Ad Placeholder Image

Mengenal 7 Manfaat Buah Matoa bagi Kesehatan Tubuh

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Buah matoa memiliki banyak manfaat untuk kesehatan saat dimasukkan ke dalam menu diet.

Mengenal 7 Manfaat Buah Matoa bagi Kesehatan TubuhMengenal 7 Manfaat Buah Matoa bagi Kesehatan Tubuh

DAFTAR ISI


Indonesia merupakan negara tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk berbagai jenis flora yang memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan. Salah satu tanaman endemik yang kini semakin mendapat perhatian adalah pohon buah matoa (Pometia pinnata). Tanaman yang berasal dari daratan Papua ini tidak hanya dikenal karena kelezatan buahnya yang unik, tetapi juga karena berbagai khasiat medis yang tersimpan di dalam daun, kulit kayu, hingga daging buahnya.

Pohon buah matoa tumbuh subur di wilayah dengan tanah yang gembur dan curah hujan tinggi. Pohon ini dapat tumbuh sangat tinggi hingga mencapai 18 sampai 30 meter dengan tajuk daun yang rindang, sehingga sering kali dimanfaatkan sebagai pohon peneduh. Buah yang dihasilkannya memiliki cangkang keras berwarna hijau, kemerahan, atau keunguan, dengan tekstur daging buah yang kenyal dan aroma yang sangat khas—sering dideskripsikan sebagai perpaduan antara rambutan, kelengkeng, dan durian.

Penting untuk mengetahui kandungan gizi dan manfaat medis dari tanaman ini. Seiring dengan meningkatnya tren gaya hidup sehat dan pengobatan alternatif, banyak orang mulai beralih pada bahan-bahan alami untuk menjaga kebugaran tubuh. Pohon buah matoa menyimpan berbagai senyawa fitokimia dan vitamin yang esensial. Kandungan antioksidan yang tinggi pada buah ini menjadikannya salah satu agen alami penangkal radikal bebas yang efektif.

Nah, mau tahu apa saja manfaat luar biasa dari pohon buah matoa untuk kesehatan tubuhmu secara menyeluruh? Serta bagaimana cara mengonsumsinya agar aman tanpa menimbulkan efek samping? Berikut ulasan lengkap yang telah dirangkum untukmu!

Mengenal Karakteristik Pohon Buah Matoa

Sebelum membahas lebih jauh mengenai manfaat kesehatannya, ada baiknya kamu mengenal lebih dekat tentang pohon buah matoa. Tanaman ini termasuk dalam keluarga Sapindaceae, yang masih satu kerabat dengan rambutan dan leci. Terdapat dua jenis buah matoa yang paling umum dikenal oleh masyarakat, yaitu matoa kelapa dan matoa papeda.

Matoa kelapa memiliki ciri khas daging buah yang lebih kenyal, padat, dan tidak mudah lepas dari bijinya, mirip dengan tekstur rambutan rapiah. Sementara itu, matoa papeda memiliki tekstur daging yang lebih lembek, agak lengket, dan sangat mudah dipisahkan dari bijinya. Keduanya memiliki profil rasa manis legit yang sangat menyegarkan jika dikonsumsi dalam keadaan dingin.

Selain buahnya, bagian lain dari pohon buah matoa seperti daun dan kulit kayunya telah lama dimanfaatkan dalam sistem pengobatan tradisional oleh masyarakat lokal di Papua. Rebusan daun matoa sering digunakan untuk meredakan demam, sedangkan ekstrak kulit kayunya dimanfaatkan untuk mempercepat penyembuhan luka berkat sifat antibakterinya.

Kandungan Nutrisi dalam Buah Matoa

Daging buah matoa bukan hanya sekadar camilan manis yang menyegarkan, melainkan juga “pabrik” nutrisi yang sangat baik bagi tubuh. Buah ini kaya akan air dan gula alami yang dapat memberikan energi instan. Lebih dari itu, matoa mengandung berbagai mikronutrien penting yang dibutuhkan tubuh setiap harinya.

Vitamin C adalah salah satu nutrisi paling dominan dalam buah ini. Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan kuat yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan oksidatif, sekaligus memainkan peran penting dalam sintesis kolagen untuk kesehatan kulit, tulang, dan pembuluh darah. Selain itu, terdapat juga vitamin E yang berlimpah, yang terkenal akan kemampuannya dalam menjaga kelembapan dan elastisitas kulit.

