Mengenal Pemeriksaan Tes Mata Silinder dan Jenis-Jenisnya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Rizal Fadli   15 Januari 2024

“Mata silinder adalah kondisi ketika bentuk kornea mata tidak sempurna, sehingga fokus cahaya tidak sampai ke retina dengan baik. Tes mata silinder ada tiga, yaitu tes refraksi, topografi kornea, dan keratometri.”

Mengenal Pemeriksaan Tes Mata Silinder dan Jenis-JenisnyaMengenal Pemeriksaan Tes Mata Silinder dan Jenis-Jenisnya

DAFTAR ISI

1. Apa itu Tes Mata Silinder?

2. Jenis Tes Mata Silinder

3. Tujuan Tes Mata Silinder


Halodoc, Jakarta – Menurut jurnal ilmiah berjudul Hubungan Faktor Genetik dan Gaya Hidup dengan Astigmatisma pada Anak yang dipublikasikan di Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mutiara Medika, faktor genetik dan gaya hidup dapat memperbesar risiko seorang anak mengalami mata silinder.

Faktor gaya hidup ini salah satunya contohnya adalah kebiasaan menggunakan gadget dengan intensitas tinggi. Anak dengan kebiasaan demikian yang juga memiliki orang tua dengan kondisi mata silinder, kemungkinan besar juga akan mengalami penyakit mata yang sama. 

Nah, seperti apa jenis-jenis dan tes mata silinder ?

Apa itu Tes Mata Silinder?

Mata silinder, atau astigmatisme, adalah kondisi mata yang disebabkan oleh ketidaksempurnaan bentuk kornea atau lensa mata, sehingga menyebabkan fokus cahaya yang masuk ke mata menjadi tersebar dan tidak fokus secara merata pada retina. 

Kondisi ini mengakibatkan penglihatan kabur atau buram, baik pada jarak dekat maupun jarak jauh. Penyebab utama astigmatisme adalah ketidaksempurnaan bentuk permukaan mata, yang bisa bersifat bawaan atau muncul akibat trauma, operasi mata, atau penyakit tertentu.

Tes mata silinder penting dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengukur tingkat astigmatisme pada mata seseorang. Tes ini memungkinkan dokter untuk menentukan derajat keparahan astigmatisme, dan meresepkan kacamata atau lensa kontak yang sesuai untuk memperbaiki penglihatan. 

Semua orang, terutama yang mengalami gejala penglihatan kabur atau ketidaknyamanan mata, perlu menjalani tes mata silinder. Anak-anak, remaja, orang dewasa, bahkan yang tidak memiliki riwayat gangguan penglihatan, sebaiknya rutin melakukan pemeriksaan mata untuk mendeteksi dan mengatasi dini masalah mata seperti astigmatisme. 

Informasi lebih lanjut bisa mata silinder bisa dibaca di artikel: “5 Ciri Mata Silinder dan Cara Penyembuhannya.”

Jenis Tes Mata Silinder 

Untuk mengetahui apakah seseorang memang mengidap mata silinder, dibutuhkan melakukan serangkaian tes. Berikut adalah jenis tes mata silinder tersebut:

1. Tes refraksi

Ada dua jenis tes refraksi, otomatis dan manual. Tes refraksi otomatis, atau autorefractor, adalah tes menggunakan instrumen yang menyinari mata dan menilai bagaimana cahaya memantul saat masuk. Ukuran obyektif kesalahan refraksi, bersama dengan resep kacamata dan lensa kontak, dihitung secara otomatis. 

Meskipun mudah dilakukan, tes refraksi otomatis tidak cocok untuk pasien dengan kondisi mata tertentu.  Contohnya seperti fiksasi yang buruk (kemampuan mengarahkan mata ke suatu titik), dapat membuat kesalahan refraksi menjadi tinggi. Orang dengan kondisi katarak juga tidak disarankan untuk melakukan tes refraksi otomatis. 

