Ad Placeholder Image

Mengenal Ataksia: Jenis, Gejala, dan Penyebabnya

5 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 23 Juni 2026

“Ataksia membuat pengidapnya tidak mampu berjalan dengan stabil, gerakan tangan yang tidak terkoordinasi, kesulitan berbicara, dan mengalami masalah koordinasi mata. Penyebabnya bisa karena cedera otak, penyakit degeneratif, atau efek samping obat tertentu.”

Mengenal Ataksia: Jenis, Gejala, dan PenyebabnyaMengenal Ataksia: Jenis, Gejala, dan Penyebabnya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu melihat atau mengalami kondisi di mana seseorang tiba-tiba kehilangan keseimbangan, cara berjalannya gontai, atau kesulitan mengoordinasikan gerakan tangan meski tidak sedang mabuk? Kondisi medis ini dikenal dengan nama ataksia. Secara medis, ataksia bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala atau tanda adanya gangguan pada sistem saraf pusat, khususnya pada bagian otak kecil (otak kecil atau serebelum) yang berfungsi mengontrol koordinasi otot dan keseimbangan tubuh.

Kondisi ini dapat muncul secara tiba-tiba atau berkembang perlahan seiring berjalannya waktu. Gejala ataksia bisa sangat memengaruhi kualitas hidup penderitanya. Kemampuan motorik halus seperti menulis, mengancingkan baju, hingga kemampuan berbicara dan menelan bisa mengalami penurunan fungsi. Oleh karena itu, jika kamu atau kerabat terdekat mengalami tanda-tanda ini, sangat penting untuk segera melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis medis yang tepat dan penanganan sedini mungkin.

Meskipun pengobatan utama ataksia bergantung pada penyebab dasarnya (seperti stroke, tumor, genetik, atau infeksi), menjaga kesehatan sistem saraf secara keseluruhan adalah langkah krusial. Pemenuhan nutrisi saraf melalui diet sehat maupun suplementasi sangat dibutuhkan untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut, terutama jika ataksia disebabkan oleh defisiensi vitamin tertentu. Memastikan tubuh mendapatkan asupan vitamin B kompleks, vitamin E, dan antioksidan dapat membantu mendukung fungsi sistem saraf tepi dan pusat.

Nah, mau tahu apa saja pilihan suplemen dan vitamin saraf yang bisa membantu memelihara kesehatan sistem sarafmu? Berikut ulasannya!

Rekomendasi Suplemen dan Vitamin Pendukung Saraf

Untuk mendukung kesehatan saraf, terutama bagi mereka yang sedang dalam proses pemulihan atau pencegahan degenerasi saraf akibat kondisi tertentu, berikut adalah beberapa produk yang aman dan umum digunakan. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah.

1. Neurobion Forte 10 Tablet

Neurobion Forte merupakan obat vitamin saraf yang sangat populer dan terpercaya di Indonesia. Produk ini mengandung kombinasi Vitamin B1 (Thiamine mononitrate) 100 mg, Vitamin B6 (Pyridoxine HCl) 100 mg, dan Vitamin B12 (Cyanocobalamin) 5000 mcg. Kandungan aktif ini bekerja secara sinergis untuk menjaga dan memperbaiki fungsi sistem saraf.

Kombinasi vitamin B neurotropik ini memiliki manfaat spesifik untuk mencegah dan mengatasi kerusakan sel saraf (neuropati), memperbaiki selaput mielin yang melindungi saraf, serta mengurangi gejala kesemutan dan kebas yang sering menyertai gangguan saraf tepi. Sistem saraf yang sehat tentu mendukung koordinasi gerak tubuh yang lebih baik.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet, diminum 1 kali sehari.
  • Sebaiknya dikonsumsi setelah makan untuk meminimalkan rasa tidak nyaman pada lambung.

Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Neurobion Forte 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

2. Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul

Blackmores Odourless Fish Oil adalah suplemen minyak ikan yang kaya akan asam lemak Omega-3, terdiri dari EPA (Eicosapentaenoic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid). Asam lemak esensial ini merupakan komponen struktural utama pembentuk sel-sel otak dan sistem saraf pusat.

Cara kerjanya adalah dengan mengurangi proses inflamasi (peradangan) di dalam tubuh, termasuk pada sistem saraf. Manfaat spesifiknya meliputi dukungan terhadap kesehatan kognitif, menjaga kelenturan pembuluh darah di otak, serta memelihara fungsi otak kecil agar pengiriman sinyal dari dan ke otot tetap optimal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 2 kapsul sehari setelah makan, atau sesuai petunjuk dokter.
  • Anak usia 2-12 tahun: 1 kapsul sehari (bisa ditusuk dan dicampur ke susu/makanan).

