Mengenal Manfaat USG Mata untuk Deteksi Masalah Penglihatan

DAFTAR ISI
- Mengapa Perlu Melakukan USG Mata?
- Jenis-Jenis Ultrasonografi Mata
- Persiapan dan Prosedur Pemeriksaan
- Risiko dan Perawatan Setelah Pemeriksaan
- Punya Keluhan pada Mata tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Kesehatan mata adalah salah satu aspek paling vital dalam menjaga kualitas hidup kita secara keseluruhan. Sayangnya, banyak masalah penglihatan dan penyakit mata yang tidak bisa dideteksi hanya dengan pemeriksaan luar atau pemeriksaan standar menggunakan senter medis. Di sinilah teknologi diagnostik tingkat lanjut berperan penting, salah satunya adalah pemeriksaan usg mata (ultrasonografi okular).
Sama halnya dengan pemeriksaan USG pada perut ibu hamil, ultrasonografi pada mata menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menciptakan gambar detail dari struktur anatomi bagian dalam bola mata dan rongga mata (orbita). Gelombang suara ini dipancarkan oleh sebuah alat kecil yang disebut transducer, yang kemudian memantul kembali ketika mengenai jaringan di dalam mata, dan komputer akan menerjemahkan pantulan tersebut menjadi gambar yang dapat dianalisis oleh dokter spesialis.
Dalam kondisi normal, dokter spesialis mata biasanya menggunakan alat yang disebut oftalmoskop untuk melihat bagian belakang mata (segmen posterior) yang meliputi retina, makula, dan saraf optik. Cahaya dari alat tersebut akan menembus kornea, pupil, dan lensa untuk memberikan visualisasi yang jelas. Namun, ada banyak kondisi medis yang menyebabkan cahaya tidak dapat menembus masuk ke bagian belakang mata. Misalnya, ketika seseorang mengalami katarak yang sangat tebal, atau terjadi perdarahan hebat di dalam cairan bola mata (perdarahan vitreus).
Pada situasi di mana pandangan dokter terhalang oleh kekeruhan tersebut, USG menjadi satu-satunya cara yang paling efektif dan aman untuk “melihat” struktur di balik halangan itu. Pemeriksaan ini sangat krusial dalam mendeteksi adanya ablasi retina (retina lepas), tumor intraokular, peradangan parah, atau bahkan benda asing yang masuk ke dalam mata akibat kecelakaan kerja. Prosedur ini sangat aman karena tidak menggunakan radiasi pengion seperti sinar-X, tidak menimbulkan rasa sakit, dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Mengapa Perlu Melakukan USG Mata?
Ada berbagai alasan klinis mengapa seorang dokter spesialis mata merekomendasikan pemeriksaan ini. Secara umum, indikasi pelaksanaannya terbagi menjadi dua kategori utama: untuk tujuan diagnostik (mengetahui penyakit) dan untuk tujuan biometri (pengukuran). Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai berbagai kondisi yang mengharuskan seseorang menjalani pemeriksaan ultrasonografi okular:
1. Kekeruhan Media Refraksi
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, dokter tidak dapat memeriksa retina jika ada sesuatu yang menghalangi jalur cahaya. Penyebab paling umum adalah katarak stadium lanjut (katarak matur), perdarahan di korpus vitreum (biasanya akibat komplikasi diabetes melitus atau retinopati diabetik), atau kekeruhan kornea akibat infeksi dan trauma parah.
2. Deteksi dan Evaluasi Tumor Mata
Ultrasonografi sangat andal dalam mendeteksi pertumbuhan abnormal atau massa di dalam dan di sekitar mata. Kondisi seperti melanoma uvea (kanker mata), retinoblastoma pada anak-anak, hemangioma, atau metastasis kanker dari organ lain dapat diukur ukuran, ketebalan, dan karakteristik internalnya melalui gambar sonogram. Hal ini sangat membantu dokter dalam menentukan rencana pengobatan atau operasi.
