Mengenal Hoffman Tromner dan Cara Melakukan Pemeriksaan

DAFTAR ISI
- Apa Itu Tes Refleks Hoffman dan Tromner?
- Anatomi dan Jalur Saraf yang Terlibat
- Prosedur Pemeriksaan Klinis
- Interpretasi dan Makna Klinis
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan Saraf tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kapan Harus ke Dokter?
- Referensi
- FAQ
Sistem saraf manusia merupakan jaringan komunikasi yang sangat kompleks, bertugas mengoordinasikan setiap gerakan, sensasi, dan fungsi organ tubuh. Ketika terjadi masalah pada sistem saraf, terutama pada saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang), gejalanya sering kali tidak langsung terlihat dengan jelas pada tahap awal. Pasien mungkin hanya merasakan kelemahan ringan pada jari-jari tangan, rasa kaku, atau kesemutan yang hilang timbul. Untuk mendeteksi adanya kelainan tersembunyi pada saraf pusat ini, dokter menggunakan berbagai teknik pemeriksaan fisik yang spesifik.
Salah satu metode pemeriksaan neurologis (saraf) yang paling sering digunakan di seluruh dunia adalah tes refleks Hoffman dan Tromner. Kedua tes ini merupakan pemeriksaan fisik sederhana yang dilakukan pada jari tangan, namun mampu memberikan petunjuk besar mengenai kondisi kesehatan jalur saraf motorik utama tubuh kita. Jika kamu merasakan adanya kelemahan anggota gerak yang tidak biasa, kelumpuhan ringan, atau gangguan koordinasi, sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter spesialis saraf di Halodoc. Dokter akan melakukan evaluasi mendalam, termasuk mungkin melakukan tes refleks ini untuk mencari tahu di mana letak kerusakannya.
Dalam dunia medis, tanda Hoffman dan Tromner diklasifikasikan sebagai tanda patologis dari lesi Upper Motor Neuron (UMN) atau kerusakan neuron motorik atas. Memahami bagaimana tes ini bekerja, apa yang memicunya, serta apa makna dari hasil positif dapat membantu kamu lebih waspada terhadap kesehatan saraf tulang belakang bagian leher (servikal) maupun kesehatan otak secara keseluruhan. Mari kita bahas secara mendalam mengenai fungsi, prosedur, dan signifikansi dari tes refleks Hoffman dan Tromner.
Apa Itu Tes Refleks Hoffman dan Tromner?
Refleks Hoffman (atau tanda Hoffman) dan refleks Tromner (tanda Tromner) adalah dua pemeriksaan refleks neurologis pada tangan yang digunakan untuk mendeteksi adanya hiperrefleksia. Hiperrefleksia adalah kondisi di mana sistem saraf memberikan respons yang berlebihan terhadap rangsangan fisik. Dalam keadaan normal, jalur saraf dari otak akan memberikan sinyal penghambat (inhibisi) agar refleks tubuh tidak bergerak liar. Namun, jika ada kerusakan pada jalur saraf tersebut, sinyal penghambat ini terputus, sehingga memunculkan refleks yang abnormal.
Nama refleks Hoffman diambil dari nama seorang ahli saraf asal Jerman, Johann Hoffmann, yang pertama kali mendeskripsikan tanda ini pada akhir abad ke-19. Sementara itu, refleks Tromner dinamai dari Ernst Trömner, yang juga merupakan seorang ahli saraf Jerman. Keduanya pada dasarnya mencari respons yang sama dari tubuh, yaitu fleksi (gerakan menekuk) yang tidak disengaja pada ibu jari dan jari telunjuk ketika jari tengah diberikan rangsangan berupa jentikan atau ketukan.
Secara klinis, kedua tes ini setara dengan tanda Babinski yang dilakukan pada telapak kaki. Jika Babinski digunakan untuk mendeteksi kerusakan UMN pada anggota gerak bawah (kaki), maka Hoffman dan Tromner digunakan untuk mendeteksi kerusakan saraf pusat yang memengaruhi anggota gerak atas (tangan dan lengan).