Tidak hanya vitamin, buah matoa juga mengandung mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang krusial untuk menjaga kepadatan massa tulang. Dari segi fitokimia, ekstrak dari buah, daun, dan kulit pohon buah matoa terbukti mengandung senyawa aktif seperti tanin, saponin, dan flavonoid. Senyawa-senyawa ini bekerja secara sinergis sebagai agen antimikroba, antiinflamasi, dan pelindung sistem kardiovaskular.

Manfaat Pohon Buah Matoa bagi Kesehatan

Dengan profil nutrisi yang begitu kompleks, wajar jika konsumsi buah matoa dan pemanfaatan bagian pohon lainnya dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi tubuh. Berikut ini adalah penjelasan detail mengenai khasiatnya:

1. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Manfaat utama dari mengonsumsi buah matoa adalah penguatan sistem imun. Kandungan vitamin C yang tinggi membantu menstimulasi produksi sel darah putih, terutama limfosit dan fagosit, yang bertugas melawan patogen penyebab infeksi. Konsumsi matoa secara rutin dalam porsi yang wajar dapat membuat tubuhmu lebih kebal terhadap penyakit musiman seperti flu dan batuk. Jika asupan vitamin harianmu dirasa belum cukup hanya dari makanan, kamu bisa beli suplemen, beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah dengan sangat praktis.

2. Merawat Kesehatan dan Keremajaan Kulit

Perpaduan antara vitamin C dan vitamin E dalam buah matoa adalah rahasia alami untuk kulit yang glowing dan sehat. Vitamin C mendorong produksi kolagen yang mencegah kulit kendur, sedangkan vitamin E memberikan lapisan perlindungan pada membran sel kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) matahari yang merusak. Keduanya bekerja sama untuk memudarkan noda hitam, mencegah kerutan dini, dan menjaga kelembapan kulit secara maksimal.

3. Mencegah Penyakit Jantung Koroner

Kesehatan organ jantung sangat bergantung pada aliran darah yang lancar dan pembuluh darah yang elastis. Kandungan antioksidan seperti flavonoid pada pohon buah matoa dapat mencegah terjadinya oksidasi kolesterol jahat (LDL) di dalam aliran darah. Oksidasi LDL adalah penyebab utama terbentuknya plak di dinding arteri (aterosklerosis) yang memicu serangan jantung. Flavonoid membantu menjaga pembuluh darah tetap bersih dan lentur.

4. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)

Bagi kamu yang memiliki riwayat hipertensi, buah matoa bisa menjadi alternatif buah yang menyehatkan. Buah ini bersifat diuretik ringan yang membantu ginjal membuang kelebihan natrium (garam) dan cairan melalui urine. Proses ini akan mengurangi beban kerja jantung dan menurunkan tekanan pada dinding pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi lebih stabil.

5. Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan

Daging buah matoa mengandung serat makanan yang sangat baik untuk melancarkan proses pencernaan. Serat berfungsi menambah massa feses dan merangsang gerakan peristaltik usus, sehingga mencegah sembelit (konstipasi). Selain itu, serat juga berperan sebagai prebiotik yang menjadi makanan bagi bakteri baik dalam usus, yang mana sangat penting untuk menjaga keseimbangan mikrobioma pencernaan.

6. Mengelola Stres dan Menenangkan Pikiran

Siapa sangka buah yang lezat ini juga bermanfaat untuk kesehatan mental? Kandungan vitamin E pada matoa tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga berpengaruh pada fungsi kognitif. Vitamin E membantu mengurangi stres oksidatif di otak yang sering kali menjadi pemicu kelelahan mental, kecemasan, dan stres. Sensasi segar dan aroma unik dari buah matoa saat dikonsumsi juga memberikan efek relaksasi tersendiri bagi pikiran.

7. Agen Antibakteri dan Antijamur Alami

Penelitian fitokimia menunjukkan bahwa bagian kulit batang dan daun dari pohon buah matoa mengandung saponin dan tanin tingkat tinggi. Senyawa ini merupakan mekanisme pertahanan alami tanaman terhadap hama, yang jika diaplikasikan pada manusia, dapat menghambat pertumbuhan berbagai jenis bakteri jahat seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Air rebusan daun matoa sering dimanfaatkan untuk membersihkan luka ringan agar tidak mengalami infeksi bernanah.

Tips Memilih dan Menyimpan Buah Matoa
  1. Pilih buah matoa yang memiliki kulit utuh, tidak retak, dan tidak berlubang.
  2. Perhatikan warnanya; matoa yang matang sempurna biasanya berwarna hijau kekuningan, merah, atau keunguan yang merata di seluruh permukaannya.
  3. Simpan buah pada suhu ruangan jika ingin dikonsumsi dalam waktu 1-2 hari. Jika ingin lebih awet, letakkan dalam wadah tertutup di lemari es agar tahan hingga 1 minggu.

