Mana Lebih Baik, Berbuka dengan yang Manis atau Air Putih?
“Berpuasa selama berjam-jam bisa mengurangi cairan tubuh secara signifikan, sehingga dehidrasi rentan terjadi. Itulah mengapa kamu dianjurkan untuk berbuka dengan minum air putih terlebih dahulu.”

Halodoc, Jakarta – Ungkapan ‘berbukalah dengan yang manis’ mungkin sudah sering kamu dengar selama bulan puasa. Setelah berpuasa sepanjang hari, makanan manis memang bisa memulihkan energi yang terkuras dengan cepat.
Namun, jangan lupa juga bahwa saat berpuasa, kamu tidak minum selama 12 jam atau lebih. Hal itu bisa membuat tubuhmu kekurangan cairan. Oleh karena itu, kamu juga perlu mengembalikan cairan tubuh yang hilang dengan minum air putih.
Pertanyaannya, manakah yang lebih baik, buka puasa dengan makan sesuatu yang manis terlebih dahulu atau minum air putih? Yuk, cari tahu jawabannya di sini.
Air Putih Lebih Baik?
Dehidrasi merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi selama bulan Ramadan. Hal itu tidak mengherankan, karena kamu tidak menerima asupan makanan dan minuman sama sekali selama 12 jam lebih . Untuk mendapatkan energi, tubuh akan menggunakan simpanan karbohidrat (yang disimpan di hati dan otot) dan lemak setelah semua kalori dari makanan yang dikonsumsi pada saat sahur sudah habis.
Namun, tubuh tidak bisa menyimpan air, sehingga ginjal akan menghemat air semaksimal mungkin dengan mengurangi air yang terbuang dalam urine. Kehilangan air juga tidak bisa dicegah sama sekali karena kamu akan pergi ke toilet dan berkeringat saat cuaca panas.
Tergantung pada cuaca dan lama puasa, kebanyakan orang yang berpuasa selama bulan Ramadan akan mengalami dehidrasi yang ringan, yang bisa menyebabkan sakit kepala, kelelahan dan sulit berkonsentrasi. Namun, beberapa penelitian sudah menunjukkan bahwa kondisi tersebut tidak berbahaya bagi kesehatan, asalkan kebutuhan cairan segera digantikan saat buka puasa. Nah, itulah mengapa kamu dianjurkan untuk berbuka dengan minum air putih terlebih dahulu agar tubuh tetap terhidrasi.
Setelah minum air putih, barulah kamu boleh mengonsumsi makanan manis untuk memulihkan energi tubuh kamu. Namun, bukan berarti kamu boleh mengonsumsi makanan manis sebanyak yang kamu inginkan.
Pasalnya, buka puasa dengan mengonsumsi banyak makanan manis bisa membuat gula darahmu melonjak dan menyebabkan kenaikkan berat badan. Jadi, usahakan untuk tetap membatasi makanan manis yang kamu konsumsi saat buka puasa.
Tips Buka Puasa yang Sehat
Mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat dan tepat saat sahur penting agar kamu tetap memiliki energi yang cukup untuk menjalani puasa sepanjang hari. Namun, memilih makanan dan minuman yang tepat saat buka puasa juga tidak kalah penting agar kebutuhan nutrisi dan cairan kamu tetap terjaga, serta mencegah terjadinya masalah kesehatan.
Berikut tips buka puasa yang sehat:
- Berbukalah dengan Minum Air Putih
Hidrasi tubuh harus menjadi perhatian nomor satu pada waktu buka puasa. Air putih adalah pilihan terbaik, jadi berbukalah dengan minum lah 1-2 gelas air putih. Selain air putih, kamu juga bisa mengonsumsi buah-buahan atau sayuran yang kaya akan air, dan sup untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
- Pilih Buah-buahan
Alih-alih mengonsumsi berbagai macam takjil yang tinggi gula dan santan, pilihlah buah-buahan sebagai makanan manis untuk mengembalikan energi sekaligus menghidrasi tubuh. Kurma sudah menjadi pilihan buah yang umum untuk buka puasa, karena kandungan gula dan nutrisi alaminya yang tinggi.
Namun, kamu juga bisa mengonsumsi buah-buahan lainnya, seperti mangga, leci, pir atau anggur untuk mendapatkan efek yang sama. Sebaiknya konsumsilah jenis buah yang berbeda-beda tiap beberapa hari untuk mendapatkan nutrisi yang beragam.
- Mulailah dengan Makanan yang Ringan
Hindari mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dan berbumbu kuat saat buka puasa. Ingat, tubuh kamu tidak menerima asupan apapun selama 12-16 jam. Mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak akan membuat perut kamu ‘kaget; yang bisa memicu terjadinya masalah pencernaan. Jadi, saat buka puasa, mulailah dengan mengonsumsi makanan yang ringan, seperti sup sayuran, sup ayam atau sup kaldu. Selain ramah di perut, mengonsumsi sup juga adalah cara yang baik untuk menghidrasi tubuh.
- Nutrisi yang Seimbang
Ingat, buka puasa bukanlah waktu balas dendam untuk mengonsumsi makanan sebanyak-banyaknya, karena hal itu bisa menaikkan berat badan kamu. Sebaliknya, kamu perlu mengonsumsi berbagai macam makanan dengan nutrisi seimbang. Pilihlah makanan yang kaya protein, seperti tahu, kacang-kacangan, atau daging tanpa lemak. Sedangkan asupan lemak sehat bisa kamu dapatkan dari kacang-kacangan, ikan dan alpukat. Hindari makanan cepat saji berlemak tinggi, seperti burger.
- Konsumsi Karbohidrat
Selama puasa tubuh akan menggunakan glikogen (karbohidrat yang tersimpan) untuk energi dan aktivitas otak, sehingga penting untuk mengganti simpanan yang habis. Jadi, tambahkan banyak sayuran ke makanan kamu dan karbohidrat yang sehat. Cotohnya seperti beras merah, quinoa, pasta gandum atau ubi jalar.
Nah, kamu juga bisa bertanya-tanya lebih lanjut seputar tips puasa sehat pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa tanya dokter dan minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play.


