Ad Placeholder Image

Mengenal Anatomi dan Fungsi Tulang Sternum

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Juni 2026

Tulang sternum memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh, salah satunya adalah melindungi banyak organ vital di rongga dada.

Mengenal Anatomi dan Fungsi Tulang SternumMengenal Anatomi dan Fungsi Tulang Sternum

DAFTAR ISI


Tulang dada atau yang dalam bahasa medis dikenal sebagai sternum, merupakan salah satu komponen paling vital dalam struktur kerangka tubuh manusia. Terletak tepat di bagian tengah dada, tulang yang bentuknya memanjang dan pipih ini ibarat sebuah perisai pelindung yang diletakkan oleh alam untuk menjaga organ-organ paling krusial dalam tubuh kita. Tanpa keberadaan tulang dada, organ-organ dalam rongga dada akan sangat rentan terhadap cedera fisik dan trauma dari luar.

Memahami fungsi tulang dada sangatlah penting karena tulang ini tidak hanya sekadar pelindung, melainkan juga bagian integral dari sistem pernapasan dan sistem rangka. Tulang ini berfungsi sebagai titik jangkar bagi tulang rusuk, membentuk rongga dada (rib cage) yang kokoh namun cukup fleksibel untuk mengembang dan mengempis setiap kali kita menarik dan menghembuskan napas. Selain itu, tulang dada juga menyimpan jaringan sumsum tulang yang sangat aktif memproduksi sel darah seumur hidup.

Meskipun memiliki peran yang sangat sentral, kesehatan tulang dada kerap kali diabaikan. Banyak orang baru menyadari pentingnya area ini ketika merasakan ketidaknyamanan, cedera akibat kecelakaan, atau nyeri yang tajam saat bernapas. Nyeri di area dada sering kali memicu kekhawatiran karena gejalanya bisa menyerupai masalah jantung, padahal bisa saja itu merupakan masalah pada tulang rawan atau sendi di sekitar sternum.

Nah, agar kamu lebih paham tentang bagaimana tubuhmu bekerja, sangat penting untuk mengenal lebih dalam mengenai anatomi, peran, serta fungsi tulang dada secara lengkap. Mari simak ulasan mendalam mengenai tulang dada di bawah ini!

Anatomi Tulang Dada (Sternum)

Sebelum membahas lebih jauh tentang fungsi tulang dada, kamu perlu mengetahui bentuk dan strukturnya terlebih dahulu. Secara visual, sternum sering diibaratkan seperti dasi (necktie) yang terpasang tegak di tengah dada orang dewasa. Tulang ini memiliki panjang sekitar 15 hingga 17 sentimeter. Secara anatomi, tulang dada terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu:

1. Manubrium (Bagian Atas)

Manubrium adalah bagian paling atas dari tulang dada yang bentuknya sedikit melebar dan tebal, menyerupai simpul pada dasi. Di bagian atas manubrium terdapat cekungan dangkal yang disebut jugular notch atau suprasternal notch, yang bisa kamu raba di pangkal leher bagian bawah. Manubrium berfungsi sebagai tempat melekatnya tulang selangka (klavikula) di sisi kanan dan kiri, serta menjadi tempat melekatnya tulang rusuk sejati pertama.

2. Corpus Sterni / Body (Bagian Tengah)

Bagian ini juga sering disebut sebagai gladiolus, yang merupakan bagian terpanjang dari tulang dada. Corpus sterni terletak di bawah manubrium dan dihubungkan oleh sebuah sendi fibrokartilago yang membentuk sudut yang disebut sudut Louis (sternal angle). Sudut ini sangat penting dalam dunia medis sebagai penanda lokasi tulang rusuk kedua dan area penting di jantung. Bagian tengah ini menjadi tempat melekatnya tulang rusuk ke-3 hingga ke-7 secara langsung maupun tidak langsung melalui tulang rawan.

3. Processus Xiphoideus (Bagian Bawah)

Ini adalah bagian paling bawah dan terkecil dari tulang dada yang memiliki bentuk menyerupai mata pedang kecil. Saat masa kanak-kanak hingga dewasa muda, processus xiphoideus sebagian besar terdiri dari tulang rawan. Namun, seiring bertambahnya usia, umumnya setelah menginjak usia 40 tahun, bagian ini akan mengalami osifikasi atau pengerasan menjadi tulang padat sepenuhnya. Bagian ini menjadi titik perlekatan bagi beberapa otot perut yang penting, termasuk otot rectus abdominis dan diafragma.

