Kode Tinea Pedis ICD 10 dan Diagnosis Infeksi Jamur Kaki

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Obat Tinea Pedis
- Tips Mencegah dan Mengatasi Tinea Pedis
- Studi Terkait
- Tanya HILDA
- Kapan Harus ke Dokter?
- Referensi
- FAQ
Dalam dunia medis, setiap penyakit memiliki kode klasifikasi internasional yang memudahkan para tenaga kesehatan dalam melakukan diagnosis dan pencatatan. Untuk infeksi jamur pada kaki yang sering kita sebut sebagai kutu air atau athlete’s foot, kode medis yang digunakan adalah tinea pedis ICD 10 dengan rincian kode spesifik B35.3. Sistem International Classification of Diseases (ICD) revisi ke-10 yang diterbitkan oleh World Health Organization (WHO) ini mengelompokkan tinea pedis ke dalam kategori dermatofitosis (B35), yang mencakup berbagai infeksi jamur pada kulit, rambut, dan kuku.
Tinea pedis adalah kondisi infeksi kulit yang disebabkan oleh kelompok jamur dermatofita, seperti Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes, atau Epidermophyton floccosum. Jamur ini sangat menyukai lingkungan yang hangat, lembap, dan tertutup, sehingga area di antara jari kaki menjadi tempat yang paling ideal untuk perkembangbiakannya. Jika kamu sering menggunakan sepatu tertutup dalam waktu lama, sering berkeringat, atau tidak mengeringkan kaki dengan sempurna setelah mandi, risiko terkena tinea pedis akan semakin tinggi. Gejala umum yang sering dirasakan meliputi rasa gatal yang hebat terutama saat melepas sepatu, kulit mengelupas, pecah-pecah, kemerahan, hingga munculnya lepuhan kecil yang terasa perih.
Secara klinis, tinea pedis ICD 10 dibagi menjadi beberapa tipe berdasarkan gejalanya. Tipe interdigital adalah yang paling umum, ditandai dengan kulit bersisik dan pecah-pecah di antara jari kaki (biasanya antara jari keempat dan kelima). Tipe kedua adalah tipe moccasin, yang menyebabkan penebalan dan pengelupasan kulit di bagian telapak dan sisi samping kaki. Tipe ketiga adalah vesikulobulosa, yang ditandai dengan munculnya lepuhan berisi cairan yang sering terjadi di bagian bawah kaki. Karena tinea pedis sangat menular, baik melalui kontak langsung maupun melalui benda yang terkontaminasi seperti handuk dan lantai kamar mandi, penanganan yang cepat dan tepat sangat diperlukan.
Untungnya, mengatasi tinea pedis di tahap awal bisa dilakukan secara mandiri menggunakan berbagai pilihan obat antijamur topikal yang terbukti efektif membasmi infeksi dermatofita. Untuk memudahkan langkah penangananmu, kamu bisa beli obat online di Halodoc. Layanan farmasi ini memastikan kamu mendapatkan produk 100% asli yang langsung diantar ke rumah, sehingga pengobatan tinea pedis bisa segera dimulai tanpa perlu repot keluar rumah. Berikut ini adalah beberapa rekomendasi obat yang ampuh untuk membasmi jamur penyebab tinea pedis.
Rekomendasi Obat Tinea Pedis
1. Kalpanax Krim 10 g
Kalpanax Krim merupakan salah satu obat antijamur topikal yang sangat dikenal di Indonesia. Obat ini mengandung Miconazole nitrate 2% sebagai bahan aktif utamanya. Miconazole bekerja dengan cara merusak struktur membran sel jamur, menghambat sintesis ergosterol yang merupakan komponen penting bagi kelangsungan hidup jamur. Dengan rusaknya membran ini, isi sel jamur akan bocor dan jamur penyebab tinea pedis pun mati.
Selain ampuh untuk tinea pedis, Kalpanax Krim juga dapat digunakan untuk mengatasi kurap, panu, dan infeksi ragi pada kulit. Dosis umum penggunaannya adalah dengan mengoleskan krim tipis-tipis pada area kulit yang terinfeksi sebanyak 2 kali sehari, pada pagi dan malam hari. Pengobatan biasanya perlu dilanjutkan hingga 1-2 minggu setelah gejala hilang untuk memastikan seluruh jamur benar-benar terbasmi dan mencegah kekambuhan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Kalpanax Krim 10 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. Daktarin Krim 5 g
Daktarin Krim juga merupakan produk antijamur berbahan dasar Miconazole nitrate 2%. Obat ini diformulasikan khusus untuk mengatasi berbagai jenis infeksi jamur dermatofit pada kulit, termasuk tinea pedis (kutu air), tinea corporis (kurap), dan tinea cruris (infeksi jamur di selangkangan). Tekstur krimnya yang lembut membuatnya mudah diaplikasikan dan cepat meresap ke dalam kulit tanpa meninggalkan rasa lengket yang mengganggu.
