Ad Placeholder Image

Manfaat Lidah Mertua: Udara Sehat dan Rumah Nyaman

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   19 Juni 2026

Manfaat Lidah Mertua: Udara Segar, Tidur Lebih Pulas

Manfaat Lidah Mertua: Udara Sehat dan Rumah NyamanManfaat Lidah Mertua: Udara Sehat dan Rumah Nyaman

DAFTAR ISI


Tanaman hias dalam ruangan kini bukan lagi sekadar elemen estetika untuk mempercantik dekorasi rumah. Lebih dari itu, meletakkan tanaman di dalam ruangan telah terbukti secara ilmiah mampu memberikan dampak positif bagi kualitas hidup dan kesehatan para penghuninya. Salah satu jenis tanaman hias yang sangat populer dan sering direkomendasikan oleh para ahli botani maupun kesehatan lingkungan adalah lidah mertua (Sansevieria trifasciata).

Tanaman yang memiliki daun keras, tegak, dan ujung meruncing ini sangat mudah dikenali. Di balik perawatannya yang tergolong sangat minim dan tidak merepotkan, manfaat tanaman lidah mertua bagi kesehatan ternyata sangat berlimpah. Di zaman modern ini, sebagian besar masyarakat urban menghabiskan hampir 90 persen waktunya di dalam ruangan, baik itu di rumah maupun di kantor. Ironisnya, udara di dalam ruangan justru bisa lebih berpolusi dibandingkan udara di luar ruangan akibat fenomena polusi udara dalam ruang (indoor air pollution).

Kondisi udara yang kotor di dalam ruangan ini dapat memicu berbagai masalah pernapasan, alergi, hingga memengaruhi kesehatan mental. Di sinilah lidah mertua hadir sebagai solusi alami yang murah, aman, dan ramah lingkungan. Tanaman ini mampu bertindak sebagai pembersih udara alami yang secara diam-diam menyerap partikel beracun dan melepaskan oksigen segar untuk kamu hirup setiap harinya.

Lantas, apa saja sebenarnya manfaat tanaman lidah mertua jika diletakkan di dalam rumah, dan bagaimana cara kerjanya dalam mendukung kesehatan tubuh? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!

Manfaat Kesehatan Tanaman Lidah Mertua

Meskipun tampilannya sederhana, lidah mertua adalah salah satu tanaman yang paling banyak diteliti kemampuannya dalam memurnikan udara. Berikut adalah berbagai manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan dengan memelihara tanaman lidah mertua di dalam rumah:

1. Menyaring Senyawa Beracun (Polutan) di Udara

Salah satu manfaat terbesar tanaman lidah mertua adalah kemampuannya dalam menyaring zat-zat kimia berbahaya (Volatile Organic Compounds/VOCs) yang bertebaran di udara. Berbagai barang di rumah kita, seperti cat dinding, karpet, produk pembersih lantai, hingga furnitur berbahan kayu lapis, kerap melepaskan bahan kimia tak kasat mata ke udara. Beberapa senyawa beracun tersebut meliputi formaldehyde (formalin), xylene, benzene, toluene, dan trichloroethylene.

Paparan terus-menerus terhadap senyawa-senyawa ini dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi mata, mual, hingga meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang. Lidah mertua mampu menyerap zat-zat beracun ini melalui pori-pori daunnya, memecahnya, dan mengubahnya menjadi nutrisi bagi tanaman itu sendiri, sehingga udara yang kamu hirup menjadi jauh lebih bersih.

2. Memproduksi Oksigen di Malam Hari

Sebagian besar tanaman menyerap karbon dioksida dan melepaskan oksigen pada siang hari melalui proses fotosintesis, lalu melakukan hal sebaliknya (menyerap oksigen) pada malam hari. Namun, hal ini tidak berlaku bagi lidah mertua. Tanaman ini memiliki mekanisme unik yang disebut Crassulacean Acid Metabolism (CAM).

Mekanisme CAM memungkinkan lidah mertua untuk tetap membuka stomata (pori-pori daun) pada malam hari, menyerap karbon dioksida, dan secara aktif melepaskan oksigen murni saat kamu tidur. Karakteristik inilah yang menjadikan lidah mertua sebagai salah satu tanaman hias terbaik untuk diletakkan di dalam kamar tidur, karena dapat membantu meningkatkan sirkulasi oksigen, membuat pernapasan lebih lega, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas tidur secara keseluruhan.

3. Mengurangi Gejala Alergi dan Asma

Bagi kamu yang memiliki riwayat alergi debu atau asma, menjaga kualitas udara di rumah adalah hal yang wajib dilakukan. Manfaat tanaman lidah mertua juga berkaitan erat dengan kemampuannya dalam mengurangi alergen di udara. Selain menyerap gas beracun, tanaman ini juga efektif dalam menangkap partikel mikroskopis, debu, dan dander (serpihan kulit mati hewan peliharaan) yang melayang di udara.

