Manfaat Keratom: Redakan Nyeri, Tingkatkan Energi!

DAFTAR ISI
- Apa Itu Kratom?
- Memahami Fungsi Kratom bagi Tubuh
- Risiko Keamanan dan Efek Samping
- Status Legalitas Kratom di Indonesia
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Kratom atau Mitragyna speciosa adalah tanaman tropis yang berasal dari Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Malaysia. Selama berabad-abad, daun kratom telah digunakan oleh masyarakat tradisional sebagai herbal untuk mengatasi kelelahan dan meningkatkan produktivitas kerja di ladang. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, tanaman ini menjadi subjek perdebatan hangat di dunia medis dan hukum karena efek farmakologisnya yang kompleks.
Tanaman ini mengandung senyawa aktif utama bernama mitragynine dan 7-hydroxymitragynine. Kedua senyawa ini bekerja pada reseptor opioid di otak, sehingga sering kali disalahpahami sebagai zat yang serupa dengan narkotika. Meskipun memiliki potensi manfaat dalam meredakan nyeri, penggunaan kratom tanpa pengawasan medis yang ketat membawa risiko ketergantungan dan kerusakan organ yang serius.
Penting bagi kamu untuk memahami fungsi kratom secara objektif, baik dari sisi potensi manfaat maupun bahayanya. Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan regulasi ketat mengenai pelarangan penggunaan kratom dalam obat tradisional dan suplemen makanan demi melindungi kesehatan masyarakat.
Nah, mau tahu lebih lanjut mengenai fungsi kratom dan mengapa penggunaannya sangat diawasi? Berikut ulasannya!
Apa Itu Kratom?
Kratom merupakan pohon yang termasuk dalam keluarga Rubiaceae, keluarga yang sama dengan tanaman kopi. Daunnya dapat dikonsumsi dengan cara dikunyah langsung, diseduh sebagai teh, atau diolah menjadi bubuk dan kapsul. Di pasar global, kratom sering dipasarkan sebagai alternatif herbal untuk manajemen nyeri kronis, gangguan kecemasan, hingga membantu pemulihan dari adiksi opioid.
Secara farmakologi, kratom memiliki keunikan karena efeknya yang bersifat bifasik. Artinya, pada dosis rendah tanaman ini bekerja sebagai stimulan, namun pada dosis yang lebih tinggi, ia justru memberikan efek sedatif atau menenangkan yang kuat. Karena mekanisme kerjanya yang menyentuh sistem saraf pusat, kratom dikategorikan sebagai zat psikoaktif.
Memahami Fungsi Kratom bagi Tubuh
Meskipun penuh kontroversi, para peneliti telah mengidentifikasi beberapa fungsi potensial dari alkaloid yang terkandung dalam kratom. Berikut adalah beberapa fungsi yang sering dilaporkan:
1. Efek Stimulan dan Penambah Energi
Pada dosis rendah (sekitar 1-5 gram), kratom berfungsi sebagai stimulan. Pengguna sering melaporkan peningkatan fokus, energi yang meluap, dan kemampuan bersosialisasi yang lebih baik. Hal ini dikarenakan mitragynine berinteraksi dengan reseptor dopamin dan norepinefrin di otak, yang memicu rasa waspada serupa dengan efek kafein namun lebih intens.
2. Pereda Nyeri (Analgesik)
Salah satu fungsi kratom yang paling populer adalah kemampuannya meredakan nyeri kronis. Senyawa 7-hydroxymitragynine diketahui memiliki potensi analgesik yang jauh lebih kuat daripada morfin. Zat ini berikatan dengan reseptor mu-opioid di sistem saraf, yang membantu memblokir sinyal rasa sakit dari tubuh ke otak.
3. Mengurangi Gejala Kecemasan dan Depresi
Beberapa pengguna memanfaatkan kratom untuk memperbaiki suasana hati (mood booster). Efek menenangkan dari kratom pada dosis menengah dapat membantu meredakan gejala kecemasan (anxiety) dan memberikan rasa euforia ringan. Namun, penggunaan jangka panjang untuk tujuan mental ini sangat berisiko memicu ketergantungan psikologis.
Pentingnya Keamanan Produk Kesehatan
- Selalu cek izin edar BPOM sebelum mengonsumsi suplemen atau herbal apa pun.
- Hindari membeli produk kesehatan dari sumber yang tidak jelas secara online.
- Prioritaskan beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk yang sudah terjamin 100% asli dan aman.
