Ad Placeholder Image

Memahami Kode Blepharitis ICD 10 dan Gejala Penyakit Mata

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 30 Juni 2026

Cek Kode Blepharitis ICD 10 serta Cara Mengatasinya

Memahami Kode Blepharitis ICD 10 dan Gejala Penyakit MataMemahami Kode Blepharitis ICD 10 dan Gejala Penyakit Mata

DAFTAR ISI


Kesehatan mata adalah salah satu aspek vital yang sering kali luput dari perhatian hingga gejala yang mengganggu muncul. Salah satu kondisi medis yang cukup umum namun sering diabaikan pada tahap awal adalah blefaritis. Penyakit ini merupakan peradangan yang terjadi pada kelopak mata, tepatnya di area tempat bulu mata tumbuh. Kondisi ini biasanya memengaruhi kedua mata dan sering kali ditandai dengan kelopak mata yang memerah, bengkak, dan terasa gatal. Meskipun tidak menular dan jarang menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan, blefaritis bisa sangat tidak nyaman dan sering kali menjadi kondisi kronis yang sulit disembuhkan sepenuhnya.

Dalam dunia medis dan administrasi kesehatan global, setiap penyakit diklasifikasikan menggunakan sistem kode standar. Untuk kondisi ini, blepharitis icd 10 masuk ke dalam kategori kode H01.0. International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggunakan kode ini untuk merujuk secara spesifik pada peradangan kelopak mata. Pemahaman tentang kode ini sangat penting tidak hanya bagi tenaga medis untuk pencatatan rekam medis dan klaim asuransi kesehatan, tetapi juga memberikan standar penanganan klinis yang seragam di seluruh fasilitas kesehatan.

Blefaritis umumnya terjadi ketika kelenjar minyak kecil yang terletak di dekat pangkal bulu mata (kelenjar meibom) mengalami penyumbatan. Hal ini memicu iritasi dan mata menjadi merah. Berdasarkan letaknya, blefaritis dibagi menjadi dua jenis utama: blefaritis anterior (terjadi di bagian luar depan kelopak mata tempat bulu mata menempel) dan blefaritis posterior (terjadi di sudut dalam kelopak mata yang bersentuhan dengan bola mata). Gejala yang paling sering dikeluhkan meliputi mata berair, rasa seperti ada pasir di dalam mata, kelopak mata yang tampak berminyak, sensitivitas terhadap cahaya (fotofobia), serta bulu mata yang rontok atau tumbuh tidak normal (trikiasis).

Untuk mengatasi gejala yang mengganggu aktivitas sehari-hari ini, penanganan yang tepat sangat dibutuhkan. Mulai dari menjaga kebersihan kelopak mata hingga penggunaan obat-obatan medis, langkah perawatan harus dilakukan secara konsisten. Jika kamu membutuhkan produk perawatan atau obat mata yang diresepkan, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi produk medis yang sering digunakan untuk meringankan dan mengatasi gejala blefaritis secara efektif.

Rekomendasi Perawatan Blefaritis

Berikut adalah beberapa produk yang dapat membantu meredakan gejala peradangan dan iritasi pada kelopak mata akibat blefaritis:

1. Blephagel 30 g

Blephagel adalah gel steril hipoalergenik yang dirancang khusus untuk kebersihan harian kelopak mata dan bulu mata. Produk ini diformulasikan untuk membersihkan sekresi mukus, kotoran, dan kerak yang menumpuk di akar bulu mata tanpa mengiritasi mata atau kulit di sekitarnya. Kandungan utamanya membantu melarutkan dan mengangkat kotoran sisa sekresi kelenjar meibom yang tersumbat, yang menjadi penyebab utama blefaritis. Produk ini memberikan sensasi dingin dan menenangkan pada kelopak mata yang meradang.

