Ad Placeholder Image

Mengenal DIA mmHg, Angka Bawah Tekanan Darah Normal

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 Mei 2026

Memahami Angka Diastolik mmHg dan Batas Normalnya

Mengenal DIA mmHg, Angka Bawah Tekanan Darah NormalMengenal DIA mmHg, Angka Bawah Tekanan Darah Normal

Apa Itu DIA mmHg?

DIA mmHg adalah singkatan dari tekanan darah diastolik yang diukur dalam satuan milimeter air raksa. Angka ini menunjukkan tekanan di dalam arteri saat otot jantung beristirahat di antara detak jantung. Dalam pembacaan tekanan darah, DIA merupakan angka bawah atau angka kedua yang muncul setelah tekanan sistolik (SYS).

Tekanan darah diastolik mencerminkan resistensi pembuluh darah perifer dan kesehatan arteri saat tidak ada kontraksi jantung. Jika angka ini terlalu tinggi, pembuluh darah terus-menerus berada di bawah tekanan tinggi bahkan saat istirahat. Hal ini dapat memicu kerusakan jangka panjang pada organ vital seperti ginjal dan otak.

Kategori angka DIA mmHg normal biasanya berada pada rentang 60 hingga 80 mmHg. Jika angka berada di bawah 60 mmHg, kondisi tersebut disebut hipotensi diastolik. Sebaliknya, jika angka mencapai 80 mmHg atau lebih secara konsisten, maka diklasifikasikan sebagai hipertensi atau pra-hipertensi.

Gejala Tekanan Darah Diastolik Tidak Normal

Gejala tekanan darah diastolik tidak normal sering kali tidak disadari karena sifatnya yang asimtomatik (tanpa gejala khas) pada tahap awal. Pengidap mungkin hanya merasakan keluhan ringan yang sering dianggap sebagai kelelahan biasa. Namun, perubahan signifikan pada angka DIA dapat menimbulkan respons tubuh yang nyata.

Pada kondisi diastolik tinggi (hipertensi diastolik), beberapa gejala yang sering muncul meliputi:

  • Sakit kepala yang berdenyut, terutama di bagian belakang kepala.
  • Mimisan yang terjadi secara tiba-tiba tanpa cedera fisik.
  • Gangguan penglihatan atau pandangan yang menjadi kabur.
  • Nyeri dada atau rasa sesak saat melakukan aktivitas fisik ringan.
  • Telinga berdenging (tinnitus) yang konsisten.

Sementara itu, pada kondisi diastolik rendah (hipotensi), tubuh mungkin mengalami:

  • Pusing atau sensasi melayang, terutama saat berubah posisi dari duduk ke berdiri.
  • Pingsan atau kehilangan kesadaran singkat (sinkop).
  • Rasa lemas dan letih yang berlebihan sepanjang hari.
  • Mual dan kesulitan untuk berkonsentrasi.

Penyebab DIA mmHg Tinggi dan Rendah

Penyebab DIA mmHg tinggi biasanya berkaitan dengan kekakuan arteri atau penyempitan pembuluh darah kecil yang meningkatkan resistensi aliran darah. Faktor gaya hidup memainkan peran besar, terutama konsumsi natrium (garam) yang berlebihan. Garam menarik air ke dalam aliran darah, sehingga volume darah meningkat dan menekan dinding arteri.

Penyebab utama hipertensi diastolik meliputi:

  • Konsumsi makanan tinggi garam dan lemak jenuh secara rutin.
  • Kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan penurunan elastisitas pembuluh darah.
  • Obesitas yang meningkatkan beban kerja jantung untuk memompa darah.
  • Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol berlebih yang merusak lapisan endotel arteri.
  • Faktor genetik atau riwayat keluarga dengan masalah tekanan darah tinggi.

Di sisi lain, DIA mmHg rendah dapat disebabkan oleh dehidrasi berat yang menurunkan volume darah total. Penuaan alami juga sering menyebabkan penurunan tekanan diastolik karena arteri yang semakin kaku tidak mampu mempertahankan tekanan saat jantung beristirahat. Kondisi medis seperti gangguan katup jantung atau efek samping obat diuretik juga dapat menjadi pemicu utama.

“Hipertensi merupakan salah satu penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, dan pengendalian tekanan darah diastolik sangat penting untuk mencegah komplikasi kardiovaskular.” — World Health Organization, 2023

Cara Diagnosis Tekanan Darah Diastolik

Cara diagnosis tekanan darah diastolik dilakukan menggunakan alat yang disebut sfigmomanometer (tensi darah). Diagnosis tidak bisa ditegakkan hanya dengan satu kali pengukuran saja. Tenaga medis biasanya memerlukan setidaknya dua atau tiga kali pembacaan pada waktu yang berbeda untuk memastikan pola tekanan darah pasien.

