Advertisement

Mengenal Krepitasi: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Budiyanto, MARS   15 Agustus 2025

Krepitasi tidak bisa dianggap sepele karena bisa jadi tanda adanya masalah pada persendian.

Mengenal Krepitasi: Pengertian, Penyebab, dan Cara MengatasinyaMengenal Krepitasi: Pengertian, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

DAFTAR ISI


Pernahkah kamu mendengar bunyi “krek-krek” saat menekuk lutut, menggerakkan bahu, atau memutar leher? Suara ini sering dianggap sepele, bahkan ada yang merasa puas mendengarnya. 

Tapi tahukah kamu, bunyi tersebut memiliki istilah medis yaitu krepitasi. Krepitasi adalah hal yang umum dialami, namun masih banyak yang tidak mengetahui apa penyebab dan cara mencegah kondisi ini. 

Apa Itu Krepitasi? 

Krepitasi adalah istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan bunyi seperti krek-krek, crackling, grinding, atau sensasi gemeretak yang terjadi saat sendi digerakkan.

Bunyi ini bisa terasa atau terdengar, dan biasanya berasal dari beberapa mekanisme, seperti:

  • Gas (udara) dalam sendi yang meletup. Saat kamu membetot jari dan terdengar suara berderak. Ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit. 
  • Tendon atau ligamen yang melewati struktur tulang. Menyebabkan munculnya suara atau sensasi seperti berderit saat bergerak. 
  • Gesekan antar tulang akibat kerusakan tulang rawan. Seperti pada kondisi osteoartritis, di mana permukaan sendi yang aus membuat tulang menggesek satu sama lain.

Penyebab Krepitasi

Krepitasi bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari proses alami tubuh yang tidak berbahaya hingga tanda adanya masalah pada persendian. Penyebab Krepitasi adalah sebagai berikut: 

1. Cavitation atau pelepasan gas dalam sendi

Tekanan di dalam kapsul sendi bisa berubah saat kamu melakukan gerakan tiba-tiba, menyebabkan gelembung gas terlepas dan akhirnya “meletus,” menciptakan suara seperti retakan. Fenomena ini biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan tergolong normal. 

2. Snapping ligamen atau tendon melewati permukaan tulang

Saat tendon atau ligamen bergeser melewati struktur tulang menonjol, bisa muncul bunyi seperti mendesis atau “krek,” terutama di area seperti lutut, pinggul, atau bahu.

3. Permukaan sendi yang kasar akibat kerusakan

Jika tulang rawan aus atau hilang seperti pada osteoartritis tulang mulai saling bergesek tanpa perlindungan, menghasilkan bunyi grating atau gesekan.

4. Kondisi degeneratif atau inflamasi sendi

Penyakit seperti osteoartritis, rheumatoid arthritis, psoriatic arthritis, atau gout dapat menyebabkan perubahan lanjutan pada struktur sendi atau inflamasi yang memicu krepitasi patologis.

5. Cedera dan kerusakan struktural

Usai cedera misalnya robeknya meniskus di lutut atau kerusakan tulang rawan fragmen dapat bergerak dan menciptakan suara klik atau retakan. 

6. Menopause atau efek penuaan alami

Seiring bertambahnya umur, produksi sinovial dan kualitas tulang rawan menurun, sehingga peluang terjadinya krepitasi patologis meningkat. 

Cara Mengatasi Krepitasi

Kabar baiknya, ada berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi bunyi dan rasa tidak nyaman pada sendi. Cara mengatasi krepitasi adalah sebagai berikut: 

1. Istirahat dan teknik RICE

Untuk krepitasi yang disertai rasa tidak nyaman atau terjadi setelah cedera, kamu bisa memakai metode RICE: Rest (istirahat), Ice (kompres es), Compression (kompresi), dan Elevation (angkat bagian yang bermasalah). Ini membantu meredam peradangan dan nyeri awal.

2. Kompres es dan obat anti-inflamasi (NSAID)

Jika krepitasi menyebabkan nyeri, penggunaan kompres dingin bersama obat anti-inflamasi non-steroid (seperti ibuprofen) dapat membantu mengurangi bengkak dan peradangan. 

Cek fakta, Ibuprofen Vs Asam Mefenamat: Lebih Ampuh Mana Atasi Nyeri? 

3. Olahraga ringan dan fisioterapi

Selanjutnya, cara mengatasi krepitasi adalah dengan gerakan ringan seperti bersepeda statis atau latihan khusus oleh fisioterapis bisa memperkuat otot penunjang sendi dan meningkatkan stabilitas. 

Latihan ini juga sangat membantu jika krepitasi disebabkan oleh osteoarthritis atau cedera minor. 

4. Perubahan gaya hidup dan manajemen berat badan

Mengurangi tekanan pada sendi melalui penurunan berat badan dan olahraga rutin berdampak positif pada respon krepitasi terutama pada lutut.

Segera lakukan perubahan gaya hidup, Ini 6 Cara Mudah Menjaga Gaya Hidup Sehat. 

5. Gunakan obat resep atau suntikan (sesuai rekomendasi dokter)

Jika evaluasi medis menunjukkan adanya kondisi seperti osteoarthritis atau peradangan berat, dokter mungkin menyarankan penggunaan obat resep atau suntikan steroid untuk meredam peradangan dan nyeri.

Segera Atasi Osteoarthritis dengan Ubah Gaya Hidup. 

6. Operasi atau prosedur invasif

Pada kasus yang parah, krepitasi adalah penyakit akibat kerusakan struktur sendi (misalnya meniskus robek), prosedur arthroscopy atau bahkan penggantian sendi (joint replacement) mungkin diusulkan oleh dokter untuk memulihkan fungsi dan menghilangkan gejala.

Krepitasi adalah hal normal, tapi jika disertai nyeri, pembengkakan, atau keterbatasan gerak, itu bisa menjadi tanda masalah yang perlu ditangani. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis ortopedi atau dokter spesialis rehabilitasi medik agar kamu mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai.

Dapatkan juga obat atau produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan di Toko Kesehatan Halodoc. Produknya 100% asli (original) dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.

Referensi: 
Medical News Today. Diakses pada 2025. Crepitus of the Knee: Structure, Causes, and Protection. 
Healthline. Diakses pada 2025. Knee Noise: Crepitus and Popping Explained. 
Verywell Health. Diakses pada 2025. Does Knee Creaking Mean You’ll Develop Arthritis?