Ad Placeholder Image

Mengenal Ginekomastia, Pembesaran Payudara pada Pria

6 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   26 Februari 2026

Ginekomastia adalah pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria yang dapat diatasi dengan obat atau operasi sesuai penyebabnya.

Mengenal Ginekomastia, Pembesaran Payudara pada PriaMengenal Ginekomastia, Pembesaran Payudara pada Pria

DAFTAR ISI


Ginekomastia adalah pembesaran jaringan kelenjar payudara pada pria. Kondisi ini berbeda dengan penumpukan lemak di area dada (pseudoginekomastia).

Kondisi ini terjadi akibat ketidakseimbangan hormon estrogen dan testosteron. Nah, ginekomastia dapat memengaruhi satu atau kedua payudara.

Penyebab Ginekomastia

Ukuran payudara dapat berubah karena berbagai alasan yang beragam. Perubahan ini seringkali berkaitan dengan siklus hidup alami tubuh. Berikut adalah penjelasan utama mengenai penyebab payudara membesar.

1. Pengaruh Hormon

Perubahan hormon adalah salah satu penyebab paling umum dari fluktuasi ukuran payudara. Hormon memainkan peran sentral dalam perkembangan dan fungsi jaringan payudara sepanjang hidup.

2. Pubertas

Selama masa pubertas pada remaja perempuan, hormon estrogen menjadi pemicu utama pertumbuhan jaringan payudara. Proses ini adalah bagian alami dari perkembangan sekunder seksual wanita. Peningkatan estrogen menyebabkan duktus susu dan jaringan lemak di payudara berkembang.

3. Siklus Menstruasi

Menjelang periode menstruasi, banyak wanita merasakan payudara mereka menjadi lebih besar atau terasa kembung. Ini disebabkan oleh perubahan hormon estrogen dan progesteron yang berfluktuasi sepanjang siklus. Hormon-hormon ini dapat menyebabkan retensi cairan dan pembengkakan pada jaringan payudara.

4. Kehamilan dan Menyusui

Saat kehamilan, tubuh memproduksi peningkatan signifikan hormon seperti estrogen, progesteron, dan prolaktin. Hormon-hormon ini mempersiapkan kelenjar susu untuk produksi ASI, menyebabkan payudara membesar secara drastis. Setelah melahirkan, selama menyusui, payudara akan terus membesar karena adanya produksi dan penyimpanan ASI.

5. Kontrasepsi Hormonal dan Obat-obatan Lain

Penggunaan kontrasepsi hormonal seperti pil KB atau terapi penggantian hormon (HRT) dapat memengaruhi jaringan payudara. Kandungan hormon estrogen dan progesteron sintetis di dalamnya kadang membuat payudara terlihat lebih besar atau terasa lebih sensitif. Selain itu, beberapa jenis obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan pembesaran payudara sebagai efek samping.

6. Kenaikan Berat Badan

Payudara sebagian besar terdiri dari jaringan lemak, bersama dengan kelenjar susu dan jaringan ikat. Oleh karena itu, ketika seseorang mengalami penambahan berat badan, sebagian dari lemak tubuh tersebut dapat tersimpan di area payudara. Akibatnya, ukuran payudara dapat bertambah seiring dengan peningkatan berat badan.

7. Retensi Cairan (Pembengkakan)

Tubuh dapat menahan cairan berlebih dalam berbagai kondisi, yang seringkali menyebabkan pembengkakan pada beberapa bagian tubuh, termasuk payudara. Retensi cairan ini umum terjadi sebelum menstruasi, selama kehamilan, atau akibat konsumsi makanan tinggi garam. Payudara akan terasa lebih besar, tegang, dan terkadang nyeri saat terjadi retensi cairan.

8. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus yang lebih jarang, pembesaran payudara dapat menjadi indikasi adanya kondisi medis yang mendasari. Penting untuk mengidentifikasi penyebab ini agar penanganan yang tepat dapat diberikan.

Pahami lebih dalam tentang Apa itu Hormon? – Ini Jenis, Fungsi, dan Gangguan yang Bisa Terjadi berikut ini.

Faktor Risiko Ginekomastia

Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko terjadinya ginekomastia, antara lain:

  • Usia: Ginekomastia lebih sering terjadi pada bayi baru lahir, remaja pada masa pubertas, dan pria lansia.
  • Kondisi Kesehatan: Memiliki kondisi medis tertentu, seperti penyakit hati, penyakit ginjal, atau masalah tiroid.
  • Penggunaan Obat-obatan: Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti steroid anabolik, anti-androgen, atau antidepresan.
  • Penyalahgunaan Zat: Mengonsumsi alkohol berlebihan atau menggunakan narkoba.

Gejala Ginekomastia

Gejala utama ginekomastia adalah pembesaran jaringan payudara pada pria. Gejala lain yang mungkin menyertai, meliputi:

  • Nyeri atau sensitivitas pada area payudara.
  • Pembengkakan pada jaringan payudara.
  • Benjolan di bawah puting.
  • Keluarnya cairan dari puting (jarang terjadi).

