
Mengenal Olahraga Atletik dan Cabang yang Sering Dipertandingkan
“Olahraga atletik adalah salah satu cabang olahraga paling populer. Beberapa jenis yang sering dipertandingkan adalah lari, lempar lembing, lompat jauh, dan tolak peluru.”

DAFTAR ISI
- Rekomendasi Produk Kesehatan untuk Aktivitas Atletik
- Cabang-Cabang Olahraga Atletik
- Manfaat Olahraga Atletik bagi Kesehatan
- Risiko Cedera dalam Atletik
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Mungkin kamu sering mendengar istilah atletik saat pelajaran pendidikan jasmani di sekolah atau saat menonton ajang olahraga internasional seperti Olimpiade. Namun, jika diminta untuk jelaskan pengertian atletik secara rinci, banyak orang yang masih kebingungan. Secara sederhana, atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang pada dasarnya melibatkan gerakan fisik dasar manusia sehari-hari.
Kata “atletik” sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu “athlon” yang memiliki arti kontes atau perlombaan. Oleh karena itu, atletik sering kali disebut sebagai “ibu dari segala olahraga” (mother of all sports) karena hampir semua cabang olahraga lain di dunia ini membutuhkan unsur-unsur gerakan yang ada di dalam atletik, seperti berlari, melompat, dan melempar.
Penting bagi kita untuk memahami apa itu atletik karena gerakan-gerakan dasar di dalamnya sangat bermanfaat untuk melatih kekuatan otot, ketahanan kardiovaskular, hingga kepadatan tulang. Namun, karena melibatkan intensitas fisik yang tinggi, melakukan aktivitas ini juga memiliki risiko cedera jika tidak dilakukan dengan persiapan dan pemanasan yang tepat.
Jika kamu aktif berolahraga atau sedang memulai rutinitas latihan atletik, mempersiapkan tubuh dan memiliki perlengkapan P3K yang memadai adalah hal yang esensial. Nah, mau tahu apa saja pilihan produk untuk mendukung dan mengatasi keluhan saat berolahraga? Berikut ulasannya!
Rekomendasi Produk Kesehatan untuk Aktivitas Atletik yang Ampuh
Dalam menjalani olahraga atletik, tubuh akan bekerja lebih keras dari biasanya. Risiko seperti keseleo, nyeri otot, hingga kelelahan sangat mungkin terjadi. Oleh karena itu, sedia produk pereda nyeri luar dan suplemen sangat dianjurkan. Jika kamu membutuhkan produk-produk ini, kamu bisa beli suplemen dan obat-obatan secara praktis melalui layanan apotek online.
1. Counterpain Cream 30 g
Counterpain Cream adalah sediaan topikal (krim oles) yang dirancang khusus untuk meredakan nyeri otot, nyeri sendi, keseleo, dan encok yang sering dialami setelah melakukan aktivitas fisik berat seperti lari sprint atau lompat jauh. Krim ini mengandung bahan aktif Methyl salicylate, Eugenol, dan Menthol.
Kombinasi bahan aktif tersebut bekerja dengan cara memberikan sensasi hangat pada kulit (efek rubefasien). Sensasi hangat ini membantu mengalihkan rasa sakit dan meningkatkan aliran darah ke area otot yang tegang, sehingga mempercepat proses pemulihan otot yang kaku akibat penumpukan asam laktat setelah berolahraga.
Dosis dan aturan pakai:
- Gunakan secukupnya pada area otot atau sendi yang terasa nyeri.
- Oleskan sambil dipijat secara perlahan hingga krim meresap, 1 hingga 3 kali sehari sesuai kebutuhan.
Obat ini termasuk golongan obat bebas terbatas. Perhatikan aturan pakai pada kemasan. Hanya untuk pemakaian luar, hindari kontak dengan mata atau luka terbuka.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Counterpain Cream 30 g di Toko Kesehatan Halodoc
2. Enervon-C Multivitamin 30 Tablet
Untuk mendukung performa atletik, tubuh membutuhkan asupan energi yang optimal dan daya tahan tubuh yang kuat. Enervon-C Multivitamin adalah suplemen kesehatan yang mengandung Vitamin C 500 mg, Niacinamide, Kalsium Pantotenat, serta Vitamin B Kompleks (B1, B2, B6, B12).
