Ad Placeholder Image

Mengenal Chloroquine, Obat untuk Mencegah dan Mengatasi Malaria

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   15 Juni 2026

Selain hydroxychloroquine, ada lagi jenis obat lain yang dipakai untuk mengobati sekaligus mencegah penyakit malaria, yaitu chloroquine. 

Mengenal Chloroquine, Obat untuk Mencegah dan Mengatasi MalariaMengenal Chloroquine, Obat untuk Mencegah dan Mengatasi Malaria

DAFTAR ISI


Penyakit malaria masih menjadi tantangan kesehatan yang serius di berbagai belahan dunia, termasuk di beberapa wilayah Indonesia. Untuk mengatasi dan mencegah penularan penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium ini, dunia medis mengenal berbagai jenis obat antimalaria, salah satunya adalah obat resochin.

Resochin merupakan merek dagang yang mengandung zat aktif Chloroquine phosphate. Obat ini telah digunakan selama puluhan tahun sebagai lini pertahanan dalam memerangi infeksi parasit. Memahami cara kerja, kegunaan, serta risiko dari obat ini sangat penting agar penggunaannya tepat sasaran dan aman bagi tubuh kamu.

Karena resochin bekerja secara spesifik terhadap jenis parasit tertentu, penggunaannya tidak boleh sembarangan. Diperlukan diagnosis yang akurat dari tenaga medis untuk memastikan apakah gejala yang kamu alami memang membutuhkan intervensi dengan obat ini atau tidak.

Nah, mau tahu lebih dalam mengenai apa itu obat resochin, bagaimana cara kerjanya, dan hal-hal apa saja yang harus diperhatikan sebelum mengonsumsinya? Berikut ulasan lengkapnya!

Apa itu Obat Resochin?

Resochin adalah obat yang mengandung Chloroquine, suatu senyawa turunan 4-aminoquinoline. Secara farmakologi, obat ini dikenal sebagai agen antimalaria dan amebisida ekstrainstinal. Artinya, selain digunakan untuk membunuh parasit penyebab malaria, obat ini juga efektif mengatasi infeksi ameba yang sudah menyebar ke luar usus, misalnya ke organ hati.

Cara kerja utama Chloroquine adalah dengan masuk ke dalam sel darah merah yang telah terinfeksi oleh parasit. Di dalam sel tersebut, zat aktif ini akan mengganggu proses metabolisme parasit, terutama dalam mengolah hemoglobin. Akibatnya, terjadi penumpukan zat beracun bagi parasit yang akhirnya menyebabkan kematian organisme tersebut. Hal inilah yang membantu proses penyembuhan malaria pada pasien.

Penting untuk diingat bahwa resochin adalah kategori obat keras. Ini berarti kamu tidak bisa membelinya secara bebas di apotek tanpa pengawasan medis. Penggunaan yang tidak tepat dapat menyebabkan resistensi parasit, di mana obat tersebut tidak lagi mempan untuk membunuh penyebab penyakit di masa depan.

Manfaat dan Kegunaan Resochin

Kegunaan utama dari obat resochin mencakup beberapa kondisi medis yang spesifik. Berikut adalah beberapa manfaat klinis yang umum ditemukan:

1. Pengobatan Malaria

Obat ini digunakan untuk mengatasi serangan akut malaria yang disebabkan oleh Plasmodium vivax, P. malariae, P. ovale, dan strain P. falciparum yang masih sensitif terhadap Chloroquine. Obat ini bekerja sangat cepat dalam membersihkan parasit dari aliran darah.

2. Pencegahan (Profilaksis) Malaria

Bagi kamu yang berencana bepergian ke daerah endemis malaria, dokter mungkin akan meresepkan obat ini sebagai langkah pencegahan. Namun, karena sudah banyak strain parasit yang resisten, efektivitasnya untuk pencegahan sangat bergantung pada lokasi geografis yang akan dikunjungi.

3. Amebiasis Ekstraintestinal

Kondisi ini terjadi ketika parasit ameba menyebar dari usus ke organ lain, paling sering menyebabkan abses hati. Resochin sering dikombinasikan dengan obat amebisida usus untuk memastikan seluruh parasit dalam tubuh dapat dieliminasi secara tuntas.

4. Penggunaan pada Penyakit Autoimun

Meskipun lebih jarang dibanding obat turunannya (Hydroxychloroquine), dalam kondisi tertentu resochin kadang digunakan untuk membantu mengelola gejala Rheumatoid Arthritis atau Lupus Erythematosus jika terapi lain tidak memberikan hasil yang memuaskan.

Dosis dan Aturan Pakai

Penentuan dosis resochin harus dilakukan oleh dokter berdasarkan berat badan, usia, jenis infeksi, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Berikut adalah gambaran dosis umum yang sering digunakan:

  • Untuk Pengobatan Malaria (Dewasa): Biasanya dimulai dengan dosis awal yang cukup besar (dosis loading), diikuti oleh dosis yang lebih rendah pada 6, 24, dan 48 jam berikutnya.
  • Untuk Pencegahan Malaria: Umumnya diminum satu kali seminggu, dimulai 1-2 minggu sebelum memasuki daerah endemis, dan dilanjutkan hingga 4 minggu setelah meninggalkan area tersebut.
  • Untuk Amebiasis: Dosis biasanya diberikan selama beberapa minggu tergantung pada respon klinis pasien.

Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter. Jangan pernah menambah atau mengurangi dosis sendiri, karena kelebihan dosis Chloroquine dapat berakibat fatal, terutama pada anak-anak.

Tips Aman Mengonsumsi Obat Resochin
  1. Konsumsi obat segera setelah makan untuk meminimalkan efek mual atau gangguan lambung.
  2. Minumlah obat pada waktu yang sama setiap harinya (untuk dosis harian) atau pada hari yang sama setiap minggunya (untuk dosis pencegahan).
  3. Habiskan seluruh dosis yang diresepkan dokter meskipun kamu sudah merasa lebih baik.

Efek Samping dan Peringatan

Seperti obat-obatan pada umumnya, resochin juga dapat menimbulkan efek samping. Beberapa orang mungkin hanya mengalami gejala ringan, namun pada kasus tertentu bisa terjadi reaksi yang serius.

Efek samping umum meliputi:
– Mual dan muntah.
– Diare atau kram perut.
– Pusing atau sakit kepala.
– Gatal-gatal pada kulit (pruritus), yang sangat sering terjadi pada pasien keturunan Afrika.

Efek samping serius yang perlu diwaspadai:
Gangguan Penglihatan: Penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan retina yang bersifat permanen.
Gangguan Jantung: Chloroquine dapat memengaruhi irama jantung (perpanjangan interval QT).
Gangguan Pendengaran: Munculnya suara berdenging (tinnitus) atau penurunan fungsi pendengaran.
Reaksi Psikologis: Kecemasan, kebingungan, atau halusinasi.

Obat ini harus digunakan dengan sangat hati-hati pada pasien dengan riwayat penyakit hati, ginjal, gangguan darah (seperti defisiensi G6PD), atau penderita epilepsi.

Kapan Harus ke Dokter?

Mengingat malaria adalah penyakit yang mengancam jiwa dan resochin adalah obat keras dengan profil risiko yang nyata, kamu sangat disarankan untuk melakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja jika mengalami gejala seperti demam tinggi yang hilang timbul, menggigil, atau nyeri otot setelah bepergian dari daerah endemis.

Selain itu, segera cari bantuan medis jika selama mengonsumsi resochin kamu merasakan pandangan kabur, jantung berdebar kencang, atau muncul ruam kulit yang hebat. Jangan menunggu gejala memburuk karena penanganan dini sangat menentukan keberhasilan pengobatan.

Jika kamu sudah mendapatkan resep dokter dan perlu memenuhi kebutuhan vitamin atau alat kesehatan lainnya, kamu bisa beli obat online di Halodoc dengan jaminan produk 100% asli dan diantar langsung ke rumah kamu.

Studi Mengenai Chloroquine (Resochin)

The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa meskipun resistensi terhadap Chloroquine meluas pada parasit P. falciparum, obat ini tetap menjadi pilihan utama yang efektif untuk pengobatan malaria yang disebabkan oleh P. vivax di banyak wilayah.

Studi tersebut menyoroti pentingnya uji sensitivitas parasit di area tertentu sebelum menentukan protokol pengobatan. Selain itu, penelitian jangka panjang menegaskan bahwa pemantauan fungsi mata secara rutin wajib dilakukan bagi pasien yang mengonsumsi Chloroquine dalam jangka waktu lama untuk indikasi non-malaria guna mencegah retinopati.

FAQ

1. Apakah obat resochin aman untuk ibu hamil?

Penggunaan pada ibu hamil harus melalui pertimbangan manfaat dan risiko yang sangat ketat oleh dokter. Umumnya, malaria pada ibu hamil jauh lebih berbahaya, sehingga dokter mungkin tetap memberikan obat ini jika dianggap perlu dengan dosis yang diawasi ketat.

2. Bolehkah saya meminum obat ini bersama antasida?

Tidak disarankan. Antasida yang mengandung magnesium atau aluminium dapat menurunkan penyerapan Chloroquine dalam tubuh. Berikan jeda setidaknya 4 jam antara konsumsi antasida dan resochin.

3. Apakah resochin bisa menyembuhkan malaria secara total?

Resochin sangat efektif untuk fase darah dari parasit malaria. Namun, untuk jenis malaria tertentu seperti P. vivax, parasit dapat bersembunyi di hati (fase laten). Oleh karena itu, dokter sering mengombinasikannya dengan obat lain seperti Primaquine untuk mencegah kekambuhan.

4. Apa yang harus dilakukan jika saya melewatkan satu dosis pencegahan?

Segera minum dosis yang terlewat begitu kamu ingat. Namun, jika sudah hampir waktunya untuk dosis berikutnya, abaikan dosis yang terlewat dan kembali ke jadwal rutin. Jangan menggandakan dosis dalam satu waktu.


Punya Pertanyaan Seputar Dosis dan Penggunaan Obat? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu mungkin merasa bingung dengan aturan pakai obat atau khawatir dengan efek samping yang muncul? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!

Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.

Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Guidelines for the treatment of malaria.
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Chloroquine (Oral Route) Description and Brand Names.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses pada 2026. Malaria Resources for Clinicians: Chloroquine Phosphate.
WebMD. Diakses pada 2026. Resochin – Uses, Side Effects, and Warnings.
PubMed Central. Diakses pada 2026. Chloroquine: Mechanism of Action and Resistance.