Ad Placeholder Image

Mengenal Kombucha: Manfaat untuk Kesehatan dan Cara Membuatnya

7 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   25 Februari 2026

Kombucha adalah teh fermentasi kaya probiotik dan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan serta imunitas.

Mengenal Kombucha: Manfaat untuk Kesehatan dan Cara MembuatnyaMengenal Kombucha: Manfaat untuk Kesehatan dan Cara Membuatnya

DAFTAR ISI


Kombucha adalah minuman asam manis bersoda yang terbuat dari teh. Minuman satu ini memiliki banyak manfaat kesehatan, mulai dari mengatasi rambut rontok hingga mencegah kanker.

Jadi, tidak heran bila kombucha menjadi minuman yang mulai populer belakangan ini. Karena selain rasanya yang menyegarkan, minuman ini juga menyehatkan. Simak manfaat kombucha untuk kesehatan dan cara membuatnya di sini!

Apa Itu Kombucha?

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang terbuat dari teh hitam, ragi, bakteri, dan gula. Campuran bahan-bahan tersebut didiamkan selama seminggu atau lebih. 

Proses fermentasi minuman ini akan dibantu oleh scoby atau symbiotic culture of bacteria and yeast.

Scoby kombucha adalah kultur simbiosis yang membantu proses fermentasi.  Bentuknya bulat pipih seperti piringan, bertekstur kenyal, dan berwarna keruh.  

Scoby juga terdiri dari jenis serat tidak larut dan biasanya mengeluarkan aroma seperti cuka.  Bakteri dan ragi yang ada di dalam scoby bertugas untuk memecah gula pada teh kemudian mengubahnya menjadi alkohol, karbon dioksida, dan asam.

Nah, hasil fermentasi tersebut akan menghasilkan kombucha yang bersoda, bergelembung, dan mengeluarkan aroma tajam seperti cuka. 

Selain itu, rasa minuman ini dari fermentasi scoby tergantung pada durasi fermentasi dan jenis bahan yang ditambahkan ke dalam teh. Selama waktu tersebut, bakteri dan asam terbentuk di dalam minuman, serta sedikit alkohol.

Proses ini populer sebagai fermentasi, dan mirip dengan bagaimana kubis diawetkan menjadi asinan kubis atau kimchi, atau dengan proses susu menjadi yoghurt.

Kandungan Nutrisi Kombucha yang Perlu Diketahui

Kombucha tidak hanya menyegarkan, tetapi juga mengandung beragam nutrisi yang terbentuk selama proses fermentasi. Kandungan utamanya meliputi:

  • Probiotik: Mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan usus. Kombucha mengandung berbagai jenis bakteri asam laktat dan asam asetat, seperti Acetobacter dan beberapa spesies Lactobacillus, yang penting untuk menjaga keseimbangan mikrobioma.
  • Antioksidan: Terutama berasal dari teh yang digunakan (polifenol) dan juga diproduksi selama fermentasi. Antioksidan ini membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, mengurangi stres oksidatif.
  • Vitamin B kompleks: Terutama vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin), dan B12 (kobalamin), yang diproduksi oleh ragi selama fermentasi. Vitamin B penting untuk metabolisme energi dan fungsi saraf.
  • Asam organik: Seperti asam glukonat, asam asetat, dan asam laktat, yang memberikan rasa khas pada kombucha dan memiliki peran dalam proses detoksifikasi tubuh serta aktivitas antimikroba.
  • Enzim: Beberapa enzim pencernaan dapat terbentuk, mendukung proses pemecahan makanan.

Manfaat Kombucha untuk Kesehatan

Kombucha bisa memberikan banyak manfaat kesehatan, salah satunya berkat kandungan probiotik, yaitu mikroba yang baik.

Banyak manfaat minuman tersebut yang mirip dengan makanan fermentasi lainnya, seperti kimchi, kefir dan yoghurt.

Berikut manfaat kombucha untuk kesehatan:

1. Membantu menurunkan berat badan

Kombucha bisa menjadi salah satu pilihan minuman yang baik untuk kamu yang ingin menurunkan berat badan.

Alih-alih soda dan minuman tidak sehat lainnya, kombucha merupakan pilihan yang sehat karena mengandung probiotik dan vitamin lainnya, serta rasanya juga manis dan enak.