Manfaat spesifik dari suplemen ini sangat cocok bagi pegiat olahraga. Vitamin B Kompleks berfungsi secara aktif dalam proses metabolisme untuk mengubah makanan menjadi energi yang sangat dibutuhkan saat berolahraga. Sementara itu, Vitamin C dosis tinggi bekerja sebagai antioksidan yang menjaga sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah sakit setelah melakukan latihan fisik berintensitas tinggi.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa: 1 tablet per hari.
- Dikonsumsi setelah makan untuk meminimalkan potensi ketidaknyamanan pada lambung.
Produk ini termasuk dalam golongan vitamin dan suplemen (obat bebas). Aman dikonsumsi harian sesuai dengan dosis yang dianjurkan.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Enervon-C Multivitamin 30 Tablet di Toko Kesehatan Halodoc
3. Salonpas Koyo 10 Lembar
Jika kamu lebih menyukai pereda nyeri dalam bentuk tempel, Salonpas Koyo adalah pilihan yang sangat praktis. Koyo ini mengandung bahan aktif Methyl salicylate, l-menthol, dan dl-camphor. Sediaan ini sangat cocok untuk dibawa di dalam tas olahraga.
Manfaat utamanya adalah meredakan rasa nyeri yang disebabkan oleh kelelahan otot, nyeri otot, kekakuan leher, punggung pegal, dan memar akibat olahraga. Cara kerjanya adalah dengan menyerap langsung melalui pori-pori kulit dan memberikan efek dingin yang diikuti dengan rasa hangat, sehingga otot yang tegang dapat lebih rileks.
Dosis dan aturan pakai:
- Dewasa dan anak usia 12 tahun ke atas: Tempelkan pada area yang sakit.
- Lepaskan koyo setelah 8 jam pemakaian. Jangan digunakan lebih dari 3-4 kali dalam sehari pada area yang sama.
Obat ini termasuk golongan obat bebas. Hanya untuk pemakaian luar dan jangan ditempelkan pada kulit yang sedang iritasi atau luka basah.
Harga mulai dari: Cek harga terbaru di Halodoc
Dapatkan Salonpas Koyo 10 Lembar di Toko Kesehatan Halodoc
Tips Pencegahan Cedera Saat Olahraga Atletik
- Lakukan pemanasan dinamis minimal 10-15 menit sebelum mulai berlatih.
- Gunakan sepatu olahraga yang sesuai dengan jenis aktivitas (misal: sepatu lari untuk nomor lari).
- Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik sebelum, selama, dan setelah berolahraga.
- Jangan paksakan tubuh jika merasa nyeri tajam; istirahatlah dan terapkan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation).
Cabang-Cabang Olahraga Atletik
Untuk bisa jelaskan pengertian atletik dengan lebih menyeluruh, kita harus memahami bahwa olahraga ini dibagi menjadi beberapa nomor atau cabang utama yang sering dipertandingkan. Berikut adalah penjabarannya:
1. Nomor Lari (Track Events)
Nomor lari adalah cabang atletik yang paling populer dan paling sering menyita perhatian publik. Cabang ini mengandalkan kecepatan, ketahanan kardio, serta strategi pengaturan napas. Nomor lari dibagi lagi menjadi beberapa kategori, antara lain lari jarak pendek (sprint 100m, 200m, 400m), lari jarak menengah (800m, 1500m), lari jarak jauh (3000m, 5000m, 10.000m, hingga maraton 42,195 km), lari gawang, dan lari estafet.
2. Nomor Lompat (Jumping Events)
Nomor lompat menguji seberapa jauh atau seberapa tinggi seorang atlet dapat melontarkan tubuhnya melawan gravitasi dengan teknik yang spesifik. Diperlukan kekuatan otot tungkai yang sangat eksplosif. Kategori dalam cabang ini meliputi lompat jauh (long jump), lompat tinggi (high jump), lompat jangkit (triple jump), dan lompat galah (pole vault).
3. Nomor Lempar (Throwing Events)
Tidak hanya kekuatan kaki, atletik juga memiliki nomor yang menguji kekuatan otot lengan, bahu, dan otot inti (core). Cabang lempar membutuhkan teknik putaran dan tolakan yang presisi. Kategorinya terdiri dari tolak peluru (shot put), lempar lembing (javelin throw), lempar cakram (discus throw), dan lontar martil (hammer throw).
4. Nomor Jalan Cepat (Race Walking)
Berbeda dengan lari, jalan cepat memiliki aturan yang sangat ketat di mana salah satu kaki atlet harus selalu bersentuhan dengan tanah. Lutut dari kaki yang melangkah ke depan juga harus lurus (tidak boleh ditekuk) dari saat menyentuh tanah hingga melewati bawah tubuh. Cabang ini sangat baik untuk melatih fleksibilitas pinggul dan ketahanan tubuh secara keseluruhan.
