
Mengenal Olahraga Atletik dan Cabang yang Sering Dipertandingkan
“Olahraga atletik adalah salah satu cabang olahraga paling populer. Beberapa jenis yang sering dipertandingkan adalah lari, lempar lembing, lompat jauh, dan tolak peluru.”

DAFTAR ISI
- Apa yang Dimaksud dengan Atletik?
- Sejarah Singkat Olahraga Atletik
- Cabang-Cabang Olahraga Atletik
- Manfaat Atletik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
- Risiko Cedera dalam Olahraga Atletik
- Studi Terkait
- Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
- FAQ
Olahraga merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Dari sekian banyak jenis olahraga yang ada, atletik sering kali dianggap sebagai “ibu dari segala olahraga” atau mother of sports. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab gerakan-gerakan dasar dalam atletik merupakan fondasi dari hampir semua jenis aktivitas fisik dan cabang olahraga lainnya.
Kondisi fisik yang prima sangat dibutuhkan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Sayangnya, gaya hidup modern yang cenderung menetap (sedentary lifestyle) membuat banyak orang kurang bergerak, yang pada akhirnya memicu berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme. Di sinilah pentingnya memahami dan mempraktikkan gerakan dasar atletik untuk mengembalikan kebugaran alami tubuh.
Mungkin kamu sering mendengar istilah ini, namun masih bingung mengenai apa yang dimaksud dengan atletik secara lebih mendalam, apa saja cabangnya, dan bagaimana olahraga ini berdampak langsung pada kebugaran medis seseorang. Mengingat atletik mencakup berbagai gerakan fundamental manusia, memahaminya dapat membantu kamu memilih jenis latihan yang paling sesuai dengan kondisi fisikmu.
Nah, mau tahu penjelasan lengkap mengenai apa yang dimaksud dengan atletik, cabang-cabangnya, hingga manfaatnya bagi kesehatan? Berikut ulasannya!
Apa yang Dimaksud dengan Atletik?
Secara etimologi, kata “atletik” berasal dari bahasa Yunani, yaitu athlon atau athlum yang berarti pertandingan, perlombaan, pergulatan, atau perjuangan. Jadi, pengertian dasar dari apa yang dimaksud dengan atletik adalah sebuah gabungan dari beberapa jenis olahraga yang secara garis besar dapat dikelompokkan menjadi olahraga lari, jalan, lompat, dan lempar.
Dalam konteks fisiologis dan kebugaran medis, atletik adalah aktivitas fisik yang melibatkan kontraksi otot-otot besar tubuh, sistem kardiovaskular, dan sistem respirasi secara intensif. Gerakan dalam atletik merupakan gerakan alami (biomekanika dasar) manusia yang disempurnakan untuk mencapai efisiensi, kecepatan, kekuatan, dan daya tahan maksimal.
Sejarah Singkat Olahraga Atletik
Atletik adalah salah satu olahraga tertua di dunia. Sejarah mencatat bahwa olahraga ini sudah dipertandingkan sejak Olimpiade Kuno di Yunani pada tahun 776 Sebelum Masehi. Pada saat itu, perlombaan yang diadakan hanyalah lari cepat (sprint) sejauh satu stadion (sekitar 192 meter).
Seiring berjalannya waktu, atletik terus berkembang dan menyebar ke berbagai belahan dunia. Pada era modern, organisasi atletik dunia yang bernama International Amateur Athletic Federation (IAAF), yang kini berganti nama menjadi World Athletics, didirikan pada tahun 1912. Di Indonesia sendiri, induk organisasi olahraga ini adalah Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) yang dibentuk pada tanggal 3 September 1950. Perkembangan ini tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada ilmu kedokteran olahraga yang mengkaji bagaimana tubuh manusia merespons tekanan dari nomor-nomor atletik tersebut.
Cabang-Cabang Olahraga Atletik
Setelah memahami apa yang dimaksud dengan atletik, penting juga untuk mengetahui cabang-cabang yang ada di dalamnya. Secara umum, atletik dibagi menjadi empat nomor utama, yaitu:
1. Nomor Jalan (Racewalking)
Jalan cepat atau racewalking adalah gerakan melangkah maju yang dilakukan secara terus-menerus tanpa adanya hubungan terputus dengan tanah. Secara biomekanis, pada saat melangkah, salah satu kaki harus selalu menyentuh tanah sebelum kaki yang lainnya diangkat. Olahraga ini sangat baik untuk kesehatan kardiovaskular tanpa memberikan tekanan kejut (low-impact) yang terlalu besar pada sendi lutut dan pergelangan kaki.
