
Masih Kontroversi, Ini Fakta Terapi aaPRP untuk COVID-19

“Terapi aaPRP kini sedang hangat diperbincangkan di Indonesia. Metode pengobatan ini diklaim mampu mengatasi COVID-19. Kendati demikian, terapi aaPRP belum melewati uji klinis fase 3 sehingga efikasinya terhadap infeksi COVID-19 belum diketahui.”
Halodoc, Jakarta – Selama pandemi COVID-19, berbagai macam metode pengobatan bermunculan yang diklaim mampu menyembuhkan COVID-19. Belakangan ini, terapi aaPRP (autologous activated platelet-rich plasma) sedang hangat diperbincangkan di Indonesia karena diklaim mampu mengatasi COVID-19. Kendati demikian, terapi aaPRP masih menjadi kontroversi karena belum melewati uji klinis.
Terapi aaPRP memang jarang didengar oleh masyarakat Indonesia. Namun, metode PRP sebenarnya bukan hal baru. Terapi ini biasanya digunakan untuk tujuan kecantikan seperti mengatasi kulit keriput, kebotakan, dan menghilangkan bekas jerawat. Nah, berikut fakta seputar terapi aaPRP untuk atasi COVID-19.
Baca juga: Antioksidan dan Antiinflamasi pada Hidrogen Bantu Pulihkan Saluran Pernapasan Pasien COVID-19
Mengenal Terapi aaPRP
Di Indonesia, terapi aaPRP masih sangat asing di telinga masyarakat. Pasalnya, metode pengobatan memang masih jarang ditemui. Terapi aaPPRP adalah konsentrat protein dari trombosit manusia. Protein ini dianggap mampu meningkatkan penyembuhan saat disuntikkan. Protein trombosit bukan hanya membantu penggumpalan darah, tetapi juga mendukung pertumbuhan sel-sel baru di dalam tubuh.
Ketika disuntikan ke jaringan yang rusak, protein diharapkan dapat merangsang tubuh untuk menumbuhkan sel-sel baru yang sehat dan meningkatkan penyembuhan suatu penyakit. Nah, berikut proses terapi aaPRP untuk COVID-19:
- Sampel darah pasien diambil sebanyak 20-25 cc.
- Sampel kemudian dibawa ke laboratorium untuk dipisahkan trombositnya melalui mesin centrifuge. Proses pemisahan memakan waktu sekitar 15 menit.
- Trombosit yang terpisah kemudian akan di suntikan kembali ke tubuh pasien melalui cairan infus.
Keseluruhan proses terapi di atas kira-kira memakan waktu sekitar 2-3 jam. Protein dalam trombosit inilah yang dainggap membantu mengatasi COVID-19.
Baca juga: 4 Kelompok Orang yang Berisiko Alami Reaksi Merugikan Setelah Vaksin COVID-19
Fakta Terapi aaPRP untuk Atasi COVID-19
Terapi aaPRP untuk COVID-19 awalnya diperkenalkan oleh dokter Karina F Moegni, SpBP, lulusan Universitas Indonesia. Dokter Karina mengklaim bahwa terapi aaPRP bisa dilakukan untuk segala usia dengan kondisi kesehatan apa pun. Terapi aaPRP diklaim sangat aman dilakukan karena protein didapatkan dari tubuh sendiri dan bukan zat yang berasal dari hewan.
Protein trombosit diyakini mampu mengatasi COVID-19 karena mengandung anti radang, bakteri, dan protein penumbuh sel baru. Studi yang dipublikasikan dalam U.S National Library of Medicine, activated platelet rich plasma menghasilkan efek anti inflamasi pada kondisi peradangan yang bermanfaat untuk regenerasi jaringan. Kini potensi autologous activated platelet rich plasma (aaPRP) masih terus diuji manfaatnya untuk pengidap Coronavirus Disease-2019 (COVID-19) yang bergejala parah di Unit Perawatan Intensif (ICU).
Kendati demikian, para ahli menyarankan supaya klaim khasiat terapi aaPRP tidak dipublikasikan ke masyarakat sebelum terbukti kebenarannya. Sejauh ini, terapi aaPRP belum melewati uji klinis fase 3 sehingga efikasinya terhadap infeksi COVID-19 belum diketahui secara pasti.
Baca juga: Stres di Tengah Pandemi Virus Corona? Ini 3 Tips Mengatasinya
Melihat kasus COVID-19 masih terus mengalami peningkatan, pastikan kamu menerapkan protokol 5M saat keluar rumah. Protokol 5M meliputi mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Selain itu, sebaiknya kurangi bepergian ke luar rumah apabila tidak ada keperluan yang sangat mendesak.
Apabila mengalami keluhan kesehatan, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Sebelum mengunjungi dokter, lebih mudah dan praktis buat janji rumah sakit terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang juga!



