Ad Placeholder Image

Mengenal Sel Telur dan Berbagai Masalah yang Bisa Terjadi

6 menit
Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Juni 2026

Sel telur punya peranan penting dalam terjadinya proses kehamilan.

Mengenal Sel Telur dan Berbagai Masalah yang Bisa TerjadiMengenal Sel Telur dan Berbagai Masalah yang Bisa Terjadi

DAFTAR ISI


Dalam sistem reproduksi manusia, sel telur atau ovum memegang peranan vital sebagai kunci awal kehidupan. Tanpa sel telur yang sehat dan matang, proses pembuahan oleh sperma tidak akan pernah terjadi, sehingga kehamilan pun mustahil terwujud. Memahami sel telur bukan hanya penting bagi mereka yang sedang merencanakan kehamilan, tetapi juga bagi setiap wanita untuk mengenali kesehatan reproduksinya secara menyeluruh.

Sel telur adalah sel reproduksi betina yang memiliki karakteristik unik dibandingkan sel-sel lain dalam tubuh manusia. Keberadaannya sangat terbatas dan kualitasnya dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari usia hingga gaya hidup. Jika kamu memiliki keluhan terkait siklus menstruasi atau kesuburan, sebaiknya segera konsultasi ke dokter Halodoc yang tersedia 24 jam, kapan saja dan di mana saja untuk mendapatkan diagnosis yang akurat.

Selain melakukan pemeriksaan medis, menjaga asupan nutrisi yang tepat juga sangat krusial untuk mendukung kesehatan organ reproduksi. Kamu bisa dengan mudah beli obat online di Halodoc, produk 100% asli dan produk diantar ke rumah, termasuk suplemen pendukung kesuburan seperti asam folat atau multivitamin khusus wanita.

Nah, mau tahu apa itu sel telur secara lebih mendalam? Berikut ulasannya!

Apa Itu Sel Telur?

Sel telur, yang secara medis disebut sebagai ovum, adalah gamet atau sel reproduksi yang dihasilkan oleh indung telur (ovarium) pada wanita. Ovum merupakan sel terbesar di dalam tubuh manusia, bahkan saking besarnya, ia merupakan satu-satunya sel manusia yang dapat dilihat dengan mata telanjang tanpa bantuan mikroskop, dengan ukuran sekitar setitik debu (kurang lebih 0,1 hingga 0,2 mm).

Berbeda dengan pria yang memproduksi sperma baru setiap hari dalam jumlah jutaan, wanita terlahir dengan seluruh persediaan sel telur yang akan mereka miliki seumur hidup. Saat bayi perempuan lahir, ia memiliki sekitar 1 hingga 2 juta folikel (kantong kecil berisi sel telur yang belum matang) di ovariumnya. Namun, jumlah ini akan terus berkurang seiring bertambahnya usia.

Memasuki masa pubertas, jumlah sel telur tersisa sekitar 300.000 hingga 400.000. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 400 hingga 500 sel telur yang akan matang dan dilepaskan selama masa reproduksi wanita (dari menarche hingga menopause). Penurunan kuantitas dan kualitas sel telur inilah yang menjadi alasan utama mengapa kesuburan wanita menurun secara signifikan seiring bertambahnya usia, terutama setelah melewati angka 35 tahun.

Proses Pembentukan Sel Telur (Oogenesis)

Proses pembentukan sel telur disebut oogenesis. Proses ini sangat kompleks dan dimulai bahkan sebelum seorang wanita lahir ke dunia. Berikut adalah tahapan utama dalam oogenesis:

1. Tahap Proliferasi

Terjadi saat janin perempuan masih dalam kandungan. Sel induk telur (oogonium) membelah diri secara mitosis hingga berjumlah jutaan. Oogonium ini kemudian berkembang menjadi oosit primer.

2. Tahap Pertumbuhan

Oosit primer akan “berhenti sejenak” dalam tahap pembelahan sel dan tetap diam di dalam folikel ovarium hingga wanita tersebut mencapai masa pubertas. Pada tahap ini, banyak oosit yang akan mati secara alami (atresi).

3. Tahap Pematangan

Setiap bulan setelah pubertas, hormon dari kelenjar hipofisis akan merangsang beberapa folikel untuk tumbuh, namun biasanya hanya satu folikel dominan yang berhasil mematangkan sel telurnya. Oosit primer menyelesaikan pembelahan meiosis pertama menjadi oosit sekunder dan badan polar. Jika terjadi ovulasi dan pembuahan, meiosis kedua baru akan diselesaikan.