Diagnosis Ginekomastia

Diagnosis ginekomastia dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi:

  • Pemeriksaan Fisik: Dokter akan memeriksa payudara untuk mengevaluasi ukuran, tekstur, dan adanya benjolan.
  • Anamnesis: Dokter akan menanyakan riwayat kesehatan pasien, obat-obatan yang dikonsumsi, dan gaya hidup.
  • Pemeriksaan Penunjang: Dokter mungkin akan merekomendasikan pemeriksaan penunjang seperti tes darah (untuk memeriksa kadar hormon), USG payudara, atau biopsi (jika ada kecurigaan kanker).

Pengobatan Ginekomastia

Pengobatan ginekomastia tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Beberapa pilihan pengobatan meliputi:

  • Observasi: Jika ginekomastia disebabkan oleh perubahan hormonal alami pada masa pubertas, dokter mungkin akan merekomendasikan observasi tanpa pengobatan. Kondisi ini seringkali membaik dengan sendirinya dalam beberapa bulan atau tahun.
  • Obat-obatan: Jika ginekomastia disebabkan oleh kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengatasi penyebabnya.
  • Operasi: Jika ginekomastia tidak membaik dengan pengobatan lain atau menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan, operasi mungkin menjadi pilihan.

Prosedur Operasi Ginekomastia

Terdapat beberapa teknik operasi ginekomastia, antara lain:

  • Liposuction: Teknik ini digunakan untuk menghilangkan lemak berlebih di area payudara. Dokter akan membuat sayatan kecil dan memasukkan tabung kecil (kanula) untuk menghisap lemak.
  • Eksisi: Teknik ini digunakan untuk menghilangkan jaringan kelenjar payudara yang berlebihan. Dokter akan membuat sayatan di sekitar puting atau di area payudara untuk mengangkat jaringan.
  • Kombinasi Liposuction dan Eksisi: Teknik ini menggabungkan liposuction dan eksisi untuk menghilangkan lemak dan jaringan kelenjar payudara yang berlebihan.

Prosedur operasi ginekomastia umumnya dilakukan dengan anestesi lokal atau umum. Waktu operasi bervariasi tergantung pada teknik yang digunakan dan tingkat keparahan ginekomastia.

Pemulihan Pasca Operasi Ginekomastia

Setelah operasi ginekomastia, pasien perlu mengikuti beberapa instruksi untuk mempercepat pemulihan, antara lain:

  • Mengenakan perban atau pakaian kompresi untuk mengurangi pembengkakan dan mendukung penyembuhan.
  • Menghindari aktivitas berat selama beberapa minggu.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri sesuai resep dokter.
  • Menjaga kebersihan area operasi.
  • Kontrol rutin ke dokter untuk memantau penyembuhan.

Risiko dan Komplikasi Operasi Ginekomastia

Seperti semua prosedur bedah, operasi ginekomastia memiliki risiko komplikasi, antara lain:

  • Perdarahan.
  • Infeksi.
  • Jaringan parut.
  • Perubahan sensasi pada puting.
  • Kontur payudara yang tidak rata.

Penting untuk mendiskusikan risiko dan manfaat operasi dengan dokter sebelum menjalani prosedur ini. Nah, berikut Ini Rekomendasi Dokter Andrologi di Halodoc yang bisa kamu hubungi.

Biaya Operasi Ginekomastia

Biaya operasi ginekomastia bervariasi tergantung pada beberapa faktor, seperti:

  • Teknik operasi yang digunakan.
  • Rumah sakit atau klinik tempat operasi dilakukan.
  • Biaya anestesi dan obat-obatan.
  • Pengalaman dan reputasi dokter bedah.

Pencegahan Ginekomastia

Meskipun tidak semua kasus ginekomastia dapat dicegah, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko, antara lain:

  • Menghindari penggunaan steroid anabolik dan narkoba.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Simak informasi lebih dalam mengenai Ginekomastia – Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

Kapan Harus ke Dokter?

Perubahan ukuran payudara adalah hal normal yang dapat terjadi sepanjang hidup, terutama karena pengaruh hormon. Namun, ada beberapa tanda yang mengindikasikan perlunya konsultasi dengan dokter.

Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami pembesaran payudara yang:

  • Terjadi secara tiba-tiba dan cepat tanpa alasan yang jelas.
  • Disertai dengan benjolan keras yang teraba.
  • Menyebabkan nyeri hebat yang tidak mereda.
  • Disertai keluarnya cairan tidak normal dari puting, terutama jika berwarna kemerahan atau kecoklatan.
  • Menyebabkan perubahan pada kulit payudara, seperti kemerahan, cekungan, atau kulit jeruk.
  • Terjadi pada pria dan terasa nyeri atau hanya pada satu sisi.

Pemeriksaan dini sangat penting untuk memastikan tidak ada kondisi kesehatan serius yang mendasari.

Kesimpulan

Ginekomastia adalah kondisi umum yang dapat memengaruhi pria dari segala usia. Meskipun seringkali tidak berbahaya, kondisi ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan menurunkan rasa percaya diri. Operasi ginekomastia adalah salah satu solusi efektif untuk mengatasi kondisi ini.

Jika mengalami gejala ginekomastia, segera konsultasikan dengan dokter spesialis andrologi di Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan yang tepat.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Enlarged Breast in Men (Gynecomastia).
Healthline. Diakses pada 2026. Breast Enlargement in Men (Gynecomastia).