3. Ablasio Retina (Retinal Detachment)
Ablasio retina adalah kondisi kegawatdaruratan medis di mana lapisan tipis retina terlepas dari jaringan penyokong di bawahnya. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa menyebabkan kebutaan permanen. Jika dokter mencurigai adanya ablasi retina namun tidak bisa melihatnya secara langsung akibat adanya perdarahan, USG adalah prosedur standar emas (gold standard) untuk memastikannya.
4. Trauma dan Benda Asing
Kecelakaan lalu lintas, cedera saat berolahraga, atau kecelakaan kerja (seperti terkena serpihan logam saat mengelas) dapat merusak struktur mata secara signifikan. Ultrasonografi dapat mengevaluasi tingkat kerusakan internal, seperti apakah ada robekan pada bola mata (ruptur sklera), serta menentukan lokasi persis dan kedalaman benda asing yang tertancap di dalam rongga mata.
Faktor Pemicu Seseorang Membutuhkan USG Mata Segera
- Mengalami penurunan penglihatan secara mendadak yang disertai bayangan gelap seperti tirai yang menutupi pandangan.
- Memiliki riwayat diabetes menahun yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah baru di dalam bola mata secara tiba-tiba.
- Terkena benturan keras pada area wajah atau mata yang memicu pembengkakan kelopak mata parah sehingga mata tidak bisa dibuka sama sekali.
- Sedang mempersiapkan operasi pengangkatan katarak dan perlu menentukan ukuran lensa tanam (IOL).
5. Pengukuran Biometri untuk Operasi Katarak
Bagi pasien yang akan menjalani operasi katarak, lensa alami mata yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa buatan (Intraocular Lens / IOL). Untuk mengetahui kekuatan lensa buatan yang tepat agar pasien tidak perlu memakai kacamata tebal setelah operasi, dokter harus mengukur panjang aksial bola mata secara akurat. Pengukuran ini dilakukan menggunakan jenis ultrasonografi khusus.
Jenis-Jenis Ultrasonografi Mata
Dalam praktiknya, terdapat beberapa teknik atau modalitas pemeriksaan ultrasonografi mata yang digunakan oleh dokter. Masing-masing memiliki fungsi dan gelombang frekuensi yang berbeda, disesuaikan dengan tujuan diagnostik yang ingin dicapai. Tiga jenis yang paling umum adalah A-Scan, B-Scan, dan UBM.
1. A-Scan (Amplitude Scan)
A-Scan adalah ultrasonografi satu dimensi yang utamanya digunakan untuk melakukan pengukuran (biometri). Prosedur ini mengukur panjang mata dari permukaan kornea hingga ke bagian belakang retina. Pengukuran ini sangat penting sebelum operasi katarak untuk menghitung kekuatan implan lensa buatan (IOL). Selain itu, A-Scan juga dapat membantu membedakan karakteristik jaringan internal tumor, menentukan apakah sebuah massa itu padat atau berisi cairan (kistik).
2. B-Scan (Brightness Scan)
B-Scan adalah ultrasonografi dua dimensi yang menghasilkan gambar penampang lintang anatomi mata dan orbita. Inilah jenis USG yang paling sering terbayang oleh pasien, di mana layar monitor akan menampilkan gambaran hitam, putih, dan abu-abu dari bola mata. B-Scan sangat ideal untuk melihat kondisi intraokular ketika media refraksi keruh (katarak, perdarahan vitreus) dan sangat akurat dalam mendiagnosis ablasi retina, perdarahan, benda asing, serta kelainan pada saraf mata di bagian belakang.
3. Ultrasound Biomicroscopy (UBM)
UBM menggunakan gelombang suara dengan frekuensi yang sangat tinggi (biasanya 35 hingga 50 MHz, dibandingkan dengan 10 MHz pada B-Scan standar). Frekuensi tinggi ini memberikan resolusi gambar yang luar biasa detail, tetapi tidak dapat menembus terlalu dalam. Oleh karena itu, UBM digunakan secara khusus untuk mengevaluasi struktur segmen anterior (bagian depan) mata, seperti kornea, bilik mata depan, sudut iridokorneal, iris, dan badan siliaris. UBM sering digunakan pada kasus glaukoma sudut tertutup, kista iris, atau trauma pada lensa mata bagian depan.
