• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Metode Amenore Laktasi: Kontrasepsi Alami Selepas Melahirkan

Metode Amenore Laktasi: Kontrasepsi Alami Selepas Melahirkan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Metode Amenore Laktasi (MAL) adalah metode kontrasepsi alami bersifat sementara yang dapat digunakan setelah persalinan. MAL memiliki cara kerja berupa penekanan ovulasi.

Peningkatan hormon prolaktin (hormon pembentukan ASI) usai persalinan menyebabkan penurunan hormon lain seperti LH dan estrogen yang yang diperlulan untuk pemeliharan siklus menstruasi sehingga ovulasi (pematangan sel telur) tidak terjadi.

(Baca juga: Pengaruh Kontrasepsi IUD Terhadap Kanker Serviks)

Jika ibu ingin menggunakan MAL sebagai kontrasepsi alami, berikut adalah syarat dan hal- hal yang harus diperhatikan:

  1. Ibu harus menyusui bayi secara eksklusif, yang berarti penuh atau hampir penuh selama 24 jam dalam sehari termasuk malam hari. Ibu harus menyusui bayi selama 8 kali sehari atau lebih, biasanya sebanyak 10-12 kali dalam sehari. Hindari jarak antar menyusui lebih dari 4 jam. Bayi harus menghisap payudara ibu secara langsung.
  2. Apabila bayi berusia kurang dari 6 bulan maka kebutuhan akan MPASI meningkat dan frekuensi pemberian asi akan berkurang.
  3. Ibu harus dalam masa belum mengalami menstruasi. Jika ibu sudah mengalami menstruasi maka metode ini tidak dapat digunakan lagi karena ovulasi dapat terjadi setelah menstruasi. Pendarahan sebelum 56 hari paska salin belum dianggap sebagai haid. Pada ibu yang menyusui secara eksklusif ovulasi tidak akan terjadi sampai 10 minggu paska persalinan.

MAL sebagai kontrasepsi memiliki banyak keunggulan baik bagi ibu maupun bayi. Bagi ibu menyusui secara eksklusif dapat mengurangi kejadian pendarahan setelah persalinan. MAL tidak memiliki efek samping sistemik bagi ibu.

Untuk bayi pemberian ASI secara ekslusif dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena ASI mengandung antibodi yang dibutuhkan oleh bayi. Selain itu, bayi juga mendapatkan gizi yang terbaik dari nutrisi yang terdapat pada ASI. Yang paling penting, MAL meningkatkan hubungan psikologis antara ibu dan bayi.

MAL memiliki risiko kehamilan yang tinggi bila ibu tidak menyusui bayinya secara benar. Bila metode dilakukan secara benar risiko kehamilan kurang dari 1 di antara 100 ibu dalam 6 bulan paska persalinan.

Hambatan yang biasa ditemui ibu saat menggunakan metode MAL adalah kurangnya persiapan menyusui sesaat setelah melahirkan. MAL dapat berhasil jika Ibu segera menyusui dalam 30 menit sampai 1 jam paska persalinan. Selain itu pola pemberian ASI berupa on demand atau menyusui setiap saat bayi membutuhkan dan langsung dari kedua payudara ibu.

(Baca juga: 13 Fakta Tentang Kontrasepsi IUD yang Perlu Diketahui)

Metode Amenore Laktasi harus diperhatikan sebagai pilihan kontrasepsi yang tidak boleh dipilih apabila terdapat keadaan-keadaan sebagai berikut:

  • Kesulitan pada bayi untuk menyusui pada ibu.
  • Infeksi pada payudara ibu.
  • Ibu positif terinfeksi HIV.

Selain itu keadaan lain seperti pada ibu yang bekerja atau memiliki aktivitas lain yang menyebabkan ibu tidak dapat menyusui bayi secara langsung selama 10-12 kali dalam sehari. Sebaiknya gunakan metode kontrasepsi lain yang aman paska melahirkan, seperti IUD.

Meski dianggap aman, perlu diingat bahwa MAL tetap memiliki risiko kehamilan tak terduga. Dibandingkan dengan Ibu yang mengombinasikan MAL dengan metode kontrasepsi paska salin lainnya, risiko hamil tetap saja tinggi. Yang perlu ibu tahu, bahwa penggunaan kontrasepsi tambahan di samping MAL tidak akan memengaruhi ASI, jadi tetap aman dilakukan secara berbarengan.

Jika ibu ingin menggunakan Metode Amenore Laktasi dibutuhkan komitmen kuat untuk menjaga metode ini tetap efektif untuk mencegah kehamilan. Jarakkan kehamilan berikutnya agar Ibu bisa mencukupi segala kebutuhan bayi dari sekarang, ya.

(Baca juga: Enggak Perlu Khawatir, Ini 4 Efek Samping Kontrasepsi IUD)

Nah, kalau ibu ingin tahu lebih banyak mengenai MAL, yuk tanyakan pada dokter dengan menggunakan aplikasi Halodoc! Ibu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja, dimana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play!

*artikel ini pernah tayang di SKATA dengan pada tanggal 25 Mei 2018