Struktur dan Fungsi Sel Telur

Struktur sel telur dirancang khusus untuk melindungi materi genetik ibu dan menyediakan nutrisi bagi embrio pada hari-hari awal setelah pembuahan. Bagian-bagian utama sel telur meliputi:

  • Nukleus (Inti Sel): Berisi 23 kromosom yang membawa informasi genetik dari ibu.
  • Sitoplasma (Ooplasma): Kaya akan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan awal embrio sebelum menempel di rahim.
  • Zona Pelusida: Lapisan membran luar transparan yang keras. Fungsinya adalah untuk memastikan hanya satu sperma yang bisa membuahi sel telur (mencegah polispermi).
  • Korona Radiata: Lapisan sel-sel folikel yang mengelilingi sel telur dan berfungsi sebagai pelindung tambahan serta pemberi nutrisi saat sel telur bergerak di saluran tuba.

Fungsi utama sel telur adalah untuk bergabung dengan sel sperma guna membentuk zigot. Selain menyumbangkan setengah dari materi genetik calon bayi, sel telur juga merupakan satu-satunya sumber mitokondria (organel penghasil energi sel) bagi embrio. Hal ini berarti seluruh energi seluler dalam tubuh kita diturunkan langsung dari ibu kita melalui sel telur.

Faktor yang Memengaruhi Kesehatan Sel Telur
  1. Usia: Kualitas DNA dalam sel telur cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
  2. Asupan Nutrisi: Konsumsi antioksidan, asam folat, dan zink sangat mendukung fungsi ovarium.
  3. Gaya Hidup: Merokok dan konsumsi alkohol berlebih dapat mempercepat penuaan sel telur.

Masa Subur dan Ovulasi

Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari ovarium menuju tuba falopi. Proses ini biasanya terjadi di pertengahan siklus menstruasi, sekitar hari ke-14 dalam siklus 28 hari. Namun, ovulasi bisa bervariasi tergantung pada panjang siklus masing-masing wanita.

Setelah dilepaskan, sel telur hanya memiliki waktu hidup yang sangat singkat, yaitu sekitar 12 hingga 24 jam saja. Jika dalam kurun waktu tersebut sel telur tidak bertemu dengan sperma di tuba falopi, sel telur akan hancur dan diserap oleh lapisan rahim. Hal ini kemudian memicu penurunan hormon dan dimulainya proses peluruhan dinding rahim yang kita kenal sebagai menstruasi.

Karena sperma dapat bertahan hidup di dalam saluran reproduksi wanita hingga 5 hari, maka “jendela kesuburan” atau masa subur sebenarnya mencakup beberapa hari sebelum ovulasi hingga hari ovulasi itu sendiri.

Faktor yang Memengaruhi Kualitas Sel Telur

Kualitas sel telur (egg quality) merujuk pada kemampuan sel telur untuk berkembang menjadi embrio yang sehat setelah dibuahi. Kualitas yang buruk sering kali disebabkan oleh kelainan kromosom (aneuploidi) yang membuat embrio gagal menempel di rahim atau menyebabkan keguguran.

Beberapa faktor yang memengaruhi kualitas sel telur antara lain:

  • Oksidatif Stres: Radikal bebas dapat merusak sel-sel di ovarium.
  • Aliran Darah ke Ovarium: Oksigenasi yang baik pada ovarium mendukung perkembangan folikel yang sehat.
  • Keseimbangan Hormon: Hormon seperti FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) harus bekerja secara harmonis.
  • Indeks Massa Tubuh (IMT): Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi (obesitas) dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi.

Gangguan Kesehatan Terkait Sel Telur

Beberapa kondisi medis dapat memengaruhi produksi dan kualitas sel telur, di antaranya:

1. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome)

Kondisi di mana terjadi ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan ovarium menghasilkan banyak folikel kecil namun tidak ada yang matang untuk dilepaskan (anovulasi).

2. POI (Primary Ovarian Insufficiency)

Kondisi yang terkadang disebut sebagai menopause dini, di mana ovarium berhenti berfungsi secara normal sebelum wanita mencapai usia 40 tahun.