Efek Samping dan Batas Konsumsi

Meskipun pohon buah matoa menyimpan segudang manfaat, konsumsinya tetap harus dibatasi dan tidak boleh berlebihan. Daging buah matoa mengandung kadar gula alami (glukosa dan fruktosa) yang cukup tinggi. Oleh karena itu, bagi penderita diabetes melitus, konsumsi buah ini dalam jumlah banyak dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara drastis (hiperglikemia).

Selain itu, kandungan glukosa yang tinggi ini juga dapat menyebabkan efek samping pencernaan jika dikonsumsi berlebihan sekaligus. Gula berlebih yang tidak terserap dengan baik di usus kecil akan difermentasi oleh bakteri di usus besar, menghasilkan gas yang menyebabkan perut terasa kembung, mual, bahkan bisa memicu diare. Apabila kamu mengalami keluhan kesehatan yang mengganggu setelah mengonsumsi makanan tertentu, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja guna mendapatkan penanganan medis yang cepat dan tepat.

Studi Terkait Aktivitas Antioksidan Pometia Pinnata

Potensi medis dari pohon buah matoa telah banyak menarik perhatian para akademisi dan peneliti di bidang farmakognosi. Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine menerbitkan sebuah ulasan ekstensif mengenai tanaman Pometia pinnata yang menyoroti kuatnya aktivitas antioksidan dan antimikroba pada ekstrak daun dan kulit batang pohon tersebut.

Studi ini menjelaskan bahwa ekstrak etanol dari daun matoa mampu menghalau radikal bebas DPPH dengan sangat efektif. Hal ini membuktikan klaim tradisional masyarakat Papua yang sering menggunakan rebusan daun matoa untuk mengobati infeksi saluran pernapasan dan menurunkan demam tinggi. Kandungan fenolik total yang tinggi merupakan kontributor utama terhadap efektivitas tanaman ini sebagai pengobatan herbal pendamping.

Menjaga kesehatan tubuh membutuhkan komitmen jangka panjang yang dimulai dari pilihan asupan harian kita. Mengonsumsi buah-buahan endemik seperti matoa adalah salah satu langkah cerdas untuk memenuhi kebutuhan vitamin secara alami. Namun, selalu ingat untuk mengonsumsinya secara bijak. Jika kamu memerlukan vitamin tambahan, pastikan untuk mendapatkannya dari sumber yang terpercaya.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Vitamin C (Ascorbic Acid) – Evidence and Benefits.
World Health Organization. Diakses pada 2024. Healthy Diet Fact Sheet.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) – Nilai Gizi Buah-buahan Tropis.
Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine. Diakses pada 2024. Phytochemical Profile and Pharmacological Activities of Pometia pinnata: A Review.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. Antioxidant and Antimicrobial Properties of Tropical Fruits and Their Barks.

FAQ

1. Apakah penderita diabetes boleh makan buah matoa?

Boleh, namun dalam porsi yang sangat terbatas dan diawasi ketat. Buah matoa memiliki indeks glikemik dan kandungan gula alami yang cukup tinggi. Sebaiknya batasi konsumsi hanya 2-3 butir saja untuk menghindari lonjakan gula darah yang berbahaya.

2. Berapa batas aman konsumsi buah matoa dalam sehari?

Untuk individu dewasa dengan kondisi kesehatan normal, batas aman yang disarankan adalah sekitar 100 hingga 150 gram daging buah per hari, atau setara dengan segenggam kecil buah utuh. Mengonsumsi lebih dari itu berpotensi memicu perut kembung atau mual akibat tingginya asupan gula buah.

3. Apakah ibu hamil aman mengonsumsi buah dari pohon buah matoa?

Buah matoa relatif aman dikonsumsi oleh ibu hamil karena kaya akan vitamin C dan antioksidan yang baik untuk sistem imun. Namun, porsinya harus dibatasi karena dapat memicu produksi gas di lambung, serta untuk menghindari risiko diabetes gestasional akibat asupan gula berlebih.

4. Apa perbedaan mendasar antara matoa kelapa dan matoa papeda?

Perbedaan utama terletak pada tekstur daging buahnya. Matoa kelapa memiliki daging buah yang kenyal, padat, dan menempel kuat pada bijinya seperti rambutan rapiah. Sebaliknya, matoa papeda memiliki tekstur daging yang lebih lembek, sedikit lengket, namun sangat mudah dipisahkan dari biji di dalamnya.