• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Gagap Neurogenik yang Disebabkan Masalah Saraf
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Gagap Neurogenik yang Disebabkan Masalah Saraf

Mengenal Gagap Neurogenik yang Disebabkan Masalah Saraf

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 24 Oktober 2022

“Gagap neurologik adalah kondisi yang disebabkan oleh gangguan pada otak. Pengidap kondisi ini mengalami hambatan dalam berbicara yang ditandai dengan terbata-bata.”

Mengenal Gagap Neurogenik yang Disebabkan Masalah SarafMengenal Gagap Neurogenik yang Disebabkan Masalah Saraf

Halodoc, Jakarta – Gagap merupakan kondisi yang berpotensi menurunkan kemampuan seseorang dalam berbicara. Sementara gagap neurologik adalah gangguan yang disebabkan oleh masalah pada otak. 

Gagap neurologik muncul sebagai dampak dari gangguan saraf dan otot yang berperan dalam kemampuan berbicara. Kondisi ini biasanya dipicu oleh penyakit, seperti cedera otak atau stroke.

Gejalanya ditandai dengan suara yang terputus-putus saat berbicara dan kesulitan mengeluarkan kata-kata. Tandanya bisa muncul sejak kanak-kanak akibat keterlambatan perkembangan.

Pengertian Gagap Neurologik

Gagap neurogenik adalah jenis gangguan seseorang mengalami kesulitan dalam menghasilkan ucapan dengan cara yang normal dan lancar. Pengidap memiliki suara dan sering terinterupsi. 

Alhasil, mereka mengalami kesulitan menghasilkan kata-kata dan harus berusaha lebih saat ingin berbicara. Kondisi ini umumnya muncul setelah cedera atau mengalami penyakit pada sistem saraf pusat, yakni otak dan sumsum tulang belakang.

Siapa Saja yang Berisiko Mengalaminya?

Sebagian besar pengidap kondisi ini mampu berbicara normal. Gejala baru akan muncul setelah pengidap mengalami cedera atau penyakit. Kondisi ini juga bisa terjadi akibat terhambatnya perkembangan di masa kanak-kanak.

Meski bisa menyerang semua orang di segala usia. Orang dewasa memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya. Adapun cedera atau penyakit yang melatarbelakangi gagap neurologik, di antaranya:

  • Kecelakaan serebrovaskular (stroke).
  • Trauma kepala.
  • Serangan iskemik, yaitu penyumbatan sementara pada aliran darah di otak.
  • Tumor atau kista pada otak.
  • Penyakit degeneratif, seperti penyakit Parkinson.
  • Penyakit lain, seperti meningitis (peradangan pada otak).
  • Penyebab terkait obat, seperti efek samping penggunaan.

Gejala Utama pada Pengidap

Gejala gagap neurogenik dapat bervariasi, tergantung pada penyebab yang mendasari dan tingkat keparahan penyakit. Tandanya berupa:

  • Pengulangan frasa, kata dan bagian kata, seperti suku kata serta perpanjangan bunyi.
  • Keragu-raguan ketika berbicara dan jeda di antara huruf dalam satu kata.
  • Berhenti berbicara tanpa menyelesaikan kata.
  • Terdengar suara yang mengganggu seperti bunyi ‘ng’ atau ‘hm’.
  • Gerakan asing dari bibir, rahang, atau lidah saat berbicara.
  • Gerakan aneh dari postur tubuh.

Sementara gejala fisiknya bisa terlihat dari:

  • Bibir atau rahang gemetar berlebihan saat berbicara.
  • Mata berkedip-kedip secara tidak wajar.
  • Tangan terlihat mengepal.
  • Otot wajah berkedut sendirinya.
  • Wajah terlihat menegang karena kesulitan mengeluarkan kata.

Pengidap biasanya tidak menyadari terkait dengan gangguan yang mereka alami saat berbicara. Namun, lawan bicara menunjukkan kesadaran dan merasa kesulitan memahami kalimat yang diutarakan.

Gagap neurologik umumnya muncul setelah seseorang mengalami cedera atau penyakit yang disebutkan di atas. Jika mengalaminya, segera buat janji rumah sakit untuk melakukan perawatan.

Langkah ini bertujuan untuk mempermudah dalam berkomunikasi dan meningkatkan kualitas hidup dalam lingkup sosial. Cara ini juga membantu mempermudah lawan bicara dalam memahami artikulasi dari pengidap.

Jika membutuhkan informasi lain seputar kesehatan, gaya hidup dan pola hidup sehat lainnya, silakan download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
The Stuttering Foundation. Diakses pada 2022. Neurogenic Stuttering.
National Library of Medicine. Diakses pada 2022. Neurogenic stuttering: a review of the literature.