Dengan menurunnya kadar polutan dan alergen di udara berkat kehadiran lidah mertua, frekuensi kekambuhan alergi, bersin-bersin, mata gatal, maupun sesak napas akibat asma bisa diminimalisir secara signifikan. Udara yang lembap dan bersih adalah kunci dari saluran pernapasan yang sehat.

Tanda-tanda Kualitas Udara Rumah Buruk (Sick Building Syndrome)
  1. Sering mengalami sakit kepala tanpa sebab yang jelas saat berada di rumah.
  2. Mata, hidung, atau tenggorokan terasa kering dan sering gatal atau iritasi.
  3. Batuk kering kronis atau bersin-bersin yang hanya terjadi di dalam ruangan.
  4. Kelelahan berlebih, sulit berkonsentrasi, dan kualitas tidur yang memburuk.

4. Membantu Mencegah Sick Building Syndrome (SBS)

Sick Building Syndrome (SBS) adalah sebuah kondisi medis di mana penghuni sebuah bangunan mengalami berbagai gangguan kesehatan dan ketidaknyamanan tanpa penyebab penyakit yang spesifik, melainkan dipicu oleh buruknya kualitas udara dalam ruangan (ventilasi yang buruk). Gejalanya meliputi sakit kepala, iritasi saluran pernapasan, hingga rasa lelah kronis.

Dengan meletakkan beberapa pot lidah mertua di dalam ruangan kerja atau rumah, sirkulasi udara dan kadar oksigen akan terus diperbarui secara alami. Kehadiran tanaman ini terbukti sangat efektif untuk memerangi efek SBS, membuat penghuni rumah merasa lebih segar, berenergi, dan produktif.

5. Menjaga Kelembapan Udara Ruangan Secara Alami

Udara yang terlalu kering, terutama di ruangan yang terus-menerus menggunakan pendingin ruangan (AC), dapat menyebabkan kulit menjadi kering, bibir pecah-pecah, serta tenggorokan terasa gatal. Manfaat tanaman lidah mertua lainnya adalah kemampuannya dalam melepaskan uap air ke udara melalui proses transpirasi.

Uap air yang dilepaskan ini membantu menjaga kelembapan relatif ruangan agar tetap berada pada level yang ideal. Kelembapan yang terjaga dengan baik tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga membantu menjaga kelembapan membran mukosa di hidung dan tenggorokan, sehingga sistem imun alami tubuh dapat lebih optimal menangkal infeksi virus atau bakteri yang masuk lewat saluran pernapasan.

6. Meningkatkan Kesehatan Mental dan Menurunkan Stres

Konsep biophilic design menjelaskan bahwa manusia memiliki hubungan bawaan dengan alam. Kehadiran elemen alam di dalam rumah, seperti tanaman hijau, memiliki dampak psikologis yang sangat kuat. Memelihara dan melihat tanaman lidah mertua tumbuh di sudut ruangan dapat memicu pelepasan hormon endorfin dan menurunkan kadar kortisol (hormon stres).

Banyak studi psikologi lingkungan yang menegaskan bahwa berada di ruangan yang memiliki tanaman hias dapat membantu menenangkan sistem saraf, mengurangi perasaan cemas (anxiety), menstabilkan tekanan darah, serta mempercepat proses pemulihan bagi orang yang sedang sakit atau dalam masa penyembuhan.

Cara Memaksimalkan Manfaat Lidah Mertua di Rumah

Untuk mendapatkan manfaat tanaman lidah mertua secara optimal, kamu tidak bisa hanya meletakkan satu pot kecil di rumah yang besar. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait penempatan dan perawatan tanaman ini:

1. Perhatikan Jumlah Tanaman

Menurut rekomendasi dari ahli botani dan studi kualitas udara, untuk mendapatkan efek pemurnian udara yang signifikan, disarankan untuk menempatkan sekitar 6 hingga 8 tanaman setinggi pinggang untuk setiap area seluas 100 meter persegi. Kamu bisa membaginya dalam beberapa pot kecil dan menyebarkannya di area yang paling sering digunakan, seperti ruang keluarga dan kamar tidur.

2. Penempatan yang Strategis

Kamar tidur adalah lokasi paling ideal untuk lidah mertua karena kemampuannya memproduksi oksigen di malam hari. Selain itu, kamu juga bisa meletakkannya di dekat sumber polusi dalam rumah, seperti di dekat rak sepatu, area dekat dapur, ruang kerja yang banyak perangkat elektronik, atau di sudut ruangan yang sirkulasi udaranya kurang baik.

