Mata Melotot: Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi
Mata melotot adalah kondisi medis serius yang bisa disebabkan oleh gangguan tiroid atau infeksi dan perlu penanganan segera.

DAFTAR ISI
- Apa Itu Mata Melotot?
- Gejala Mata Melotot
- Penyebab Mata Melotot
- Diagnosis Mata Melotot
- Cara Mengatasi Mata Melotot
- Komplikasi Mata Melotot
- Pencegahan Mata Melotot
- Kapan Harus ke Dokter?
- Kesimpulan
- FAQ
Mata melotot bukan sekadar kondisi estetika yang mengganggu, tapi bisa jadi tanda adanya masalah medis serius.
Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai exophthalmos, yakni saat bola mata tampak menonjol keluar dari rongga mata. Salah satu penyebab paling umum adalah penyakit Graves, gangguan autoimun yang menyerang kelenjar tiroid.
Tapi tenang, kondisi ini bisa diobati jika dikenali dan ditangani sejak awal. Yuk, simak gejala, penyebab, hingga langkah pengobatan mata melotot dalam ulasan berikut.
Apa Itu Mata Melotot?
Mata melotot, atau exophthalmos, adalah kondisi ketika bola mata menonjol keluar dari rongga mata (orbita). Kondisi ini sering kali dikaitkan dengan penyakit Graves, suatu gangguan autoimun yang memengaruhi kelenjar tiroid.
Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua mata. Tingkat keparahan exophthalmos bervariasi, mulai dari kasus ringan yang hampir tidak terlihat hingga kasus berat yang menyebabkan komplikasi serius.
Gejala Mata Melotot
Gejala exophthalmos dapat bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:
- Mata tampak lebih besar atau menonjol.
- Mata kering dan iritasi.
- Kesulitan menutup kelopak mata sepenuhnya.
- Penglihatan ganda.
- Nyeri pada mata atau sekitar mata.
- Sensasi tekanan di belakang mata.
- Mata merah dan meradang.
- Penurunan penglihatan.
Penyebab Mata Melotot
Penyebab paling umum dari mata melotot adalah penyakit Graves. Namun, ada penyebab lain yang mungkin, termasuk:
- Penyakit Graves: Gangguan autoimun yang menyebabkan kelenjar tiroid menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid (hipertiroidisme). Antibodi yang dihasilkan dalam penyakit Graves dapat menyerang jaringan di sekitar mata, menyebabkan peradangan dan pembengkakan.
- Tumor orbita: Tumor di belakang mata dapat mendorong bola mata keluar.
- Infeksi orbita: Infeksi pada jaringan di sekitar mata dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan.
- Perdarahan di belakang mata: Perdarahan akibat trauma atau kondisi medis lainnya dapat menyebabkan mata menonjol.
- Penyakit inflamasi: Kondisi inflamasi seperti orbital pseudotumor dapat menyebabkan exophthalmos.
Diagnosis Mata Melotot
Diagnosis exophthalmos melibatkan evaluasi medis lengkap, termasuk riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan tes diagnostik.
Dokter akan memeriksa mata untuk melihat tanda-tanda peradangan, pembengkakan, dan protrusi bola mata. Tes diagnostik yang mungkin dilakukan meliputi:
- Pemeriksaan mata: Untuk mengukur tingkat protrusi mata dan mengevaluasi fungsi otot mata.
- Tes darah: Untuk memeriksa kadar hormon tiroid dan antibodi terkait penyakit Graves.
- CT scan atau MRI: Untuk melihat struktur di belakang mata dan mengidentifikasi tumor atau masalah lain.
- Biopsi: Jika dicurigai ada tumor atau infeksi, biopsi jaringan mungkin diperlukan.
Cara Mengatasi Mata Melotot
Pengobatan exophthalmos tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Pilihan pengobatan meliputi:
- Obat-obatan: Jika exophthalmos disebabkan oleh penyakit Graves, obat-obatan untuk mengendalikan kadar hormon tiroid dapat membantu mengurangi gejala.
- Kortikosteroid: Obat ini dapat membantu mengurangi peradangan dan pembengkakan di sekitar mata.
- Terapi radiasi: Dapat digunakan untuk mengecilkan tumor di belakang mata.
- Operasi: Dalam kasus yang parah, operasi mungkin diperlukan untuk mengurangi tekanan pada saraf optik atau memperbaiki posisi bola mata. Teknik dekompresi orbita dapat dilakukan untuk memberikan lebih banyak ruang bagi jaringan di sekitar mata.
Perawatan suportif:
- Gunakan air mata buatan untuk menjaga mata tetap lembab.
- Gunakan salep mata pada malam hari untuk mencegah mata kering.
- Tidur dengan kepala ditinggikan untuk mengurangi pembengkakan.
- Gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari sinar matahari dan angin.
Jika perawatan di atas tidak membantu, berikut Ini Daftar Dokter Spesialis Mata di Halodoc yang Bisa Dihubungi.
Komplikasi Mata Melotot
Jika tidak diobati, exophthalmos dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk:
- Kerusakan kornea akibat mata kering.
- Ulkus kornea.
- Kehilangan penglihatan.
- Nyeri kronis.
- Gangguan psikologis akibat perubahan penampilan.
Ketahui lebih dalam mengenai Apa Itu Penyakit Mata (Sakit Mata)? Gejala, Penyebab dan Pengobatannya berikut ini.
Pencegahan Mata Melotot
Tidak semua penyebab exophthalmos dapat dicegah. Namun, beberapa langkah dapat membantu mengurangi risiko, terutama jika terkait dengan penyakit Graves:
- Berhenti merokok, karena merokok dapat memperburuk exophthalmos terkait penyakit Graves.
- Mengelola stres, karena stres dapat memicu atau memperburuk penyakit autoimun.
- Rutin memeriksakan kesehatan, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit tiroid.
Pahami lebih lanjut mengenai Penyakit Graves – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera cari pertolongan medis jika mengalami gejala exophthalmos, terutama jika disertai dengan:
- Penurunan penglihatan.
- Nyeri mata yang parah.
- Penglihatan ganda yang baru muncul.
- Demam atau tanda-tanda infeksi lainnya.
Penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi serius dan meningkatkan kualitas hidup.
Kesimpulan
Mata melotot atau exophthalmos adalah kondisi yang memerlukan perhatian medis. Jika mengalami gejala exophthalmos, segera konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.
Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis mata di Halodoc saja!
Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.
Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2025. Proptosis (Bulging Eyes): Causes & Treatment.
Medical News Today. Diakes pada 2025. Exophthalmos: Causes, symptoms, and treatment.
National Health Service UK. Diakses pada 2025. Bulging eyes (exophthalmos).
FAQ
1. Apakah mata melotot selalu disebabkan oleh penyakit Graves?
Tidak, meskipun penyakit Graves adalah penyebab paling umum, exophthalmos juga dapat disebabkan oleh tumor, infeksi, perdarahan, atau kondisi inflamasi lainnya.
2. Apakah mata melotot bisa sembuh?
Exophthalmos bisa sembuh tergantung pada penyebabnya. Pengobatan yang tepat dapat membantu mengurangi gejala dan memperbaiki kondisi.
3. Apa yang harus dilakukan jika mata terasa kering akibat exophthalmos?
Gunakan air mata buatan secara teratur dan salep mata pada malam hari. Hindari faktor-faktor yang dapat memperburuk mata kering, seperti asap rokok dan angin kencang.