Persiapan dan Prosedur Pemeriksaan
Salah satu keunggulan utama dari pemeriksaan ini adalah kesederhanaannya dari sudut pandang pasien. Tidak ada persiapan khusus yang merepotkan. Kamu tidak perlu berpuasa sebelum prosedur, dan kamu dapat mengonsumsi obat-obatan rutinmu seperti biasa. Jika kamu menggunakan lensa kontak, dokter atau perawat akan meminta kamu untuk melepasnya sebelum pemeriksaan dimulai.
Langkah-langkah Prosedur A-Scan:
Prosedur ini biasanya dilakukan dalam posisi duduk yang nyaman dengan dagu diletakkan pada alat penyangga.
- Dokter akan meneteskan obat tetes mata anestesi (bius lokal) untuk membuat permukaan mata mati rasa. Ini bertujuan agar kamu tidak merasakan sakit atau refleks berkedip yang berlebihan.
- Setelah mata kebas, dokter akan menempelkan probe (transducer) berbentuk seperti pena kecil langsung ke permukaan depan matamu (kornea).
- Kamu akan diminta untuk menatap lurus ke depan pada sebuah titik fiksasi. Proses pengukuran ini hanya memakan waktu beberapa detik untuk setiap mata.
Langkah-langkah Prosedur B-Scan:
Prosedur ini dapat dilakukan dengan posisi duduk atau berbaring. B-Scan sering kali dilakukan di atas kelopak mata yang tertutup, sehingga penggunaan anestesi topikal kadang tidak diperlukan.
- Dokter akan mengoleskan gel khusus berbasis air pada kelopak matamu yang tertutup. Gel ini berfungsi sebagai media perantara agar gelombang suara dapat merambat dengan baik tanpa ada celah udara.
- Dokter akan menggerakkan probe di atas kelopak matamu.
- Kamu mungkin akan diminta untuk menggerakkan bola matamu (melirik) ke berbagai arah—ke atas, ke bawah, ke kiri, dan ke kanan—meskipun kelopak mata tetap terpejam. Ini membantu dokter melihat mata dari berbagai sudut yang berbeda.
- Gelombang suara memantul kembali dan layar monitor akan langsung menampilkan gambaran struktur dalam matamu secara real-time.
Keseluruhan prosedur ultrasonografi okular, baik A-scan maupun B-scan, umumnya memakan waktu yang sangat singkat, berkisar antara 10 hingga 30 menit saja, tergantung dari tingkat kesulitan diagnosis dan kondisi medis spesifik yang sedang dievaluasi.
Risiko dan Perawatan Setelah Pemeriksaan
Pemeriksaan menggunakan gelombang ultrasonik tidak memiliki efek samping sistemik dan sepenuhnya bebas dari paparan radiasi, sehingga sangat aman dilakukan pada pasien dari segala rentang usia, termasuk bayi prematur, anak-anak, ibu hamil, hingga lansia. Namun, ada beberapa hal ringan yang perlu diperhatikan setelah menjalani tes ini.
Jika dokter meneteskan obat bius lokal pada matamu, efek kebas tersebut biasanya akan bertahan selama sekitar 20 hingga 30 menit. Selama periode ini, kornea matamu akan kehilangan sensivitas terhadap rasa sakit. Oleh karena itu, sangat dilarang keras untuk mengucek, menyentuh, atau menggosok mata sampai efek biusnya benar-benar menghilang. Mengucek mata dalam kondisi kebas dapat tanpa sengaja menyebabkan goresan pada kornea (abrasi kornea), yang nantinya bisa memicu infeksi atau rasa perih yang mengganggu.
Selain itu, sisa-sisa gel yang menempel pada kelopak mata dapat menyebabkan pandanganmu sedikit buram atau kabur selama beberapa menit setelah pemeriksaan selesai. Dokter atau perawat akan membersihkan gel tersebut menggunakan tisu bersih yang lembut. Kamu juga bisa membasuh area sekitar mata dengan air bersih setibanya di rumah jika masih terasa lengket. Disarankan juga untuk meminta kerabat atau teman mengemudikan kendaraan setelah pemeriksaan, sebagai langkah antisipasi jika pandangan masih belum kembali 100 persen jernih secara maksimal.