Manfaat Olahraga Atletik bagi Kesehatan
Melakukan berbagai nomor dalam cabang atletik secara rutin memberikan dampak positif yang luar biasa bagi kesehatan fisik dan mental, antara lain:
- Meningkatkan Kinerja Jantung dan Paru-paru: Aktivitas seperti lari dan jalan cepat memacu jantung untuk memompa darah lebih efisien, sehingga kapasitas VO2 max (volume oksigen maksimal) tubuh meningkat.
- Membangun Massa Otot dan Tulang: Gerakan melompat dan melempar menempatkan beban pada tulang, yang memicu tubuh untuk memproduksi sel tulang baru, sehingga mencegah osteoporosis di masa tua.
- Menjaga Berat Badan Ideal: Atletik membakar kalori dalam jumlah yang besar, sehingga sangat efektif untuk mengurangi penumpukan lemak tubuh dan menjaga indeks massa tubuh tetap proporsional.
- Mengurangi Stres: Olahraga memicu pelepasan endorfin di otak yang bertindak sebagai pereda nyeri alami dan peningkat suasana hati.
Risiko Cedera dalam Atletik dan Kapan Harus ke Dokter
Meskipun menyehatkan, intensitas tinggi dalam atletik dapat memicu berbagai masalah otot dan sendi. Beberapa cedera yang paling umum dialami meliputi kram otot, keseleo pergelangan kaki (ankle sprain), shin splints (nyeri pada tulang kering akibat lari), hingga robekan ligamen lutut.
Penanganan awal biasanya cukup dengan mengoleskan krim pereda nyeri seperti yang telah direkomendasikan di atas serta beristirahat. Namun, jika kamu mengalami cedera olahraga yang ditandai dengan bengkak yang tidak kunjung kempis, perubahan bentuk sendi, atau ketidakmampuan menahan beban tubuh pada kaki, kamu memerlukan penanganan medis lebih lanjut.
Studi Mengenai Dampak Atletik terhadap Tubuh
National Institutes of Health (NIH) menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa aktivitas fisik yang bersifat menahan beban tubuh (weight-bearing) dan memiliki dampak (high-impact) seperti lari sprint dan lompat jauh secara signifikan meningkatkan kepadatan mineral tulang pada orang dewasa muda.
Dalam studi tersebut ditekankan bahwa atlet yang rutin melakukan latihan atletik sejak usia remaja memiliki tulang yang jauh lebih kuat dan risiko osteoporosis yang sangat rendah saat memasuki usia lanjut dibandingkan dengan individu yang tidak aktif berolahraga. Hal ini membuktikan bahwa atletik bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga investasi kesehatan jangka panjang.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
Referensi:
World Athletics. Diakses pada 2024. About Athletics.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Aerobic exercise: Top 10 reasons to get physical.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Sports Injuries: Types, Treatments, Prevention.
PubMed/NCBI. Diakses pada 2024. The effects of track and field training on bone mineral density.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2024. Manfaat Aktivitas Fisik dan Olahraga.
FAQ
1. Jelaskan pengertian atletik secara singkat?
Atletik adalah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang meliputi gerakan fisik dasar manusia seperti berlari, melompat, melempar, dan berjalan. Olahraga ini sering disebut sebagai cabang olahraga tertua karena gerakannya merupakan gerakan naluriah manusia.
2. Apa saja nomor lari yang paling sering dilombakan?
Nomor lari yang sering dilombakan dibagi menjadi lari jarak pendek (100m, 200m, 400m), jarak menengah (800m, 1500m), jarak jauh (3000m, 5000m, 10.000m, maraton), serta lari gawang dan lari estafet.
3. Bagaimana cara mencegah cedera otot saat melakukan atletik?
Cara terbaik mencegah cedera adalah dengan melakukan pemanasan (warm-up) yang cukup sebelum berolahraga, menggunakan sepatu olahraga yang tepat, menguasai teknik gerakan yang benar, dan melakukan pendinginan (cool-down) setelah selesai.
4. Apakah olahraga atletik aman dilakukan setiap hari?
Melakukan aktivitas fisik setiap hari baik untuk kesehatan, namun untuk latihan atletik dengan intensitas tinggi, tubuh tetap memerlukan satu atau dua hari istirahat dalam seminggu untuk proses pemulihan (recovery) otot dan mencegah overtraining.