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Blackmores Odourless Fish Oil 1000 mg 30 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Faktor Pemicu & Tips Pencegahan Jatuh bagi Penderita Ataksia
  1. Singkirkan rintangan: Jauhkan karpet yang mudah bergeser dan kabel listrik dari jalur berjalan di rumah untuk mencegah tersandung.
  2. Penerangan optimal: Pastikan seluruh ruangan, terutama tangga dan kamar mandi, memiliki pencahayaan yang terang agar penderita bisa melihat pijakan dengan jelas.
  3. Alat bantu: Jangan ragu untuk menggunakan tongkat, walker, atau memasang pegangan (handrail) di kamar mandi untuk menjaga keseimbangan.

3. Nature’s Health Vitamin E 400 IU 100 Softgel

Nature’s Health Vitamin E mengandung d-Alpha Tocopherol sebesar 400 IU. Vitamin E adalah antioksidan yang sangat kuat dan larut dalam lemak. Secara medis, ada kondisi khusus yang disebut Ataksia dengan Defisiensi Vitamin E (AVED), di mana mutasi genetik mencegah tubuh mempertahankan kadar vitamin E, sehingga merusak sel-sel saraf Purkinje di otak kecil.

Manfaat utama produk ini adalah melindungi sel-sel tubuh, termasuk selaput mielin saraf, dari kerusakan akibat radikal bebas (stres oksidatif). Suplementasi vitamin E dapat mencegah memburuknya masalah koordinasi saraf dan melindungi fungsi kognitif tubuh secara keseluruhan.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 softgel per hari.
  • Disarankan diminum bersamaan dengan makanan karena vitamin E larut dalam lemak, sehingga penyerapannya akan lebih maksimal.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Nature’s Health Vitamin E 400 IU 100 Softgel di Toko Kesehatan Halodoc

Konsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf via Halodoc

Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.

Konsultasi Sekarang

4. Folavit 400 mcg 10 Tablet

Folavit memiliki kandungan aktif Asam Folat (Vitamin B9) sebanyak 400 mcg per tabletnya. Asam folat bekerja dalam sintesis DNA dan RNA, serta berperan penting dalam pembentukan sel-sel baru di dalam tubuh, termasuk perbaikan sel saraf.

Meskipun lebih dikenal sebagai suplemen untuk ibu hamil guna mencegah cacat tabung saraf janin, asam folat juga esensial bagi fungsi saraf orang dewasa. Defisiensi asam folat kronis terbukti secara klinis dapat memicu gangguan neurologis yang berdampak pada kelemahan otot dan masalah keseimbangan tubuh.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 tablet, 1 kali sehari.
  • Dapat dikonsumsi sebelum atau sesudah makan.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Folavit 400 mcg 10 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc

5. Sangobion 10 Kapsul

Sangobion adalah sediaan multivitamin dan zat besi yang mengandung Ferrous Gluconate (Zat Besi), Vitamin C, Asam Folat, Vitamin B12, dan mineral penting lainnya. Cara kerjanya adalah dengan meningkatkan produksi sel darah merah (hemoglobin) yang berfungsi mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke jaringan otak dan saraf tepi.

Manfaatnya bagi penderita gangguan saraf atau keseimbangan adalah mencegah anemia. Kelemahan otot, rasa pusing berat, dan mudah lelah akibat anemia kronis bisa memperburuk gejala ataksia atau gangguan pergerakan. Dengan sirkulasi oksigen yang baik, fungsi saraf dan otot dapat terjaga dengan optimal.

Dosis dan aturan pakai:

  • Dewasa: 1 kapsul, 1 kali sehari pada waktu makan atau sesudah makan.
  • Perhatian: Konsumsi zat besi terkadang membuat feses menjadi berwarna kehitaman, hal ini normal terjadi.

Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc

Dapatkan Sangobion 10 Kapsul di Toko Kesehatan Halodoc

Penyebab dan Jenis Ataksia yang Perlu Diwaspadai

1. Ataksia Serebelar (Cerebellar Ataxia)

Ini adalah jenis yang paling umum, disebabkan oleh kerusakan pada otak kecil (serebelum). Penyebab utamanya bisa karena stroke hemoragik atau iskemik, tumor otak yang menekan serebelum, atau penyakit degeneratif seperti Multiple Sclerosis (MS). Gejalanya khas berupa cara berjalan yang lebar, tremor saat mencoba menyentuh objek, dan ucapan yang terdengar cadel (disartria).