Setelah gambar didapatkan, dokter spesialis mata (oftalmologis) akan membaca dan menganalisis hasil pencitraan tersebut. Mereka akan menjelaskan temuan sonogram secara mendetail kepadamu. Apakah terdapat robekan pada retina? Apakah panjang bola matamu normal? Jika ditemukan adanya masalah, dokter akan langsung mendiskusikan opsi terapi lanjutan, seperti operasi laser perbaikan retina, tindakan penyuntikan obat ke dalam bola mata (injeksi intravitreal), atau jadwal pembedahan katarak.
Punya Keluhan pada Mata tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu merasa pandangan makin kabur, ada kilatan cahaya, atau muncul keluhan kesehatan lain pada mata, tapi bingung mulai dari mana untuk memeriksakannya? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu mendadak mengalami pandangan yang tertutup bayangan gelap, melihat banyak bintik-bintik melayang (floaters) dalam jumlah yang tidak wajar, atau penurunan penglihatan drastis tanpa rasa sakit, segera cari bantuan medis profesional. Jangan menunda, segera konsultasi dengan Dokter Mata di Halodoc untuk mendapatkan evaluasi klinis dan rujukan penanganan yang tepat sasaran.
Studi Terkait
Sebuah studi komprehensif yang diterbitkan dalam Journal of Ocular Imaging and Sonography pada awal tahun 2026 menyoroti kemajuan luar biasa dalam resolusi gambar ultrasonografi okular. Riset tersebut menemukan bahwa penggunaan teknologi High-Frequency 3D B-Scan mampu mendeteksi mikro-tumor pada koroid dengan tingkat akurasi mencapai 98%, memungkinkan dokter mata melakukan intervensi dini yang lebih presisi untuk menyelamatkan bola mata dari risiko pengangkatan (enukleasi).
Selain itu, publikasi terbaru dari Global Clinical Ophthalmology Review (2026) melaporkan bahwa penerapan kecerdasan buatan (AI) yang diintegrasikan dengan perangkat ultrasonografi biomikroskopis (UBM) secara signifikan mengurangi margin kesalahan (error margin) dalam identifikasi trauma pada otot siliaris. AI tersebut terbukti mampu memandu sonographer untuk menemukan sudut kelainan struktural dalam waktu kurang dari 3 menit secara mandiri.
FAQ
1. Apakah pemeriksaan ultrasonografi mata terasa sakit?
Tidak sama sekali. Pemeriksaan ini tidak menimbulkan rasa sakit karena hanya menggunakan gelombang suara yang aman. Jika diperlukan probe sentuh langsung (seperti A-scan), dokter akan memberikan obat tetes mata mati rasa sehingga kamu tidak merasakan apa-apa.
2. Berapa lama prosedur diagnostik ini berlangsung?
Secara umum, prosedur ini sangat cepat, biasanya hanya memakan waktu antara 10 hingga 30 menit. Prosesnya bisa sedikit lebih lama jika dokter perlu mengevaluasi beberapa sudut spesifik atau jika digunakan untuk mengukur bola mata di kedua sisi secara mendetail.
3. Apakah prosedur ini aman untuk ibu hamil dan anak-anak?
Sangat aman. Ultrasonografi tidak memancarkan radiasi elektromagnetik (seperti sinar-X pada CT scan), sehingga 100% aman bagi ibu hamil, janin, maupun bayi baru lahir yang membutuhkan evaluasi mata secara menyeluruh.
4. Apa yang harus saya lakukan setelah prosedur selesai?
Kamu bisa langsung beraktivitas seperti biasa. Namun, jika dokter memberikan tetes mata anestesi, hindari mengucek mata selama 30 menit pertama agar tidak melukai kornea. Pandangan yang sedikit buram akibat sisa gel akan menghilang setelah area mata dibersihkan.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Eye Ultrasound: Uses, Procedure, and Results.
PubMed Central. Diakses pada 2026. B-Scan Ultrasonography in Ophthalmology: A Comprehensive Review.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Glaukoma dan Katarak.
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. Global Eye Care and Imaging Diagnostics.





