Ad Placeholder Image

Mengenal Istilah Flexing di Media Sosial, Penyebab dan Cara Menghindarinya

8 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 14 September 2026

"Semenjak adanya platform media sosial, tak sedikit orang yang flexing alias pamer kemewahan, kebahagiaan dan kesuksesannya. Padahal, hal ini bisa membuat seseorang rendah diri apabila melihat perilaku tersebut."

Mengenal Istilah Flexing di Media Sosial, Penyebab dan Cara MenghindarinyaMengenal Istilah Flexing di Media Sosial, Penyebab dan Cara Menghindarinya

DAFTAR ISI


Fenomena flexing atau pamer di media sosial kini makin marak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini sering kali memengaruhi kesehatan mental, baik bagi penderitanya maupun orang yang melihatnya.

Meskipun tampak sekadar mencari perhatian, perilaku ini dapat merefleksikan kecemasan mendalam dan ketidakpuasan terhadap diri sendiri. Mari ketahui lebih jauh mengenai penyebab serta cara menyikapi tren perilaku ini.

Mengenal Flexing dan Penyebabnya

Flexing adalah istilah populer yang merujuk pada tindakan memamerkan kekayaan, status sosial, barang mewah, atau pencapaian secara mencolok di media sosial. Seseorang yang melakukan flexing biasanya bertujuan untuk menampilkan kesan kehidupan yang sempurna dan bergelimang kemewahan demi meraih perhatian publik.

Secara psikologis, dorongan untuk melakukan pamer ini sering kali dipicu oleh rasa percaya diri yang rendah (low self-esteem) serta kebutuhan mendesak akan pengakuan eksternal (external validation). Pelaku merasa harga dirinya baru terangkat ketika mendapatkan pujian, komentar positif, dan jumlah suka (likes) yang banyak dari orang lain.

Selain itu, tekanan sosial dari lingkungan sekitar dan rasa cemas akan tertinggal tren atau Fear of Missing Out (FOMO) juga berkontribusi besar. Fenomena ini membuat individu merasa harus selalu terlihat setara atau lebih unggul dibanding standar ideal semu yang dibentuk oleh platform digital.

Cara Menghindari Perilaku Flexing

Guna mencegah keinginan pamer berlebihan di dunia maya dan menjaga kestabilan mental, kamu bisa menerapkan beberapa langkah bijak berikut:

  • Membatasi Penggunaan Media Sosial: Kurangi durasi harian bermain media sosial agar terhindar dari dorongan membandingkan diri secara terus-menerus.
  • Fokus pada Pengembangan Diri: Salurkan energi untuk mengasah potensi, hobi, dan kebahagiaan di dunia nyata yang tidak perlu dipublikasikan.
  • Melatih Rasa Syukur: Biasakan mencatat hal-hal positif yang kamu miliki dalam hidup nyata ketimbang mengejar kebanggaan semu di dunia digital.
  • Menyeleksi Pergaulan: Kelilingi diri dengan lingkungan pertemanan yang positif dan menerima dirimu apa adanya tanpa menilai dari materi semata.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika dorongan untuk pamer berakar dari rasa cemas berlebihan, kecanduan validasi media sosial, atau mulai mengganggu kesehatan mental dan finansialmu, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Jiwa (Psikiater) atau psikolog di Halodoc. Penanganan yang tepat membantu kamu membangun harga diri yang sehat dan pola pikir yang lebih realistis.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan.
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Melakukan konsultasi terkait kendala psikologis atau emosional kini jauh lebih praktis. Kamu dapat berkonsultasi ke dokter spesialis jiwa atau psikolog kapan saja dan di mana saja melalui layanan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam dengan privasi yang terjaga penuh.

Referensi

Psychology Today. Diakses pada 2026. The Psychology Behind Flexing on Social Media.
WebMD. Diakses pada 2026. How Social Media Affects Mental Health.
Healthline. Diakses pada 2026. Social Media and Self-Esteem: What Is the Connection?
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2026. Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Era Digital.

FAQ

1. Apa bedanya flexing dengan sekadar berbagi kebahagiaan di media sosial?
Flexing berfokus pada pamer materi dan pencapaian untuk mendapatkan validasi serta menonjolkan status sosial. Sementara itu, berbagi kebahagiaan bertujuan menjalin koneksi emosional yang tulus dengan orang lain tanpa maksud merasa lebih unggul.

2. Mengapa orang yang sering flexing sering kali merasa cemas?
Perilaku flexing kerap menjadi mekanisme pertahanan diri untuk menutupi rasa ketidakamanan (insecurity) atau rendah diri. Rasa cemas muncul karena mereka harus terus mempertahankan citra sempurna yang telah dibentuk di dunia maya.

3. Bagaimana cara menyikapi teman yang sering melakukan flexing?
Kamu bisa memberikan tanggapan secara wajar tanpa perlu terbawa emosi atau ikut bersaing. Jika unggahannya mulai mengganggu kenyamanan mentalmu, tidak ada salahnya untuk membatasi atau menyembunyikan (mute) postingan orang tersebut.