasnya, menambahkan makanan kaya vitamin B ke dalam menu harian adalah pilihan yang sehat dan aman.
2. Bawang Putih
Bawang putih dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sebagai pengusir serangga alami. Senyawa allicin dalam bawang putih menghasilkan aroma kuat yang tidak disukai serangga.
Mengonsumsi bawang putih secara teratur atau mengoleskan sedikit sari bawang putih yang sudah diencerkan ke kulit dapat membantu menjauhkan serangga.
3. Cuka Apel
Cuka apel memiliki sifat asam yang dapat mengubah pH kulit dan membuatnya kurang menarik bagi serangga.
Mengonsumsi satu sendok makan cuka apel yang dicampur dengan air setiap hari, atau mengoleskannya langsung ke kulit (setelah diencerkan) dapat membantu mencegah gigitan serangga.
4. Serai
Serai mengandung senyawa citronellal yang dikenal sebagai pengusir nyamuk alami.
Minyak serai sering digunakan dalam produk anti serangga. Menambahkan serai ke dalam masakan atau menanamnya di sekitar rumah dapat membantu mengurangi populasi serangga.
5. Cabai
Capsaicin, senyawa yang memberikan rasa pedas pada cabai, juga dapat berfungsi sebagai pengusir serangga.
Mengonsumsi makanan pedas atau menggunakan cabai bubuk di sekitar area yang sering didatangi serangga dapat membantu menjauhkan mereka.
6. Tomat
Tomat mengandung senyawa yang disebut solanin, yang bersifat toksik bagi beberapa jenis serangga.
Menanam tomat di kebun atau mengonsumsi jus tomat secara teratur dipercaya dapat membantu mengurangi risiko gigitan serangga.
7. Lemon Eucalyptus
Minyak lemon eucalyptus adalah repellent alami yang efektif melawan berbagai jenis serangga, termasuk nyamuk.
Nah, minyak lemon eucalyptus sama efektifnya dengan DEET, bahan aktif dalam banyak lotion anti serangga komersial. Mengoleskan lotion atau minyak yang mengandung lemon eucalyptus dapat memberikan perlindungan dari gigitan serangga.
Simak informasi lain mengenai Gigitan Serangga – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.
Tips Mencegah Gigitan Serangga Lainnya
Selain mengonsumsi makanan tertentu, ada beberapa langkah lain yang dapat diambil untuk mencegah gigitan serangga:
- Gunakan Repellent: Pilih lotion anti serangga yang mengandung DEET, picaridin, atau minyak lemon eucalyptus. Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.
- Kenakan Pakaian yang Tepat: Saat berada di area yang banyak serangga, kenakan pakaian lengan panjang, celana panjang, dan topi. Hindari warna-warna cerah dan motif bunga yang menarik serangga.
- Hindari Area Genangan Air: Nyamuk berkembang biak di air tergenang. Hindari area seperti kolam, rawa, dan genangan air setelah hujan.
- Pasang Kelambu: Jika tidur di area yang berisiko tinggi gigitan serangga, gunakan kelambu untuk melindungi diri.
- Jaga Kebersihan Lingkungan: Bersihkan halaman rumah dari tumpukan sampah dan genangan air. Potong rumput secara teratur dan pastikan saluran air berfungsi dengan baik.
Menjaga kebersihan lingkungan adalah kunci utama dalam pencegahan penyakit yang ditularkan oleh serangga.
Berikut Ini Dokter yang Bisa Bantu Atasi Gejala Alergi Kulit akibat gigitan serangga.
Kesimpulan
Mencegah gigitan serangga adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan, terutama di daerah yang memiliki banyak serangga pembawa penyakit.
Mengonsumsi makanan tertentu seperti yang mengandung vitamin B, bawang putih, dan lemon eucalyptus, serta mengambil langkah-langkah pencegahan seperti menggunakan repellent dan menjaga kebersihan lingkungan, dapat membantu mengurangi risiko gigitan serangga.
Jika mengalami reaksi alergi atau gejala yang mengkhawatirkan setelah digigit serangga, segera konsultasikan dengan dokter spesialis kulit di Halodoc.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
The Pest Control Blog. Diakses pada 2025. 8 ways to prevent mosquito bites on vacation.
Reader’s Digest. Diakses pada 2025. 8 Foods You Didn’t Know Can Defend Against Bug Bites.
One Medical. Diakses pada 2025. 7 ways to prevent mosquito bites.
FAQ
1. Apakah semua gigitan serangga berbahaya?
Tidak semua gigitan serangga berbahaya, tetapi beberapa serangga dapat menularkan penyakit seperti malaria, demam berdarah, dan Zika. Gigitan serangga juga dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang.
2. Bagaimana cara membedakan gigitan nyamuk dengan gigitan serangga lain?
Gigitan nyamuk biasanya menyebabkan bentol kecil yang gatal. Gigitan serangga lain mungkin memiliki tampilan yang berbeda, seperti gigitan kutu yang menyebabkan bintik-bintik merah kecil atau gigitan lebah yang menyebabkan nyeri dan bengkak.
3. Kapan harus ke dokter setelah digigit serangga?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala seperti demam, sakit kepala parah, kesulitan bernapas, bengkak yang berlebihan, atau tanda-tanda infeksi seperti keluarnya nanah dari luka gigitan.


