Mata Normal Berapa Visus Idealnya? Simak Penjelasannya.

DAFTAR ISI
- Memahami Arti Visus 6/6
- Mengapa Visus Seseorang Bisa Berubah?
- Cara Menjaga Penglihatan Tetap Optimal
- Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?
- Studi Terkait Kesehatan Mata
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Pernahkah kamu melakukan pemeriksaan mata ke optik atau dokter mata, lalu di akhir sesi dokter menyebutkan bahwa visus kamu adalah 6/6? Banyak orang langsung merasa lega mendengar angka ini karena dianggap sebagai tanda mata yang sempurna. Namun, apa sebenarnya arti dari istilah medis yang satu ini?
Visus 6/6 mengacu pada ketajaman penglihatan (visual acuity) normal seseorang. Angka ini didapatkan dari tes menggunakan grafik Snellen (Snellen Chart), yaitu papan berisi huruf-huruf dengan berbagai ukuran yang biasanya dipasang di dinding klinik atau optik. Memiliki visus 6/6 berarti fungsi refraksi matamu bekerja dengan baik dalam memfokuskan cahaya yang masuk ke retina, sehingga kamu bisa melihat objek di kejauhan dengan jelas.
Menjaga visus agar tetap berada di angka 6/6 sangatlah penting, terutama di era modern ini di mana mata kita dituntut untuk bekerja ekstra. Paparan layar gadget berjam-jam, kebiasaan membaca di tempat gelap, hingga faktor gaya hidup sering kali tanpa disadari menurunkan ketajaman penglihatan kita. Jika tidak ditangani, penurunan kualitas penglihatan dapat berdampak langsung pada produktivitas dan kenyamanan aktivitas sehari-hari.
Nah, mau tahu lebih dalam tentang apa itu visus 6/6, penyebab penurunannya, dan bagaimana cara terbaik menjaga kesehatan matamu? Berikut ulasan lengkapnya!
Memahami Arti Visus 6/6
Dalam istilah medis, visus adalah ukuran ketajaman penglihatan seseorang. Ketika dokter mengatakan visus kamu 6/6, angka tersebut sebenarnya merepresentasikan rasio jarak dalam satuan meter. Di negara yang menggunakan satuan kaki (feet) seperti Amerika Serikat, visus 6/6 ini dikenal juga dengan istilah visus 20/20.
Angka pembilang (angka pertama, yaitu 6) menunjukkan jarak kamu berdiri dari objek (biasanya 6 meter dari grafik Snellen). Sedangkan angka penyebut (angka kedua) menunjukkan jarak di mana mata normal seharusnya dapat membaca baris huruf tersebut dengan jelas. Jadi, visus 6/6 artinya: pada jarak 6 meter, kamu mampu melihat dengan jelas huruf atau objek yang memang seharusnya bisa dilihat oleh orang bermata normal pada jarak 6 meter.
Sebagai perbandingan, jika hasil tes menunjukkan visus 6/12, artinya kamu baru bisa melihat suatu objek dengan jelas di jarak 6 meter, padahal orang bermata normal sudah bisa melihat objek tersebut dari jarak 12 meter. Ini menandakan adanya penurunan ketajaman penglihatan yang biasanya memerlukan alat bantu seperti kacamata atau lensa kontak.
Penting Diketahui: Visus Normal Belum Tentu Mata Sempurna
- Visus 6/6 hanya mengukur seberapa tajam pandangan utama di jarak tertentu (central vision).
- Hasil 6/6 tidak mencakup kualitas penglihatan perifer (samping), persepsi kedalaman, atau kemampuan membedakan warna (buta warna).
- Kondisi medis mata lain seperti glaukoma stadium awal bisa saja terjadi meskipun visus masih menunjukkan angka 6/6. Oleh karena itu, pemeriksaan mata komprehensif tetap rutin diperlukan.
Mengapa Visus Seseorang Bisa Berubah?
