Ad Placeholder Image

Mengenal Perbedaan Daging Sapi Sirloin dan Tenderloin

4 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   11 Juni 2026

Sirloin dan tenderloin adalah dua potongan daging sapi yang menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda.

Mengenal Perbedaan Daging Sapi Sirloin dan TenderloinMengenal Perbedaan Daging Sapi Sirloin dan Tenderloin

DAFTAR ISI


Daging sapi merupakan salah satu sumber protein hewani yang paling digemari di Indonesia, terutama dalam bentuk hidangan steak atau masakan khas nusantara. Saat kamu mengunjungi restoran steak atau supermarket, dua pilihan yang paling sering muncul adalah sirloin dan tenderloin. Bagi banyak orang, memilih di antara keduanya seringkali hanya didasarkan pada harga atau tingkat kelembutan, namun dari perspektif kesehatan dan farmakologi gizi, keduanya memiliki profil yang berbeda secara signifikan.

Memahami perbedaan antara sirloin dan tenderloin tidak hanya membantu kamu mendapatkan pengalaman makan yang memuaskan, tetapi juga membantu dalam mengelola asupan lemak, kolesterol, dan kalori harian. Sebagai bagian dari gaya hidup sehat, pemilihan potongan daging yang tepat sangat krusial, terutama bagi mereka yang memiliki perhatian khusus terhadap kesehatan jantung atau sedang dalam program manajemen berat badan.

Penting untuk diingat bahwa meski daging merah kaya akan mikronutrien seperti zat besi, seng, dan vitamin B12, cara pengolahan dan pemilihan jenis potongan akan menentukan apakah hidangan tersebut memberikan manfaat optimal atau justru meningkatkan risiko kesehatan. Jika kamu merasa perlu dukungan nutrisi tambahan atau merasa ada keluhan pencernaan setelah mengonsumsi daging merah, kamu bisa beli suplemen melalui layanan kesehatan yang tersedia.

Nah, mau tahu apa saja perbedaan mendalam serta dampak kesehatan dari kedua jenis potongan daging populer ini? Berikut ulasannya!

Perbedaan Utama Sirloin dan Tenderloin

Secara anatomis, sirloin dan tenderloin berasal dari bagian yang berbeda dari tubuh sapi, yang secara langsung memengaruhi tekstur, kandungan lemak, dan rasanya.

1. Sirloin (Daging Has Luar)

Sirloin berasal dari bagian belakang sapi, tepat di belakang tulang rusuk dan di depan area pinggul. Potongan ini dikenal sebagai “has luar”. Ciri khas utama dari sirloin adalah adanya lapisan lemak yang cukup tebal di salah satu sisi daging. Lemak ini memberikan rasa yang lebih “gurih” atau beefy saat dimasak, namun secara tekstur, sirloin cenderung lebih keras dibandingkan tenderloin karena otot di bagian ini lebih sering digunakan untuk bergerak.

2. Tenderloin (Daging Has Dalam)

Tenderloin, atau yang sering disebut “has dalam” atau filet mignon, terletak di bagian tengah punggung sapi, di bawah tulang belakang dan di sebelah sirloin. Otot ini jarang sekali digunakan untuk aktivitas fisik, sehingga menghasilkan serat daging yang sangat halus dan empuk. Tenderloin tidak memiliki lapisan lemak luar yang tebal seperti sirloin, menjadikannya pilihan yang lebih ramping secara visual, meski lemak intramuskularnya tetap ada.

Profil Nutrisi dan Dampak bagi Kesehatan

Sebagai seorang apoteker, saya seringkali melihat korelasi antara pola diet pasien dengan profil lipid darah mereka. Berikut adalah perbandingan nutrisi rata-rata per 100 gram daging (kondisi mentah):

  • Kalori: Sirloin umumnya memiliki kalori sedikit lebih tinggi jika lemak luarnya dikonsumsi (sekitar 200-250 kkal), sementara tenderloin lebih rendah (sekitar 180-210 kkal).
  • Protein: Keduanya merupakan sumber protein berkualitas tinggi, menyediakan sekitar 20-25 gram protein per 100 gram, yang mengandung asam amino esensial lengkap untuk perbaikan jaringan otot.
  • Lemak Jenuh: Sirloin memiliki kadar lemak jenuh yang lebih tinggi pada bagian pinggirnya. Jika kamu sedang mengontrol kolesterol, sangat disarankan untuk memangkas lemak ini sebelum dimasak.
  • Mikronutrien: Keduanya kaya akan Vitamin B12 yang penting untuk fungsi saraf, serta Zat Besi Heme yang lebih mudah diserap tubuh dibandingkan zat besi dari tumbuhan untuk mencegah anemia.