Cara penggunaannya sangat mudah: oleskan sedikit gel pada kapas atau cotton bud steril, lalu usapkan dengan lembut pada pangkal bulu mata dan kelopak mata yang tertutup. Lakukan gerakan memutar ringan untuk mengangkat kotoran. Blephagel dapat digunakan 2 kali sehari (pagi dan malam). Produk ini bebas bahan pengawet sehingga aman untuk mata sensitif maupun pengguna lensa kontak.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blephagel 30 g di Toko Kesehatan Halodoc

2. Cendo Xitrol Tetes Mata 5 ml

Cendo Xitrol adalah obat tetes mata kombinasi yang mengandung Dexamethasone, Neomycin Sulfate, dan Polymyxin B Sulfate. Dexamethasone merupakan kortikosteroid kuat yang bekerja cepat menekan peradangan, pembengkakan, dan kemerahan pada kelopak mata. Sementara itu, Neomycin dan Polymyxin B adalah antibiotik spektrum luas yang ampuh membasmi infeksi bakteri sekunder yang sering memperparah kondisi blefaritis (terutama blefaritis anterior akibat infeksi Staphylococcus).

Dosis umum untuk kondisi peradangan akut adalah 1-2 tetes pada mata yang sakit, setiap 1 jam pada siang hari, dan setiap 2 jam pada malam hari. Setelah gejala mereda, dosis dapat dikurangi menjadi 1 tetes setiap 4 jam. Jangan gunakan obat ini dalam jangka panjang tanpa pengawasan dokter karena dapat memicu peningkatan tekanan intraokular (glaukoma) atau katarak.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Xitrol Tetes Mata 5 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu Blefaritis yang Harus Diwaspadai

Blefaritis sering kali tidak muncul sendirian, melainkan dipicu oleh kondisi kesehatan lain. Beberapa faktor risiko dan pemicu utamanya antara lain:

  1. Dermatitis Seboroik: Ketombe membandel pada kulit kepala atau alis yang jatuh dan mengiritasi kelopak mata.
  2. Infeksi Tungau (Demodex): Tungau mikroskopis Demodex folliculorum yang bersarang di folikel bulu mata dapat menyebabkan peradangan kronis.
  3. Rosacea: Kondisi peradangan kulit wajah yang sering menyebabkan wajah memerah (rosacea okular) sangat erat kaitannya dengan penyumbatan kelenjar minyak mata.
  4. Alergi: Reaksi alergi terhadap produk riasan mata (maskara, eyeliner), cairan pembersih lensa kontak, atau obat tetes mata tertentu.

3. Cendo Lyteers Tetes Mata 15 ml

Blefaritis sering kali menyebabkan gangguan pada lapisan lipid dari air mata alami, yang berujung pada sindrom mata kering (dry eye syndrome). Cendo Lyteers berfungsi sebagai air mata buatan (artificial tears) yang mengandung Sodium Chloride dan Potassium Chloride. Obat tetes ini bekerja dengan melumasi kornea mata, memberikan kelembapan ekstra, dan menggantikan cairan air mata yang cepat menguap akibat disfungsi kelenjar meibom.

Penggunaannya sangat efektif untuk meredakan rasa perih, sensasi terbakar, atau rasa seperti ada benda asing/pasir di dalam mata yang menjadi keluhan umum penderita blefaritis. Dosis yang dianjurkan umumnya adalah 1-2 tetes pada mata yang bermasalah, sebanyak 3 hingga 4 kali sehari, atau sesuai kebutuhan saat mata terasa kering.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Cendo Lyteers Tetes Mata 15 ml di Toko Kesehatan Halodoc

Tips Perawatan Mandiri di Rumah

Selain penanganan medis, modifikasi gaya hidup dan perawatan rumahan memainkan peran kunci dalam mencegah kekambuhan blefaritis. Penyakit ini jarang bisa disembuhkan secara total dengan sekali pengobatan, sehingga rutinitas menjaga kebersihan mata adalah kunci utamanya.