Cara kerjanya yang menghentikan pertumbuhan jamur sekaligus meredakan rasa gatal membuat Daktarin menjadi pilihan yang nyaman. Oleskan krim pada area yang sakit secara merata 2 kali sehari. Sangat penting untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengaplikasikan krim ini agar infeksi tidak menyebar ke area tubuh lain. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Daktarin Krim 5 g di Toko Kesehatan Halodoc
Faktor Pemicu Tinea Pedis yang Sering Disepelekan
- Memakai sepatu yang terlalu sempit atau berbahan tidak menyerap keringat.
- Menggunakan kaus kaki berbahan sintetis (nilon) yang memerangkap kelembapan.
- Berjalan tanpa alas kaki di area umum yang lembap seperti tepi kolam renang, ruang ganti baju, atau kamar mandi umum.
- Memiliki kebiasaan bertukar sepatu, kaus kaki, atau handuk dengan orang lain.
- Memiliki kondisi medis penyerta seperti diabetes atau sistem kekebalan tubuh yang lemah, yang membuat kulit lebih rentan terhadap infeksi.
3. Ketoconazole 2% Cream 15 g
Ketoconazole adalah obat antijamur spektrum luas golongan imidazole yang sangat efektif dalam mengobati tinea pedis dengan kode ICD 10 B35.3. Kandungan Ketoconazole 2% dalam sediaan krim ini bekerja dengan cara yang serupa dengan miconazole, yaitu menghambat enzim sitokrom P450 yang penting untuk pembentukan ergosterol pada membran dinding sel jamur. Akibatnya, dinding sel jamur menjadi abnormal dan mati.
Ketoconazole cream biasanya diresepkan untuk infeksi jamur yang lebih resisten atau cukup luas. Oleskan krim pada area yang terinfeksi beserta daerah kulit di sekitarnya sebanyak 1-2 kali sehari. Durasi pengobatan untuk tinea pedis biasanya memakan waktu sekitar 4-6 minggu, dan harus tetap dilanjutkan selama beberapa hari meski gejala telah hilang demi mencegah infeksi datang kembali. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Ketoconazole 2% Cream 15 g di Toko Kesehatan Halodoc
4. Fungiderm Krim 5 g
Fungiderm Krim memiliki kandungan aktif Clotrimazole 1%, yang juga merupakan antijamur turunan imidazole. Krim ini secara khusus efektif untuk mengatasi jamur kulit yang membandel di area sela-sela jari kaki maupun telapak kaki. Clotrimazole menembus lapisan epidermis kulit dengan baik, sehingga dapat mencapai tempat di mana hifa (akar) jamur dermatofit berkembang biak, dan menghancurkannya dari dalam.
Selain tinea pedis, produk ini juga bermanfaat untuk mengatasi masalah bau kaki yang diakibatkan oleh komplikasi infeksi jamur dan bakteri ringan. Cara penggunaannya cukup mudah, oleskan secara tipis dan merata 2-3 kali sehari pada bagian kulit yang gatal, bersisik, atau kemerahan. Pastikan kaki sudah dicuci bersih dan dikeringkan (terutama di sela jari) sebelum krim dioleskan. Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Fungiderm Krim 5 g di Toko Kesehatan Halodoc
5. Terbinafine HCL 1% Cream 10 g
Terbinafine HCL merupakan antijamur golongan allylamine yang memiliki sifat fungisidal (membunuh jamur secara langsung), berbeda dengan golongan azole yang umumnya bersifat fungistatik (hanya menghambat pertumbuhan). Terbinafine bekerja dengan menghambat squalene epoxidase, enzim yang penting dalam biosintesis sterol pada jamur. Hal ini menyebabkan penumpukan squalene yang beracun bagi sel jamur dan berujung pada kematian sel dermatofit tersebut.
Keunggulan utama Terbinafine adalah durasi pengobatannya yang umumnya lebih singkat dibandingkan dengan antijamur golongan azole. Untuk tinea pedis, Terbinafine krim biasanya cukup dioleskan 1-2 kali sehari selama 1 hingga 2 minggu. Terbinafine sangat direkomendasikan untuk kasus infeksi kutu air yang sudah kronis atau menunjukkan tipe moccasin yang kulitnya sangat menebal. Obat ini termasuk golongan obat keras. Penggunaan harus dengan resep dokter.
Harga: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Terbinafine HCL 1% Cream 10 g di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Mencegah dan Mengatasi Tinea Pedis
Penggunaan obat antijamur saja tidak akan memberikan hasil maksimal jika tidak diimbangi dengan menjaga kebersihan dan modifikasi gaya hidup. Tinea pedis sangat mudah kambuh apabila kaki kembali dibiarkan dalam kondisi lembap. Oleh karena itu, kamu perlu menerapkan langkah-langkah pencegahan ekstra. Pertama, pastikan kamu selalu mencuci kaki setiap hari menggunakan sabun antiseptik ringan, dan yang terpenting, keringkan kaki dengan handuk bersih hingga ke celah-celah jari kaki tanpa ada kelembapan yang tersisa.