3. Cara Perawatan yang Tepat

Lidah mertua dikenal sebagai tanaman yang pantang mati (indestructible plant). Namun, untuk memastikannya tumbuh subur dan efektif memfilter udara, bersihkan daunnya dari debu secara rutin menggunakan kain lembap. Debu yang menumpuk di daun dapat menyumbat stomata dan menurunkan kemampuannya membersihkan udara. Selain itu, siram tanaman ini hanya ketika tanahnya sudah benar-benar kering, karena terlalu banyak air dapat menyebabkan akarnya cepat membusuk.

Peringatan Keamanan: Beracun bagi Hewan Peliharaan
  1. Meski aman dan bermanfaat bagi manusia, lidah mertua mengandung senyawa saponin yang bersifat toksik ringan bagi hewan peliharaan seperti anjing dan kucing.
  2. Jika hewan tanpa sengaja mengunyah atau menelan daunnya, hal ini bisa memicu air liur berlebih, mual, muntah, dan diare.
  3. Pastikan meletakkan tanaman ini di rak yang lebih tinggi atau area yang tidak bisa dijangkau oleh hewan peliharaan kesayanganmu.

Menerapkan gaya hidup sehat memang harus dilakukan secara menyeluruh. Selain memperbaiki kualitas udara dengan tanaman lidah mertua, kamu juga perlu menjaga pertahanan tubuh dari dalam. Kamu bisa memenuhi kebutuhan vitamin harianmu dengan mudah, cukup beli suplemen, vitamin, atau produk kesehatan online di Halodoc. Pesananmu akan diantar dengan aman langsung ke depan pintu rumah.

Studi Terkait Kemampuan Fitorimediasi Lidah Mertua

Salah satu bukti paling kuat mengenai manfaat tanaman lidah mertua datang dari studi klasik yang dilakukan oleh badan antariksa Amerika Serikat. NASA Clean Air Study yang diterbitkan pada tahun 1989 menemukan bahwa beberapa tanaman hias dalam ruangan, termasuk Sansevieria trifasciata, terbukti secara ilmiah memiliki kemampuan fitorimediasi.

Studi tersebut menjelaskan bahwa lidah mertua sangat efektif dalam menghilangkan setidaknya 4 dari 5 racun udara utama penyebab Sick Building Syndrome. Penelitian lebih lanjut yang dipublikasikan dalam jurnal Air Quality, Atmosphere & Health juga menguatkan temuan ini, menunjukkan bahwa tanaman indoor dengan luas permukaan daun yang lebar dan tebal (seperti lidah mertua) memiliki efisiensi serapan yang sangat tinggi terhadap senyawa hidrokarbon yang ada di lingkungan dalam ruang.

Namun, perlu diingat bahwa jika kamu atau anggota keluargamu mengalami gejala gangguan pernapasan, batuk berkepanjangan, atau reaksi alergi yang tak kunjung mereda meskipun lingkungan rumah sudah dibersihkan, segeralah mencari bantuan medis. Kamu dapat melakukan konsultasi ke dokter umum atau spesialis di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis medis dan penanganan yang tepat secara praktis melalui smartphone-mu.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Konsultasi dengan Dokter Umum via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

Referensi

Referensi:
NASA Technical Reports Server (NTRS). Diakses pada 2024. Interior Landscape Plants for Indoor Air Pollution Abatement.
Healthline. Diakses pada 2024. Snake Plant Benefits: How to Care for This Miracle Plant.
WebMD. Diakses pada 2024. Health Benefits of Houseplants.
National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2024. Phytoremediation of Indoor Air Pollutants by Sansevieria trifasciata.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Indoor air quality: How to improve the air you breathe.

FAQ

1. Apakah tanaman lidah mertua aman untuk diletakkan di dalam kamar tidur?

Sangat aman dan justru direkomendasikan. Lidah mertua memiliki kemampuan unik memproduksi oksigen dan menyerap karbon dioksida pada malam hari, sehingga sirkulasi udara di dalam kamar tidur menjadi lebih segar dan membantu meningkatkan kualitas tidur kamu.

2. Seberapa sering tanaman lidah mertua harus disiram?

Lidah mertua adalah tanaman sukulen yang menyimpan air di daunnya, sehingga tidak butuh banyak air. Kamu hanya perlu menyiramnya setiap 2-3 minggu sekali, atau pastikan tanahnya benar-benar kering sebelum disiram kembali agar akarnya tidak membusuk.

3. Apakah lidah mertua berbahaya bagi hewan peliharaan?

Ya, tanaman lidah mertua mengandung senyawa saponin yang beracun jika tertelan oleh anjing atau kucing. Reaksinya dapat memicu air liur berlebih, mual, muntah, hingga diare. Jauhkan tanaman ini dari jangkauan hewan peliharaanmu.

4. Bagaimana cara merawat daun lidah mertua agar tetap bisa menyerap polutan dengan maksimal?

Agar kemampuan fitorimediasi (menyaring udara) tetap maksimal, bersihkan permukaan daun lidah mertua secara rutin menggunakan kain lembut yang sedikit dibasahi air. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan debu yang menutupi pori-pori (stomata) daun.