3. Endometriosis

Jaringan yang mirip dengan lapisan rahim tumbuh di luar rahim, termasuk di ovarium, yang dapat merusak cadangan sel telur dan menyebabkan kista cokelat (endometrioma).

Studi Mengenai Kesehatan Sel Telur

The Journal of Assisted Reproduction and Genetics menerbitkan studi yang menjelaskan bahwa suplementasi antioksidan dan perubahan pola makan mediterania dapat secara signifikan meningkatkan kualitas oosit pada wanita yang menjalani program bayi tabung (IVF).

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa nutrien seperti Coenzyme Q10 berperan penting dalam meningkatkan fungsi mitokondria di dalam sel telur yang menua. Hal ini memberikan harapan baru bagi wanita di atas usia 35 tahun untuk tetap memiliki peluang kehamilan yang sehat melalui optimalisasi kualitas sel telur secara alami maupun bantuan medis.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Masalah pada sel telur sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang nyata selain kesulitan untuk hamil. Namun, ada beberapa tanda yang perlu kamu waspadai:

1. Siklus Menstruasi Tidak Teratur

Jika siklus kamu sering terlambat, terlalu singkat, atau tidak menstruasi sama sekali dalam beberapa bulan, ini bisa menjadi tanda gangguan ovulasi.

2. Nyeri Panggul yang Hebat

Rasa nyeri yang tidak tertahankan saat menstruasi bisa mengindikasikan adanya endometriosis yang berisiko memengaruhi fungsi ovarium.

Jika kamu mengalami gejala-gejala tersebut, jangan menunda untuk berkonsultasi. Kamu bisa mendapatkan saran medis dan rujukan pemeriksaan melalui Halodoc dengan cepat.

Kamu bisa mendapatkan produk kesehatan yang dibutuhkan dengan praktis dan cepat di Toko Kesehatan Halodoc. Selain itu, kamu juga bisa berkonsultasi dengan dokter terkait masalah kesehatan reproduksi yang sedang dialami melalui aplikasi Halodoc.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2026. Female Infertility: Symptoms & Causes.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2026. Ovulation: Process, Signs & Tracking.
Healthline. Diakses pada 2026. How Many Eggs Does a Woman Have?
NCBI – StatPearls. Diakses pada 2026. Anatomy, Abdomen and Pelvis, Ovary.

FAQ

1. Apakah sel telur wanita bisa habis?

Ya, sel telur wanita bersifat terbatas dan tidak dapat diproduksi kembali. Jumlahnya akan terus berkurang secara alami setiap bulan hingga habis saat mencapai masa menopause.

2. Berapa lama sel telur bertahan setelah ovulasi?

Sel telur hanya memiliki waktu hidup sekitar 12 hingga 24 jam setelah dilepaskan dari ovarium. Jika tidak dibuahi dalam jendela waktu ini, sel telur akan luruh.

3. Bagaimana cara meningkatkan kualitas sel telur secara alami?

Kualitas sel telur dapat didukung dengan pola makan sehat tinggi antioksidan, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, tidak merokok, dan mencukupi asupan vitamin prenatal.

4. Apakah ukuran sel telur memengaruhi peluang hamil?

Ya, kematangan sel telur sangat dipengaruhi oleh ukuran folikel tempatnya berkembang. Dokter biasanya memantau ukuran folikel melalui USG untuk memprediksi kesiapan ovulasi.

## Khawatir dengan Kesehatan Reproduksi? Tanya ke HILDA Dulu!

Kamu punya keluhan tentang siklus menstruasi atau sedang merencanakan kehamilan, tapi bingung harus mulai bertanya ke mana? Tidak perlu khawatir! Kini, kamu bisa coba tanya [HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn)!

[HILDA](https://halodoc.onelink.me/cQvV/63hms9yn) adalah asisten AI dari Halodoc yang siap membantu menjawab pertanyaan kesehatan umum, kasih gambaran langkah awal, dan arahin kamu ke pilihan dokter yang sesuai dengan kebutuhan.

[HILDA](https://www.halodoc.com/hilda) akan memandu kamu dalam memilih dokter spesialis yang tepat, menemukan obat yang dibutuhkan, dan menemukan layanan yang relevan.

HILDA dapat menjawab pertanyaan umum tentang Halodoc dan berbagi informasi kesehatan umum yang kamu butuhkan.

Hal yang perlu diingat, HILDA tidak digunakan untuk menggantikan saran medis dari dokter, ya.