Ad Placeholder Image

Mata Bayi Berair Sebelah Kiri, Kenali Penyebab dan Solusinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Penyebab Mata Bayi Berair Sebelah Kiri dan Cara Mengatasinya

Mata Bayi Berair Sebelah Kiri, Kenali Penyebab dan SolusinyaMata Bayi Berair Sebelah Kiri, Kenali Penyebab dan Solusinya

DAFTAR ISI


Melihat buah hati mengalami mata bayi berair sebelah tentu seringkali membuat orang tua merasa khawatir. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada bayi yang baru lahir hingga usia beberapa bulan. Meskipun seringkali bersifat ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda infeksi atau gangguan kesehatan mata yang lebih serius.

Mata bayi yang terus-menerus mengeluarkan air mata, meskipun ia tidak sedang menangis, bisa disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari sumbatan saluran air mata hingga iritasi lingkungan. Penanganan yang tepat sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi, seperti konjungtivitis bakteri yang dapat mengganggu kenyamanan dan penglihatan bayi.

Memahami perbedaan antara kondisi normal dan kondisi yang memerlukan intervensi medis adalah langkah awal yang krusial bagi orang tua. Dengan pengetahuan yang tepat, kamu bisa memberikan perawatan rumahan yang efektif atau memutuskan kapan waktu yang tepat untuk mencari bantuan profesional.

Nah, mau tahu apa saja penyebab dan cara menangani mata bayi berair sebelah? Berikut ulasannya!

Memahami Kondisi Mata Bayi Berair

Dalam istilah medis, kondisi mata yang terus-menerus berair disebut sebagai epifora. Pada orang dewasa, air mata diproduksi oleh kelenjar lakrimal, membasahi permukaan mata, dan kemudian mengalir keluar melalui saluran kecil di sudut mata menuju hidung. Namun, pada bayi baru lahir, sistem drainase ini seringkali belum berkembang dengan sempurna secara anatomis.

Sekitar 20 persen bayi dilahirkan dengan saluran air mata yang tersumbat atau belum terbuka sepenuhnya. Kondisi ini bisa terjadi hanya pada salah satu mata atau keduanya. Jika mata bayi berair sebelah, kemungkinan besar terjadi hambatan pada saluran nasolakrimalis di sisi mata tersebut. Hal ini menyebabkan air mata “tergenang” di permukaan mata dan akhirnya tumpah ke pipi tanpa adanya rangsangan emosional seperti menangis.

Penyebab Mata Bayi Berair Sebelah

1. Saluran Air Mata Tersumbat (Dacryostenosis)

Ini adalah penyebab paling umum. Bayi lahir dengan katup tipis di ujung saluran air mata yang gagal terbuka tepat waktu setelah lahir. Akibatnya, air mata tidak bisa mengalir ke rongga hidung. Gejalanya meliputi mata berair yang persisten dan terkadang muncul kotoran mata berwarna putih atau kekuningan di sudut mata, terutama saat bangun tidur.

2. Infeksi Mata (Konjungtivitis)

Dikenal juga sebagai pink eye. Jika selain berair, mata bayi terlihat merah, bengkak, dan mengeluarkan cairan kental berwarna kuning atau hijau, kemungkinan besar terjadi infeksi. Infeksi ini bisa disebabkan oleh bakteri, virus, atau bahkan iritasi dari obat tetes mata yang diberikan saat bayi baru lahir (konjungtivitis kimia).

3. Iritasi Lingkungan

Mata bayi sangat sensitif terhadap polutan. Paparan asap rokok, debu, parfum yang kuat, atau bulu hewan peliharaan dapat memicu produksi air mata berlebih sebagai mekanisme perlindungan mata untuk membilas zat iritan tersebut.

4. Flu atau Pilek

Saat bayi mengalami infeksi saluran pernapasan atas, membran mukosa di hidung akan membengkak. Karena saluran air mata bermuara di hidung, pembengkakan ini dapat menghambat aliran air mata secara sementara, sehingga mata tampak lebih berair dari biasanya.

Tanda Bahaya pada Mata Bayi
  1. Bagian putih mata tampak sangat merah atau meradang.
  2. Terdapat nanah atau cairan kental yang membuat kelopak mata menempel.
  3. Bayi tampak sering mengucek mata atau menunjukkan tanda kesakitan.
  4. Kelopak mata tampak bengkak, panas, atau berwarna keunguan.

