Ad Placeholder Image

Mengapa Konsul Radang Tenggorokan Meningkat Selama Ramadan? Ini Penyebabnya

5 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   10 Maret 2026

Tren konsul radang tenggorokan meningkat selama Ramadan akibat dehidrasi dan pola makan sahur yang kurang tepat bagi kesehatan tenggorokan.

Mengapa Konsul Radang Tenggorokan Meningkat Selama Ramadan? Ini PenyebabnyaMengapa Konsul Radang Tenggorokan Meningkat Selama Ramadan? Ini Penyebabnya

DAFTAR ISI


Menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan membawa perubahan signifikan pada pola makan dan aktivitas harian. Namun, di balik keberkahan bulan ini, banyak orang mengeluhkan masalah kesehatan pada saluran pernapasan atas.

Fenomena konsul radang tenggorokan meningkat selama ramadan sering kali menjadi sorotan tenaga kesehatan setiap tahunnya. Masalah ini bukan sekadar pusing atau lemas biasa.

Rasa nyeri saat menelan, tenggorokan kering, hingga suara seru sering kali mengganggu kekhusyukan ibadah, terutama saat kamu harus membaca Al-Qur’an atau melakukan salat Tarawih. Memahami pemicu medis di balik kondisi ini sangat penting agar kamu bisa tetap bugar hingga hari kemenangan tiba.

Mengapa Konsul Radang Tenggorokan Meningkat Selama Ramadan?

Peningkatan jumlah pasien yang melakukan konsul radang tenggorokan meningkat selama ramadan biasanya dipicu oleh perubahan drastis pada metabolisme dan perilaku makan. Selama belasan jam, tubuh tidak mendapatkan asupan cairan, yang menyebabkan kondisi lingkungan di dalam rongga mulut dan tenggorokan berubah secara fisiologis.

Tanpa adanya air yang membasahi jalur tenggorokan secara berkala, lapisan mukosa menjadi lebih rentan terhadap iritasi. Selain itu, faktor lingkungan seperti cuaca panas atau penggunaan AC yang berlebihan saat tidur setelah sahur juga turut berkontribusi pada keringnya saluran pernapasan.

Di episode Halodoc Talks pertama ini, kami juga membahas bagaimana tubuh beradaptasi selama Ramadan dan tantangan kesehatan yang paling sering muncul, seperti maag, vertigo, dan gangguan pencernaan.

Berangkat dari data Halodoc dari tahun ke tahun, Fibriyani Elastria (Chief Marketing Officer Halodoc) dan dr. Irwan Heriyanto, MARS (Board of Medical Excellence Halodoc) mengulas mengapa persiapan kesehatan sejak awal menjadi kunci agar puasa berjalan lebih lancar dan nyaman.

Ingin insight lebih lengkap seputar kesiapan dan tantangan kesehatan selama Ramadan hingga Idul Fitri?

Baca selengkapnya di Indonesia Health Insights Report Q1 2026.

Penyebab Medis Radang Tenggorokan saat Puasa

Ada beberapa alasan utama mengapa frekuensi konsul radang tenggorokan meningkat selama ramadan:

  • Dehidrasi Ekstrim: Kurangnya cairan membuat produksi air liur (saliva) berkurang. Air liur memiliki fungsi alami sebagai pelumas dan pelindung tenggorokan dari kuman.
  • Asupan Makanan Iritan: Konsumsi gorengan, makanan yang terlalu pedas, atau minuman yang sangat dingin saat berbuka dapat memicu peradangan pada dinding tenggorokan.
  • Refluks Asam Lambung (GERD): Kebiasaan langsung tidur setelah sahur memicu asam lambung naik ke tenggorokan (LPR), yang menyebabkan iritasi kronis dan rasa mengganjal.
  • Penularan Virus: Meskipun puasa bisa meningkatkan sistem imun tertentu, perubahan pola tidur yang drastis terkadang membuat tubuh lebih rentan terhadap virus flu.

Gejala yang Sering Muncul dan Diadukan Pasien

Banyak pasien yang melakukan konsul radang tenggorokan meningkat selama ramadan melaporkan gejala yang mirip namun dengan intensitas yang berbeda:

  • Nyeri tajam atau rasa terbakar saat menelan makanan dan minuman.
  • Tenggorokan terasa sangat kering dan gatal, terutama di siang hari.
  • Munculnya bau mulut yang tidak sedap (halitosis) akibat pertumbuhan bakteri di lingkungan kering.
  • Pembengkakan kelenjar di area leher pada kasus yang disertai infeksi bakteri.
  • Batuk kering yang terus-menerus mengganggu waktu istirahat.

