• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Makan Telur Bisa Membuat Luka Menjadi Borok?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Makan Telur Bisa Membuat Luka Menjadi Borok?

Mitos atau Fakta, Makan Telur Bisa Membuat Luka Menjadi Borok?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 08 Desember 2022

“Nutrisi berperan penting dalam proses penyembuhan luka. Salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk proses tersebut adalah protein yang bisa didapatkan dari mengonsumsi telur.”

Mitos atau Fakta, Makan Telur Bisa Membuat Luka Menjadi Borok?Mitos atau Fakta, Makan Telur Bisa Membuat Luka Menjadi Borok?

Halodoc, Jakarta – Bila memiliki luka terbuka, misalnya setelah selesai operasi, atau akibat sayatan, dan sebagainya, beberapa orang percaya bahwa telur merupakan makanan yang pantang dikonsumsi. Sebab, katanya sumber protein tersebut bisa membuat luka terbuka menjadi susah sembuh, bahkan menjadi borok. 

Seberapa cepat atau lambat penyembuhan luka sebenarnya tergantung pada berbagai faktor. Namun, nutrisi memang memegang peranan yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Lantas, benarkah telur bisa membuat luka menjadi borok? 

Konsumsi Telur Bisa Membuat Luka Menjadi Borok?

Penyembuhan luka adalah proses yang kompleks yang terdiri dari tiga fase, yaitu:

  • Fase peradangan. Pada fase ini, pembuluh darah akan mengencang untuk mencegah kehilangan darah dan trombosit menggumpal menjadi gumpalan darah. Sel darah putih juga akan bergerak ke tempat cedera untuk menghancurkan bakteri dan alergen lainnya.
  • Fase fibrolas. Protein, yaitu serat kolagen, mulai tumbuh di dalam luka. Pertumbuhan kolagen akan membantu merangsang tepi luka untuk berkontraksi dan menutup. Di lokasi luka, pembuluh darah kecil terbentuk untuk menyuplai darah ke sel kulit yang baru terbentuk.
  • Fase regeneratif. Tubuh terus mengisi kembali kolagen dan menghaluskan area yang terluka dan membantu memudarkan bekas luka.

Selain pengobatan dan perawatan luka yang tepat, nutrisi juga penting untuk penyembuhan luka terbuka. Bila kamu mendapatkan nutrisi yang tepat selama proses penyembuhan luka, proses tersebut akan berlangsung dengan cepat dan tidak meninggalkan bekas luka.

Salah satu nutrisi yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka adalah protein. Nah, telur merupakan sumber protein yang baik. Nutrisi ini sangat penting untuk pemeliharaan dan perbaikan jaringan tubuh. Kekurangan protein justru akan menyebabkan penurunan perkembangan kolagen, sehingga memperlambat proses penyembuhan luka. Sebaliknya, kadar protein yang cukup akan membantu luka untuk sembuh secara optimal. 

Asupan energi secara keseluruhan juga penting. Karena bila kebutuhan energi tidak terpenuhi, maka tubuh akan menggunakan protein untuk energi daripada untuk penyembuhan luka.

Jadi, kepercayaan bahwa mengonsumsi telur bisa membuat luka menjadi borok adalah mitos. Mengonsumsi telur justru baik untuk penyembuhan luka. Selain telur, sumber protein lainnya yang juga bisa dikonsumsi, antara lain daging merah, ayam, ikan,produk susu (susu, keju, dan yoghurt), kacang kedelai, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Tips Makan untuk Penyembuhan Luka

Sebagian besar luka pada orang bertubuh sehat biasanya bisa sembuh dengan cepat bila dijaga kebersihannya. Namun, pola makan sehat yang terdiri dari kalori, vitamin, mineral dan protein, bisa membantu mempercepat proses penyembuhan. Berikut tips makan untuk penyembuhan luka:

  • Atur makanan dan camilan yang sehat dan seimbang yang menyertakan jumlah yang tepat dari semua kelompok makanan. Contohnya makanan berprotein, buah-buahan, sayuran, susu, dan biji-bijian.
  • Pilih sayur dan buah yang kaya vitamin C, seperti brokoli atau stroberi. Untuk memenuhi asupan seng yang cukup, pilih biji-bijian dan makanan berprotein yang diperkaya, seperti daging sapi, ayam, seafood, atau kacang-kacangan. 

Beberapa luka mungkin memerlukan asupan vitamin dan mineral tertentu yang lebih tinggi untuk mendukung penyembuhan. Bicarakanlah pada dokter sebelum mulai mengonsumsi suplemen baru.

  • Pastikan kamu mendapatkan protein yang cukup sepanjang hari dengan memasukkan sumber protein di setiap makanan atau camilan. Contoh menu berprotein, antara lain telur orak-arik untuk sarapan, taco kacang hitam untuk makan siang, yoghurt untuk camilan, dan daging ayam untuk makan malam.
  • Tetap terhidrasi dengan baik dengan mengonsumsi air atau minuman tanpa pemanis lainnya.
  • Bagi pengidap diabetes, kendalikan kadar gula darah untuk membantu mencegah luka berkembang dan untuk mendukung penyembuhan dan pemulihan.

Itulah penjelasan mengenai mitos telur yang bisa membuat luka menjadi borok. Bila luka kamu tidak kunjung sembuh atau malah menunjukkan tanda-tanda infeksi, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Kamu bisa berobat ke dokter dengan buat janji temu dokter di rumah sakit pilihan melalui Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Referensi:
Eat Well Nutrition. Diakses pada 2022. Nutrition and Wound Healing.
Eat Right. Diakses pada 2022. Nutrition Tips to Promote Wound Healing.
Vinmec International Hospital. Diakses pada 2022. What should you not eat when you have an open wound?