Advertisement

Mengenal Ginekomastia, Pembesaran Payudara pada Pria

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   30 Juni 2025

Ginekomastia adalah pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria yang dapat diatasi dengan obat atau operasi sesuai penyebabnya.

Mengenal Ginekomastia, Pembesaran Payudara pada PriaMengenal Ginekomastia, Pembesaran Payudara pada Pria

DAFTAR ISI

  1. Penyebab Ginekomastia
  2. Faktor Risiko Ginekomastia
  3. Gejala Ginekomastia
  4. Diagnosis Ginekomastia
  5. Pengobatan Ginekomastia
  6. Prosedur Operasi Ginekomastia
  7. Pemulihan Pasca Operasi Ginekomastia
  8. Risiko dan Komplikasi Operasi Ginekomastia
  9. Biaya Operasi Ginekomastia
  10. Pencegahan Ginekomastia
  11. Kapan Harus ke Dokter?
  12. Kesimpulan

Ginekomastia adalah pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria. Kondisi ini berbeda dengan penumpukan lemak di area dada (pseudoginekomastia).

Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan testosteron. Nah, ginekomastia dapat memengaruhi satu atau kedua payudara.

Penyebab Ginekomastia

Ginekomastia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Perubahan Hormonal Alami: Pada bayi baru lahir, ginekomastia bisa terjadi karena pengaruh hormon ibu. Pada masa pubertas, perubahan hormon juga bisa memicu kondisi ini. Pada pria lansia, produksi testosteron menurun, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon.
  • Kondisi Medis: Beberapa kondisi medis seperti hipertiroidisme, gagal ginjal kronis, dan tumor testis dapat menyebabkan ginekomastia.
  • Obat-obatan: Beberapa jenis obat-obatan, seperti steroid anabolik, obat anti-androgen, dan antidepresan, dapat menyebabkan efek samping berupa ginekomastia.
  • Penggunaan Alkohol dan Narkoba: Konsumsi alkohol berlebihan dan penggunaan narkoba seperti ganja dan heroin dapat mengganggu keseimbangan hormon dan menyebabkan ginekomastia.
  • Obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar estrogen dalam tubuh, yang dapat memicu pertumbuhan jaringan payudara.

Pahami lebih dalam tentang Apa itu Hormon? – Ini Jenis, Fungsi, dan Gangguan yang Bisa Terjadi berikut ini.

Faktor Risiko Ginekomastia

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya ginekomastia, antara lain:

  • Usia: Ginekomastia lebih sering terjadi pada bayi baru lahir, remaja pada masa pubertas, dan pria lansia.
  • Kondisi Kesehatan: Memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati, penyakit ginjal, atau masalah tiroid.
  • Penggunaan Obat-obatan: Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti steroid anabolik, anti-androgen, atau antidepresan.
  • Penyalahgunaan Zat: Mengonsumsi alkohol berlebihan atau menggunakan narkoba.

Gejala Ginekomastia

Gejala utama ginekomastia adalah pembesaran jaringan payudara pada pria. Gejala lain yang mungkin menyertai, meliputi:

  • Nyeri atau sensitivitas pada area payudara.
  • Pembengkakan pada jaringan payudara.
  • Benjolan di bawah puting.
  • Keluarnya cairan dari puting (jarang terjadi).

Diagnosis Ginekomastia

Diagnosis ginekomastia dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi:

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa payudara untuk mengevaluasi ukuran, tekstur, dan adanya benjolan.
  • Anamnesis: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, obat-obatan yang dikonsumsi, dan gaya hidup.
  • Pemeriksaan Penunjang: Dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti tes darah (untuk memeriksa kadar hormon), USG payudara, atau biopsi (jika ada kecurigaan kanker).

Pengobatan Ginekomastia

Pengobatan ginekomastia tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Observasi: Jika ginekomastia disebabkan oleh perubahan hormonal alami pada masa pubertas, dokter mungkin akan merekomendasikan observasi tanpa pengobatan. Kondisi ini seringkali membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau tahun.
  • Obat-obatan: Jika ginekomastia disebabkan oleh kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi penyebabnya.
  • Operasi: Jika ginekomastia tidak membaik dengan pengobatan lain atau menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan, operasi mungkin menjadi pilihan.

Prosedur Operasi Ginekomastia

Terdapat beberapa teknik operasi ginekomastia, antara lain:

  • Liposuction: Teknik ini digunakan untuk menghilangkan lemak berlebih di area payudara. Dokter akan membuat sayatan kecil dan memasukkan tabung kecil (kanula) untuk menghisap lemak.
  • Eksisi: Teknik ini digunakan untuk menghilangkan jaringan kelenjar payudara yang berlebihan. Dokter akan membuat sayatan di sekitar puting atau di area payudara untuk mengangkat jaringan.
  • Kombinasi Liposuction dan Eksisi: Teknik ini menggabungkan liposuction dan eksisi untuk menghilangkan lemak dan jaringan kelenjar payudara yang berlebihan.

Prosedur operasi ginekomastia umumnya dilakukan dengan anestesi lokal atau umum. Waktu operasi bervariasi tergantung pada teknik yang digunakan dan tingkat keparahan ginekomastia.

Pemulihan Pasca Operasi Ginekomastia

Setelah operasi ginekomastia, pasien perlu mengikuti beberapa instruksi untuk mempercepat pemulihan, antara lain:

  • Mengenakan perban atau pakaian kompresi untuk mengurangi pembengkakan dan mendukung penyembuhan.
  • Menghindari aktivitas berat selama beberapa minggu.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai resep dokter.
  • Menjaga kebersihan area operasi.
  • Kontrol rutin ke dokter untuk memantau penyembuhan.

Risiko dan Komplikasi Operasi Ginekomastia

Seperti semua prosedur bedah, operasi ginekomastia memiliki risiko komplikasi, antara lain:

  • Perdarahan.
  • Infeksi.
  • Jaringan parut.
  • Perubahan sensasi pada puting.
  • Kontur payudara yang tidak rata.

Penting untuk mendiskusikan risiko dan manfaat operasi dengan dokter sebelum menjalani prosedur ini. Nah, berikut Ini Rekomendasi Dokter Andrologi di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Biaya Operasi Ginekomastia

Biaya operasi ginekomastia bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Teknik operasi yang digunakan.
  • Rumah sakit atau klinik tempat operasi dilakukan.
  • Biaya anestesi dan obat-obatan.
  • Pengalaman dan reputasi dokter bedah.

Pencegahan Ginekomastia

Meskipun tidak semua kasus ginekomastia dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko, antara lain:

  • Menghindari penggunaan steroid anabolik dan narkoba.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Simak informasi lebih dalam mengenai Ginekomastia – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan dengan dokter jika mengalami gejala ginekomastia, terutama jika disertai dengan nyeri, pembengkakan, atau benjolan pada payudara.

Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi.

Kesimpulan

Ginekomastia adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi pria dari segala usia. Meskipun seringkali tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan menurunkan rasa percaya diri. Operasi ginekomastia adalah salah satu solusi efektif untuk mengatasi kondisi ini.

Jika mengalami gejala ginekomastia, segera konsultasikan dengan dokter spesialis andrologi di Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2025. Enlarged Breast in Men (Gynecomastia).
Healthline. Diakses pada 2025. Breast Enlargement in Men (Gynecomastia).