
Mengenal Jenis Klasifikasi Impaksi Gigi Berdasarkan Posisi Tumbuhnya secara Medis
Mengenal Jenis Klasifikasi Impaksi Gigi Berdasarkan Posisi Tumbuhnya secara Medis

DAFTAR ISI
- Klasifikasi Impaksi Gigi
- Cara Alami dan Kapan Harus ke Dokter
- Studi Terkait
- Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
- Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
- FAQ
Impaksi gigi adalah kondisi ketika gigi tidak dapat tumbuh ke posisi normal karena terhalang gusi, tulang, atau gigi lain. Kondisi ini paling sering terjadi pada gigi geraham bungsu, tetapi dapat juga mengenai gigi taring dan gigi lainnya.
Sebagian impaksi gigi tidak menimbulkan gejala. Namun, pada beberapa orang, kondisi ini dapat menyebabkan nyeri di belakang rahang, gusi bengkak, bau mulut, sulit membuka mulut, atau makanan mudah terselip.
Jika tidak diperiksa, gigi impaksi dapat meningkatkan risiko peradangan gusi, kerusakan gigi di sebelahnya, kista, hingga infeksi. Dokter gigi biasanya memerlukan pemeriksaan langsung dan foto rontgen untuk mengetahui posisi gigi serta menentukan penanganan yang tepat.
Klasifikasi impaksi gigi membantu dokter menilai tingkat kesulitan perawatan, terutama bila pencabutan diperlukan. Berikut beberapa klasifikasi yang umum digunakan.
Klasifikasi Impaksi Gigi
Berdasarkan Kedalaman
Berdasarkan kedalamannya, gigi impaksi dapat berada pada posisi dangkal, sebagian tertutup gusi, atau seluruhnya tertanam di dalam tulang. Semakin dalam posisi gigi, umumnya semakin kompleks tindakan yang dibutuhkan.
Berdasarkan Arah
Gigi impaksi dapat diklasifikasikan menjadi mesioangular, yaitu miring ke arah gigi depan; distoangular, yaitu miring ke arah belakang; vertikal, yaitu hampir tegak; dan horizontal, yaitu berbaring. Ada pula posisi lain seperti bukal atau lingual, bergantung pada arah gigi terhadap pipi dan lidah.
Berdasarkan Posisi
Klasifikasi Pell dan Gregory menilai hubungan gigi geraham bungsu dengan ramus rahang serta kedalamannya dibandingkan bidang oklusal gigi di sekitarnya. Penilaian ini membantu dokter memperkirakan akses, risiko, dan teknik pencabutan.
Jangan mendiagnosis impaksi hanya dari gejala
- Nyeri di belakang rahang tidak selalu berarti gigi impaksi.
- Foto rontgen diperlukan untuk mengetahui arah dan kedalaman gigi.
- Hindari memencet gusi bengkak atau menggunakan obat tanpa anjuran tenaga kesehatan.
Cara Alami dan Kapan Harus ke Dokter
Jaga kebersihan area belakang mulut dengan menyikat gigi secara perlahan dan berkumur menggunakan air garam hangat. Pilih makanan lunak sementara waktu, hindari merokok, dan jangan menunda pemeriksaan bila keluhan berulang.
Segera konsultasi ke dokter gigi Halodoc bila nyeri menetap, bengkak membesar, keluar nanah, demam, sulit menelan, sulit membuka mulut, atau wajah membengkak. Penanganan segera penting untuk mencegah infeksi meluas.
Studi Terkait
Penilaian posisi gigi impaksi melalui pemeriksaan klinis dan radiografi membantu dokter merencanakan perawatan secara aman. Tidak semua gigi impaksi harus dicabut; keputusan bergantung pada gejala, risiko, dan kondisi gigi.
Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?
Kamu bisa mendapatkan obat, vitamin atau suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.
- ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah dengan cepat dan praktis.
- ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA, asisten AI dari Halodoc untuk pertanyaan kesehatan umum.
- ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah.
- ✅ Resep resmi. Obat resep diberikan oleh dokter berlisensi setelah konsultasi.
- ✅ Apotek resmi dan produk 100 persen asli, tersegel, serta terdaftar BPOM.
- ✅ Privasi terjaga dengan kemasan rapi dan tertutup.
- ✅ Cepat. Pesanan dapat diantar dari apotek terdekat.
Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?
Kamu dapat konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk membahas gejala, hasil pemeriksaan, dan kebutuhan rujukan ke dokter gigi.
Referensi
PubMed. Diakses pada 2026. Impacted Third Molars and Their Classification.
World Health Organization. Diakses pada 2026. Oral Health.
WebMD. Diakses pada 2026. Impacted Wisdom Teeth.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Kesehatan Gigi dan Mulut.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Informasi Produk dan Keamanan Obat.
FAQ
Apakah semua gigi impaksi harus dicabut?
Tidak selalu. Dokter akan mempertimbangkan gejala, risiko kerusakan gigi di sekitar, infeksi, dan hasil rontgen sebelum menyarankan pencabutan.
Apakah gigi impaksi bisa tumbuh normal?
Gigi yang sudah terhalang dan tidak memiliki ruang cukup biasanya sulit tumbuh ke posisi normal. Pemeriksaan dokter gigi diperlukan untuk memastikan kondisinya.
Apakah gigi impaksi selalu terasa sakit?
Tidak. Sebagian gigi impaksi tidak menimbulkan keluhan dan baru diketahui melalui rontgen. Meski begitu, pemeriksaan tetap penting untuk menilai risikonya.
Rontgen apa yang digunakan untuk melihat gigi impaksi?
Dokter dapat menggunakan rontgen panoramik untuk melihat posisi gigi dan struktur rahang secara umum. Pada kasus tertentu, pemeriksaan tiga dimensi mungkin diperlukan.