2. Nomor Lari (Running)
Lari adalah cabang atletik yang paling populer. Berbeda dengan jalan cepat, pada olahraga lari terdapat fase di mana kedua kaki melayang di udara (tidak menyentuh tanah). Nomor lari dibagi lagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jarak dan rintangannya:
- Lari Jarak Pendek (Sprint): Jarak 100m, 200m, dan 400m. Lari ini mengandalkan sistem energi anaerobik, sangat efektif untuk membangun massa otot cepat (fast-twitch muscle fibers).
- Lari Jarak Menengah: Jarak 800m dan 1500m. Membutuhkan keseimbangan antara kecepatan anaerobik dan daya tahan aerobik.
- Lari Jarak Jauh (Marathon/Long Distance): Jarak 3000m hingga maraton (42,195 km). Mengandalkan sistem energi aerobik secara maksimal, sangat bermanfaat untuk melatih daya tahan otot jantung.
- Lari Gawang (Hurdles) dan Estafet (Relay): Melibatkan ketangkasan tambahan seperti melompati rintangan dan koordinasi tim dalam memberikan tongkat estafet.
3. Nomor Lompat (Jumping)
Nomor lompat dirancang untuk menguji daya ledak otot (explosive power) bagian bawah tubuh. Secara medis, latihan melompat (pliometrik) sangat baik untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang (bone mineral density). Cabang ini meliputi:
- Lompat Jauh (Long Jump): Melompat sejauh mungkin ke bak pasir.
- Lompat Jangkit (Triple Jump): Melibatkan gerakan hop, step, and jump.
- Lompat Tinggi (High Jump): Melompat melewati mistar tanpa menjatuhkannya.
- Lompat Galah (Pole Vault): Menggunakan galah fleksibel untuk melompati mistar yang sangat tinggi.
4. Nomor Lempar (Throwing)
Cabang lempar berfokus pada kekuatan otot tubuh bagian atas (bahu, dada, lengan) serta inti tubuh (core muscles). Cabang ini terdiri dari:
- Tolak Peluru (Shot Put): Menolak bola besi sejauh mungkin.
- Lempar Cakram (Discus Throw): Melempar piringan (cakram) dengan teknik memutar.
- Lempar Lembing (Javelin Throw): Melempar tongkat panjang menyerupai tombak.
- Lempar Martil (Hammer Throw): Melempar bola besi yang dikaitkan dengan tali dan pegangan kawat.
Manfaat Atletik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
Mempraktikkan berbagai gerakan dalam atletik memberikan dampak positif yang luar biasa bagi tubuh. Berikut adalah penjelasan medis mengenai manfaat atletik:
1. Meningkatkan Fungsi Kardiovaskular
Aktivitas seperti lari dan jalan cepat secara rutin akan memperkuat otot jantung. Jantung yang kuat dapat memompa darah dengan lebih efisien, menurunkan tekanan darah istirahat, dan meningkatkan profil lipid darah (meningkatkan HDL atau kolesterol baik, dan menurunkan LDL atau kolesterol jahat).
2. Memperkuat Tulang dan Sendi
Aktivitas menahan beban (weight-bearing) dan gerakan memberikan tekanan (impact) seperti melompat dan berlari merangsang sel-sel pembentuk tulang (osteoblas). Hal ini secara signifikan dapat meningkatkan kepadatan tulang dan mencegah risiko osteoporosis di usia tua.
3. Menjaga Berat Badan Ideal
Latihan atletik membakar kalori dalam jumlah besar. Kombinasi lari cepat (anaerobik) dan lari jarak jauh (aerobik) dapat meningkatkan laju metabolisme basal tubuh, sehingga proses pembakaran lemak tetap terjadi meski kamu sudah selesai berolahraga.
4. Kesehatan Mental dan Pengurangan Stres
Berolahraga memicu otak untuk melepaskan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin. Hormon-hormon ini bertindak sebagai pereda nyeri alami tubuh dan penambah suasana hati (mood booster). Atletik secara rutin terbukti secara klinis dapat mengurangi gejala kecemasan dan depresi ringan.
Tips Memulai Olahraga Atletik untuk Pemula
- Mulai dengan perlahan: Jangan langsung memaksakan diri berlari jarak jauh. Mulailah dengan jalan cepat atau jogging ringan.
- Gunakan sepatu yang tepat: Sepatu lari yang baik akan meredam kejut dan mencegah cedera lutut.
- Rutin pemanasan: Lakukan pemanasan dinamis sebelum latihan untuk meningkatkan aliran darah ke otot.
