• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Protokol Kesehatan 5 M untuk Cegah COVID-19
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mengenal Protokol Kesehatan 5 M untuk Cegah COVID-19

Mengenal Protokol Kesehatan 5 M untuk Cegah COVID-19

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 Desember 2021
Mengenal Protokol Kesehatan 5 M untuk Cegah COVID-19 Mengenal Protokol Kesehatan 5 M untuk Cegah COVID-19

“Dunia telah melewati pandemi COVID-19 selama lebih dari 1,5 tahun. Tidak, belum selesai, pandemi masih terus menyerang penduduk di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Meski demikian, angka positifnya mulai menurun dengan adanya vaksin yang telah dilakukan dengan giat. Guna mencegah penularan, disiplin menerapkan protokol kesehatan 5 M.”

Halodoc, Jakarta - Memang benar, Indonesia masih terus berjuang melawan pandemi COVID-19 hingga detik ini. Kabar baiknya, adanya vaksin membuat angka positif penularan virus corona semakin berkurang. Ketatnya aturan pembatasan aktivitas di luar ruangan pun kini mulai dilonggarkan. 

Meski vaksin telah diberikan, bahkan telah ada vaksin booster untuk penguat bagi kalangan petugas medis, pemerintah tetap menggalakkan masyarakat, dari lapisan teratas hingga paling bawah untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan 5M. Sebenarnya, apa saja yang termasuk dalam protokol kesehatan 5M yang diwajibkan sebagai salah satu cara terbaik mencegah penularan vaksin corona? 

1. Cuci Tangan

Mencuci tangan secara rutin menjadi protokol kesehatan 5M yang pertama dan dirasa efektif untuk mencegah penularan virus corona. Agar hasilnya maksimal, kamu disarankan untuk mencuci tangan setidaknya selama 20 detik dengan menggunakan air mengalir dan sabun. Lakukan sesering mungkin, terutama pada kondisi: 

  • Sebelum menyentuh makanan.
  • Setelah menggunakan toilet.
  • Setelah menutup hidung saat batuk atau bersin.
  • Setelah beraktivitas di luar ruangan. 

Jika tidak ada air yang mengalir, kamu bisa menggunakan produk pembersih tangan yang mengandung alkohol setidaknya dengan kadar sebesar 70 persen. 

2. Pakai Masker

Saat pandemi mulai melanda dunia, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penggunaan masker hanya dilakukan untuk orang-orang yang terserang penyakit, bukan orang yang sehat. Akan tetapi, pada kenyataannya, pandemi yang masih belum usai dan terus memakan korban membuat penggunaan masker pun diwajibkan untuk seluruh lapisan masyarakat. 

Bahkan, di beberapa negara, Amerika Serikat misalnya, pusat kesehatan setempat mewajibkan masyarakat negara tersebut memakai masker bahkan saat berada di rumah untuk kondisi tertentu. Misalnya: 

  • Ada anggota keluarga yang terserang COVID-19.
  • Ada anggota keluarga yang berisiko terpapar virus corona karena beraktivitas di luar rumah. 
  • Merasakan adanya gejala yang mengarah pada infeksi virus corona. 
  • Ruangan yang sempit.
  • Tidak bisa menjaga jarak dengan anggota keluarga lainnya. 

Bahkan, di beberapa rumah sakit pun kini dianjurkan untuk menggunakan masker dobel. Ini karena mengingat terus berkembangnya virus corona menjadi berbagai varian baru yang lebih ganas dan mematikan. 

3. Menjaga Jarak

Protokol kesehatan 5 M selanjutnya adalah menjaga jarak saat sedang beraktivitas di luar ruangan. Adanya aturan ini juga berdasarkan pada Keputusan Menteri Kesehatan RI dalam “Protokol Kesehatan Bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum Dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.”

Aturan tersebut menyebutkan, setiap orang wajib menjaga jarak setidaknya sejauh 1 meter dengan orang lain guna mencegah paparan droplets dari orang yang batuk, bersin, atau bicara. Pun, sebaiknya hindari berkerumun, tempat ramai, dan berdesakan. Apabila tidak mungkin menjaga jarak, bisa dibuat rekayasa untuk menghindari risiko paparan. 

Rekayasa dalam bentuk administrasi bisa berupa membatasi jumlah orang dalam ruangan atau mengatur ulang jadwal. Sementara itu, rekayasa dalam bentuk teknis bisa dilakukan dengan cara membuat batas atau partisi di ruangan atau mengatur jalur masuk dan keluar di satu tempat. 

4. Menjauhi Kerumunan

Selain tiga hal di atas, menjauhi kerumunan juga merupakan protokol kesehatan yang harus dilakukan. Menurut Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes), masyarakat diminta untuk menjauhi kerumunan saat berada di luar rumah. Ingat, semakin banyak dan sering kamu bertemu orang, maka kemungkinan terinfeksi virus corona pun semakin tinggi.

Oleh sebab itu, hindari tempat keramaian terutama bila sedang sakit atau berusia di atas 60 tahun (lansia). Menurut riset, lansia dan pengidap penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi terserang virus corona. 

5. Mengurangi Mobilitas

Virus penyebab corona bisa berada di mana saja. Jadi, semakin banyak waktu yang kamu habiskan di luar rumah, maka semakin tinggi pula risiko tubuh terpapar virus jahat ini. Oleh karena itu, bila tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah.

Menurut Kemenkes, meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu kamu pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama. Pasalnya, virus corona dapat menyebar dan menginfeksi seseorang dengan sangat cepat.

Tak lupa, selalu jaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, rutin berolahraga, mengelola stres dengan baik, dan mengonsumsi vitamin. Kamu sekarang tak harus keluar rumah untuk beli obat dan vitamin, aplikasi Halodoc membuat kamu lebih mudah membelinya dengan adanya fitur pharmacy delivery. Kapan saja, kamu bisa memesan obat dan vitamin langsung tanpa harus antre. Sudah download aplikasi Halodoc? Kalau belum, segera download ya!

Referensi: 
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. 5 M Di Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia.
Kementerian Kesehatan RI. Diakses pada 2021. Panduan Pencegahan Penularan COVID-19 untuk Masyarakat
CDC. Diakses pada 2020. Considerations for Wearing Masks
Kompas.com. Diakses pada 2021. Jokowi: Semua Orang yang Keluar Rumah Wajib Pakai Masker 
KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. Diakses pada 2021. PROTOKOL KESEHATAN BAGI MASYARAKAT DI TEMPAT DAN FASILITAS UMUM DALAM RANGKA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN CORONAVIRUS DISEASE 2019 (COVID-19).