Namun, beberapa jenis minuman tersebut lebih manis dibandingkan yang lain. Jadi, sebaiknya berhati-hatilah saat membeli minuman tersebut dan pilihlah yang memiliki jumlah gula yang lebih rendah.

Selain itu, sedikit kandungan kafein yang terdapat di dalamnya juga bisa membantu meningkatkan metabolisme kamu untuk membakar lebih banyak kalori. 

2. Mengurangi peradangan

Berkat kandungan antioksidan dan polifenolnya yang tinggi, minuman fermentasi ini juga bisa melindungi tubuh kamu dari kerusakan.

Kedua kandungan tersebut bisa membantu mengurangi peradangan kronis yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti penyakit jantung, kanker, dan radang sendi.

Namun, jangan hanya mengonsumsi kombucha, kamu juga perlu mengonsumsi pola makan sehat untuk mencegah peradangan.

3. Meningkatkan kesehatan usus

Faktanya, tidak semua bakteri jahat. Ada juga bakteri “baik” yang sangat penting bagi mikrobioma usus kamu untuk berkembang, dan makanan fermentasi seperti kombucha mengandung probiotik untuk membantu menjaga jenis bakteri tersebut tetap tinggi.

Minuman sehat tersebut terbukti mampu membantu memberi makan dan meningkatkan bakteri usus yang baik dan sehat, sehingga bisa membantu mengurangi bakteri jahat.

Dengan menjaga keseimbangan tersebut, kamu bisa menjaga kesehatan sistem pencernaan  dan juga kesehatan secara keseluruhan serta umur panjang.

Selain kombucha, cari tahu juga makanan yang Bikin BAB Lancar, Ini 7 Makanan Pembersih Usus.

4. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Kombucha juga kaya akan vitamin B, yang merupakan nutrisi penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh tetap kuat.

Teh yang difermentasi ini juga kaya akan asam asetat, glukuronat, dan D-Sakarida. 

Asam organik ini bisa bersifat antimikroba yang membuatnya ampuh melawan pertumbuhan bakteri jahat

Kandungan polifenol dalam minuman ini juga bermanfaat untuk mengatur sistem kekebalan tubuh selain meredakan peradangan.

5. Melawan kanker

Kombucha dipercaya bisa melindungi tubuh dari penyakit, seperti kanker, berkat antioksidannya yang tinggi. Kerusakan sel bisa menyebabkan kanker dan penyakit lainnya.

Nah, semakin banyak sel yang terlindungi dengan antioksidan, risiko mengalami kanker bisa menurun.

Selain bermanfaat sebagai minuman, Kandungan Kombucha dalam Skincare, Ini 7 Manfaatnya untuk kecantikan kulit.

Cara Membuat Kombucha

Daripada beli, kamu bisa membuat kombucha sendiri di rumah. Berikut caranya:

  • Sebelum membuat minuman ini, cuci tangan terlebih dahulu. Lalu, buatlah teh dengan merebus 1 liter air sampai mendidih, masukkan teh, tutup rapat panci dan biarkan sampai teh menjadi pekat.
  • Setelah itu, matikan api, lalu tambahkan gula dan aduk sampai larut. Diamkan teh sampai dingin atau suam-suam kuku.
  • Masukkan teh yang sudah dingin ke dalam toples, lalu campurkan 1-2 liter air bersuhu ruang.
  • Masukkan SCOBY (kultur bakteri dan ragi) ke dalam campuran teh yang tadi. Aduk perlahan.
  • Tutup toples dengan kain atau serbet, lalu ikat rapat dengan karet. Menutup toples dengan kain bisa membuat kombucha tetap mendapat udara selama proses fermentasi. Hal ini juga untuk mencegah semut, lalat, dan organisme lain masuk ke dalam toples dan mengontaminasi minuman tersebut.
  • Letakkan minuman ini di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang baik. Hindari sinar matahari langsung. Diamkan selama 7-14 hari.

Yuk, ketahui juga informasi seputar Minuman Sehat – Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya berikut ini.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengonsumsi Kombucha

Meskipun bermanfaat, konsumsi kombucha memerlukan perhatian khusus bagi kelompok tertentu dan juga berpotensi menimbulkan efek samping jika berlebihan.