Konsumsi daging merah yang berlebihan tanpa memperhatikan potongan dan cara masak dapat memicu kenaikan asam urat atau kolesterol. Jika kamu mengalami gejala nyeri sendi setelah makan daging, segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Tips Mengurangi Risiko Kolesterol dari Daging
  1. Pilih potongan “Select” atau “Choice” yang memiliki lebih sedikit marbling lemak.
  2. Pangkas semua lemak putih yang terlihat di pinggiran daging sebelum dimasak.
  3. Gunakan metode memasak seperti memanggang (grilling) atau merebus daripada menggoreng.

Tips Memilih dan Memasak Daging yang Sehat

Memilih antara sirloin dan tenderloin juga bergantung pada tujuan kesehatan kamu:

1. Jika Kamu Sedang Diet Rendah Kalori

Tenderloin adalah pilihan terbaik karena sifatnya yang lean (rendah lemak). Teksturnya yang empuk memungkinkan kamu menikmati daging tanpa perlu tambahan banyak mentega atau saus berlemak untuk melembutkannya.

2. Jika Kamu Membutuhkan Energi Ekstra

Sirloin bisa menjadi pilihan, namun pastikan untuk mengontrol porsinya. Lemak pada sirloin mengandung asam lemak yang jika dikonsumsi moderat tetap memberikan energi, namun tetap waspadai risiko lemak trans jika digoreng dengan minyak kualitas rendah.

3. Teknik Memasak Sehat

Hindari memasak daging hingga gosong (charred), karena proses pembakaran pada suhu yang sangat tinggi dapat menghasilkan senyawa karsinogenik seperti Heterocyclic Amines (HCAs) dan Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs). Sebaiknya masak hingga tingkat kematangan medium atau gunakan marinasi asam (seperti jeruk nipis) untuk mengurangi pembentukan senyawa berbahaya tersebut.

Studi Mengenai Konsumsi Daging Merah

The American Journal of Clinical Nutrition menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa konsumsi potongan daging merah tanpa lemak (lean red meat) sebagai bagian dari diet sehat tidak secara signifikan meningkatkan faktor risiko kardiovaskular dibandingkan dengan diet daging putih.

Studi ini menekankan bahwa yang berbahaya bukanlah daging merah itu sendiri, melainkan jumlah lemak jenuh yang menyertainya dan produk olahan daging (seperti sosis atau kornet) yang mengandung tinggi natrium dan pengawet. Oleh karena itu, memilih tenderloin atau sirloin tanpa lemak adalah kunci utama bagi kesehatan jantung.

FAQ

1. Mana yang lebih baik untuk penderita kolesterol, sirloin atau tenderloin?

Tenderloin lebih disarankan karena memiliki kandungan lemak total dan lemak jenuh yang cenderung lebih rendah dibandingkan sirloin yang memiliki lapisan lemak eksternal.

2. Apakah daging merah seperti sirloin aman dimasak setiap hari?

WHO merekomendasikan pembatasan konsumsi daging merah sekitar 350-500 gram berat matang per minggu untuk meminimalkan risiko kanker kolorektal dan penyakit jantung.

3. Mengapa tenderloin harganya lebih mahal daripada sirloin?

Karena proporsi tenderloin dalam satu ekor sapi sangat sedikit dan teksturnya paling empuk, sehingga permintaan pasar tinggi sementara ketersediaannya terbatas.

4. Apakah zat besi pada sirloin dan tenderloin sama?

Ya, keduanya mengandung zat besi heme dalam jumlah yang hampir sama, yang sangat bermanfaat untuk mendukung produksi sel darah merah dalam tubuh.

Jika kamu mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi daging merah, seperti perut kembung atau rasa tidak nyaman di dada, jangan ragu untuk memeriksakan diri. Kamu bisa mendapatkan informasi kesehatan lebih lanjut melalui aplikasi Halodoc.

Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan yang sedang dialami melalui Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Cuts of beef: A guide to the leanest selections.
Harvard T.H. Chan School of Public Health. Diakses pada 2026. WHO report says eating processed meat is carcinogenic: Understanding the findings.
American Heart Association. Diakses pada 2026. Meat, Poultry, and Fish: Picking Healthy Proteins.
Healthline. Diakses pada 2026. Sirloin vs. Tenderloin: What’s the Difference?

Punya Masalah Pencernaan Setelah Makan Daging? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan kesehatan seperti perut begah atau pusing setelah makan daging, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

HILDA ([Halodoc Intelligent Digital Assistant](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.