- Konsisten: Lakukan minimal 150 menit aktivitas intensitas sedang setiap minggunya, sesuai anjuran WHO.
Risiko Cedera dalam Olahraga Atletik
Meski memiliki segudang manfaat, atletik juga menyimpan risiko cedera jika tidak dilakukan dengan teknik yang benar atau jika tubuh terlalu dipaksakan (overtraining). Beberapa cedera yang paling umum dialami pelari atau atlet atletik meliputi:
- Sprain dan Strain: Keseleo pada pergelangan kaki atau robekan otot (biasanya di area hamstring dan betis).
- Plantar Fasciitis: Peradangan pada jaringan tebal di telapak kaki yang menghubungkan tulang tumit ke jari kaki.
- Shin Splints: Rasa nyeri di sepanjang tulang kering bagian depan, biasanya karena intensitas lari yang ditingkatkan terlalu drastis.
- Runner’s Knee: Nyeri di sekitar tempurung lutut akibat gesekan tulang rawan karena gerakan berulang.
Apabila kamu mengalami cedera seperti nyeri yang tak tertahankan, bengkak, atau memar yang tidak kunjung membaik setelah beristirahat (metode RICE: Rest, Ice, Compression, Elevation), jangan ragu untuk konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja. Dokter spesialis kedokteran olahraga atau dokter ortopedi dapat memberikan diagnosis akurat dan rencana fisioterapi yang tepat.
Selain itu, untuk mengatasi nyeri otot ringan atau kram setelah berolahraga, kamu bisa mencari produk pereda nyeri. Kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah untuk mendapatkan krim pereda nyeri, semprotan otot (muscle spray), atau suplemen sendi tanpa harus keluar rumah.
Studi Terkait Olahraga Atletik
Journal of the American College of Cardiology menerbitkan studi di tahun 2014 yang menjelaskan bahwa berlari bahkan hanya 5 hingga 10 menit sehari dengan kecepatan rendah secara signifikan mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular. Studi ini menyoroti bahwa intensitas ringan hingga sedang dari gerakan dasar atletik sangat krusial bagi angka harapan hidup (life expectancy).
Hal ini membuktikan bahwa kamu tidak perlu menjadi atlet profesional untuk memetik manfaat dari atletik. Menggabungkan rutinitas jalan cepat atau lari santai ke dalam keseharian sudah lebih dari cukup untuk menjaga kesehatan organ vitalmu.
Punya Keluhan Kesehatan tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan atletik secara sederhana?
Secara sederhana, atletik adalah kumpulan cabang olahraga yang melibatkan gerakan dasar manusia secara fisik, yaitu lari, jalan, lompat, dan lempar, yang dipertandingkan untuk mengukur kecepatan, daya tahan, dan kekuatan.
2. Apa saja nomor lari dalam olahraga atletik?
Nomor lari dibagi menjadi lari jarak pendek (sprint 100m, 200m, 400m), lari jarak menengah (800m, 1500m), lari jarak jauh (3000m, 5000m, 10.000m, maraton), serta lari gawang dan lari estafet.
3. Apakah jalan kaki biasa termasuk olahraga atletik?
Dalam ranah kompetisi, yang termasuk atletik adalah “jalan cepat” (racewalking) di mana ada aturan ketat tentang kontak kaki dengan tanah. Namun, untuk kebugaran medis, jalan kaki santai maupun cepat sama-sama diadaptasi dari gerakan dasar atletik yang menyehatkan jantung.
4. Bagaimana cara mencegah cedera saat melakukan olahraga atletik?
Pencegahan terbaik adalah melakukan pemanasan dinamis sebelum mulai, menggunakan sepatu khusus olahraga yang sesuai, menjaga hidrasi tubuh, tidak memaksakan jarak atau intensitas secara mendadak, dan melakukan pendinginan setelah selesai berolahraga.
Referensi:
World Health Organization (WHO). Diakses pada 2024. Physical Activity.
American College of Sports Medicine (ACSM). Diakses pada 2024. The Basics of Track and Field Injuries.
Mayo Clinic. Diakses pada 2024. Aerobic exercise: Top 10 reasons to get physical.
Journal of the American College of Cardiology. Diakses pada 2024. Leisure-Time Running Reduces All-Cause and Cardiovascular Mortality Risk.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2024. Common Running Injuries.
Konsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga via Halodoc
Jika kamu mengalami gejala yang disebutkan di artikel ini, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga terpercaya. Kamu bisa konsultasi langsung dari rumah melalui Halodoc.