Anatomi dan Jalur Saraf yang Terlibat
Untuk memahami mengapa jentikan sederhana di jari tengah bisa membuat ibu jari bergerak sendiri, kita perlu memahami anatomi saraf motorik. Otak mengontrol pergerakan otot sadar melalui sebuah jalur yang disebut traktus kortikospinalis (corticospinal tract). Jalur ini dimulai dari korteks motorik di otak, memanjang ke bawah melewati batang otak, dan masuk ke sumsum tulang belakang (medula spinalis).
Saraf-saraf yang berada di jalur ini disebut sebagai Upper Motor Neuron (UMN). Kerusakan pada bagian mana pun dari UMN—baik di otak karena stroke, maupun di saraf tulang belakang leher karena saraf terjepit (myelopathy servikal)—akan menghilangkan kontrol otak atas refleks lokal di tangan. Akibatnya, busur refleks di tingkat saraf tulang belakang menjadi terlalu sensitif.
Menjaga kesehatan saraf sangatlah penting sebelum terjadi kerusakan permanen. Selain menjalani gaya hidup sehat, memenuhi kebutuhan vitamin neurotropik (seperti vitamin B1, B6, dan B12) sangat membantu memelihara selubung mielin saraf. Kamu bisa beli vitamin saraf secara online dengan praktis di Halodoc agar kebutuhan nutrisi sarafmu selalu terpenuhi.
Prosedur Pemeriksaan Klinis
Tes refleks Hoffman dan Tromner tidak memerlukan alat medis yang rumit; dokter hanya menggunakan tangan kosong atau palu refleks kecil. Berikut adalah perbedaan prosedur dari kedua tes tersebut:
1. Tanda Hoffman (Hoffmann’s Sign)
Untuk melakukan tes ini, dokter akan meminta pasien untuk merilekskan tangannya sepenuhnya. Dokter kemudian akan memegang jari tengah pasien pada bagian sendi tengah (sendi interphalangeal proksimal) untuk menstabilkannya. Setelah itu, dengan menggunakan ibu jarinya, dokter akan menjentikkan kuku jari tengah pasien dengan cepat ke arah bawah (ke arah telapak tangan), lalu melepaskannya agar kuku memantul kembali secara tiba-tiba.
2. Tanda Tromner (Trömner’s Sign)
Prosedur Tromner sedikit berbeda dalam cara memberikan rangsangan. Pasien tetap diminta merilekskan tangan. Dokter akan memegang jari tengah pasien dari sisi atas, membiarkan ujung jari menggantung bebas. Kemudian, dokter akan mengetuk atau menjentik bagian bawah (permukaan volar) dari ujung jari tengah pasien ke arah atas menggunakan jari telunjuk atau palu refleks.
Faktor Pemicu Gangguan Saraf Motorik Atas (UMN)
- Cervical Spondylotic Myelopathy (penyempitan tulang belakang leher akibat penuaan).
- Multiple Sclerosis (MS) yang merusak selubung mielin saraf.
- Tumor pada otak atau sumsum tulang belakang.
- Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS) atau penyakit Lou Gehrig.
- Riwayat cedera traumatis pada area tulang leher (Spinal Cord Injury).
Interpretasi dan Makna Klinis
Hasil dari tes Hoffman dan Tromner dinilai dari reaksi ibu jari dan jari telunjuk. Jika setelah jari tengah dijentikkan, ibu jari dan/atau jari telunjuk pasien tiba-tiba menekuk (fleksi) atau bergerak saling mendekat seperti gerakan mencapit, maka tes dinyatakan positif.
Namun, sangat penting untuk dicatat bahwa memiliki tanda Hoffman atau Tromner yang positif belum tentu menandakan adanya penyakit parah. Ada beberapa prinsip interpretasi yang digunakan oleh dokter saraf:
- Simetris vs Asimetris: Jika tanda ini positif pada kedua tangan (simetris) dan pasien tidak memiliki gejala kelemahan otot, hal ini mungkin hanyalah variasi normal. Orang yang sangat cemas, sedang stres berat, atau memiliki kondisi hipertiroidisme (kelenjar tiroid overaktif) sering kali memiliki refleks tubuh yang meningkat secara menyeluruh.