Berdasarkan standar medis, kategori hasil pengukuran DIA mmHg adalah sebagai berikut:

  • Normal: Di bawah 80 mmHg.
  • Pre-hipertensi: 80–89 mmHg.
  • Hipertensi Tingkat 1: 90–99 mmHg.
  • Hipertensi Tingkat 2: 100 mmHg atau lebih tinggi.
  • Krisis Hipertensi: Di atas 120 mmHg (memerlukan penanganan segera).

Dokter mungkin akan menyarankan Ambulatory Blood Pressure Monitoring (ABPM) untuk memantau fluktuasi selama 24 jam. Tes penunjang lain seperti cek urine, tes darah (untuk kadar kolesterol dan gula darah), serta elektrokardiogram (EKG) sering dilakukan. Langkah ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kerusakan organ atau penyakit penyerta yang mendasari gangguan tekanan darah tersebut.

Pengobatan dan Penanganan Medis

Pengobatan dan penanganan medis untuk gangguan DIA mmHg bertujuan untuk mengembalikan tekanan darah ke rentang target yang aman. Strategi utama sering kali dimulai dengan modifikasi gaya hidup secara menyeluruh. Jika perubahan perilaku tidak memberikan hasil yang signifikan, dokter akan meresepkan terapi farmakologi atau obat-obatan.

Beberapa jenis obat yang umumnya diberikan oleh dokter meliputi:

  • ACE Inhibitors: Membantu merelaksasi pembuluh darah dengan menghambat pembentukan zat kimia penyempit pembuluh darah.
  • Calcium Channel Blockers: Mencegah kalsium masuk ke sel-sel jantung dan pembuluh darah agar arteri tetap lebar.
  • Diuretik: Membantu membuang kelebihan natrium dan air dari tubuh melalui urine.
  • Beta-blockers: Mengurangi beban kerja jantung dan menurunkan kecepatan detak jantung.

Penting bagi pasien untuk mengonsumsi obat sesuai dosis dan jadwal yang ditentukan oleh dokter. Penghentian obat secara tiba-tiba dapat memicu lonjakan tekanan darah yang berbahaya (rebound hypertension). Evaluasi rutin sangat diperlukan untuk memantau efektivitas obat dan meminimalkan potensi efek samping yang mungkin muncul selama masa terapi.

Pencegahan Gangguan Tekanan Darah

Pencegahan gangguan tekanan darah diastolik dapat dilakukan dengan menerapkan pola makan DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Diet ini menekankan pada konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Membatasi asupan natrium hingga kurang dari 2.300 mg per hari sangat disarankan untuk menjaga elastisitas pembuluh darah.

Langkah pencegahan lain yang efektif mencakup:

  • Melakukan olahraga aerobik (seperti jalan cepat atau berenang) minimal 150 menit per minggu.
  • Menjaga indeks massa tubuh (IMT) dalam rentang ideal untuk mengurangi beban jantung.
  • Mengelola stres dengan teknik relaksasi, meditasi, atau hobi yang menenangkan.
  • Membatasi asupan kafein dan menghindari paparan asap rokok secara aktif maupun pasif.
  • Melakukan pemantauan mandiri di rumah menggunakan tensimeter digital yang terkalibrasi.

“Penerapan pola hidup sehat dan deteksi dini melalui pemantauan tekanan darah secara rutin merupakan kunci utama dalam mencegah komplikasi stroke dan penyakit jantung koroner.” — Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), 2022

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan harus ke dokter ditentukan oleh hasil pengukuran tekanan darah yang menunjukkan angka di luar batas normal secara berulang. Jika angka DIA mmHg konsisten berada di atas 90 mmHg atau di bawah 60 mmHg, konsultasi medis segera diperlukan. Hal ini penting untuk mencegah risiko komplikasi kronis yang bisa merusak fungsi jantung.

Segera cari bantuan medis darurat jika gangguan tekanan darah disertai dengan:

  • Nyeri dada yang tajam atau terasa tertekan beban berat.
  • Sesak napas yang hebat bahkan saat sedang beristirahat.
  • Kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh atau wajah terkulai.
  • Kesulitan berbicara atau kebingungan mental yang tiba-tiba.
  • Sakit kepala yang sangat hebat dan tidak membaik dengan obat pereda nyeri biasa.

Kesimpulan

DIA mmHg merupakan indikator vital kesehatan kardiovaskular yang menunjukkan tekanan arteri saat jantung beristirahat. Menjaga angka diastolik dalam rentang normal (60-80 mmHg) sangat penting untuk mencegah risiko gagal jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Penanganan sejak dini melalui modifikasi gaya hidup dan terapi medis yang tepat dapat membantu mengontrol angka tekanan darah secara efektif. Konsultasi dengan dokter di Halodoc untuk mendapatkan diagnosis yang tepat melalui layanan konsultasi dokter yang tersedia kapan saja.