Ad Placeholder Image

Mengapa Gigi Berlubang Bisa Menyebabkan Sakit Gigi? Ini Penjelasannya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Caisar Dewi Maulina   14 November 2025

Rasa sakit muncul karena gigi yang berlubang dapat mencapai jaringan sensitif dan memicu peradangan.

Mengapa Gigi Berlubang Bisa Menyebabkan Sakit Gigi? Ini PenjelasannyaMengapa Gigi Berlubang Bisa Menyebabkan Sakit Gigi? Ini Penjelasannya

Daftar Isi:


Sakit gigi akibat gigi berlubang bisa sangat mengganggu. Kondisi ini tak hanya menimbulkan rasa nyeri, tetapi juga dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Rasa sakit tersebut muncul karena kerusakan pada gigi dapat mencapai jaringan sensitif yang memicu peradangan dan iritasi saraf.

Lantas, kenapa gigi berlubang bisa terasa sakit? Simak penjelasannya berikut ini.

Definisi Gigi Berlubang

Gigi berlubang, atau karies gigi, adalah kerusakan permanen pada permukaan gigi yang membentuk lubang kecil.

Kondisi ini disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk bakteri di mulut, seringnya mengonsumsi makanan atau minuman manis, dan kurangnya perawatan gigi yang baik.

Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, masalah gigi berlubang masih menjadi masalah kesehatan mulut yang umum di Indonesia. Penting untuk memahami penyebab dan cara pencegahannya.

Yuk, ketahui selengkapnya Cara Mengobati Sakit Gigi Berlubang.

Penyebab Gigi Berlubang Sakit

Gigi berlubang menyebabkan rasa sakit karena beberapa alasan utama:

  • Kerusakan Email dan Dentin: Lubang pada gigi merusak lapisan pelindung gigi (email) dan lapisan di bawahnya (dentin).
  • Iritasi Saraf Gigi: Ketika kerusakan mencapai pulpa (jaringan saraf dan pembuluh darah di dalam gigi), saraf menjadi teriritasi dan menyebabkan nyeri.
  • Peradangan: Bakteri dalam lubang gigi dapat menyebabkan peradangan pada pulpa, meningkatkan sensitivitas dan rasa sakit.
  • Terbukanya Dentin: Dentin memiliki tubulus yang terhubung langsung ke pulpa gigi. Ketika dentin terbuka, rangsangan seperti makanan atau minuman panas, dingin, atau manis dapat dengan mudah mencapai saraf dan menyebabkan rasa sakit yang tajam.

Konsumsi makanan dan minuman manis secara berlebihan, serta kurangnya kebersihan mulut, mempercepat proses pembentukan lubang dan meningkatkan risiko sakit gigi.

Penelitian dalam Journal of Clinical Dentistry menunjukkan bahwa, kebersihan mulut yang buruk secara signifikan meningkatkan risiko karies gigi dan nyeri terkait.

Gejala Gigi Berlubang

Gejala gigi berlubang bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan kerusakan. Beberapa gejala umum meliputi:

  • Sakit gigi, yang bisa terasa tajam, berdenyut, atau terus-menerus.
  • Sensitivitas gigi terhadap makanan atau minuman panas, dingin, atau manis.
  • Nyeri saat menggigit.
  • Lubang yang terlihat pada gigi.
  • Noda cokelat, hitam, atau putih pada permukaan gigi.
  • Bau mulut.

Jika mengalami salah satu gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter gigi untuk mendapatkan diagnosis dan perawatan yang tepat.

Cara Mengatasi Sakit Gigi Akibat Gigi Berlubang

Pengobatan gigi berlubang bertujuan untuk menghilangkan rasa sakit, mencegah infeksi, dan memperbaiki kerusakan gigi.

Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Tambal Gigi: Prosedur ini melibatkan pengangkatan jaringan gigi yang rusak dan mengisi lubang dengan bahan tambalan.
  • Perawatan Saluran Akar (Root Canal): Jika kerusakan mencapai pulpa, perawatan saluran akar mungkin diperlukan untuk mengangkat jaringan pulpa yang terinfeksi, membersihkan saluran akar, dan mengisinya dengan bahan pengisi.
  • Pencabutan Gigi: Jika gigi terlalu rusak untuk diperbaiki, pencabutan mungkin menjadi pilihan terakhir.

Selain perawatan di dokter gigi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah untuk meredakan sakit gigi sementara:

  • Berkumur dengan air garam hangat
  • Mengompres dingin pada area yang sakit
  • Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti parasetamol atau ibuprofen

Kamu alami sakit gigi hingga mengganggu aktivitas sehari-hari? Simak rekomendasi obat sakit gigi dari Halodoc berikut ini:

Pencegahan Gigi Berlubang

Mencegah gigi berlubang lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang efektif:

  • Sikat gigi secara teratur, minimal dua kali sehari, dengan pasta gigi berfluoride.
  • Gunakan benang gigi (dental floss) setiap hari untuk membersihkan sela-sela gigi.
  • Batasi konsumsi makanan dan minuman manis.
  • Kunjungi dokter gigi secara teratur untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi.
  • Pertimbangkan perawatan fluoride tambahan, terutama jika berisiko tinggi mengalami gigi berlubang.

Simak juga Ini Cara Memilih Sikat Gigi yang Tepat dan Tips Merawatnya.

Komplikasi Gigi Berlubang yang Tidak Diobati

Jika tidak diobati, gigi berlubang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Sakit gigi yang parah.
  • Infeksi.
  • Abses gigi (penumpukan nanah).
  • Kehilangan gigi.
  • Kesulitan makan dan berbicara.
  • Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Jangan tunda perawatan gigi berlubang. Semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko terjadinya komplikasi.

Konsultasi dengan dokter gigi kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc. 

Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc. 

Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada. 

Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat! 

Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Cavities/Tooth Decay.
Health Service Executive. Diakses pada 2025. Dental Caries.
MedlinePlus. Diakses pada 2025. Dental Cavities.

FAQ Seputar Gigi Berlubang

T: Apakah gigi berlubang bisa sembuh sendiri?

J: Tidak, gigi berlubang tidak bisa sembuh sendiri. Kerusakan gigi bersifat permanen dan memerlukan perawatan dari dokter gigi.

T: Apakah semua orang pasti mengalami gigi berlubang?

J: Tidak, tetapi risiko gigi berlubang meningkat jika tidak menjaga kebersihan mulut dengan baik dan sering mengonsumsi makanan atau minuman manis.

T: Pasta gigi apa yang sebaiknya digunakan untuk mencegah gigi berlubang?

J: Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Fluoride membantu memperkuat email gigi dan mencegah kerusakan lebih lanjut.

T: Seberapa sering saya harus ke dokter gigi?

J: Dianjurkan untuk mengunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk pemeriksaan dan pembersihan gigi rutin.