1. Kelompok rentan dan risiko potensial

Beberapa kelompok individu disarankan untuk sangat berhati-hati atau berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi kombucha:

  • Ibu hamil dan menyusui: Risiko kontaminasi bakteri dari kombucha yang dibuat di rumah dan kandungan alkohol yang dihasilkan selama fermentasi menjadi perhatian. Kualitas dan keamanan produk fermentasi rumah tidak selalu terjamin, sehingga ibu hamil dan menyusui sebaiknya menghindari konsumsi kombucha buatan sendiri.
  • Anak-anak: Sama seperti ibu hamil, risiko kontaminasi dan kandungan alkohol perlu dipertimbangkan.
  • Orang dengan sistem imun lemah: Individu dengan kondisi seperti HIV/AIDS, atau yang sedang menjalani kemoterapi, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan terhadap infeksi dari bakteri yang tidak berbahaya bagi orang sehat.
  • Orang dengan penyakit kronis: Terutama mereka yang memiliki masalah hati atau ginjal.

2. Efek samping dan overkonsumsi

Terlalu banyak minum kombucha, terutama pada awal konsumsi, dapat menyebabkan masalah perut seperti kembung, gas, atau diare karena kandungan asam dan probiotik yang tinggi.

Dalam kasus yang sangat langka, overkonsumsi kombucha yang terkontaminasi atau terlalu asam dapat menyebabkan kondisi serius seperti asidosis laktat, meskipun ini jarang terjadi pada individu sehat.

Sakit kepala juga bisa menjadi indikasi awal detoksifikasi atau reaksi terhadap kandungan kafein dan alkohol.

3. Kandungan alkohol dan gula

Kombucha secara alami mengandung sedikit alkohol sebagai produk sampingan fermentasi. Produk komersial biasanya memiliki kadar alkohol di bawah 0.5% (non-alcoholic beverage), namun kombucha buatan rumah bisa memiliki kadar yang lebih tinggi.

Penderita penyakit tertentu seperti asam urat perlu berhati-hati karena alkohol dapat memicu serangan. Selain itu, meskipun sebagian besar gula dikonsumsi selama fermentasi, beberapa produk kombucha komersial mungkin masih memiliki kandungan gula yang signifikan, sehingga penderita diabetes perlu memeriksa label nutrisi.

Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.

4. Interaksi dengan obat-obatan

Meskipun jarang, kombucha berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Misalnya, sifat asamnya dapat memengaruhi penyerapan obat, atau kandungan vitamin K tertentu dapat memengaruhi obat pengencer darah. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika sedang mengonsumsi obat-obatan rutin.

Itulah penjelasan mengenai kombucha dan manfaatnya. Jika kamu punya pertanyaan lain terkait minuman sehat, hubungi dokter spesialis gizi di Halodoc saja!

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Is Kombucha Good for You?
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. What is kombucha tea? Does it have any health benefits?

FAQ

1. Berapa banyak kombucha yang aman dikonsumsi setiap hari?

Umumnya, konsumsi 120-240 ml (sekitar 1/2 hingga 1 gelas) per hari dianggap aman bagi sebagian besar orang dewasa sehat. Mulailah dengan porsi kecil untuk melihat reaksi tubuh.

2. Apakah kombucha bisa membantu menurunkan berat badan?

Beberapa penelitian pada hewan menunjukkan potensi kombucha dalam metabolisme lemak, tetapi bukti pada manusia masih terbatas.

Kombucha dapat mendukung penurunan berat badan jika dikombinasikan dengan diet sehat dan gaya hidup aktif, terutama jika digunakan sebagai pengganti minuman manis tinggi kalori.

3. Apa perbedaan kombucha dengan kefir?

Kombucha adalah minuman fermentasi teh, sedangkan kefir adalah minuman fermentasi susu atau air. Keduanya kaya probiotik, namun memiliki profil mikroorganisme, rasa, dan nutrisi yang berbeda. Kefir umumnya memiliki variasi probiotik yang lebih luas.

4. Bagaimana cara menyimpan kombucha?

Kombucha yang sudah jadi harus disimpan di dalam lemari es untuk menghentikan atau memperlambat proses fermentasi. Ini membantu mempertahankan rasa dan mengurangi produksi alkohol lebih lanjut.