Ad Placeholder Image

Mengenal Kode ICD 10 Plasenta Previa dalam Rekam Medis

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc 06 Agustus 2026

Kode ICD 10 plasenta previa penting untuk proses klaim medis dan pendataan rumah sakit akurat.

Mengenal Kode ICD 10 Plasenta Previa dalam Rekam MedisMengenal Kode ICD 10 Plasenta Previa dalam Rekam Medis

DAFTAR ISI


Plasenta previa merupakan salah satu kondisi komplikasi kehamilan yang memerlukan perhatian medis secara intensif. Kondisi ini terjadi ketika plasenta atau ari-ari menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir (mulut rahim/serviks), sehingga dapat memicu perdarahan sebelum atau selama proses persalinan. Dalam sistem pelayanan kesehatan global, setiap kondisi medis diklasifikasikan menggunakan sistem pendaftaran kode khusus yang dikenal sebagai ICD-10.

Sistem International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) memudahkan tenaga medis dalam mendokumentasikan diagnosis klinis secara akurat dalam rekam medis dan pengajuan klaim asuransi kesehatan. Bagi ibu hamil, memahami diagnosis ini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan seawal mungkin untuk menjaga keselamatan ibu dan janin.

Jika kamu mendapati adanya keluhan perdarahan vagina selama masa kehamilan, sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri dan berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan guna mendapatkan penanganan medis yang tepat.

Mengenal Kode ICD 10 Plasenta Previa

Dalam sistem pengodean penyakit internasional ICD-10, kondisi plasenta previa masuk dalam kelompok penyakit pada sistem kehamilan, persalinan, dan nifas. Secara spesifik, kode utama untuk plasenta previa berada pada blok O44 yang mencakup berbagai variasi derajat keterlibatan plasenta serta keberadaan komplikasi perdarahan.

Penggunaan kode ICD-10 yang tepat membantu dokter dan tim medis menentukan tingkat keparahan kondisi ibu hamil. Penentuan kode ini bergantung pada hasil pemeriksaan pemindaian ultrasonografi (USG) serta gejala klinis yang dialami oleh pasien saat pemeriksaan kehamilan.

Klasifikasi dan Rincian Kode ICD 10 Plasenta Previa

Kode ICD-10 untuk plasenta previa terbagi menjadi beberapa subkode berdasarkan ada atau tidaknya perdarahan dan derajat posisi plasenta. Berikut adalah rincian kodenya:

  • O44.0: Placenta praevia specified as without haemorrhage (Plasenta previa yang terkonfirmasi tanpa perdarahan).
  • O44.1: Placenta praevia with haemorrhage (Plasenta previa yang disertai dengan perdarahan).
  • O44.2: Low-lying placenta specified as without haemorrhage (Plasenta letak rendah tanpa perdarahan).
  • O44.3: Low-lying placenta with haemorrhage (Plasenta letak rendah disertai perdarahan).
  • O44.4: Low-lying placenta, unspecified (Plasenta letak rendah, tidak spesifik).
  • O44.5: Placenta praevia, unspecified (Plasenta previa, tidak spesifik).
Faktor Risiko Plasenta Previa
  1. Riwayat mengalami plasenta previa pada kehamilan sebelumnya.
  2. Pernah menjalani operasi caesar atau pembedahan organ rahim.
  3. Kehamilan kembar atau usia ibu saat hamil di atas 35 tahun.
  4. Memiliki riwayat merokok sebelum atau selama masa kehamilan.

Gejala dan Penanganan Plasenta Previa

Gejala utama plasenta previa adalah perdarahan berwarna merah segar dari vagina pada usia kehamilan trimester kedua atau ketiga tanpa disertai rasa nyeri. Perdarahan ini dapat berhenti dengan sendirinya, namun berisiko muncul kembali dalam jumlah yang lebih banyak.

Penanganan plasenta previa sangat tergantung pada usia kehamilan, jumlah perdarahan, serta posisi plasenta. Pada kasus plasenta previa total di akhir trimester ketiga, metode persalinan utama yang aman bagi ibu dan bayi adalah melalui operasi caesar yang terencana.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika kamu mengalami perdarahan vagina dalam bentuk apa pun selama masa kehamilan, terutama pada trimester kedua dan ketiga, segera konsultasi dengan Dokter Spesialis Kandungan di Halodoc untuk penanganan awal yang tepat.