Bahaya Dehidrasi Bagi Lapisan Mukosa

Dehidrasi adalah musuh utama kesehatan tenggorokan selama Ramadan. Lapisan mukosa tenggorokan membutuhkan kelembapan konstan untuk memerangkap partikel debu dan mikroorganisme berbahaya. Saat kamu kekurangan cairan, lapisan ini menipis dan kehilangan fungsi proteksinya.

Inilah alasan utama mengapa konsul radang tenggorokan meningkat selama ramadan, karena iritasi kecil saja sudah cukup untuk memicu respons inflamasi yang menyakitkan. Tanpa hidrasi yang cukup, proses pemulihan alami sel-sel di tenggorokan juga akan melambat.

Pahami lebih dalam Apa itu Sakit Tenggorokan? Ini Gejala yang Perlu Kamu Pahami. supaya bisa mengatasinya.

Rekomendasi Dokter yang Bisa Bantu Pengobatan Sakit Tenggorokan

Apabila tenggorokan sakit dan tak kunjung membaik, segeralah hubungi dokter spesialis THT di Halodoc untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. 

Dokter juga mungkin bisa memberikan resep obat sesuai dengan kondisi dan gejala yang kamu rasakan.

Nah, berikut beberapa dokter yang sudah berpengalaman yang bisa kamu hubungi. 

Dokter-dokter ini juga mendapatkan rating yang baik dari para pasien yang sebelumnya mereka tangani.

Ini daftarnya:

Tak perlu khawatir jika dokter sedang tidak tersedia atau offline

Sebab, kamu tetap bisa membuat janji konsultasi di lain waktu melalui aplikasi Halodoc.

Ayo hubungi dokter di Halodoc sekarang juga!

Tips Mencegah Radang Tenggorokan Selama Puasa

Agar kamu tidak perlu menambah statistik konsul radang tenggorokan meningkat selama ramadan, lakukan langkah pencegahan berikut:

  • Pola Minum 2-4-2: Minumlah minimal 8 gelas air antara waktu berbuka hingga sahur untuk menjaga hidrasi mukosa tenggorokan.
  • Hindari Makanan Berminyak: Kurangi konsumsi gorengan saat berbuka karena minyak berlebih dapat mengiritasi lapisan tenggorokan. Yuk, ketahui info lain tentang Makanan Sehat- Jenis, Manfaat & Khasiatnya di sini.
  • Jangan Langsung Tidur Setelah Sahur: Beri jeda minimal 2 jam agar proses pencernaan selesai dan mencegah asam lambung naik ke tenggorokan.
  • Gunakan Pelembap Udara: Jika kamu tidur menggunakan AC, gunakan humidifier agar udara yang kamu hirup tidak terlalu kering.

Kapan Kamu Harus Segera Berkonsultasi?

Meskipun radang tenggorokan ringan bisa membaik dengan istirahat, kamu harus segera melakukan tindakan medis jika gejala memberat. Jangan mengabaikan kondisi ini jika kamu mengalami:

  • Demam tinggi yang tidak turun selama lebih dari 2 hari.
  • Kesulitan bernapas atau suara yang hilang sama sekali.
  • Munculnya bercak putih atau nanah pada amandel.
  • Nyeri yang sangat hebat hingga kamu tidak bisa menelan air liur sendiri.

Peningkatan tren konsul radang tenggorokan meningkat selama ramadan menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan tenggorokan masih perlu ditingkatkan.

Jangan biarkan radang tenggorokan menghambat pahala puasa kamu. Jaga pola makan dan hidrasi sejak dini agar tenggorokan tetap nyaman sepanjang hari.

Itulah penjelasan seputar sakit tenggorokan yang perlu kamu ketahui. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait kondisi ini, hubungi dokter spesialis THT di Halodoc saja!

Mereka bisa memberikan informasi dan saran perawatan yang tepat sekaligus meresepkan obat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Ramadan fasting: Evidence or expert opinion? Results
of preliminary studies.

Healthline. Diakses pada 2026. Sore Throat: Treatment, Causes, Diagnosis, Symptoms & More.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Sore throat – Symptoms and causes.