
Mengenal Radang Telinga Luar atau Otitis Eksterna
“Biasanya otitis eksterna terjadi ketika air terperangkap di dalam lubang telinga. Kondisi ini dapat memicu infeksi bakteri atau jamur, yang menyebabkan gatal dan ketidaknyamanan pada saluran telinga.”

DAFTAR ISI
- Memahami Anatomi Telinga dan Risiko Radang
- Penyebab Radang Telinga Luar (Otitis Eksterna)
- Penyebab Radang Telinga Tengah (Otitis Media)
- Penyebab Radang Telinga Dalam (Otitis Interna)
- Faktor Risiko dan Komplikasi
- Kapan Harus ke Dokter?
- Studi Terkait
- FAQ
Radang telinga atau yang dalam istilah medis disebut otitis, merupakan kondisi peradangan yang bisa menyerang bagian mana pun dari organ pendengaran kita. Telinga bukan sekadar alat untuk mendengar, tetapi juga berperan vital dalam menjaga keseimbangan tubuh. Ketika peradangan terjadi, fungsi-fungsi ini bisa terganggu, mulai dari munculnya rasa nyeri yang menusuk hingga penurunan kemampuan pendengaran sementara maupun permanen.
Penyebab radang telinga sangat bervariasi, tergantung pada bagian mana yang terinfeksi. Bisa karena paparan air yang kotor, infeksi bakteri setelah flu, hingga kebiasaan membersihkan telinga yang salah menggunakan benda tajam atau kapas pembersih (cotton bud). Memahami akar masalah dari radang telinga adalah langkah pertama yang krusial agar kamu bisa mendapatkan penanganan yang tepat dan mencegah kerusakan yang lebih parah.
Kondisi ini tidak boleh disepelekan, terutama pada anak-anak yang saluran telinganya masih dalam masa pertumbuhan dan lebih rentan tersumbat. Jika tidak ditangani dengan benar, radang telinga dapat menyebabkan komplikasi seperti pecahnya gendang telinga atau penyebaran infeksi ke tulang di sekitar telinga (mastoiditis).
Nah, mau tahu apa saja penyebab radang telinga yang perlu diwaspadai dan bagaimana cara menanganinya? Berikut ulasan lengkapnya!
Memahami Anatomi Telinga dan Risiko Radang
Sebelum membahas penyebab radang telinga, kita perlu memahami bahwa telinga terbagi menjadi tiga bagian utama: luar, tengah, dan dalam. Radang telinga luar (otitis eksterna) biasanya terjadi pada saluran telinga yang menuju gendang telinga. Radang telinga tengah (otitis media) terjadi di ruang di belakang gendang telinga di mana terdapat tulang-tulang pendengaran kecil. Sementara itu, radang telinga dalam (otitis interna atau labirintitis) menyerang organ keseimbangan dan pendengaran di bagian paling dalam.
Penyebab Radang Telinga Luar (Otitis Eksterna)
Radang telinga luar sering kali disebut sebagai swimmer’s ear karena sering dialami oleh orang yang sering berenang. Namun, penyebabnya bukan hanya air. Berikut adalah beberapa penyebab utamanya:
1. Kelembapan Berlebih
Ketika air terperangkap di saluran telinga setelah berenang atau mandi, lingkungan tersebut menjadi lembap. Bakteri dan jamur sangat menyukai tempat lembap untuk berkembang biak, yang kemudian memicu infeksi dan peradangan.
2. Trauma pada Saluran Telinga
Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud, kuku, atau jepit rambut dapat menyebabkan luka mikroskopis pada kulit saluran telinga. Luka ini menjadi pintu masuk bagi kuman untuk menginfeksi jaringan di bawahnya.
3. Kondisi Kulit Tertentu
Penderita eksim, psoriasis, atau dermatitis seboroik pada area kepala lebih rentan mengalami radang telinga luar. Kulit yang kering dan pecah-pecah mempermudah iritasi dan infeksi bakteri.
Tips Pencegahan Otitis Eksterna
- Keringkan telinga dengan handuk lembut setelah berenang atau mandi.
- Hindari memasukkan benda apa pun ke dalam saluran telinga.
- Gunakan penyumbat telinga (earplugs) saat berenang jika kamu sering mengalami infeksi.
Penyebab Radang Telinga Tengah (Otitis Media)
Otitis media adalah jenis radang telinga yang paling umum, terutama pada anak-anak. Penyebab utamanya meliputi:
1. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
Pilek, flu, atau alergi dapat menyebabkan pembengkakan dan kemacetan pada saluran hidung, tenggorokan, dan tuba eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah ke bagian belakang tenggorokan).