2. Ataksia Sensorik (Sensory Ataxia)

Kondisi ini terjadi bukan karena masalah di otak, melainkan akibat kerusakan saraf tulang belakang atau saraf tepi yang bertugas membawa informasi posisi tubuh (propriosepsi) ke otak. Penyebabnya sering dikaitkan dengan defisiensi vitamin B12 parah, diabetes yang menyebabkan neuropati, atau penyakit sifilis tahap lanjut. Penderitanya sering kali melangkah dengan sangat keras layaknya menghentakkan kaki, karena mereka tidak bisa “merasakan” posisi lantai.

Studi Mengenai Peran Vitamin E pada Ataksia

The National Center for Biotechnology Information (NCBI) menerbitkan studi di tahun 2019 yang menjelaskan bahwa suplementasi Vitamin E dosis tinggi secara signifikan mampu memperlambat progresi pada pasien yang terdiagnosis dengan Ataxia with Vitamin E Deficiency (AVED).

Studi ini menyoroti bahwa vitamin E bertindak sebagai agen neuroprotektif yang sangat krusial bagi otak kecil. Karena sel Purkinje di dalam serebelum sangat rentan terhadap kerusakan akibat radikal bebas, antioksidan seperti vitamin E terbukti mampu menjaga integritas struktural saraf tersebut, sehingga fungsi koordinasi motorik dapat dipertahankan lebih lama.

Sebagai langkah penutup, sangat penting untuk dicatat bahwa masalah koordinasi dan keseimbangan yang menetap bukanlah hal yang bisa disepelekan. Segeralah mencari diagnosis medis yang tepat agar rencana terapi (termasuk fisioterapi) bisa segera dijalankan.

Kamu bisa mendapatkan produk suplemen kesehatan dan vitamin saraf di atas dengan praktis dan cepat melalui Toko Kesehatan Halodoc.

Selain itu, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis saraf mengenai masalah kesehatan atau gejala yang sedang kamu alami.

Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Ataxia – Symptoms and causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Ataxia: Causes, Symptoms, Types & Treatment.
National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Diakses pada 2024. Ataxia and Cerebellar or Spinocerebellar Degeneration.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Neurological Disorders: Public Health Challenges.
NCBI. Diakses pada 2024. Ataxia with Vitamin E Deficiency: A Comprehensive Review.

FAQ

1. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ataksia?

Ataksia adalah sebuah istilah medis yang merujuk pada hilangnya kendali otot atau koordinasi gerakan sadar (volunter), seperti berjalan, berbicara, menelan, atau mengambil barang. Kondisi ini umumnya menjadi pertanda adanya gangguan pada sistem saraf, khususnya pada bagian otak kecil.

2. Apakah ataksia bisa disembuhkan secara total?

Penyembuhan bergantung pada penyebab utamanya. Jika ataksia disebabkan oleh defisiensi vitamin (seperti B12 atau E) atau infeksi virus ringan, kondisi ini bisa disembuhkan. Namun, jika disebabkan oleh mutasi genetik (seperti Spinocerebellar Ataxia) atau kerusakan struktural otak (akibat stroke berat), pengobatan lebih difokuskan untuk mengelola gejala dan memperlambat perburukan.

3. Apa saja tanda dan gejala awal dari kondisi ini?

Gejala awal yang sering muncul adalah kesulitan menjaga keseimbangan sehingga seseorang sering tersandung atau gaya berjalannya menjadi tidak stabil. Selain itu, penderita mungkin mengalami kesulitan dalam melakukan motorik halus seperti menulis, cara bicara yang berubah (menjadi lambat atau cadel), hingga kesulitan dalam menelan makanan.

4. Mengapa vitamin neurotropik B-kompleks penting untuk masalah saraf?

Vitamin neurotropik (seperti B1, B6, dan B12) sangat esensial karena mereka bertugas memberikan energi pada sel saraf, mendukung sintesis neurotransmiter (zat pengantar sinyal di otak), dan memperbaiki selaput mielin (lapisan pelindung saraf). Kerusakan pada lapisan ini adalah salah satu penyebab utama gangguan fungsi pengiriman sinyal dari otak ke otot.