Tidak semua orang dilahirkan atau mampu mempertahankan visus 6/6 seumur hidup. Seiring bertambahnya usia, kebiasaan, dan genetika, ketajaman mata sangat mungkin mengalami penurunan. Hal ini umumnya disebabkan oleh kelainan refraksi, yaitu kondisi di mana bentuk mata mencegah cahaya fokus dengan tepat di retina.
Beberapa jenis gangguan yang membuat visus seseorang tidak lagi berada di angka 6/6 meliputi:
1. Miopia (Rabun Jauh)
Ini adalah kondisi paling umum di mana seseorang kesulitan melihat objek jarak jauh dengan jelas, tetapi sangat baik saat melihat benda jarak dekat. Miopia terjadi ketika bola mata terlalu panjang atau kornea terlalu melengkung, sehingga cahaya jatuh di depan retina, bukan tepat di atasnya. Kondisi ini sering kali muncul di usia anak-anak atau remaja dan bertambah parah jika ada faktor genetik dan kebiasaan buruk menatap layar.
2. Hipermetropia (Rabun Dekat)
Kebalikan dari miopia, hipermetropia menyebabkan seseorang kesulitan melihat objek dari jarak dekat, namun objek yang jauh terlihat lebih jelas. Kondisi ini terjadi karena bola mata terlalu pendek atau kornea kurang melengkung, menyebabkan cahaya jatuh di belakang retina.
3. Astigmatisme (Mata Silinder)
Astigmatisme terjadi ketika kornea atau lensa mata memiliki bentuk lengkungan yang tidak teratur, menyerupai bola rugby alih-alih bola basket bulat sempurna. Hal ini menyebabkan penglihatan menjadi kabur atau berbayang pada jarak berapapun. Seringkali, kondisi ini muncul bersamaan dengan miopia atau hipermetropia.
4. Presbiopia (Mata Tua)
Presbiopia adalah kondisi penurunan fungsi mata terkait penuaan alami yang umumnya mulai terasa di usia 40 tahun ke atas. Lensa mata perlahan kehilangan kelenturannya, sehingga sulit untuk memfokuskan pandangan pada objek yang dekat, seperti saat membaca buku atau membalas pesan di ponsel.
Cara Menjaga Penglihatan Tetap Optimal
Meskipun beberapa faktor seperti genetik dan usia tidak dapat dihindari, ada banyak langkah pencegahan yang bisa kamu lakukan untuk menjaga visus agar tetap mendekati 6/6 atau setidaknya mencegah minus bertambah secara drastis.
1. Terapkan Aturan 20-20-20
Mata lelah akibat menatap layar komputer (Computer Vision Syndrome) adalah musuh utama penglihatan modern. Untuk mencegahnya, terapkan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, palingkan pandanganmu ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama minimal 20 detik. Hal ini membantu otot mata untuk beristirahat sejenak.
2. Penuhi Nutrisi yang Ramah Mata
Kesehatan sel-sel makula dan retina sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi harian. Pastikan kamu mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, C, E, Zinc, Lutein, Zeaxanthin, dan Asam Lemak Omega-3. Makanan seperti wortel, bayam, ikan salmon, dan telur sangat baik untuk mata. Selain dari makanan, kebutuhan nutrisi ini juga bisa dibantu dengan mengonsumsi vitamin atau suplemen mata, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.
3. Gunakan Pelindung Mata
Sinar ultraviolet (UV) dari matahari dapat meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula. Pastikan untuk memakai kacamata hitam dengan proteksi UV400 saat beraktivitas di bawah sinar matahari terik. Jika pekerjaamu berisiko mencederai mata, gunakan kacamata pelindung khusus.
4. Atur Pencahayaan dan Jarak Baca
Jangan membaca buku atau menatap gadget dalam ruangan yang redup karena memaksa pupil melebar dan mata bekerja terlalu keras. Pastikan pencahayaan cukup dan jaga jarak ideal antara mata dengan layar atau buku, yaitu sekitar 30 hingga 40 sentimeter.