Fungsi Tulang Dada bagi Tubuh Manusia

Sebagai tulang yang terletak di posisi strategis, fungsi tulang dada jauh lebih kompleks dari yang terlihat. Berikut adalah beberapa fungsi utama tulang dada bagi kelangsungan hidup dan kesehatan manusia:

1. Melindungi Organ Vital di Mediastinum

Fungsi tulang dada yang paling krusial adalah sebagai perisai pelindung. Di balik tulang sternum, terdapat rongga yang disebut mediastinum. Di dalam rongga ini bersemayam organ-organ yang sangat penting untuk kelangsungan hidup, yaitu jantung, paru-paru, kelenjar timus, serta pembuluh darah besar seperti aorta dan vena cava. Benturan tumpul pada dada, seperti saat kecelakaan mobil atau terjatuh, sebagian besar energinya akan diredam oleh tulang dada yang keras, sehingga mencegah organ-organ vital tersebut dari kerusakan yang fatal.

2. Titik Tumpu dan Sambungan Kerangka Dada

Fungsi tulang dada selanjutnya adalah sebagai jangkar atau titik tumpu bagi tulang rusuk sejati (rusuk 1 hingga 7). Tulang dada terhubung dengan tulang rusuk melalui tulang rawan yang disebut kartilago kosta. Kombinasi antara tulang dada, tulang rusuk, dan tulang belakang bagian toraks membentuk sangkar dada (rib cage). Sangkar dada inilah yang memberikan struktur pada bagian atas tubuh manusia dan menahan bentuk tubuh agar tetap tegak.

3. Membantu Mekanisme Pernapasan (Respirasi)

Sistem pernapasan sangat bergantung pada pergerakan dada yang elastis. Kartilago yang menyambungkan tulang rusuk ke sternum memberikan kelenturan pada dinding dada. Saat kamu menarik napas dalam-dalam (inspirasi), tulang dada akan bergerak ke arah atas dan depan, memperluas volume rongga dada sehingga paru-paru bisa mengembang secara maksimal. Saat kamu menghembuskan napas (ekspirasi), sternum akan kembali ke posisi semula. Tanpa fleksibilitas sendi di sekitar sternum ini, manusia akan kesulitan bernapas lega.

4. Tempat Produksi Sel Darah (Hematopoiesis)

Berbeda dengan beberapa tulang panjang di tubuh yang seiring bertambahnya usia sumsum tulangnya berubah menjadi sumsum kuning (lemak), tulang dada tetap memiliki sumsum tulang merah yang sangat aktif sepanjang hayat manusia. Sumsum tulang merah di dalam tulang dada memproduksi sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) untuk sistem imun, serta keping darah (trombosit) untuk pembekuan darah. Itulah mengapa dalam prosedur medis tertentu, dokter sering melakukan aspirasi sumsum tulang dengan mengambil sampel dari sternum.

5. Titik Perlekatan Otot-Otot Utama

Tulang sternum juga berfungsi sebagai area perlekatan bagi beberapa otot yang sangat penting di bagian dada, leher, dan perut. Otot-otot tersebut meliputi pectoralis major (otot dada besar), otot sternokleidomastoid (yang membantu kamu menoleh dan menganggukkan kepala), serta otot perut seperti rectus abdominis. Perlekatan otot-otot ini memungkinkan tubuh manusia untuk melakukan gerakan kompleks pada bahu, lengan, dan leher.

Faktor Pemicu Nyeri pada Tulang Dada
  1. Trauma Fisik: Benturan benda tumpul, cedera olahraga, atau tekanan kuat akibat sabuk pengaman saat pengereman mendadak.
  2. Peradangan Sendi: Inflamasi pada kartilago (tulang rawan) yang menghubungkan rusuk dan sternum akibat infeksi atau regangan berulang.
  3. Postur Tubuh yang Buruk: Kebiasaan membungkuk terus-menerus dapat memberikan tekanan ekstra pada sendi sternoklavikularis.
  4. Batuk Kronis: Batuk yang sangat keras dan berkepanjangan bisa menyebabkan ketegangan otot hingga retakan kecil pada tulang iga di dekat sternum.

