• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Olahraga Berat Bisa Sebabkan Varikokel
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Mitos atau Fakta, Olahraga Berat Bisa Sebabkan Varikokel

Mitos atau Fakta, Olahraga Berat Bisa Sebabkan Varikokel

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 September 2022

“Varikokel bisa terjadi karena banyak faktor. Salah satunya adalah kebiasaan olahraga berat yang terlalu dipaksakan.”

Mitos atau Fakta, Olahraga Berat Bisa Sebabkan VarikokelMitos atau Fakta, Olahraga Berat Bisa Sebabkan Varikokel

Halodoc, Jakarta – Belum lama ini, media sosial dihebohkan dengan seorang pria 19 tahun yang menceritakan pengalamannya mengalami varikokel sejak SMP. Pria tersebut pun mengaku bahwa kondisi tersebut membuat testisnya terasa seperti berat sebelah, dan terkadang terasa nyeri. 

Rupanya, kondisi yang dialaminya ini terjadi akibat kebiasaan olahraga berat yang sering dipaksakan di luar batas. Dalam unggahannya, pria tersebut mengaku suka berolahraga sejak remaja. Namun, apakah benar olahraga berat bisa menyebabkan varikokel? Yuk cari tahu penjelasannya!

Olahraga Berat Bisa Sebabkan Varikokel

Varikokel bisa disebabkan oleh banyak hal. Katup di pembuluh darah mungkin tidak berfungsi dengan baik (atau mungkin hilang). Jika aliran darah lamban, darah dapat menggenang di pembuluh darah. 

Selain itu, pembuluh darah besar yang bergerak dari testis menuju jantung terhubung secara berbeda di sisi kiri dan kanan. Jadi lebih banyak tekanan diperlukan di sisi kiri untuk menjaga darah mengalir melalui pembuluh darah menuju jantung. 

Jika darah mengalir ke belakang atau menggenang di pembuluh darah, itu bisa menyebabkan pembuluh darah membengkak. Pada kasus yang jarang, pembengkakan kelenjar getah bening atau massa lain di belakang perut dapat menghalangi aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan varikokel atau pembengkakan vena skrotum secara tiba-tiba. 

Salah satu hal yang bisa meningkatkan risiko seorang pria mengalami varikokel adalah olahraga berat. Sebuah studi pada 2019 di jurnal Research and Reports in Urology menemukan bahwa varikokel lebih sering terjadi pada pria yang sering berolahraga. 

Terutama olahraga intensitas tinggi yang terlalu berat, atau dipaksakan. Oleh karena itu, penting untuk selalu mengenali batas kemampuan tubuh dan berhati-hati saat berolahraga. 

Pilihan Pengobatannya

Varikokel sering tidak menimbulkan tanda atau gejala dan biasanya tidak memerlukan pengobatan. Kondisi ini sering diketahui setelah menjalani pemeriksaan fisik rutin atau penilaian kesuburan.

Namun, jika varikokelnya besar, testis jadi terlalu kecil, jumlah sperma rendah, atau kesulitan punya anak, maka pengobatan perlu dilakukan. Kamu juga harus berbicara dengan dokter jika mengalami salah satu dari gejala berikut:

  • Nyeri tumpul, sakit, atau berdenyut di skrotum, testis, atau selangkangan.
  • Pembengkakan skrotum.
  • Penyusutan testis yang terkena.
  • Benjolan atau tonjolan pada skrotum.
  • Perubahan ukuran salah satu atau kedua testis.
  • Gangguan kesuburan.

Kamu mungkin juga ingin mempertimbangkan pengobatan varikokel jika berencana menjalani teknik reproduksi berbantuan. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah dengan fungsi testis pada beberapa orang. Semakin dini perawatan dimulai, semakin baik peluang untuk meningkatkan produksi sperma.

Mengenakan pakaian dalam yang ketat atau cawat olahraga terkadang dapat membantu mengurangi rasa sakit atau ketidaknyamanan. Perawatan tambahan mungkin diperlukan jika gejala memburuk, seperti:

1. Varikokelektomi

Varikokelektomi adalah operasi yang dilakukan di rumah sakit, oleh dokter spesialis urologi. Dokter akan melakukan prosedur melalui perut atau panggul dan menjepit atau mengikat pembuluh darah yang abnormal. 

Darah kemudian dapat mengalir di sekitar pembuluh darah abnormal ke yang normal. Bicarakan dengan dokter tentang bagaimana mempersiapkan operasi dan apa yang perlu dilakukan setelahnya.

2. Embolisasi Varikokel

Embolisasi varikokel adalah prosedur yang kurang invasif. Dokter akan memasukkan kateter kecil melalui selangkangan atau vena leher. Sebuah kumparan kemudian ditempatkan ke dalam kateter dan ke dalam varikokel. Ini akan menghalangi darah masuk ke pembuluh darah abnormal.

Itulah pembahasan mengenai varikokel dan pengobatannya. Jika kamu mengalami gejala yang sama, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Agar mudah, download Halodoc saja untuk membuat janji medis dengan dokter spesialis urologi.

Referensi:
Research and Reports in Urology. Diakses pada 2022. Prevalence and Awareness Of Varicocele Among Athletes In Riyadh, Saudi Arabia.
Urology Care Foundation. Diakses pada 2022. Varicoceles.
Healthline. Diakses pada 2022. Varicocele.