Kapan Harus Melakukan Pemeriksaan?
Meskipun saat ini kamu merasa visusmu 6/6 dan tidak memiliki keluhan berarti, pemeriksaan mata secara rutin tetap dianjurkan minimal 1-2 tahun sekali. Namun, jangan menunda untuk memeriksakan diri jika kamu mulai merasakan gejala-gejala tertentu.
Beberapa tanda peringatan bahwa matamu memerlukan evaluasi medis segera meliputi: sering menyipitkan mata saat melihat tulisan jauh, pandangan berbayang, sering sakit kepala setelah membaca atau bekerja di depan komputer, hingga adanya kilatan cahaya (flashes) dan bintik hitam yang melayang di pandangan (floaters). Jika kamu merasakan penglihatan mulai kabur, jangan ragu untuk segera konsultasi ke dokter spesialis mata di Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Studi Mengenai Kesehatan Mata
Journal of Ophthalmology menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa paparan layar digital secara berlebihan, terutama pada anak-anak usia sekolah, memiliki korelasi yang signifikan dengan peningkatan angka kejadian miopia secara global.
Studi ini menekankan pentingnya aktivitas di luar ruangan yang terkena cahaya matahari alami sebagai salah satu metode terbaik untuk menekan pelepasan retina dan meminimalisir risiko mata minus. Hal ini semakin menguatkan fakta bahwa pola asuh dan gaya hidup berdampak langsung pada kemampuan mata untuk mempertahankan visus di level 6/6.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Mata via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Mata terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
American Optometric Association. Diakses pada 2024. Comprehensive Eye and Vision Examination.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Eyestrain – Symptoms and causes.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Blindness and vision impairment.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2024. Menjaga Kesehatan Mata di Era Digital.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Myopia and visual acuity.
FAQ
1. Apa bedanya visus 6/6 dan visus 20/20?
Sebenarnya tidak ada perbedaan sama sekali secara fungsi dan artinya. Visus 6/6 menggunakan metrik satuan meter (6 meter) yang umum dipakai di banyak negara termasuk Indonesia. Sedangkan 20/20 menggunakan satuan ukuran kaki (feet), di mana 6 meter kurang lebih sama dengan 20 kaki. Keduanya merujuk pada standar ketajaman penglihatan normal.
2. Apakah mata dengan visus 6/6 berarti terbebas dari penyakit mata?
Tidak selalu. Visus 6/6 hanya mengukur seberapa tajam pandangan pusat kamu dalam mengenali huruf di kejauhan. Kamu masih mungkin memiliki penyakit mata lain, seperti glaukoma tahap awal, katarak ringan di bagian pinggir lensa, mata kering kronis, atau buta warna meskipun hasil visusnya 6/6.
3. Bagaimana cara membaca hasil tes visus di atas kertas resep optik?
Biasanya, hasil visus ditulis terpisah untuk mata kanan (OD – Oculus Dextro) dan mata kiri (OS – Oculus Sinistro). Jika tertulis OD: 6/6 dan OS: 6/12, itu berarti mata kananmu memiliki penglihatan normal, sedangkan mata kirimu mengalami penurunan ketajaman. Jika ada angka minus (misal -1.00), itu menunjukkan tingkat dioptri (kekuatan lensa) yang dibutuhkan untuk mengembalikan visus ke ukuran 6/6.
4. Bisakah mata yang sudah minus dikembalikan menjadi visus 6/6 secara alami?
Secara anatomis, kelainan refraksi seperti miopia (mata minus) yang terjadi karena perubahan bentuk fisik bola mata tidak bisa disembuhkan secara total ke kondisi 6/6 hanya dengan cara alami seperti makan wortel atau senam mata. Namun, kacamata, lensa kontak, dan prosedur bedah medis seperti LASIK dapat memperbaiki penglihatan kamu kembali ke visus 6/6.