Gangguan Medis dan Kelainan pada Tulang Dada

Meskipun merupakan tulang yang kuat, sternum tidak luput dari berbagai gangguan medis, mulai dari peradangan ringan hingga kelainan bawaan. Beberapa masalah medis yang umum melibatkan fungsi tulang dada antara lain:

1. Kostokondritis (Costochondritis)

Kostokondritis adalah kondisi di mana terjadi peradangan pada tulang rawan yang menghubungkan tulang rusuk dengan sternum. Gejala utamanya adalah nyeri tajam dan menusuk di area dada yang sering kali salah diartikan sebagai serangan jantung. Nyeri biasanya memburuk saat penderita menarik napas dalam atau batuk. Kondisi ini umumnya bersifat jinak dan bisa sembuh dengan sendirinya, namun sangat mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, jika kamu merasakan sakit dada bagian tengah yang menjalar hingga ke lengan atau rahang, segera cari pertolongan medis untuk membedakannya dengan penyakit jantung iskemik.

2. Patah Tulang Dada (Fraktur Sternum)

Patah tulang dada relatif jarang terjadi karena tulang ini sangat keras dan posisinya terlindungi. Namun, trauma langsung yang sangat kuat, seperti hantaman setir mobil saat kecelakaan, tekanan sabuk pengaman (seatbelt injury), atau trauma benda tumpul saat berolahraga, dapat meretakkan atau mematahkan sternum. Fraktur sternum memerlukan perhatian medis yang sangat serius karena ada kemungkinan terjadinya memar pada jantung (kontusio miokard) atau cedera paru-paru di baliknya.

3. Kelainan Bentuk (Pectus Excavatum dan Pectus Carinatum)

Beberapa individu lahir dengan kelainan struktur dinding dada. Pectus excavatum (dada corong) adalah kondisi di mana tulang dada tumbuh melesak ke dalam, menciptakan lekukan dalam di tengah dada yang bisa menekan jantung dan paru-paru jika kondisinya parah. Sebaliknya, pectus carinatum (dada burung merpati) adalah kondisi di mana sternum menonjol ke luar secara tidak wajar. Kedua kondisi ini sering kali bersifat genetik dan bisa diatasi dengan operasi atau penggunaan penyangga (bracing) pada masa pertumbuhan.

4. Nyeri Akibat GERD dan Asam Lambung

Meskipun bukan penyakit pada tulang dada secara langsung, masalah pada saluran pencernaan seperti GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kali menyebabkan sensasi terbakar yang dirasakan persis di bawah processus xiphoideus tulang dada (heartburn). Sensasi ini terjadi karena kerongkongan, yang terletak tepat di belakang sternum, teriritasi oleh naiknya asam lambung.

Cara Menjaga Kesehatan Tulang Dada

Agar fungsi tulang dada tetap optimal hingga usia lanjut, kamu perlu melakukan langkah-langkah pencegahan dan menjaga kesehatan rangka secara keseluruhan. Berikut adalah cara tepat merawat tulang dada:

1. Penuhi Nutrisi Pembentuk Tulang

Kesehatan tulang dada sangat bergantung pada asupan kalsium, fosfor, dan vitamin D. Pastikan diet kamu kaya akan makanan seperti susu, keju, yogurt, ikan berlemak, dan sayuran hijau berdaun gelap. Apabila dari asupan makanan sehari-hari dirasa kurang, kamu juga bisa rutin mengonsumsi suplemen kalsium atau vitamin D sesuai dengan petunjuk apoteker atau dokter untuk menjaga kepadatan mineral tulang dan mencegah osteoporosis dini.

2. Perbaiki Postur Tubuh

Postur tubuh yang sering membungkuk saat duduk di depan komputer atau saat menggunakan ponsel akan mengubah distribusi beban pada kerangka dada. Tekanan berlebihan secara terus-menerus ini dapat menyebabkan nyeri sendi di sekitar sternum. Latihlah dirimu untuk duduk tegak dengan bahu ditarik ke belakang untuk memberikan ruang yang optimal bagi dada untuk mengembang.

3. Gunakan Alat Keselamatan dengan Tepat

Selalu gunakan sabuk pengaman saat berkendara menggunakan mobil. Meskipun sabuk pengaman sendiri bisa menyebabkan fraktur sternum akibat tekanan saat tabrakan, tingkat keparahannya jauh lebih rendah dibandingkan jika tubuh terlempar menabrak setir, dashboard, atau kaca depan mobil.

4. Lakukan Latihan Peregangan (Stretching)

Latihan peregangan dada, seperti gerakan membuka lengan lebar-lebar atau latihan yoga peregangan dinding dada, bisa membantu menjaga elastisitas otot dan sendi kartilago di sekitar tulang sternum. Latihan kardiovaskular secara teratur juga dapat meningkatkan kapasitas paru-paru dan melatih fleksibilitas rongga dada saat bernapas cepat.

Studi Terkait Tulang Dada

National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan sebuah studi medis komprehensif yang menganalisis kejadian fraktur tulang dada akibat prosedur resusitasi jantung paru (CPR). Studi tersebut menjelaskan bahwa kompresi dada yang dalam dan kuat, meskipun mutlak diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien henti jantung, sering kali menyebabkan retakan mikro hingga patahan pada sternum maupun tulang rusuk sekitarnya, terutama pada pasien lanjut usia yang mengalami penurunan kepadatan tulang.

Temuan ini sangat relevan untuk menunjukkan seberapa keras tekanan yang bisa dialami oleh sternum. Studi ini menyoroti bahwa dalam dunia medis darurat (seperti tindakan CPR), melindungi organ vital tetap menjadi prioritas utama meskipun harus mengorbankan integritas tulang dada sementara waktu. Retak pada sternum umumnya bisa pulih dengan intervensi istirahat dan penanganan nyeri, selama organ dalam tetap terlindungi.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Kesehatan tulang dan persendian sangat penting untuk menunjang produktivitas harianmu. Apabila kamu mengalami rasa nyeri pada bagian dada, kesulitan bernapas, atau keluhan kesehatan lainnya yang tidak kunjung mereda, jangan tunda untuk memeriksakan diri. Kamu bisa mendapatkan penanganan awal dan berkonsultasi dengan dokter secara praktis dan cepat melalui platform Halodoc.

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Sternum (Breastbone).
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Costochondritis – Symptoms and causes.
National Center for Biotechnology Information (NCBI). Diakses pada 2024. Anatomy, Thorax, Sternum.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Musculoskeletal health.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI). Diakses pada 2024. Pentingnya Menjaga Kepadatan Tulang Sejak Dini.

FAQ

1. Apa sebenarnya fungsi tulang dada yang paling utama bagi manusia?

Fungsi tulang dada yang paling utama adalah memberikan perlindungan mekanis yang sangat kuat bagi organ-organ vital di dalam rongga dada, khususnya jantung, paru-paru, dan pembuluh darah besar dari potensi trauma fisik akibat benturan.

2. Apakah wajar jika tulang dada terasa sakit saat ditekan?

Rasa sakit pada dada saat ditekan sering kali disebabkan oleh kostokondritis (peradangan tulang rawan), cedera otot, atau benturan. Jika nyerinya menetap, terasa tajam, atau disertai dengan sesak napas, kamu harus segera memeriksakannya ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

3. Mengapa fungsi tulang dada sangat berhubungan dengan proses bernapas?

Tulang dada dan tulang rusuk dihubungkan oleh kartilago yang fleksibel, membentuk sangkar dada. Fleksibilitas ini memungkinkan seluruh rongga dada untuk mengembang dan mengempis, yang mana merupakan proses fundamental untuk menciptakan perubahan tekanan agar udara bisa keluar dan masuk ke dalam paru-paru secara maksimal.

4. Bagaimana cara menjaga kekuatan dan fungsi tulang dada agar tidak mudah rapuh?

Untuk menjaga kesehatan dan fungsi tulang dada, kamu perlu memastikan asupan harian vitamin D, kalsium, dan protein tercukupi. Selain itu, rutin melakukan aktivitas fisik, menghindari kebiasaan merokok (yang menghambat regenerasi sel tulang), dan menjaga postur tubuh tegak juga sangat direkomendasikan.