Kedua, perhatikan sirkulasi udara pada kakimu. Gunakan kaus kaki berbahan katun 100% atau bahan khusus moisture-wicking yang dirancang untuk menyerap keringat. Jika kakimu sangat mudah berkeringat, ganti kaus kaki dua kali sehari. Jangan menggunakan sepatu yang sama dua hari berturut-turut; berikan waktu setidaknya 24 jam agar bagian dalam sepatu benar-benar kering dari keringat. Kamu juga bisa menaburkan bedak antijamur atau bedak antibakteri ke dalam sepatu dan kaus kaki untuk menjaga kondisi kaki tetap kering sepanjang hari. Saat berada di fasilitas umum seperti kamar mandi gym atau kolam renang, biasakan selalu memakai sandal agar kulit kaki tidak kontak langsung dengan lantai yang penuh spora jamur.
Studi Terkait
Berbagai penelitian dermatologi terkini terus mengevaluasi efektivitas terapi untuk kondisi tinea pedis ICD 10. Sebuah studi prospektif yang diterbitkan dalam Journal of Dermatological Treatment pada tahun 2026 menyoroti fenomena resistensi jamur dermatofit, khususnya peningkatan kasus infeksi yang disebabkan oleh spesies varian baru seperti Trichophyton indotineae di negara-negara beriklim tropis.
Studi tahun 2026 tersebut menekankan bahwa selain pemilihan agen antijamur yang tepat, keberhasilan terapi tinea pedis sangat bergantung pada kepatuhan pasien dalam menyelesaikan siklus pengobatan hingga tuntas (minimal 1 minggu setelah gejala hilang) dan menjaga kaki tetap dalam keadaan kering. Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa antijamur topikal berbasis allylamine (seperti Terbinafine) menunjukkan tingkat penyembuhan dan klirens mikologis yang secara signifikan lebih cepat dibandingkan golongan azole tradisional, terutama untuk infeksi tinea pedis yang telah berlangsung lama dan persisten.
Punya Keluhan Tinea Pedis yang Susah Sembuh? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan jamur kaki atau tinea pedis yang tidak kunjung sembuh, tapi bingung harus pakai obat apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
HILDA (Halodoc Intelligent Digital Assistant) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika gejala gatal, pecah-pecah, dan ruam kemerahan akibat tinea pedis tidak membaik dalam 2–3 minggu setelah rutin menggunakan krim antijamur, atau jika kondisi semakin parah hingga muncul nanah dan pembengkakan, segera konsultasi dengan Dokter Kulit di Halodoc.
Referensi
- World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. International Classification of Diseases 10th Revision (ICD-10) – B35.3 Tinea pedis.
- Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Athlete’s foot – Symptoms and causes.
- Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Kulit Jamur Dermatofitosis.
- PubMed Central. Diakses pada 2024. Dermatophytosis: The Management of Tinea Pedis.
FAQ
- Apakah penyakit tinea pedis (B35.3) itu menular?
Ya, tinea pedis sangat menular. Jamur penyebab kondisi ini bisa menyebar dengan mudah melalui kontak langsung dari kulit ke kulit, maupun lewat benda mati seperti lantai, handuk, sepatu, atau kaus kaki yang terkontaminasi oleh penderita sebelumnya. - Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar tinea pedis bisa sembuh total?
Jika diobati secara teratur dengan salep antijamur yang tepat, gejala tinea pedis biasanya akan mulai membaik dalam 1 hingga 2 minggu. Namun, pengobatan sangat disarankan untuk diteruskan selama 1-2 minggu tambahan setelah gejala hilang untuk membunuh spora jamur hingga ke akarnya. - Apa perbedaannya antara kutu air dan tinea pedis?
Pada dasarnya tidak ada perbedaan antara keduanya. Tinea pedis adalah istilah medis (diagnosa klinis) untuk infeksi jamur dermatofita pada area kaki, sementara “kutu air” adalah sebutan populer di kalangan masyarakat umum untuk kondisi yang sama persis. - Apakah saya boleh tetap memakai sepatu selama masa penyembuhan tinea pedis?
Sebaiknya minimalkan pemakaian sepatu tertutup dalam jangka waktu lama, karena akan menciptakan kondisi hangat dan lembap yang disukai jamur. Jika harus memakai sepatu, pastikan memakai kaus kaki bersih berbahan katun yang menyerap keringat dan taburkan bedak antijamur di dalam sepatu sebelum dipakai.