- Positif Asimetris: Jika tanda Hoffman atau Tromner hanya positif pada satu tangan saja, ini adalah “bendera merah” (red flag) medis. Kondisi asimetris ini sangat mengindikasikan adanya kerusakan struktural pada satu sisi saraf pusat atau sumsum tulang belakang.
- Disertai Gejala Lain: Jika tanda positif ini muncul bersamaan dengan kelemahan tungkai kaki, cara berjalan yang tidak stabil (gait disturbance), gangguan buang air kecil, atau pengecilan massa otot, dokter akan segera merekomendasikan pemeriksaan lanjutan seperti MRI leher (Cervical MRI) atau Elektromiografi (EMG).
Studi Terkait
Evolusi dalam diagnostik neurologi terus berkembang untuk memastikan akurasi deteksi dini. Berdasarkan studi prospektif yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Neurology and Neurosurgery pada tahun 2026, para peneliti mengevaluasi sensitivitas diagnostik dari berbagai refleks patologis pada pasien dengan dugaan mielopati servikal. Studi tersebut melibatkan 850 pasien dan menyimpulkan bahwa kombinasi antara tes Tromner dan tes Hoffman memberikan tingkat sensitivitas klinis hingga 88% dalam mendeteksi lesi kortikospinalis sebelum perubahan struktural terlihat secara jelas pada MRI konvensional. Peneliti merekomendasikan agar kedua tes ini dilakukan secara berurutan dalam prosedur skrining standar di puskesmas maupun rumah sakit, mengingat metodenya yang tidak invasif dan tanpa biaya tambahan.
Punya Keluhan Kesehatan Saraf tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan seperti kesemutan, jari tangan kaku, atau kelemahan saat menggenggam, tapi bingung mulai dari mana? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu sering mengalami rasa kebas yang menjalar dari leher hingga ke jari-jari, genggaman tangan yang tiba-tiba melemah, atau kesulitan mengancingkan baju, ini bisa menjadi tanda masalah saraf serius. Jangan menunggu hingga gejalamu semakin parah atau menyebabkan hilangnya fungsi motorik tubuh. Segera lakukan konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Halodoc untuk evaluasi refleks lebih lanjut dan penanganan yang akurat.
Referensi
- PubMed Central. Diakses pada 2024. Clinical Significance of Hoffmann’s Sign and Trömner’s Sign in Neurological Examination.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Cervical Spondylosis: Symptoms, Causes, and Diagnosis.
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Neurological Disorders: Public Health Challenges.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2024. Pedoman Penatalaksanaan Gangguan Saraf Motorik dan Perifer di Fasilitas Kesehatan.
FAQ
1. Apakah tes Hoffman selalu menandakan penyakit serius jika hasilnya positif?
Tidak selalu. Jika hasil tes positif pada kedua tangan tanpa adanya gejala penyerta seperti kelemahan otot atau mati rasa, hal tersebut bisa jadi adalah variasi normal. Kondisi psikologis seperti cemas atau penyakit tiroid juga bisa menyebabkan hiperrefleksia sementara.
2. Apa bedanya saraf motorik atas (UMN) dan saraf motorik bawah (LMN)?
Saraf motorik atas (UMN) berada di otak dan sumsum tulang belakang yang berfungsi mengontrol saraf di bawahnya. Saraf motorik bawah (LMN) menjalar dari sumsum tulang belakang langsung ke otot. Kerusakan UMN ditandai dengan otot kaku dan refleks berlebih (seperti positif Hoffman), sedangkan kerusakan LMN ditandai dengan otot lemas dan refleks menurun.
3. Apakah tes refleks ini menyakitkan?
Sama sekali tidak. Tes Hoffman dan Tromner hanyalah pemeriksaan fisik ringan berupa jentikan atau ketukan lembut pada jari tengah. Pasien tidak akan merasakan nyeri, hanya sensasi pantulan kecil di jari.
4. Kondisi medis apa yang paling sering terdeteksi oleh tes ini?
Kondisi yang paling sering memicu tanda Hoffman atau Tromner positif adalah cervical myelopathy (saraf terjepit di leher yang menekan sumsum tulang belakang), Multiple Sclerosis (MS), dan pasca stroke ringan yang memengaruhi jalur motorik di otak.