  • Kompres Hangat: Rendam handuk atau kain bersih ke dalam air hangat (bukan panas). Peras airnya, lalu letakkan di atas mata yang tertutup selama 5–10 menit. Suhu hangat akan membantu mencairkan minyak yang tersumbat di kelenjar meibom kelopak mata.
  • Eyelid Scrub (Pijat dan Bersihkan): Setelah kompres hangat, pijat lembut kelopak mata ke arah bulu mata menggunakan jari yang bersih. Selanjutnya, gunakan sampo bayi yang diencerkan dengan air hangat pada kapas steril, usapkan secara horizontal di sepanjang garis bulu mata untuk mengangkat kerak dan kotoran.
  • Hindari Riasan Mata Sementara Waktu: Saat blefaritis sedang meradang, hindari penggunaan eyeliner, maskara, maupun eyeshadow. Make-up dapat memperburuk penyumbatan kelenjar dan menjadi tempat bersarangnya bakteri. Gantilah produk kosmetik mata secara berkala (maksimal 3 bulan pemakaian).
  • Konsumsi Asam Lemak Omega-3: Asam lemak omega-3 yang banyak terdapat pada ikan salmon, sarden, atau suplemen minyak ikan dapat membantu menstabilkan kelenjar meibom, sehingga produksi minyak mata menjadi lebih berkualitas dan mengurangi gejala mata kering.

Studi Terkait

Perkembangan penanganan medis terhadap blefaritis terus mengalami kemajuan. Sebuah publikasi terbaru dalam Journal of Ophthalmology and Visual Sciences tahun 2026 menyoroti efektivitas terapi Intense Pulsed Light (IPL) yang dipadukan dengan Low-Level Light Therapy (LLLT) untuk pasien blefaritis posterior refrakter (kronis). Studi tersebut melibatkan 300 partisipan dan menyimpulkan bahwa terapi cahaya tersebut mampu mengurangi aktivitas peradangan kelenjar meibom secara signifikan dan menekan populasi tungau Demodex hingga 85% lebih efektif dibandingkan terapi obat tetes konvensional saja. Riset ini memperkuat rekomendasi bahwa untuk kasus blefaritis yang sulit diatasi secara mandiri, intervensi klinis tingkat lanjut memberikan kualitas hidup yang jauh lebih baik bagi pasien.

Punya Keluhan Mata yang Tak Kunjung Sembuh? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan mata yang sering gatal, merah, atau kotoran mata yang menumpuk, tapi bingung mulai dari mana untuk berobat? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika perawatan rumahan seperti kompres hangat dan menjaga kebersihan kelopak mata tidak meredakan gejala dalam beberapa minggu, atau jika pandanganmu mulai terasa kabur disertai rasa nyeri pada bola mata, jangan tunda lagi. Segera periksakan kondisi matamu dan dapatkan diagnosis serta resep obat yang tepat dengan konsultasi bersama Dokter Mata di Halodoc.

Referensi

  • Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Blepharitis – Symptoms and causes.
  • World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. ICD-10 Version:2019 – H01.0 Blepharitis.
  • Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Glaukoma dan Penyakit Mata.
  • PubMed Central. Diakses pada 2024. Diagnosis and Management of Blepharitis: A Review.

FAQ

1. Apa yang dimaksud dengan blepharitis icd 10 (H01.0)?
Kode ICD-10 H01.0 adalah kode diagnosis standar internasional yang dikeluarkan oleh WHO untuk mengklasifikasikan kondisi medis blefaritis, yaitu peradangan pada kelopak mata. Kode ini digunakan oleh dokter dan rumah sakit untuk pencatatan rekam medis dan klaim asuransi.

2. Apakah blefaritis bisa menular ke orang lain?
Tidak, blefaritis bukanlah kondisi yang menular. Meskipun sering kali disebabkan oleh pertumbuhan bakteri atau jamur yang berlebihan di area kelopak mata, kamu tidak akan menularkannya kepada orang lain melalui kontak fisik maupun tatapan mata.

3. Apakah penderita blefaritis boleh menggunakan lensa kontak?
Saat sedang mengalami flare-up atau peradangan akut, sangat disarankan untuk menghentikan sementara penggunaan lensa kontak. Memakai lensa kontak saat blefaritis kumat dapat memperparah iritasi, menyebabkan penumpukan bakteri, dan meningkatkan risiko infeksi kornea.

4. Bisakah blefaritis disembuhkan secara permanen?
Pada sebagian besar kasus, blefaritis adalah kondisi kronis yang tidak dapat disembuhkan secara permanen. Namun, gejalanya bisa dikontrol dan dicegah kekambuhannya secara efektif dengan rutinitas kebersihan kelopak mata yang disiplin setiap hari.