Risiko Keamanan dan Efek Samping
Walaupun fungsi kratom terlihat menjanjikan untuk kondisi medis tertentu, risiko yang menyertainya tidak boleh diabaikan. Berikut adalah beberapa efek samping yang sering terjadi akibat penggunaan kratom:
- Gangguan Pencernaan: Mual, muntah, sembelit parah, dan kehilangan nafsu makan.
- Masalah Neurologis: Pusing, kantuk berlebih, tremor, hingga kejang pada dosis tinggi.
- Kerusakan Organ: Penggunaan jangka panjang telah dikaitkan dengan gagal hati (hepatotoksisitas) dan gangguan fungsi ginjal.
- Ketergantungan dan Gejala Putus Zat: Sama seperti opioid, berhenti mengonsumsi kratom secara tiba-tiba dapat menyebabkan gejala withdrawal seperti nyeri otot, sulit tidur, iritabilitas, dan diare.
Status Legalitas Kratom di Indonesia
Di Indonesia, legalitas kratom masih berada dalam zona pengawasan ketat. Berdasarkan Surat Edaran BPOM Nomor HK.04.4.42.421.09.13.6341 Tahun 2013, kratom dilarang digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan suplemen makanan. Hal ini disebabkan oleh potensi penyalahgunaan dan bahaya yang ditimbulkan bagi kesehatan masyarakat.
Meskipun tanamannya sendiri masih banyak dibudidayakan sebagai komoditas ekspor di beberapa daerah, namun untuk konsumsi domestik dalam bentuk produk kesehatan, kratom tidak memiliki izin resmi dari otoritas kesehatan Indonesia. Oleh karena itu, kamu harus sangat waspada jika menemukan produk yang mengeklaim mengandung kratom di pasar lokal.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu atau orang terdekat mengalami gejala ketergantungan setelah mencoba kratom, atau mengalami efek samping serius seperti mata menguning (gejala gangguan hati), nyeri perut hebat, atau perubahan mental yang drastis, jangan menunda untuk mencari bantuan medis.
Langkah terbaik untuk menangani keluhan kesehatan adalah dengan berkonsultasi kepada ahli. Kamu bisa segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis dan saran medis yang tepat tanpa harus keluar rumah.
Studi Mengenai Kratom
Journal of Medicinal Chemistry menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa alkaloid dalam kratom memang memiliki afinitas tinggi terhadap reseptor opioid, namun memiliki mekanisme “biased signaling” yang berbeda dari morfin tradisional.
Temuan ini menunjukkan bahwa meski bisa meredakan nyeri, profil keamanannya tetap memerlukan uji klinis manusia yang lebih mendalam karena adanya risiko depresi pernapasan dan adiksi yang belum sepenuhnya terpetakan pada penggunaan non-medis.
Sebagai kesimpulan, meskipun fungsi kratom mencakup pereda nyeri dan penambah energi, risiko keamanannya jauh lebih besar daripada manfaat yang didapat secara mandiri. Sangat disarankan untuk tetap menggunakan pengobatan konvensional yang sudah teruji klinis dan memiliki izin edar resmi.
Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan yang aman dengan praktis di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.
Referensi:
National Institute on Drug Abuse (NIDA). Diakses pada 2026. Kratom DrugFacts.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Kratom: Unsafe and ineffective.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI. Diakses pada 2026. Larangan Penggunaan Kratom dalam Obat Tradisional.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Critical Review Report: Kratom (Mitragyna speciosa).
FAQ
1. Apakah fungsi kratom sama dengan kopi?
Meskipun satu keluarga, kratom jauh lebih kuat. Kopi hanya mengandung kafein, sementara kratom mengandung alkaloid mitragynine yang bekerja pada reseptor opioid otak.
2. Apakah kratom aman dikonsumsi setiap hari?
Tidak disarankan. Konsumsi setiap hari meningkatkan risiko ketergantungan fisik, toleransi zat, dan potensi kerusakan organ hati serta ginjal.
3. Mengapa kratom dilarang oleh BPOM?
BPOM melarang kratom karena belum adanya data keamanan klinis yang memadai dan tingginya potensi risiko penyalahgunaan serta efek samping psikoaktif.
4. Apa yang harus dilakukan jika terlanjur kecanduan kratom?
Segera hubungi dokter atau pusat rehabilitasi. Proses detoksifikasi harus dipantau secara medis untuk mengurangi gejala putus zat yang menyakitkan.
## Punya Keluhan Setelah Mengonsumsi Herbal atau Zat Tertentu? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa ada keluhan kesehatan yang tidak biasa atau ragu dengan keamanan suatu produk? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!
[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.





