Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Lilitan Tali Pusat pada Kehamilan

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Mengenal kode ICD 10 lilitan tali pusat dan pengaruhnya pada proses persalinan ibu hamil.

Mengenal Kode ICD 10 Lilitan Tali Pusat pada KehamilanMengenal Kode ICD 10 Lilitan Tali Pusat pada Kehamilan

DAFTAR ISI


Lilitan tali pusat atau dalam istilah medis dikenal sebagai nuchal cord merupakan kondisi ketika tali pusat melingkar di leher janin sebesar 360 derajat. Kondisi ini sangat umum terjadi pada sekitar 20 hingga 30 persen kehamilan. Sebagian besar kasus lilitan tali pusat bersifat longgar dan tidak membahayakan keselamatan janin maupun proses persalinan.

Dalam sistem pelayanan kesehatan modern, setiap kondisi medis pasien dicatat menggunakan standar diagnosis internasional. Istilah kode ICD 10 lilitan tali pusat mengacu pada pengodean sistem medis yang digunakan dokter dan rumah sakit untuk mengidentifikasi kondisi ini pada dokumen rekam medis serta klaim asuransi kesehatan.

Memahami arti dari kode ICD 10 ini dapat membantu kamu sebagai ibu hamil untuk merasa lebih tenang dan memahami rencana perawatan medis yang dirancang oleh tim dokter spesialis kebidanan.

Apa Itu Kode ICD 10 Lilitan Tali Pusat?

ICD-10 (International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision) adalah sistem pengodean resmi dari WHO. Untuk komplikasi yang melibatkan tali pusat selama kehamilan atau persalinan, sistem ini menetapkan beberapa kode spesifik:

  • O69.1: Persalinan dan kelahiran yang dikomplikasi oleh tali pusat mengelilingi leher, dengan penekanan (Labor and delivery complicated by umbilical cord around neck, with compression).
  • O69.2: Persalinan yang dikomplikasi oleh lilitan tali pusat bentuk lainnya.
  • O69.8: Persalinan yang dikomplikasi oleh masalah tali pusat spesifik lainnya.
  • O36.8390: Pengawasan medis pada kehamilan dengan kondisi lilitan tali pusat tanpa adanya komplikasi.

Penyebab dan Faktor Risiko Lilitan Tali Pusat

Lilitan tali pusat umumnya terjadi akibat pergerakan janin yang sangat aktif di dalam rahim. Tali pusat dilindungi oleh zat menyerupai gel yang disebut Wharton’s jelly, yang berfungsi mencegah pembuluh darah tertekan atau terlipat.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya lilitan tali pusat antara lain:

  • Ukuran tali pusat yang lebih panjang dari rata-rata.
  • Jumlah cairan ketuban yang berlebihan (polihidramnion).
  • Kehamilan kembar atau multipel.
  • Struktur atau ketebalan Wharton’s jelly yang kurang optimal.
Faktor Penting Mengenai Lilitan Tali Pusat
  1. Sebagian besar lilitan tali pusat tergolong longgar dan dapat lepas dengan sendirinya seiring pergerakan bayi.
  2. Pemeriksaan USG secara berkala sangat efektif untuk memantau kelancaran aliran darah pada tali pusat.
  3. Kondisi ini tidak serta-merta mewajibkan operasi caesar jika detak jantung janin terpantau stabil.

Penanganan Medis Lilitan Tali Pusat

Dokter kandungan akan memantau kondisi janin secara ketat jika ditemukan lilitan tali pusat saat pemeriksaan USG. Langkah pemantauan meliputi penggunaan USG Doppler untuk mengukur aliran darah dan nutrisi dari plasenta ke janin.

Saat proses persalinan dimulai, pemantauan ketat menggunakan Cardiotocography (CTG) dilakukan untuk merekam detak jantung janin dan kontraksi rahim. Jika detak jantung janin tetap normal, persalinan pervaginam (normal) dapat terus dilanjutkan dengan aman.

Studi Terkait

Studi klinis dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology (2026) mengungkapkan bahwa lilitan tali pusat tunggal tanpa komplikasi penekanan tidak meningkatkan risiko komplikasi berat pada bayi baru lahir secara signifikan. Riset tersebut menekankan bahwa pengawasan CTG yang tepat selama persalinan jauh lebih efektif dibanding langsung melakukan tindakan operasi tanpa indikasi gawat janin.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu merasakan adanya penurunan pergerakan janin yang drastis, mengalami kontraksi prematur, atau keluar cairan ketuban sebelum waktunya, segera konsultasikan kondisi kamu dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Halodoc untuk penanganan yang cepat dan tepat.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Layanan konsultasi dokter di Halodoc memberikan kemudahan bagi ibu hamil untuk berdiskusi langsung dengan dokter spesialis kandungan kapan saja dan di mana saja. Kamu bisa menanyakan arti hasil pemeriksaan USG, memahami kode diagnosis medis, hingga mendapatkan saran medis tepercaya secara responsif selama 24 jam penuh.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. ICD-10 Version:2019 – Chapter XV: Pregnancy, childbirth and the puerperium (O69).
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. Management of Intrapartum Fetal Heart Rate Tracings and Umbilical Cord Complications.
PubMed / National Institutes of Health (NIH). Diakses pada 2026. Nuchal Cord Management and Perinatal Outcomes in Modern Obstetrics.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil dan Persalinan Aman.

FAQ

Apakah lilitan tali pusat pada janin berbahaya?
Sebagian besar kasus lilitan tali pusat bersifat longgar dan tidak berbahaya bagi janin. Namun, pemantauan rutin oleh dokter spesialis kandungan tetap diperlukan untuk memastikan aliran darah dan nutrisi tidak terganggu.

Apa arti kode ICD 10 O69.1 pada rekam medis kehamilan?
Kode O69.1 menunjukkan persalinan yang dikomplikasi oleh lilitan tali pusat di leher dengan adanya penekanan (compression). Kode ini digunakan oleh dokter untuk pencatatan riwayat medis dan keperluan klaim asuransi.

Bisakah ibu hamil melahirkan normal jika bayi terlilit tali pusat?
Bisa. Banyak ibu hamil dengan kondisi bayi terlilit tali pusat tetap dapat melahirkan secara normal pervaginam selama detak jantung janin stabil dan tidak ada tanda-tanda gawat janin.

Bagaimana cara mengetahui posisi tali pusat janin di dalam kandungan?
Posisi dan keberadaan lilitan tali pusat hanya dapat terdeteksi secara akurat melalui pemeriksaan USG oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi.