Mengenal Chloroquine, Obat untuk Mencegah dan Mengatasi Malaria
Selain hydroxychloroquine, ada lagi jenis obat lain yang dipakai untuk mengobati sekaligus mencegah penyakit malaria, yaitu chloroquine.

DAFTAR ISI
- Manfaat Chloroquine untuk Obat Malaria
- Dosis Penggunaan Chloroquine untuk Malaria
- Chloroquine untuk Penyakit Lainnya
- Peringatan dan Perhatian Chloroquine
- Efek Samping Chloroquine
Chloroquine atau klorokuin termasuk dalam obat kelas 4-aminoquinoline. Ketika digunakan untuk mengobati penyakit malaria, obat ini bekerja aktif dengan menghentikan tumbuhnya plasmodium pada sel darah merah di dalam tubuh.
Tak hanya sebagai obat malaria, chloroquine juga mampu mengobati lupus, amebiasis, dan rheumatoid arthritis.
Mata lebih jauh mengenai chloroquine sebagai obat malaria beserta manfaat lainnya?
Manfaat Chloroquine untuk Obat Malaria
Manfaat utama chloroquine adalah untuk:
- Pencegahan malaria (Profilaksis): Chloroquine dapat diminum sebelum, selama, dan setelah mengunjungi daerah endemis malaria untuk mencegah infeksi.
- Pengobatan malaria: Chloroquine efektif dalam mengobati infeksi malaria, terutama yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum yang sensitif terhadap obat ini.
Dosis Penggunaan Chloroquine untuk Malaria
Perlu diperhatikan, chloroquine atau klorokuin masuk dalam obat kategori D. Artinya, terdapat bukti positif yang menunjukkan risiko konsumsinya pada ibu hamil terhadap janin.
Akan tetapi, manfaatnya jauh lebih besar daripada dengan risiko itu sendiri, contohnya untuk mengatasi keadaan yang membahayakan nyawa.
Selain itu, chloroquine juga terserap ke dalam ASI. Jadi, ibu menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi obat malaria ini tanpa arahan atau persetujuan langsung dari dokter.
Sementara itu, dosis obat ini tidak sama pada setiap orang. Ini bergantung pada penyebab, kondisi medis secara menyeluruh, dan usia pengidap.
Meski begitu, secara umum dosis penggunaan chloroquine adalah sebagai berikut:
1. Pengobatan Malaria Akut
- Dosis untuk dewasa: Sebanyak 600 miligram untuk dosis awal. Kemudian, konsumsi sebanyak 300 miligram setelah 6 sampai 8 jam pada hari pertama. Hari kedua dan berikutnya, dosis konsumsi sebanyak 300 miligram setiap hari.
- Dosis untuk anak: Sebanyak 10 miligram per kilogram berat badan dengan dosis maksimal sebanyak 600 miligram. Lalu, dilanjutkan dengan 5 miligram per kilogram berat badan dengan dosis maksimal, sebanyak 300 miligram setelah 6 jam. Hari kedua dan selanjutnya, dosis diturunkan sebanyak 5 miligram per kilogram berat badan.
2. Mencegah Malaria
- Dosis untuk dewasa: Sebanyak 300 miligram satu kali dalam satu minggu. Konsumsi dianjurkan pada hari yang sama setiap minggu, mulai dari satu minggu sebelum terjadi paparan, kemudian setiap minggu dan empat minggu pasca paparan.
- Dosis untuk anak: Sebanyak 5 miligram per kilogram berat badan setiap minggu, kemudian setiap minggu dan empat minggu pasca paparan.
Chloroquine untuk Penyakit Lainnya
Obat chloroquine tidak hanya mampu mengatasi malaria saja. Obat yang satu ini juga mampu mengatasi masalah kesehatan lainnya, seperti:
1. Pengobatan Amebiasis
- Dosis untuk dewasa: Sebanyak 600 miligram setiap hari selama sekitar dua hari. Lalu, sebanyak 300 miligram setiap hari selama sekitar dua hingga tiga minggu bersama emetin atau dehidroemetin.
- Dosis untuk anak: Sebanyak 6 miligram per kilogram berat badan setiap hari dengan dosis maksimal, sebanyak 300 miligram yang kamu konsumsi setiap hari.
2. Pengobatan radang sendi
- Dosis untuk dewasa: Sebanyak 150 miligram setiap hari dengan dosis maksimal sebanyak 2,5 miligram per kilogram berat badan setiap hari. Hentikan konsumsi apabila tidak terjadi perbaikan dalam waktu 6 bulan.
- Dosis untuk anak: Maksimal sebanyak 3 miligram per kilogram berat badan setiap hari. Hentikan pemakaian apabila kondisi tidak membaik setelah 6 bulan.
3. Pengobatan lupus
- Dosis untuk dewasa: Sebanyak 150 miligram satu kali dalam sehari sebagai dosis pertama. Selanjutnya, dosis diturunkan setelah terdapat respons yang maksima. Konsumsi maksimal yaitu 2,5 miligram per kilogram berat badan setiap hari.
- Dosis untuk anak: Sebanyak 3 miligram per kilogram berat badan setiap hari.
Peringatan dan Perhatian Chloroquine
Berikut adalah beberapa peringatan dan perhatian terkait penggunaan Chloroquine:
- Kehamilan dan menyusui: Bicarakan dengan dokter jika kamu hamil, berencana hamil, atau sedang menyusui sebelum menggunakan Chloroquine.
- Kondisi medis: Beritahu dokter jika kamu memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati, penyakit ginjal, masalah jantung.
- Resistensi obat: Chloroquine tidak efektif di semua wilayah karena resistensi parasit malaria. Dokter akan menentukan apakah Chloroquine merupakan pilihan pengobatan yang tepat untuk kamu.
Efek Samping Chloroquine
Setiap obat tentu memiliki efek samping, mulai dari ringan hingga berbahaya dan membutuhkan penanganan segera. Tak terkecuali chloroquine. Adapun efek samping ringan dari konsumsi obat malaria ini termasuk:
- Sakit kepala.
- Penurunan nafsu makan.
- Muntah.
- Sakit perut.
- Diare.
- Kerontokan rambut.
- Ruam kulit.
- Kulit terasa gatal.
Sementara itu, efek samping serius yang mungkin terjadi akibat konsumsi chloroquine adalah:
- Mengalami kesulitan mendengar.
- Otot lemah.
- Telinga berdenging.
- Pandangan mengabur.
- Sesak napas.
- Denyut jantung tidak teratur.
Jika kamu mengalami efek samping serius, segera hentikan pengobatan. Lakukan pemeriksaan lanjutan dengan memanfaatkan layanan konsultasi dengan dokter spesialis penyakit dalam pakai Halodoc.
Kamu bisa beli obat online atau produk kesehatan lainnya dengan praktis dan mudah di Apotek Online Halodoc.
Toko Kesehatan Halodoc Produknya 100% asli dan tepercaya. Tanpa perlu antre, obat bisa diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat dari lokasi kamu berada.
Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga dan dapatkan obat dari apotek 24 jam terdekat!