Cara Aman Mengatasi Mata Bayi Berair di Rumah

Sebagian besar kasus mata berair karena saluran tersumbat akan membaik dengan perawatan sederhana di rumah. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Membersihkan Mata dengan Lembut

Gunakan kapas bersih yang telah dicelupkan ke dalam air matang hangat (pastikan suhu sudah suam-suam kuku). Usap mata bayi dari sudut dalam (dekat hidung) ke arah luar. Gunakan satu kapas untuk satu kali usapan dan ganti dengan kapas baru jika ingin mengulangi, agar tidak terjadi kontaminasi silang. Jika kamu membutuhkan kapas steril atau perlengkapan kebersihan lainnya, kamu bisa beli obat online di Halodoc untuk mendapatkan produk kesehatan yang aman bagi bayi.

2. Pijat Saluran Air Mata (Pijat Crigler)

Lakukan pijatan lembut di area sudut mata dekat hidung. Gunakan ujung jari kelingking yang sudah dicuci sangat bersih, lalu tekan lembut dan geser jari ke arah bawah sepanjang sisi hidung. Pijatan ini bertujuan untuk membantu membuka sumbatan pada katup saluran air mata melalui tekanan hidrostatik. Lakukan 2-3 kali sehari sebanyak 5-10 tekanan setiap sesinya.

3. Menghindari Iritan

Pastikan lingkungan sekitar bayi bersih dari asap rokok dan debu. Jika menggunakan kipas angin atau AC, pastikan tidak mengarah langsung ke wajah bayi karena dapat membuat permukaan mata kering dan justru memicu produksi air mata kompensasi.

Kapan Harus ke Dokter?

Meskipun sebagian besar kasus akan sembuh sebelum bayi berusia satu tahun, ada beberapa kondisi yang memerlukan penanganan medis spesialis mata anak (oftalmologi pediatrik). Jika sumbatan menetap setelah usia satu tahun, dokter mungkin perlu melakukan prosedur probing untuk membuka saluran secara manual.

Selain itu, jika mata bayi menunjukkan gejala infeksi berat seperti pengeluaran nanah yang masif atau jika mata tampak sangat sensitif terhadap cahaya, jangan menunda pemeriksaan. Untuk mendapatkan saran yang tepat, kamu bisa segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna memastikan mata buah hati mendapatkan penanganan yang akurat.

Studi Mengenai Nasolacrimal Duct Obstruction

Journal of American Association for Pediatric Ophthalmology and Strabismus (JAAPOS) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa sekitar 90% kasus obstruksi saluran nasolakrimalis bawaan pada bayi dapat sembuh secara spontan dengan pijatan konservatif dalam kurun waktu satu tahun pertama kehidupan.

Studi tersebut menekankan pentingnya teknik pijatan yang benar dan kebersihan tangan orang tua untuk mencegah terjadinya dakhriosistitis atau infeksi kantung air mata yang lebih serius pada bayi.

FAQ

1. Apakah mata bayi berair sebelah normal terjadi pada bayi baru lahir?

Ya, ini sangat normal. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh saluran air mata yang belum terbuka sempurna secara anatomis dan biasanya akan membaik seiring perkembangan fisik bayi.

2. Bolehkah menggunakan ASI untuk menetes mata bayi yang berair?

Meskipun merupakan tradisi lama, secara medis tidak disarankan meneteskan ASI ke mata bayi. Kandungan gula dalam ASI justru dapat memicu pertumbuhan bakteri jika area mata sedang terluka atau teriritasi.

3. Berapa lama sumbatan saluran air mata akan hilang?

Umumnya, sumbatan ini akan terbuka dengan sendirinya sebelum bayi menginjak usia 6 hingga 12 bulan melalui pertumbuhan alami dan bantuan pijatan rutin.

4. Apa perbedaan mata berair biasa dengan infeksi?

Mata berair biasa hanya menghasilkan cairan bening dan sedikit kotoran mata kering. Sedangkan infeksi ditandai dengan mata merah, bengkak, dan cairan kental berwarna kehijauan atau kuning.

Menjaga kesehatan mata bayi adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidupnya. Selalu pastikan tangan kamu bersih sebelum menyentuh area wajah bayi. Jika kondisi mata bayi berair sebelah tidak kunjung membaik atau disertai keluhan lain, jangan ragu untuk menghubungi dokter anak atau spesialis mata.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan pendukung di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc kapan saja dibutuhkan.

Referensi:
American Academy of Ophthalmology. Diakses pada 2026. Blocked Tear Duct in Babies.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Blocked tear duct: Symptoms and Causes.
NHS UK. Diakses pada 2026. Sticky eyes and blocked tear ducts in babies.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Nasolacrimal Duct Obstruction (Blocked Tear Duct).

## Punya Keluhan Kesehatan pada Mata Bayi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti mata bayi yang terus berair, tapi bingung harus melakukan apa terlebih dahulu? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant)](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.