Studi Terkait

Berdasarkan studi medis terkini dalam publikasi kesehatan maternal, klasifikasi diagnosis ICD-10 yang akurat pada kasus plasenta previa terbukti meningkatkan kesiapsiagaan tim medis dalam merencanakan prosedur persalinan caesar secara terencana. Hal ini secara signifikan menurunkan risiko komplikasi perdarahan postpartum berat serta meminimalkan kebutuhan transfusi darah darurat pada ibu melahirkan.

Kenapa Harus Beli Obat di Halodoc?

Kamu bisa mendapatkan obat (termasuk obat rutin), vitamin/suplemen, dan produk kesehatan lainnya di Halodoc.

  • ✅ Tebus resep. Melalui fitur Tebus Resep, kamu bisa menebus obat langsung dari rumah atau tempat lainnya dengan cepat dan praktis. Caranya cukup simpel dan mudah!
  • ✅ Gratis rekomendasi obat dan vitamin. Tanya HILDA. HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) asisten AI dari Halodoc yang siap membantu pertanyaan kesehatan umum.
  • ✅ Praktis dan mudah. Tidak perlu antre dan keluar rumah. 
  • ✅ Resep resmi: Untuk obat resep, resep obat online diberikan oleh dokter berlisensi (memiliki legalitas resmi atau STR dan SIP) setelah sesi konsultasi.
  • ✅ Beli obat tinggal chat di WhatsApp (WA). Simpan nomor Official WhatsApp Halodoc, lalu mulai chat dan pesan obat yang kamu butuhkan. 
  • ✅ Apotek resmi. Setiap obat yang dipesan melalui Pharmacy Delivery Halodoc  (apotek online Halodoc), dan disuplai oleh apotek resmi yang memiliki SIA (Surat Izin Apotek).
  • ✅ Jaminan asli: Produknya 100% asli (segel resmi utuh, terdapat nomor batch & expiry date) dan terdaftar BPOM.
  • ✅ Privasi terjaga: Kemasan rapi, tertutup, dan tanpa label nama obat di bagian luar.
  • ✅ Cepat. Diantar hanya dalam 1 jam langsung dari apotek terdekat (24 Jam) dari lokasi kamu berada. 
  • ✅ Official Store on E-commerce: Shopee, Tokopedia, Lazada, Tiktok Shop, Gomart, dan Blibli.

Kenapa Harus Chat Dokter di Halodoc?

Menjaga kesehatan kehamilan membutuhkan pemantauan medis secara berkala. Halodoc memudahkan kamu berkonsultasi dengan dokter tepercaya secara praktis.

  • ✅ Dokter spesialis berpengalaman: Terhubung langsung dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan pilihan yang terdaftar resmi.
  • ✅ Layanan 24/7: Konsultasi kapan saja dan dari mana saja tanpa perlu mengantre lama di rumah sakit.
  • ✅ Privasi terjamin: Kerahasiaan data medis dan riwayat konsultasi kamu terjaga dengan aman.

Referensi

World Health Organization (WHO). Diakses pada 2026. International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems 10th Revision (ICD-10): Block O44 Placenta Praevia.
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Diakses pada 2026. Clinical Management Guidelines for Obstetricians-Gynecologists: Placenta Previa and Placenta Accreta Spectrum.
BMC Pregnancy and Childbirth. Diakses pada 2026. Diagnosis and Clinical Outcomes of Placenta Praevia in Modern Obstetrics.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2026. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran: Tata Laksana Perdarahan Antepartum.

FAQ

Apa itu kode ICD 10 untuk plasenta previa?

Kode ICD 10 untuk plasenta previa adalah subblok O44 dalam klasifikasi internasional penyakit. Kode ini digunakan oleh tenaga medis untuk mendokumentasikan kondisi plasenta previa secara spesifik dalam rekam medis ibu hamil.

Apa perbedaan kode ICD 10 O44.0 dan O44.1?

Kode O44.0 menunjukkan kondisi plasenta previa yang terdiagnosis tanpa adanya komplikasi perdarahan. Sementara itu, kode O44.1 digunakan ketika plasenta previa disertai dengan timbulnya perdarahan pada jalan lahir.

Apakah ibu dengan plasenta previa harus selalu melahirkan melalui operasi caesar?

Pada sebagian besar kasus plasenta previa total, operasi caesar merupakan jalan persalinan yang paling aman untuk mencegah perdarahan berat. Keputusan metode persalinan akhir akan ditentukan dokter spesialis kandungan sesuai derajat kondisi jalan lahir.

Bagaimana cara mendiagnosis plasenta previa saat hamil?

Plasenta previa terdiagnosis utama melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) kandungan secara berkala. Dokter akan menilai posisi plasenta terhadap serviks untuk menentukan penanganan lanjutan selama masa kehamilan.