2. Disfungsi Tuba Eustachius
Jika tuba eustachius tersumbat akibat lendir atau peradangan, cairan dapat menumpuk di telinga tengah. Cairan yang terperangkap ini menjadi tempat yang ideal bagi bakteri atau virus untuk berkembang menjadi radang.
3. Pembesaran Adenoid
Adenoid adalah jaringan kecil di dekat pembukaan tuba eustachius yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Jika adenoid membengkak (sering terjadi pada anak), mereka dapat menghalangi tuba eustachius dan memicu radang telinga tengah.
Penyebab Radang Telinga Dalam (Otitis Interna)
Radang telinga dalam atau labirintitis biasanya lebih serius dan dapat memengaruhi keseimbangan. Penyebabnya meliputi:
1. Infeksi Virus
Virus yang menyebabkan pilek, influenza, atau herpes dapat menyebar ke telinga bagian dalam dan menyebabkan peradangan pada labirin atau saraf vestibulo-koklear.
2. Komplikasi Otitis Media
Meskipun jarang, infeksi bakteri yang parah pada telinga tengah yang tidak diobati dapat menyebar masuk ke telinga bagian dalam.
Faktor Risiko dan Komplikasi
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami radang telinga secara berulang. Usia adalah faktor utama, di mana anak-anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun memiliki risiko tertinggi karena struktur tuba eustachius mereka yang lebih pendek dan horizontal. Selain itu, paparan asap rokok, polusi udara, dan pemberian susu botol pada bayi dalam posisi berbaring juga dapat memicu terjadinya peradangan.
Komplikasi dari radang telinga yang tidak tertangani meliputi gangguan pendengaran permanen, keterlambatan bicara pada anak-anak, hingga penyebaran infeksi ke jaringan otak (meningitis). Oleh karena itu, deteksi dini dan pengobatan yang tepat sangat diperlukan.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika kamu merasakan nyeri yang tajam, telinga terasa penuh, keluar cairan berwarna kuning atau hijau, hingga mengalami pusing berputar (vertigo), jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Diagnosis yang tepat hanya bisa diberikan oleh dokter melalui pemeriksaan otoskop untuk melihat kondisi gendang telinga.
Untuk penanganan awal nyeri ringan, kamu bisa beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah. Namun, jika gejala menetap lebih dari 2 hari atau disertai demam tinggi, sebaiknya segera lakukan konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja.
Studi Mengenai Radang Telinga
The Lancet menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada kasus otitis media virus justru dapat meningkatkan risiko resistensi bakteri tanpa memberikan kesembuhan. Studi ini menekankan pentingnya membedakan penyebab radang telinga apakah karena virus atau bakteri melalui pemeriksaan dokter.
Penelitian lain menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan dan pencegahan ISPA pada anak-anak secara signifikan menurunkan angka kejadian radang telinga tengah kronis di negara berkembang.
Selalu perhatikan kebersihan telinga dan jangan memasukkan benda asing. Jika radang terjadi, pastikan kamu mengikuti instruksi dokter mengenai penggunaan obat tetes atau antibiotik oral jika diperlukan.
FAQ
1. Apa penyebab utama radang telinga pada anak-anak?
Penyebab utama pada anak-anak adalah disfungsi tuba eustachius yang sering dipicu oleh infeksi saluran pernapasan seperti flu atau alergi.
2. Bolehkah membersihkan telinga dengan cotton bud saat sedang radang?
Sangat tidak disarankan. Menggunakan cotton bud saat radang dapat mendorong kotoran lebih dalam, melukai dinding saluran telinga, dan memperburuk infeksi.
3. Apakah radang telinga bisa sembuh sendiri?
Beberapa kasus ringan akibat virus mungkin membaik dengan sendirinya, namun radang telinga akibat bakteri memerlukan pengobatan medis untuk mencegah komplikasi permanen.
4. Bagaimana cara mencegah radang telinga saat berenang?
Gunakan penyumbat telinga dan segera miringkan kepala untuk mengeluarkan air dari telinga setelah keluar dari kolam renang.
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Ear infection (middle ear).
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Otitis Externa (Swimmer’s Ear).
Healthline. Diakses pada 2026. Inner Ear Infection (Labyrinthitis).
Kemenkes RI. Diakses pada 2026. Kenali Gejala dan Penyebab Radang Telinga.
Punya Keluhan Telinga tapi Bingung Mulai dari Mana? Tanya ke HILDA Dulu!
Kamu punya keluhan kesehatan seperti nyeri telinga atau pendengaran terganggu, tapi bingung harus melakukan apa? Tidak perlu bingung! Kini, kamu bisa coba tanya HILDA!
Halodoc Intelligent Digital Assistant adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.
HILDA akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.
HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.
Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.