Nah, versi manual dari tes refraksi dilakukan dengan cara melihat grafik mata, sementara dokter menempatkan serangkaian lensa korektif di depan mata dan menanyakan pasangan lensa mana yang paling jernih. Baca artikel: “Mana yang Lebih Parah, Mata Minus atau Silinder” untuk mendapatkan fakta lain mengenai kondisi mata ini.

2. Topografi kornea

Teknologi ini memetakan gambar kornea yang terkomputerisasi. Pada tes tiga dimensi, topografi kornea dapat menemukan distorsi pada kelengkungan kornea. Selain mendiagnosis astigmatisme, tes ini dapat mengidentifikasi pertumbuhan ganas dan membantu dokter mata memilih lensa kontak yang lebih pas. 

Topografi kornea cepat dan tidak menimbulkan rasa sakit. Dengan meletakkan dagu pada perangkat, kamu akan diminta untuk menatap target tetap sementara komputer mengambil gambar mata.

3. Keratometri

Keratometer adalah instrumen lain yang dapat mengukur kelengkungan kornea. Keratometri juga dapat mendeteksi keratoconus (penyakit yang memengaruhi kelengkungan mata), menilai kelayakan operasi katarak, dan membantu pemasangan lensa kontak. 

Seperti tes astigmatisme lainnya, keratometri juga tidak menimbulkan rasa sakit dan melibatkan melihat objek atau gambar diam dengan dagu bertumpu pada perangkat.

Tujuan Tes Mata Silinder

Pada dasarnya, tujuan utama tes mata silinder adalah untuk mengetahui apakah seseorang mengidap astigmatisme dan seberapa parah kondisi tersebut. Dengan menjalani pemeriksaan, dokter bisa menentukan langkah tepat untuk mengatasi kondisi tersebut. 

Penanganan mata silinder umumnya melibatkan penggunaan kacamata atau lensa kontak yang dirancang khusus untuk mengkompensasi ketidaksempurnaan bentuk mata. 

Kacamata atau lensa kontak ini membantu merestrukturisasi fokus cahaya sehingga menciptakan gambar yang lebih tajam di retina. Penting untuk mencari bantuan profesional dalam menentukan derajat dan jenis koreksi yang dibutuhkan. 

Selain itu, pemeriksaan mata secara teratur sangat dianjurkan untuk memantau perubahan dalam tingkat astigmatisme atau kondisi mata lainnya. Cek, Kapan Pemeriksaan Mata Sejak Dini Perlu Dilakukan di sini!

Penggunaan kacamata atau lensa kontak bukan hanya untuk koreksi penglihatan, tetapi juga untuk mencegah ketidaknyamanan dan kelelahan mata yang dapat disebabkan oleh astigmatisme. 

Bedah refraktif juga bisa menjadi pilihan jika dokter merekomendasikannya. Tidak hanya memperbaiki penglihatan, bedah ini juga mengurangi kebutuhan akan lensa kontak atau kacamata. 

Penting untuk diingat bahwa penanganan mata silinder bersifat individual, dan perlu konsultasi dengan dokter spesialis mata untuk memastikan solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan penglihatan setiap individu.

Nah, bagi kamu yang mengalami masalah pada mata berupa rasa gatal, berikut rekomendasi obatnya: “11 Rekomendasi Obat Tetes Mata untuk Redakan Gatal dan Kemerahan

Klik gambar di bawah ini untuk menghubungi dokter spesialis mata di Halodoc dengan biaya yang lebih terjangkau.✔️

chat dokter mata halodoc
Referensi:
Marketmalloptometry.ca. Diakses pada 2023. How An Eye Doctor Tests For Astigmatism During An Eye Exam.
Eyesolutions.in. Diakses pada 2023. Astigmatism.
WebMD. Diakses pada 2023. Astigmatism.
Kemenkes RI. Diakses pada 2023. Rabun pada Mata : Jenis, Penyebab dan Gejalanya.

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan